05. Merasa Terhianati

Pagi buta seperti ini biasanya Laras akan sibuk di dapur, setelah sholat subuh. Dia akan membuat sarapan bubur ayam, karena membuat bubur ayam itu membutuhkan waktu banyak, jadi pagi-pagi dia sudah di dapur. Menyiapkan bahan-bahannya dan juga memasak air untuk membuat kopi untuk suaminya.

Laras mengambil beras untuk membuat bubur,dan mencucinya. Setelah selesai lalu di masak memakai mejikom, memasukkan garam dan daun salam.Setelah itu di aduk hingga tercampur, lalu dia tutup untuk mematangkan buburnya.

Setelah membuat bubur, dia mengambil ayam dalam frizer dan di bersihkan. Dia siapkan bumbu untuk memasak kuah ayam,tak lupa menyiapkan daun bawang untuk di iris. Menggoreng bawang buat taburan juga kerupuk. Menu sederhana ini dia buat untuk sarapan suaminya,barangkali dia tertarik untuk sarapan pagi di rumah.

Setelah selesai semua,dia menata hasil masakannya di meja makan. Menyiapkan minum juga tak lupa buah untuk cuci mulut. Walau bukan makan siang atau makan malam, Laras selalu menyiapkan buah di meja makan.

Tak lama Danu keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapi, tas kerja juga sudah di tangan. Ketika hendak menuju ruang depan, dia melihat menu makanan di meja tidak biasa. Bubur ayam, itu kesukaannya. Dia pun menuju meja makan untuk mencoba sarapan buatan istrinya. Dia duduk di kursi yang biasa dia duduk untuk makan ketika masih sendiri.

Laras ikut duduk setelah dia merapikan dapur. Dia menyiapkan bubur ayam untuk suaminya. Mengambil minumnya juga kerupuk yang tidak dia masukkan ke dalan bubur, hanya di toples saja. Dia senang suaminya itu mau sarapan bubur buatannya.

"Di makan mas buburnya." ucap Laras.

"Hmm."

Danu kemudian memakan satu suap buburnya, dia meresapi rasanya. Lumayan enak, pikirnya. Kemudian dia menyantap kembali buburnya sampai habis.

"Mas, nanti siang aku ke panti asuhan ya." kata Laras meminta izin pada suaminya.

"Hmm." hanya gumaman jawaban Danu.

Itu artinya dia menyetujui rencana Laras mengunjungi panti asuhan. Setelah selesai makan, Danu bangkit dari duduknya. Dia kemudian pergi meninggalkan Laras yang masih makan bubur ayamnya.

Laras bangkit dari duduknya,mengikuti suaminya dari belakang menuju halaman depan.

"Mas Danu, tunggu." kata Laras agar berlari mengejar suaminya yang hendak masuk ke dalam mobil.

Danu berhenti, memandang Laras dengan malas. Dan Laras menarik tangan kanan Danu dan menciumnya. Danu terdiam, dia sudah biasa seperti ini namun tetap saja selalu tertegun.

Buru-buru dia masuk ke dalam mobilnya dan langsung menjalankannya tanpa memandang ke arah istrinya itu.

Seperti ucapannya pada Danu tadi pagi, Laras pergi ke panti asuhan. Setelah ijin dari kepala penjaga perpustakaan, Laras langsung memesan ojek online. Di depan dia menunggu ojol sambil bermain ponselnya.

Jam dua belas lebih dua puluh menit, waktu istirahat bagi karyawan dan pegawai. Laras duduk di kursi menunggu, tak lama ojek pesanannya pun datang. Berbarengan dengan masuknya mobil yang dia kenal.

Ya, mobil suaminya masuk ke halaman perpustakaan. Dia keluar dengan seorang gadis berseragam SMA. Danu menggandeng tangan gadis itu lalu masuk ke dalam perpustakaan.

Laras menatap keduanya, melihat kedua orang layaknya sepasang kekasih sedang mengantar pacarnya mencari buku. Hati Laras kembali perih, melihat pemandangan itu untuk yang kedua kalinya.

