08. Menginap Di Kost Anisa

Laras mengambil ponselnya, dia akan menghubungi Anisa. Barangkali Anisa bisa menampungnya tidur di kostnya, setidaknya hanya malam ini saja. Dia memencet nomor Anisa dan tersambung.

Tuut.

"Assalamu alaikum, Ras.A da apa malam begini menelepon?" tanya Anisa di seberang sana.

"Wa alaikum salam Nis, aku boleh ngga aku nginep di tempat kamu malam ini?" tanya Laras ragu.

"Iya boleh, datang aja ke kostanku."

"Ya, aku sedang pesan ojol. Maaf ya merepotkanmu malam-malam begini." kata Laras.

"Ngga apa-apa, kebetulan teman satu kostku sedang pulang ke kotanya.Kamu datang aja kesini." kata Anisa dengan senang walau dia heran dengan Laras.

"Ya udah, aku tutup teleponnya. Aku pesan ojol dulu. Assalamu alaikum." Laras menutup sambungan teleponnya dengan Anisa.

Kemudian membuka aplikasi ojol. Menyematkan alamat yang di tuju, ke kost Anisa. Setelah selesai, dia menunggu abang ojol datang.

"Mbak Laras?"

"Ya, ke jalan Mawar ya."

"Oke mbak."

Laras naik motor abang ojol tersebut. Dan motor pun melaju, sepanjang perjalanan dia banyak melamun dan memikirkan tindakan Danu padanya. Hingga satu jam dalam perjalanan, Laras akhirnya sampai di kostan Anisa.

Anisa sudah menunggu di depan gerbang,,yang sebelumnya dia sudah minta izin pada ibu kost kalau ada temannya yang mau menginap di tempatnya. Memang kostan Anisa agak ketat menerima tamu, karena itu untuk menjaga kenyamanan penghuni lainnya.

"Ayo masuk, aku sudah izin sama ibu kost."kata Anisa ketika Laras sudah membayar ongkos ojol.

Laras mengikuti Anisa dari belakang. Sebenarnya Anisa heran dengan bawaan tas besar yang di bawa Laras, tapi dia tahan untuk bertanya di dalam kamarnya saja. Tidak enak di dengar yang lain cerita Laras.

Setelah sampai di kamar, Laras meletakkan tasnya di pinggir dipan kecil milik Anisa. Dia memandang sekeliling ruangan kamar itu. Anisa memberikannya minum air putih dan Laras menerimanya sekaligus meneguknya sampai habis.

"Terima kasih." ucap Laras meletakkan gelas di meja samping dipan.

Anisa memandangi Laras, dia melihat ada bekas air mata di pipinya. Laras merasa di pandangi Anisa jadi tidak enak, dia membuang wajahnya ke samping lalu menunduk.

"Kamu kenapa malam-malam begini bawa tas besar? Di usir?" tanya Anisa yang sejak tadi penasaran dengan bawaan Laras.

Laras hanha mengangguk, dia menatap Anisa lekat. Haruskah dia cerita semuanya pada Anisa?

"Kamu telat uang bayar kost?" tanya Anisa masih penasaran.

Laras kembali menatap Anisa lekat, lalu menghela nafas berat. Memang sebaiknya cerita pada sahabatnya itu. Dia kembali menghela nafas panjang, memastikan Anisa bisa di percaya tidak membocorkan semua yang dia alami.

"Aku mau cerita, tapi kamu janji jangan cerita ke siapa-siapa. Karena ini adalah rahasia." kata Laras.

"Memang kamu punya rahasia apa?" tanya Anisa semakin heran.

"Sebenarnya aku itu sudah menikah." ucap Laras menatap Anisa lekat.

"Apa?!" ucap Anisa kaget, tidak percaya.

Laras menutup mulut Anisa yang menganga karena kaget.

"Ssst, jangan teriak. Kamu nanti membuat yang lain kaget." kata Laras melepas tangannya dari mulut Anisa.

"Aku kaget, Laras. Kamu itu ada-ada aja deh. Menikah? Dengan siapa?" tanya Anisa bingung.

Laras menarik nafas panjang, kemudian dia menceritakana dari pertama dia di panggil untuk datang ke rumah sakit dan di sana telah menunggu dirinya. Semua telah di rencanakan oleh ibu Ramona, menikah dengan Danu anaknya. Hingga akhirnya dia tinggal di rumah suaminya beberapa minggu ini.

Sampai perjanjian dia dan Danu kalau di luar rumah tidak saling kenal. Hingga dia bisa di usir dari rumah suaminya. Laras menunduk, dia merasa seperti anak yang terbuang. Merasa miris sendiri.

Anisa yang memdengar cerita Laras jadi kasihan, malang sekali hidup Laras. Dia menggeser duduknya dan memeluk gadis malang itu. Dia tahu Laras itu gadis yang kuat dan tegar, tapi jika menimpa masalah bertubi-tubi seperti itu, tetap saja akan runtuh juga hatinya.

"Kamu yang sabar ya, Ras. Aku tahu kamu kuat orangnya." kata Anisa masih memeluk Laras.

