07. Di Usir Dari Rumah

Laras pergi menuju kedai kopi di mana Anisa temannya bekerja. Dia akan menerima tawaran bekerja di sana. Dia langsung naik angkot yang berhenti di depannya, tidak menggunakan ojek online karena waktu tidak mrmburunya untuk cepat datang.

Rasa kesal juga sakit hati dia abaikan, toh selama ini banyak kepahitan hidup yang dia rasakan. Jadi semua dia anggap biasa saja, bahkan perasaan cinta dan sayang pada laki-laki bahkan tidak dia tanggapi, meski pun dia juga dalam hati kecilnya membutuhkan itu dari laki-laki yang menjadi suaminya.

Dua puluh menit dia sampai di kedai kopi itu, dia langsung masuk menemui Anisa. Anisa pun menghampirinya lalu memeluknya dengan perasaan senang. Anisa membawa Laras masuk ke dalam dapur, kebetulan dia sedang santai.

"Ada apa gerangan sehingga kamu mau menerima tawaran yang sudah kadaluarsa itu?" tanya Anisa menggiring Laras untuk duduk di pojokan. Yang kebetulan suasana kedai lagi sepi.

"Aku di skors oleh pemilik perpustakaan selama sebulan" jawab Laras menghela nafas pelan.

"Lho, kok bisa?" tanya Anisa.

"Bisalah, aku bikin onar." jawab Laras cuek.

"Ck ck ck, Laras bikin onar di perpustakaan kayaknya mustahil. Ada apa sih? cerita dong." kata Anisa.

Dengan malas Laras menceritakan kejadian di perpustakaan secara gamblang sehingga dia harus di skors satu bulan.Dan untung saja dia tidak di pecat.

"Kejam banget sih pak Danu, hanya demi membela gadis manja seperti dia kok sampai mengabaikan peraturan. Cinta memang buta ya. Huff." ucap Anisa yang membuat Laras tertegun.

Kamu belum tahu apa yang aku rasakan, Nis. Mungkin nanti malam aku akan di usir dari kamarnya atau suruh keluar dari rumahnya. Gumam Laras dalam hati.

"Ya udah, kamu kerja di sini aja. Jangan di perpustakaan lagi. Lagi pula kan kamu pintar membuat kue. Pak Andre akan senang kalau kamu kerja di sini." ucap Anisa.

"Sebenarnya aku di amanatkan oleh ibu Ramona untuk tetap bekerja di perpustakaan. Tapi keadaannya begini, aku jadi merasa bersalah dengan almarhumah." kata Laras.

"Tapi kan anaknya yang bikin kamu ngga kerja di situ lagi. Lagi pula ibu Ramona sudah tidak ada, kan kamu bisa pindah kerja dan ada alasannya juga." kata Anisa.

Laras kembali membuang nafasnya, dia juga bingung. "Oya, pak Andre tahu aku mau kerja disini?"

"Tahu, waktu kamu menghubungiku aku langsung kasih tahu pak Andre dan dia langsung setuju. Kamu besok bisa langsung kerja." kata Anisa.

"Pak Andre baik banget ya, padahal aku dulu menolak dia." ucap Laras

Laras mengenang masa lalunya yang dulu pernah di tembak oleh Andre, tapi Laras menolaknya secara halus.

"Udah lama kali, Ras. Dia juga sekarang sudah punya pacar cantik dan juga baik." kata Anisa.

"Baguslah, setidaknya aku tidak merasa canggung nanti kalau sering ketemu." kata Laras.

Sedang asyik ngobrol, Andre orang yang mereka bicarakan datang menghampiri Laras dan Anisa. Dia duduk di samping Laras.

"Hai Laras, bagaimana kabarmu? Katanya kamu mau bekerja disini?" tanya Andre dengan wajah ceria.

"Iya, apa masih ada lowongan untukku pak Andre?" tanya Laras berbasa basi.

"Hahah! Kalau buat kamu selalu ada Laras. Kenapa tidak?" ucap Andre tersenyum.

Laras ikut tersenyum kaku. Tidak menyangka Andre begitu setia menunggunya untuk masuk jadi karyawannya.

"Terima kasih, pak Andre." ucap Laras.

"Jangan panggil pak dong Laras, terlalu formal kedengarannya." kata Andre.

"Baik kak Andre."

"Nah, begitu dong. Besok kamu mulai masuk jam delapan pagi ya, karena membuat kue cemilan itu lumayan butuh waktu banyak." kata Andre yang di angguki oleh Laras.