"Mba, ini ojeknya jadi?" tanya abang ojol itu pada Laras.

"Eh, iya bang jadi. Ayo kita ke alamat yang sudah saya kasih di aplikasi." kata Laras.

Matanya kembali menatap ke arah gedung perpustakaan. Sakit hatinya, mengingat dia seorang istri seperti melihat suaminya berselingkuh. Namun dia ingat dalam perjanjian, di luar rumah dia tidak mengenal Laras apa lagi mengakui sebagai istri sahnya.

Dan lagi, suaminya mengatakan kalau dia sudah punya pacar. Ya, gadis yang tadi bersamanya itu adalah pacarnya. Lucu memang, pacarnya seorang gadis SMA yang dia dengan sabar menunggu untuk menikahinya.

"Lucu sekali." gumam Laras.

"Apa yang lucu mbak?" tanya abang ojolnya.

"Oh, ngga bang." jawab Laras.

Kalau dia sudah punya pacar, kenapa dia tidak bilang sama ibunya kalau sudah punya pacar. Kenapa mau menikah dengannya? Begitu pikir Laras. Dia masih memikirkan suaminya itu. Hingga teguran dari abang ojol dia diam saja karena lamunannya itu.

"Mba, sudah sampai." ucap abang ojol itu membuyarkan lamunan Laras.

"Ah, iya bang maaf." ujar Laras sambil melepas helm yang tadi dia gunakan.

Kemudian dia menyerahkan helmnya dan uang ongkos ojeknya.

"Terima kasih mba, lain kali jangan melamun mba. Nanti di patuk ayam. "ucap abang ojol bercanda.

Laras tertawa kecil, kemudian dia memasuki halaman panti asuhan dan langsung masuk ke dalam panti.

Laras menemui ibu Rima, ketua yayasan panti asuhan milik ibu Ramona, mertuanya.

"Assalamu alaikum bu Rima." ucap Laras.

"Walaikum salam, Laras. Bagaimana kabarmu?" tanya ibu Rima menghampiri Laras dan memeluknya.

"Aku Alhamdulillah baik bu. Ibu bagaimana, sehatkan?" tanya Laras.

"Alhamdulillah. Dua hari yang lalu ibu mampir ke kostanmu, tapi kata ibu kostnya kamu sudah pindah. Benar kamu pindah? Kemana?" tanya ibu Rima kembali duduk di sofa, mempersilakan Laras duduk juga.

Laras yang mendapat pertanyaan dari ibu Rima kaget, tidak menyangka akan di sambangi tempat kostnya dulu. Laras diam.

"Laras?"

"Ah, ya bu. Aku pindah ke tempat lain bu." jawab Laras gugup.

Tidak mungkin kan dia harus jujur kalau dia tinggal bersama Danu. Laras menunduk, kemudian ponselnya berbunyi. Dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon.

Nita.

"Assalamu alaikum, Nit. Ada apa?" tanya Laras.

"Wa alaikum salam Ras, aku mau tanya buku yang Biologi kelas tiga kok ngga ada ya? Ini ada yang menanyakan buku itu." kata Nita.

"Lho, bukannya ada di bagian rak masing-masing. Memang sudah habis?" tanya Laras.

"Sudah habis, barangkali ada yang sudah mengembalikan. Atau kamu tahu menyimpannya di mana?" tanya Nita di seberang sana.

"Belum ada yang mengembalikan seingat aku. Kamu bilang saja sama orangnya, sudah habis begitu. Kenapa jadi ribet harus tanya ke aku?" ucap Laras heran.

"Masalahnya ini yang nanya pak Danu, dia membawa pacarnya untuk meminjam buku itu. Aku sudah bilang bukunya habis, eh malah si pacarnya marah. Dia ngga mau tahu harus ada bukunya. Aku jadi bingung nih."

"Ck, orang tuh ngga bisa ikut aturan ya." ucap Laras kesal.

Walau yang meminta adalah anaknya yang punya perpustakaan, tapi harus tahu aturan di setiap lembaga.

