10. Pacar Andre

Malam hari, waktu sudah pukul sembilan lebih. Waktunya pulang, karena memang kedai di mana Laras bekerja hanya beroperasi sampai jam sembilan malam. Namanya kedai kopi, tapi tidak sesuai namanya untuk bahan tongkrongan anak muda seharusnya, tapi kedai kopi milik Andre seperti kafe biasanya jam operasinya.

"Laras, kamu sudah beres-beres?" tanya Anisa.

"Sudah, ini baru selesai." jawab Laras merapikan bajunya.

"Ya udah yuk, pulang." ajak Anisa.

"Ayo." jawab Laras mengambil tas ransel kecilnya.

"Oya, tadi kok aku ngga lihat kak Andre ya?" tanya Laras.

"Aku juga ngga tahu, dari datang tadi pagi ngga lihat. Kenapa?" tanya Anisa.

"Ngga apa-apa. Nah itu ojeknya datang." jawab Laras.

Lalu keduanya naik ojek online yang mereka pesan sebelumnya. Mereka senang bisa kerja di kedai kopi milik Andre, meski lelah tapi sangat menyenangkan bagi Laras.

Tapi berbeda dengan pikiran Anisa, dia memikirkan Danu. Pembicaraan Danu yang mesra pada seseorang yang mungkin itu pacarnya, dari pembicaraan dua temannya itu. Memang Danu menelepon pacarnya, tapi siapa pacar Danu?

"Sudah sampai mbak." kata abang ojol.

Anisa diam saja, dia masih memikirkan tadi siang. Laras heran kenapa Anisa belum juga turun dari motor abang ojolnya.

"Mbak, sudah sampai nih di jalan mawar." kata abang ojol lagi.

"Anisa!" teriak Laras.

"Eh ya, Ras?"

"Kamu kenapa melamun?"

"Oh maaf bang, heheh." kata Anisa turun dari motor dan menyerahkan ongkosnya.

Laras menggeleng kepala saja, Anisa menatap Laras dengan senyum getir. Dia bukannya memikirkan suami sahabatnya itu, tapi sikap Danu saat menelepon seseorang di telepon.

_

Satu minggu sudah Laras bekerja di kedai kopi milik Andre, dia sangat bersemangat dan senang. Melupakan statusnya juga kesedihannya. Selama seminggu itu juga, Danu suaminya tidak pernah mencari atau sekedar meneleponnya.

"Kamu ngga di cari suamimu, Laras?" tanya Anisa.

"Ngga tahu, biarkan aja. Aku juga udah ngga peduli." jawab Laras.

"Bagaimana dengan statusmu? Kamu kan masih istrinya, kalau kamu ada yang suka. Bagaimana?" tanya Anisa lagi.

Laras diam, dia menatap Anisa lekat. Pertanyaan Anisa sungguh membuatnya berpikir. Benar sekali, kalau dia ada yang menyukai dan ingin melamarnya bagaimana? gumam Laras.

Dia menunduk, kebingungannya mulai terlihat.

"Jangan di pikirkan, aku hanya bertanya aja kok." ucap Anisa merasa tidak enak pada Laras.

"Aku mau fokus kerja aja dulu. Kalau sampai berbulan-bulan mas Danu ngga mencariku, artinya dia menceraikan aku." ucap Laras lirih.

"Ya benar, kamu juga bisa mengajukan gugatan perceraian kok jika memang Danu tidak pernah mencarimu." kata Anisa.

"Ya. Kita kerja lagi yuk." kata Laras.

"Ayok!"

Laras tersenyum, getir sekali rasanya. Walau belum ada rasa cinta di hati Laras untuk suaminya, namun jika sudah menikah dia tetap menghormati dan akan melayani suaminya.Tapi kenyataannya dia malah di usir dari rumah suaminya itu.

Laras menghela nafas panjang, dia tersenyum menatap Anisa lagi, Anisa pun membalas senyuman Laras. Lalu keduanya tertawa lepas.

"Kalian menertawakan apa?" tanya Andre yang tiba-tiba datang dan langsung ikut duduk di samping Laras.

"Ngga apa-apa,kak. Hanya ada sesuatu yang lucu aja." jawab Laras melirik Anisa yang di angguki oleh temannya itu.

"Apa tidak sibuk, pak Andre?"tanya Anisa.