Sementara Anisa sudah kembali ke dapur, Laras bercerita sedikit dengan masalah di perpustakaan. Dan Andre mendengarkan dengan baik ucapan Laras.

"Mm..., aneh juga ya. Tapi ya sudah, kamu kerja di sini aja sama aku. Ada Nisa juga kan." kata Andre.

"Iya kak. Terima kasih sebelumnya mau menerima saya kerja di sini."

"Jangan sungkan, aku senang kamu mau bekerja di kedaiku." ucap Andre lagi.

Mereka asyik mengobrol tentang apa saja, hingga waktu sudah beranjak sore, Laras pun pamit pulang pada Andre dan Anisa. Dia tidam pulang ke rumah Danu, tapi pergi ke panti asuhan.

_

Laras masih di panti asuhan setelah pulang dari kedai kopi Andre. Dia membantu menyiapkan masak untuk makan malam anak-anak panti. Ibu Rima senang hari ini pekerjaannya cepat selesai karena di bantu Laras.

"Kamu ikut makan di sini ya Ras." ucap bu Rima sambil menumis sayur kangkung.

"Iya bu, saya ikut makan di sini." jawab Laras membereskan piring yang akan di sajikan di meja makan.

Jam delapan malam Laras masih di panti asuhan, dia ingin pulang namun ragu. Takut suaminya pasti membahas masalah tadi siang. Jika pun dia menginap di panti, rasanya tidak baik seorang istri menginap di tempat lain sedang dia sendiri belum izin.

Dalam kebimbangan itu, ibu Rima mendekati Laras yang sedang melamun di depan.

"Kamu menginap ya di sini." pinta ibu Rima.

"Ngga bu, sebentar lagi saya pulang kok." ucap Laras sedikit ragu.

Ibu Rima menghela nafas panjang,sekarang agak susah sekali meminta Laras menginap di panti.

"Kenapa sekarang kamu ngga mau menginap di sini?" tanya ibu Rima.

"Ngga apa-apa bu, saya ngga mau merepotkan ibu Rima." Laras memberi alasan yang masuk akal.

"Tapi ibu malah senang kamu menginap di sini." ucap ibu Rima kecewa.

Laras diam, dia tidak mungkin cerita kalau sekarang tinggal di rumah suaminya.

"Nanti bu kalau Laras ada waktu, menginap di sini.,Sekarang Laras pulang dulu, ngga enak sama ibu kost kalau saya pulang telat." kata Laras memberi alasan, dia takut suaminya marah saja dan ketahuan sudah menikah dengan Danu.

"Ras, ibu lihat kamu seperti banyak masalah." kata ibu Rima ketika dia mengantar Laras sampai di depan pagar. Laras diam, dan menunduk.

"Kalau ada masalah, cerita ya sama ibu. Ibu merasa tidak berguna jika tidak bisa membantu masalahmu." kata ibu Rima lagi.

"Iya bu. Laras akan cerita kalau ada masalah berat. Maafkan Laras ya bu." kata Laras sedih.

Dia bukannya menghindari ibu Rima dan tidak mau bercerita, tapi dia bingung. Maka dari itu, dia lebih baik diam dulu. Selama dia bisa mengatasi masalahnya.

Ojek online pun datang, Laras menyalami tangan ibu Rima dan naik ojek online untuk pulang ke rumah suaminya.

_

Sampai di rumah Danu, dia diam lalu melangkah ragu. Di lihatnya mobil Danu sudah terparkir di tempatnya. Dia melangkah masuk ke dalam rumah,membuka pintu dengan pelan dan langkah pelan menuju ruang keluarga.

Dan Laras berhenti di depan kamar suaminya, dia menatap pintu itu yang tertutup. Dia tidak tahu di belakang Danu sudah berdiri dengan wajah marah dan dingin.

"Bagus sekali ya, kamu pulang malam setelah tadi siang membuat kekacauan di perpustakaan!" ucap Danu dengan keras sambil bersedekap.

Laras berbalik, dia menatap suaminya. Di rumah suaminya itu Laras tidak bisa membantah apapun, karena dia tahu dia hanya menumpang di rumah itu.

"Maaf mas, saya tadi dari panti asuhan." ucap Laras memberi alasan.

"Aku tidak peduli kamu dari mana, sekarang kamu keluar dari rumahku. Sejak semula aku tidak suka sama kamu, dan tadi siang kamu membuatku benar-benar membencimu!" kata Danu dengan lantang dan nada kebencian.