"Gimana, Ras?" tanya Nita lagi.

"Ya sudah, aku kesana. Kamu bilang tunggu aku dulu, biar aku jelaskan." kata Laras.

Walau sebenarnya dia merasa deg degan harus bertemu dengan suami serta pacarnya, tapi mereka menyulitkan pegawai perpustakaan. Itu tidak bisa di biarkan. Kalau buku sudah tidak ada,jangan menyusahkan orang lain untuk mencari yang tidak ada.

"Bu Rima maaf, aku harus ke perpustakaan lagi. Di sana ada masalah sedikit, jadi aku harus tangani." kata Laras pada ketua yayasan panti asuhan itu.

"Ya sudah, kamu pergi saja. Lain kali saja kamu kesini lagi." ucap ibu Rima sedikit kecewa Laras harus kembali ke perpustakaan.

"Maafkan saya bu, nanti saya akan datang lagi kemari." kata Laras untuk mengobati rasa kecewa ibu Rima.

"Ya, terserah kamu. Ibu tunggu kapan saja kamu kemari."

"Terima kasih bu."

Ibu Rima tersenyum, dia mengantar Laras sampai di depan pintu. Laras langsung pergi memesan ojek online agar cepat sampai di perpustakaan.

_

_

*****************

Terpopuler

Comments

abdan syakura

abdan syakura

Astaghfirullah teganya yaa
Istri ada,bawa gandengan lain .
miris bgt...
Smg cuma ada di Novel ya,Thor😉

2023-03-21

0

Vivi Bidadari

Vivi Bidadari

Suami Danu ga perlu juga dipertahankan hanya menambah luka saja...

Semoga ada jalan terbaik buat MU Laras sabar tapi jika sdh tak kuat lepaskan saja

2023-02-12

0

heni diana

heni diana

Gila nie danu maksudnya apa coba dia pasti tau kan yg akan menjelaskan tentang buku itu k pacrnya sang istri dia mau bikin hati laras makin sakit apa??..
Laras klo kamu mau mempertahankan rumah tanggamu ayo donk usaha lagi buat rebut hati danu meski ada perjanjian klo hati danu udah kamu dpatkan bisa berakhirkan perjnjiannya.

2022-12-14

0

lihat semua
Episodes
1 01. Mendadak Menikah
2 02. Perjanjian Nikah
3 03. Meninggalnya Ibu Ramona
4 04. Layaknya Seorang Istri
5 05. Merasa Terhianati
6 06. Di Perputakaan
7 07. Di Usir Dari Rumah
8 08. Menginap Di Kost Anisa
9 09. Di Kedai Kopi
10 10. Pacar Andre
11 11. Surat Wasiat
12 12. Kebimbangan Laras
13 13. Perjanjian Lagi
14 14. Pagi Hari
15 15. Kantor Pengacara
16 16. Mengenai Ibu Ramona
17 17. Membacakan Wasiat
18 18. Jasmin Berkunjung
19 19. Nomor Ponsel
20 20. Rencana Danu Untuk Laras
21 21. Telepon
22 22. Di Pamggil Pak Robi
23 23. Laras Bercerita
24 24. Kesibukan Laras
25 25. Danu Marah
26 26. Pindah Rumah
27 27. Melamar Jasmin
28 28. Pernikahan Danu Dan Jasmin
29 29. Daftar Kuliah
30 30. Menginap Acara Kampus
31 31. Mencari Jasmin
32 32. Makan Di Rumah Laras
33 33. Tidak Dapat Jatah
34 34. Danu Kesal
35 35. Ke Rumah Laras Lagi
36 36. Hanya Pelampiasan Saja?
37 37. Perubahan Sikap Danu
38 38. Jasmin Selingkuh
39 39. Menginap
40 40. Bertengkar
41 41. Melihatnya
42 42. Periksa
43 43. Bertemu Andre
44 44. Andre Kecewa
45 45. Danu Terkejut
46 46. Danu Vs Andre
47 47. Jasmin Pura-pura
48 48. Curhatan Danu
49 49. Menyewa Orang
50 50. Di Depan Toko Kue
51 51. Membujuk Jasmin
52 52. Datang Bersama
53 53. Datang Lagi
54 54. Orang Suruhan
55 55. Bukti
56 56. Fakta Di Luar Dugaan
57 57. Nasehat Rizwan
58 58. Dua Perasaan Berbeda
59 59. Sikap Danu
60 60. Memberi Pelajaran
61 61. Ibu Dan Anak
62 62. Selesai Makan Siang
63 63. Foto-Foto
64 64. Syok
65 65. Surat Cerai
66 66. Ke Panti Asuhan
67 67. Mencari Laras
68 68. Sosial Media
69 69. Di Pemakaman
70 70. Di Pemakaman 2
71 71. Melahirkan
72 72. Perasaan
73 73. Salah Paham
74 74. Kejutan Di Rumah Baru
75 75. Obrolan Santai
76 76. Tidak Bisa Menggantikan
77 77. Menemui Jasmin
78 78. Lagi Aneh
79 79. Bukan Laki-Laki Romantis
80 80. Kebahagiaan Danu Dan Laras
Episodes