Mau tidak mau, Laras pun akhirnya menangis terisak, dia merasa sakit dan kecewa dengan hidupnya. Meski dari kecil dia berusaha jadi gadis yang baik, tetap saja ada yang tidak menyukainya. Anisa semakin mengeratkan pelukannya.

"Jangan menangis lagi, kamu harus kuat Ras. Aku yakin semuanya akan berlalum" kata Anisa lagi.

"Iya, Nis. Terima kasih ya, kamu sahabatku satu-satunya yang bisa mengerti aku." kata Laras menghapur air matanya.

"Tega benar ya pak Danu, demi gadis manja itu sampai mengusirmu. Malam-malam lagi, apa tidak menunggu besok dulu." kata Anisa.

"Aku sudah bilang. Tapi dia tetap tidak peduli." kata Laras.

"Aku kok jadi kesal ya sama pak Danu itu. Kupikir dia itu pendiam dan baik orangnya, tapi ternyata sikap diamnya itu mengandung banyak masalah." kata Anisa lagi ikut kesal.

"Sudahlah, jangan pikirkan masalahku. Aku minta kamu tutup mulut dengan statusku ini. Karena itu permintaan mas Danu, dan juga orang-orang belum tahu dengan statusku itu. Dan lagi pula sekarang juga aku tidak peduli. Ibu Ramona juga sudah tiada, ngga akan meminta pertanggung jawaban dariku juga mas Danu." ucap Laras, dia menghela nafas panjang. Berusaha menerima kenyataan hidupnya.

"Ya udah, kamu sementara tinggal di sini aja. Kebetulan teman kostku dia pulang ke kotanya seminggu. Nanti aku bilang sama ibu kost." ucap Anisa.

Dia merangkul Laras lagi, memberi kekuatan pada gadis itu. Sungguh malang sekali nasibnya, dari kecil hidup di panti asuhan hingga lulu SMA dia bekerja dan ngekost sendiri, walau ibu Rima menahan jangan pergi dari panti namun dia merasa tidak enak harus hidup di panti. Sedangkan di panti banyak sekali anak-anak yatim yang di tampung di sana.

"Besok kita bisa berangkat kerja bareng, ya." ucap Anisa melepas pelukannya.

"Iya. Mm, tapi aku nanti ngga lama di sini. Mau cari kost lagi di tempat lain." ucap Laras.

"Kalau tidak salah, kamar sebelahku mau pindah kost. Kamu ngekost di sini saja." ucap Anisa.

"Benarkah?"

"Iya, nanti aku tanyakan sama orangnya besok."

"Baiklah, terima kasih ya. Aku tunggu kabar darimu dengan kamar kost itu."

"Oke."

Lalu Laras berbaring di kasur sebelah Anisa, milik teman Anisa yang pulang ke kotanya.

"Di sini nyaman ngga, Nis tempatnya?Maksudnya lingkungannya?"

"Kalau ngga nyaman, dari dulu aku sudah pindah ngekost."

"Enak ya, nyaman." ucap Laras menatap langit-langit setelah dia berbaring di atas dipan teman Anisa.

Anisa tersenyum, dia memandang Laras yang sedang melamun. Andai dia jadi Laras, sudah tentu akan menolak perjodohan itu. Tapi sepertinya Laras sedang membalas budi terhadap ibu Ramona. Walau hidupnya yang jadi taruhannya, terasa pahit dan kemalangan yang dia dapatkan.

Tak berapa lama, Laras dan Anisa tertidur. Mereka mengobrol sebentar lalu terlelap setelah mengganti pakaian. Malam semakin larut, perjalanan masih panjang untuk Laras. Dan ujian apa lagi yang akan dia terima nanti, yang jelas saat ini dia ingin tidur dengan tenang.

_

_

****************

Terpopuler

Comments

heni diana

heni diana

Alhamdulillah mash ada annisa yg bisa menerima keluh kesahmu laras kamu tangguh buktikan sma danu kmu mash bisa hidup tanpa dia..
Biarlah dia yg menyeaal udah nyianyiain kmu..

2022-12-16

2

Anita Almantik

Anita Almantik

jangan balik lagi k pustaka laras
kerja aj sm andre
kayak ny andre masih suka tu...
udah jelas cinta suami bukan tuk mu laras.