"Aku minta maaf mas, gadis itu saja yang salah. Aku sudah kasih tahu dia kalau ..."

"Tutup mulutmu!" ujar Danu membentak Laras.

Laras diam,dia terkejut dan menatap suaminya lekat. Amarah itu kembali muncul di wajah Danu seperti tadi siang. Kali ini Laras benar-benar bingung dan takut dengan sikap Danu.

"Sekarang cepat kamu kemasi barang-barangmu dan pergi dari rumahku!" kata Danu.

"Mas, maafkan aku." ucap Laras.

"Cepat keluar dari rumahku! Aku tidak sudi melihat wajahmu lagi." kata Danu.

Hati Laras sakit, dia di usir dari rumah hanya gara-gara gadis manja itu? Apa sebegitu cintanya dia pada gadis itu sehingga membuat Laras harus dia usir, dan malam begini. Laras itu istrinya, tega sekali dia mengusir istrinya hanya demi gadis lain.

"Tapi mas, ini sudah malam. Kalau bisa besok saja aku pergi."

"Jangan membantah, aku tidak peduli kamu tidur di jalanan atau jadi gembel!"

Deg!

Air mata Laras mengalir, dia benar-benar sedih dan kecewa. Tapi dia mau bilang apa? Itu rumah suaminya, dia tidak berhak membantah atau menawar.

Tanpa menunggu lagi, Laras masuk ke dalam kamar Danu untuk mengambil baju yang tidak seberapa banyak. Dia memasukkan semuanya ke dalam tasnya, mengalir lagi air matanya tapi dia usap kembali.

Setelah selesai, Laras keluar dari kamar suaminya itu dan menghampiri Danu. Menatapnya dengan kebingungan dan ketidak percaya. Lama dia menatap Danu, kemudian tangannya dia ulurkan untuk menyalami suaminya namun Danu diam saja.

Karena Danu diam saja tanpa mengulurkan tangannya, Laras akhirnya berbalik. Melangkah pergi meninggalkan suaminya yang masih terlihat marah. Laras menengok lagi ke arah suaminya, namun tetap seperti tadi.

Laras melangkah keluar dari rumah. Berdiri di depan gerbang setelah dia keluar dari halaman rumah Danu. Dia kembali menatap rumah itu, dia bingung mau tidur di mana malam ini. Sedangkan di kostanya dulu mungkin sudah di tempati orang lain.

_

_

****************

Terpopuler

Comments

Cahaya Hayati

Cahaya Hayati

suatu saat kau menyesal tapi waktu itu sudah terlambat danu .

2023-03-29

0

Anita Almantik

Anita Almantik

jangan mau d tindas laras...
orang yang kamu segani udah meninggal

2022-12-15

2

heni diana

heni diana

Ampun kejam bngt kamu danu,, aku maunya si gadis SMA g bner cinta sama danu dan hanya memanfaatkan ke royalan danu sma dia.. Sbar laras kmu wanita tangguh ras