Updated 80 Episodes

1
01. Mendadak Menikah
2
02. Perjanjian Nikah
3
03. Meninggalnya Ibu Ramona
4
04. Layaknya Seorang Istri
5
05. Merasa Terhianati
6
06. Di Perputakaan
7
07. Di Usir Dari Rumah
8
08. Menginap Di Kost Anisa
9
09. Di Kedai Kopi
10
10. Pacar Andre
11
11. Surat Wasiat
12
12. Kebimbangan Laras
13
13. Perjanjian Lagi
14
14. Pagi Hari
15
15. Kantor Pengacara
16
16. Mengenai Ibu Ramona
17
17. Membacakan Wasiat
18
18. Jasmin Berkunjung
19
19. Nomor Ponsel
20
20. Rencana Danu Untuk Laras
21
21. Telepon
22
22. Di Pamggil Pak Robi
23
23. Laras Bercerita
24
24. Kesibukan Laras
25
25. Danu Marah
26
26. Pindah Rumah
27
27. Melamar Jasmin
28
28. Pernikahan Danu Dan Jasmin
29
29. Daftar Kuliah
30
30. Menginap Acara Kampus
31
31. Mencari Jasmin
32
32. Makan Di Rumah Laras
33
33. Tidak Dapat Jatah
34
34. Danu Kesal
35
35. Ke Rumah Laras Lagi
36
36. Hanya Pelampiasan Saja?
37
37. Perubahan Sikap Danu
38
38. Jasmin Selingkuh
39
39. Menginap
40
40. Bertengkar
41
41. Melihatnya
42
42. Periksa
43
43. Bertemu Andre
44
44. Andre Kecewa
45
45. Danu Terkejut
46
46. Danu Vs Andre
47
47. Jasmin Pura-pura
48
48. Curhatan Danu
49
49. Menyewa Orang
50
50. Di Depan Toko Kue
51
51. Membujuk Jasmin
52
52. Datang Bersama
53
53. Datang Lagi
54
54. Orang Suruhan
55
55. Bukti
56
56. Fakta Di Luar Dugaan
57
57. Nasehat Rizwan
58
58. Dua Perasaan Berbeda
59
59. Sikap Danu
60
60. Memberi Pelajaran
61
61. Ibu Dan Anak
62
62. Selesai Makan Siang
63
63. Foto-Foto
64
64. Syok
65
65. Surat Cerai
66
66. Ke Panti Asuhan
67
67. Mencari Laras
68
68. Sosial Media
69
69. Di Pemakaman
70
70. Di Pemakaman 2
71
71. Melahirkan
72
72. Perasaan
73
73. Salah Paham
74
74. Kejutan Di Rumah Baru
75
75. Obrolan Santai
76
76. Tidak Bisa Menggantikan
77
77. Menemui Jasmin
78
78. Lagi Aneh
79
79. Bukan Laki-Laki Romantis
80
80. Kebahagiaan Danu Dan Laras

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!