2022-12-15

0

lihat semua
Episodes
1 01. Mendadak Menikah
2 02. Perjanjian Nikah
3 03. Meninggalnya Ibu Ramona
4 04. Layaknya Seorang Istri
5 05. Merasa Terhianati
6 06. Di Perputakaan
7 07. Di Usir Dari Rumah
8 08. Menginap Di Kost Anisa
9 09. Di Kedai Kopi
10 10. Pacar Andre
11 11. Surat Wasiat
12 12. Kebimbangan Laras
13 13. Perjanjian Lagi
14 14. Pagi Hari
15 15. Kantor Pengacara
16 16. Mengenai Ibu Ramona
17 17. Membacakan Wasiat
18 18. Jasmin Berkunjung
19 19. Nomor Ponsel
20 20. Rencana Danu Untuk Laras
21 21. Telepon
22 22. Di Pamggil Pak Robi
23 23. Laras Bercerita
24 24. Kesibukan Laras
25 25. Danu Marah
26 26. Pindah Rumah
27 27. Melamar Jasmin
28 28. Pernikahan Danu Dan Jasmin
29 29. Daftar Kuliah
30 30. Menginap Acara Kampus
31 31. Mencari Jasmin
32 32. Makan Di Rumah Laras
33 33. Tidak Dapat Jatah
34 34. Danu Kesal
35 35. Ke Rumah Laras Lagi
36 36. Hanya Pelampiasan Saja?
37 37. Perubahan Sikap Danu
38 38. Jasmin Selingkuh
39 39. Menginap
40 40. Bertengkar
41 41. Melihatnya
42 42. Periksa
43 43. Bertemu Andre
44 44. Andre Kecewa
45 45. Danu Terkejut
46 46. Danu Vs Andre
47 47. Jasmin Pura-pura
48 48. Curhatan Danu
49 49. Menyewa Orang
50 50. Di Depan Toko Kue
51 51. Membujuk Jasmin
52 52. Datang Bersama
53 53. Datang Lagi
54 54. Orang Suruhan
55 55. Bukti
56 56. Fakta Di Luar Dugaan
57 57. Nasehat Rizwan
58 58. Dua Perasaan Berbeda
59 59. Sikap Danu
60 60. Memberi Pelajaran
61 61. Ibu Dan Anak
62 62. Selesai Makan Siang
63 63. Foto-Foto
64 64. Syok
65 65. Surat Cerai
66 66. Ke Panti Asuhan
67 67. Mencari Laras
68 68. Sosial Media
69 69. Di Pemakaman
70 70. Di Pemakaman 2
71 71. Melahirkan
72 72. Perasaan
73 73. Salah Paham
74 74. Kejutan Di Rumah Baru
75 75. Obrolan Santai
76 76. Tidak Bisa Menggantikan
77 77. Menemui Jasmin
78 78. Lagi Aneh
79 79. Bukan Laki-Laki Romantis
80 80. Kebahagiaan Danu Dan Laras
Episodes

Updated 80 Episodes

1
01. Mendadak Menikah
2
02. Perjanjian Nikah
3
03. Meninggalnya Ibu Ramona
4
04. Layaknya Seorang Istri
5
05. Merasa Terhianati
6
06. Di Perputakaan
7
07. Di Usir Dari Rumah
8
08. Menginap Di Kost Anisa
9
09. Di Kedai Kopi
10
10. Pacar Andre
11
11. Surat Wasiat
12
12. Kebimbangan Laras
13
13. Perjanjian Lagi
14
14. Pagi Hari
15
15. Kantor Pengacara
16
16. Mengenai Ibu Ramona
17
17. Membacakan Wasiat
18
18. Jasmin Berkunjung
19
19. Nomor Ponsel
20
20. Rencana Danu Untuk Laras
21
21. Telepon
22
22. Di Pamggil Pak Robi
23
23. Laras Bercerita
24
24. Kesibukan Laras
25
25. Danu Marah
26
26. Pindah Rumah
27
27. Melamar Jasmin
28
28. Pernikahan Danu Dan Jasmin
29
29. Daftar Kuliah
30
30. Menginap Acara Kampus
31
31. Mencari Jasmin
32
32. Makan Di Rumah Laras
33
33. Tidak Dapat Jatah
34
34. Danu Kesal
35
35. Ke Rumah Laras Lagi
36
36. Hanya Pelampiasan Saja?
37
37. Perubahan Sikap Danu
38
38. Jasmin Selingkuh
39
39. Menginap
40
40. Bertengkar
41
41. Melihatnya
42
42. Periksa
43
43. Bertemu Andre
44
44. Andre Kecewa
45
45. Danu Terkejut
46
46. Danu Vs Andre
47
47. Jasmin Pura-pura
48
48. Curhatan Danu
49
49. Menyewa Orang
50
50. Di Depan Toko Kue
51
51. Membujuk Jasmin
52
52. Datang Bersama
53
53. Datang Lagi
54
54. Orang Suruhan
55
55. Bukti
56
56. Fakta Di Luar Dugaan
57
57. Nasehat Rizwan
58
58. Dua Perasaan Berbeda
59
59. Sikap Danu
60
60. Memberi Pelajaran
61
61. Ibu Dan Anak
62
62. Selesai Makan Siang
63
63. Foto-Foto
64
64. Syok
65
65. Surat Cerai
66
66. Ke Panti Asuhan
67
67. Mencari Laras
68
68. Sosial Media
69
69. Di Pemakaman
70
70. Di Pemakaman 2
71
71. Melahirkan
72
72. Perasaan
73
73. Salah Paham
74
74. Kejutan Di Rumah Baru
75
75. Obrolan Santai
76
76. Tidak Bisa Menggantikan
77
77. Menemui Jasmin
78
78. Lagi Aneh
79
79. Bukan Laki-Laki Romantis
80
80. Kebahagiaan Danu Dan Laras

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!