2022-12-15

1

lihat semua
Episodes
1 01. Mendadak Menikah
2 02. Perjanjian Nikah
3 03. Meninggalnya Ibu Ramona
4 04. Layaknya Seorang Istri
5 05. Merasa Terhianati
6 06. Di Perputakaan
7 07. Di Usir Dari Rumah
8 08. Menginap Di Kost Anisa
9 09. Di Kedai Kopi
10 10. Pacar Andre
11 11. Surat Wasiat
12 12. Kebimbangan Laras
13 13. Perjanjian Lagi
14 14. Pagi Hari
15 15. Kantor Pengacara
16 16. Mengenai Ibu Ramona
17 17. Membacakan Wasiat
18 18. Jasmin Berkunjung
19 19. Nomor Ponsel
20 20. Rencana Danu Untuk Laras
21 21. Telepon
22 22. Di Pamggil Pak Robi
23 23. Laras Bercerita
24 24. Kesibukan Laras
25 25. Danu Marah
26 26. Pindah Rumah
27 27. Melamar Jasmin
28 28. Pernikahan Danu Dan Jasmin
29 29. Daftar Kuliah
30 30. Menginap Acara Kampus
31 31. Mencari Jasmin
32 32. Makan Di Rumah Laras
33 33. Tidak Dapat Jatah
34 34. Danu Kesal
35 35. Ke Rumah Laras Lagi
36 36. Hanya Pelampiasan Saja?
37 37. Perubahan Sikap Danu
38 38. Jasmin Selingkuh
39 39. Menginap
40 40. Bertengkar
41 41. Melihatnya
42 42. Periksa
43 43. Bertemu Andre
44 44. Andre Kecewa
45 45. Danu Terkejut
46 46. Danu Vs Andre
47 47. Jasmin Pura-pura
48 48. Curhatan Danu
49 49. Menyewa Orang
50 50. Di Depan Toko Kue
51 51. Membujuk Jasmin
52 52. Datang Bersama
53 53. Datang Lagi
54 54. Orang Suruhan
55 55. Bukti
56 56. Fakta Di Luar Dugaan
57 57. Nasehat Rizwan
58 58. Dua Perasaan Berbeda
59 59. Sikap Danu
60 60. Memberi Pelajaran
61 61. Ibu Dan Anak
62 62. Selesai Makan Siang
63 63. Foto-Foto
64 64. Syok
65 65. Surat Cerai
66 66. Ke Panti Asuhan
67 67. Mencari Laras
68 68. Sosial Media
69 69. Di Pemakaman
70 70. Di Pemakaman 2
71 71. Melahirkan
72 72. Perasaan
73 73. Salah Paham
74 74. Kejutan Di Rumah Baru
75 75. Obrolan Santai
76 76. Tidak Bisa Menggantikan
77 77. Menemui Jasmin
78 78. Lagi Aneh
79 79. Bukan Laki-Laki Romantis
80 80. Kebahagiaan Danu Dan Laras
Episodes

Updated 80 Episodes

1
01. Mendadak Menikah
2
02. Perjanjian Nikah
3
03. Meninggalnya Ibu Ramona
4
04. Layaknya Seorang Istri
5
05. Merasa Terhianati
6
06. Di Perputakaan
7
07. Di Usir Dari Rumah
8
08. Menginap Di Kost Anisa
9
09. Di Kedai Kopi
10
10. Pacar Andre
11
11. Surat Wasiat
12
12. Kebimbangan Laras
13
13. Perjanjian Lagi
14
14. Pagi Hari
15
15. Kantor Pengacara
16
16. Mengenai Ibu Ramona
17
17. Membacakan Wasiat
18
18. Jasmin Berkunjung
19
19. Nomor Ponsel
20
20. Rencana Danu Untuk Laras
21
21. Telepon
22
22. Di Pamggil Pak Robi
23
23. Laras Bercerita
24
24. Kesibukan Laras
25
25. Danu Marah
26
26. Pindah Rumah
27
27. Melamar Jasmin
28
28. Pernikahan Danu Dan Jasmin
29
29. Daftar Kuliah
30
30. Menginap Acara Kampus
31
31. Mencari Jasmin
32
32. Makan Di Rumah Laras
33
33. Tidak Dapat Jatah
34
34. Danu Kesal
35
35. Ke Rumah Laras Lagi
36
36. Hanya Pelampiasan Saja?
37
37. Perubahan Sikap Danu
38
38. Jasmin Selingkuh
39
39. Menginap
40
40. Bertengkar
41
41. Melihatnya
42
42. Periksa
43
43. Bertemu Andre
44
44. Andre Kecewa
45
45. Danu Terkejut
46
46. Danu Vs Andre
47
47. Jasmin Pura-pura
48
48. Curhatan Danu
49
49. Menyewa Orang
50
50. Di Depan Toko Kue
51
51. Membujuk Jasmin
52
52. Datang Bersama
53
53. Datang Lagi
54
54. Orang Suruhan
55
55. Bukti
56
56. Fakta Di Luar Dugaan
57
57. Nasehat Rizwan
58
58. Dua Perasaan Berbeda
59
59. Sikap Danu
60
60. Memberi Pelajaran
61
61. Ibu Dan Anak
62
62. Selesai Makan Siang
63
63. Foto-Foto
64
64. Syok
65
65. Surat Cerai
66
66. Ke Panti Asuhan
67
67. Mencari Laras
68
68. Sosial Media
69
69. Di Pemakaman
70
70. Di Pemakaman 2
71
71. Melahirkan
72
72. Perasaan
73
73. Salah Paham
74
74. Kejutan Di Rumah Baru
75
75. Obrolan Santai
76
76. Tidak Bisa Menggantikan
77
77. Menemui Jasmin
78
78. Lagi Aneh
79
79. Bukan Laki-Laki Romantis
80
80. Kebahagiaan Danu Dan Laras

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!