Sejujurnya jika dia ngobrol dengan Laras ada bosnya itu merasa tidak enak. Mau bercanda juga sedikit kaku, berbeda dengan Laras. Dia santai dan biasa saja, walaupun dia pernah menolak Andre tapi sekarang dia biasa saja. Karena Anisa bilang Andre sudah punya pacar.

Tak lama, seorang perempuan masuk dan ikut bergabung dengan mereka. Dia tersenyum pada Andre dan cipika cipiki padanya. Mulanya Andre kaget, namun dia biasa lagi. Perempuan itu duduk di samping Andre dan memandang Laras yang tersenyum padanya.

"Dia karyawan barumu?" tanya perempuan itu.

"Iya,,dia Laras. Baru seminggu bekerja di kedaiku." kata Andre memperkenalkan pada perempuan itu.

"Salam kenal." ucap Laras sopan sambil membungkuk.

"Oh, salam kenal juga. Saya pacar Andre, namaku Tania." ucap Tania ramah sambil menyalami Laras dan Anisa.

Andre hanya diam, dia melirik Laras yang masih tersenyum senang lalu membuang muka ke arah lain.,Dia sempat dia melihat Anisa meliriknya juga.

"Ras, waktu istirahat sudah selesai. Ayo kita kerja lagi." kata Anisa menarik tangan Laras.

Laras pun bangkit, dia juga merasa tidak enak harus berlama-lama di situ. Mengganggu mereka berdua, pikir Laras.

"Saya ke belakang dulu kak Andre, mba Tania." ucap Laras membungkuk dan pergi dari hadapan Andre dan Tania.

Andre menghela nafas pelan, baru juga duduk sebentar dengan Laras harus ketemu lagi dengan Tania, pikir Andre. Dia melirik Tania yang memainkan ponselnya.

"Sayang, yang ini bagus ngga?" tanya Tania menunjukkan sesuatu di ponselnya pada Andre.

"Emm, bagus." jawaban Andre hanya singkat, lalu dia bangkit dari duduknya dan melangkah ke dalam ruang kantiornya.

Tania hanya meruncingkan bibirnya ke depan, kemudian dia bangkit dan mengikuti kemana Andre melangkah masuk menuju ruang khusus kantornya.

_

_

*******************

Terpopuler

Comments

abdan syakura

abdan syakura

Jgn lupa Laras..
gugat cerai Danu ..jija
dia tdk memberimu nafkah lhr dan bathin

2023-03-21

0

heni diana

heni diana

Semngat laras bekrjalah dengn giat lupa saja orang yg tak pernah menganggapmu raih lah kebhagianmu laras..
Mas andre mash ada hati ya sma laras??..

2022-12-17

0

Aisyah Luqman

Aisyah Luqman

lanjut ...

2022-12-16

0

lihat semua
Episodes
1 01. Mendadak Menikah
2 02. Perjanjian Nikah
3 03. Meninggalnya Ibu Ramona
4 04. Layaknya Seorang Istri
5 05. Merasa Terhianati
6 06. Di Perputakaan
7 07. Di Usir Dari Rumah
8 08. Menginap Di Kost Anisa
9 09. Di Kedai Kopi
10 10. Pacar Andre
11 11. Surat Wasiat
12 12. Kebimbangan Laras
13 13. Perjanjian Lagi
14 14. Pagi Hari
15 15. Kantor Pengacara
16 16. Mengenai Ibu Ramona
17 17. Membacakan Wasiat
18 18. Jasmin Berkunjung
19 19. Nomor Ponsel
20 20. Rencana Danu Untuk Laras
21 21. Telepon
22 22. Di Pamggil Pak Robi
23 23. Laras Bercerita
24 24. Kesibukan Laras
25 25. Danu Marah
26 26. Pindah Rumah
27 27. Melamar Jasmin
28 28. Pernikahan Danu Dan Jasmin
29 29. Daftar Kuliah
30 30. Menginap Acara Kampus
31 31. Mencari Jasmin
32 32. Makan Di Rumah Laras
33 33. Tidak Dapat Jatah
34 34. Danu Kesal
35 35. Ke Rumah Laras Lagi
36 36. Hanya Pelampiasan Saja?
37 37. Perubahan Sikap Danu
38 38. Jasmin Selingkuh
39 39. Menginap
40 40. Bertengkar
41 41. Melihatnya
42 42. Periksa
43 43. Bertemu Andre
44 44. Andre Kecewa
45 45. Danu Terkejut
46 46. Danu Vs Andre
47 47. Jasmin Pura-pura
48 48. Curhatan Danu
49 49. Menyewa Orang
50 50. Di Depan Toko Kue
51 51. Membujuk Jasmin
52 52. Datang Bersama
53 53. Datang Lagi
54 54. Orang Suruhan
55 55. Bukti
56 56. Fakta Di Luar Dugaan
57 57. Nasehat Rizwan
58 58. Dua Perasaan Berbeda
59 59. Sikap Danu
60 60. Memberi Pelajaran
61 61. Ibu Dan Anak
62 62. Selesai Makan Siang
63 63. Foto-Foto
64 64. Syok
65 65. Surat Cerai
66 66. Ke Panti Asuhan
67 67. Mencari Laras
68 68. Sosial Media
69 69. Di Pemakaman
70 70. Di Pemakaman 2
71 71. Melahirkan
72 72. Perasaan
73 73. Salah Paham
74 74. Kejutan Di Rumah Baru
75 75. Obrolan Santai
76 76. Tidak Bisa Menggantikan
77 77. Menemui Jasmin
78 78. Lagi Aneh
79 79. Bukan Laki-Laki Romantis
80 80. Kebahagiaan Danu Dan Laras
Episodes

Updated 80 Episodes

1
01. Mendadak Menikah
2
02. Perjanjian Nikah
3
03. Meninggalnya Ibu Ramona
4
04. Layaknya Seorang Istri
5
05. Merasa Terhianati
6
06. Di Perputakaan
7
07. Di Usir Dari Rumah
8
08. Menginap Di Kost Anisa
9
09. Di Kedai Kopi
10
10. Pacar Andre
11
11. Surat Wasiat
12
12. Kebimbangan Laras
13
13. Perjanjian Lagi
14
14. Pagi Hari
15
15. Kantor Pengacara
16
16. Mengenai Ibu Ramona
17
17. Membacakan Wasiat
18
18. Jasmin Berkunjung
19
19. Nomor Ponsel
20
20. Rencana Danu Untuk Laras
21
21. Telepon
22
22. Di Pamggil Pak Robi
23
23. Laras Bercerita
24
24. Kesibukan Laras
25
25. Danu Marah
26
26. Pindah Rumah
27
27. Melamar Jasmin
28
28. Pernikahan Danu Dan Jasmin
29
29. Daftar Kuliah
30
30. Menginap Acara Kampus
31
31. Mencari Jasmin
32
32. Makan Di Rumah Laras
33
33. Tidak Dapat Jatah
34
34. Danu Kesal
35
35. Ke Rumah Laras Lagi
36
36. Hanya Pelampiasan Saja?
37
37. Perubahan Sikap Danu
38
38. Jasmin Selingkuh
39
39. Menginap
40
40. Bertengkar
41
41. Melihatnya
42
42. Periksa
43
43. Bertemu Andre
44
44. Andre Kecewa
45
45. Danu Terkejut
46
46. Danu Vs Andre
47
47. Jasmin Pura-pura
48
48. Curhatan Danu
49
49. Menyewa Orang
50
50. Di Depan Toko Kue
51
51. Membujuk Jasmin
52
52. Datang Bersama
53
53. Datang Lagi
54
54. Orang Suruhan
55
55. Bukti
56
56. Fakta Di Luar Dugaan
57
57. Nasehat Rizwan
58
58. Dua Perasaan Berbeda
59
59. Sikap Danu
60
60. Memberi Pelajaran
61
61. Ibu Dan Anak
62
62. Selesai Makan Siang
63
63. Foto-Foto
64
64. Syok
65
65. Surat Cerai
66
66. Ke Panti Asuhan
67
67. Mencari Laras
68
68. Sosial Media
69
69. Di Pemakaman
70
70. Di Pemakaman 2
71
71. Melahirkan
72
72. Perasaan
73
73. Salah Paham
74
74. Kejutan Di Rumah Baru
75
75. Obrolan Santai
76
76. Tidak Bisa Menggantikan
77
77. Menemui Jasmin
78
78. Lagi Aneh
79
79. Bukan Laki-Laki Romantis
80
80. Kebahagiaan Danu Dan Laras

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!