Pagi ini Laras melihat Danu sedang duduk santai di ruang keluarga, tanpa berniat untuk pergi bersama pacarnya mungkin. Namun begitu, Laras bersikap biasa saja. Dia tetap mengerjakan pekerjaannya seperti biasa Membersihkan rumah dan mencuci baju suaminya dan dirinya.
Setelah semuanya di lakukan baru dia memasak untuk makan siang, dia berharap suaminya makan masakannya kali ini. Karena semenjak sebulan lebih yang lalu dia pindah di rumah suaminya dan berhenti bekerja, Danu tidak pernah makan masakannya.
Laras mendekati suaminya yang sedang asyik bermain game di ponselnya.
"Mas Danu mau aku masakin apa?" tanya Laras berusaha untuk lebih dekat pada suaminya itu.
"Ngga usah, aku mau makan di luar dengan Jasmin." ucap Danu tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Laras.
Laras diam, dia masih terpaku di tempatnya. Hingga Danu menatapnya heran.
"Aku bilang ngga usah makasin buat makan siangku. Kamu ngga dengar ucapanku?!"tanya Danu ketus.
"Iya mas, barangkali kamu mau makan di rumah." ucap Laras pelan.
"Tidak perlu!"
Lalu Danu bangkit dari duduknya, melihat jam yang melingkar di tangannya. Waktunya bersiap untuk pergi jalan-jalan dengan Jasmin, pikir Danu. Senyumnya mengembang tatkala dia mengingat kemarin sore menjemput Jasmin memintanya untuk pergi jalan-jalan dengan wajah manjanya.
Danu benar-benar terbius dengan wajah imut dan manja Jasmin. Rasa cintanya pada pacar SMAnya itu semakin besar. Danu bersiap untuk mandi, sebelumnya ponselnya berdering. Dia mengambilnya yang tadi di letakkan di mejanya.
Senyumnya mengembang ketika melihat nama sweet heart tertera di sana. Di tekan tombol hijau dan menempelkan ponselnya di telinganya.
"Halo sayang, ada apa?" tanya Danu lembut.
"Aku ke rumahmu ya daddy?" tanya Jasmin di seberang sana dengan nada manjanya.
"Ngga usah, nanti daddy jemput kamu di rumah. Ibu sama ayah ada kan?" tanya Danu, dia berharap Jasmin tidak memaksanya datang ke rumah.
"Ada, tapi aku pengen ke rumah daddy. Pengen tahu di dalam rumahnya." ucap Jasmin masih merayu Danu untuk datang.
"Ya udah, datang aja. Tapi jangan lama-lama ya." ucap Danu lembut, dia tidak bisa menolak jika Jasmin memaksanya.
"Ya kan tergantung daddy,lama apa ngga siap-siap untuk jalan-jalannya."
"Ya udah, daddy mau mandi dulu nih. Belum mandi dari pagi." kata Danu
"Ya udah, mandi aja dulu. Aku juga mau berangkat nih menuju rumah daddy. By."
Klik!
Sambungan telepon terputus, Danu tersenyum gembira. Dia tidak peduli nanti Jasmin bertemu dengan Laras. Sekarang dia menuju kamar mandi, bersiap untuk jalan-jalan dengan pacar kesayangannya.
Setengah jam, Jasmin akhirnya sampai juga di rumah Danu, dia langsung masuk pagar rumah sang direktur muda itu. Dia takjub dengan rumah besar milik pacarnya, lalu masuk ke dalam halaman dan memencet bel setelah sampai di depan pintu.
Tak lama pintu terbuka, terlihat Laras yang sedang berdiri di sana sambil terpaku. Dia kaget di depan ada seorang gadis yang memakai baju kaos polos di padu dengan rok pendek selutut. Dengan tersenyum manis dia memperhatikan peremouan di depannya yang menatapnya heran.
"Apa Danu ada di dalam?" tanya Jasmin dengan santainya.
Laras hanya menatapnya aneh, kenapa anak ini memanggil suaminya hanya nama saja? pikir Laras.
Dia kan masih muda, sedang suaminya sudah berumur. Lagi pula dia lebih muda dari dirinya.
"Mba, helow. Ada ngga orangnya?"t anya Jasmin membuyarkan lamunan Laras.
Laras tersadar, dia kemudian mengangguk dan mempersilakan Jasmin masuk dan duduk. Tapi Jasmin malah masuk lebih dalam, matanya berkeliling melihat isi rumah itu. Wajah sumringah dia tampilkan ketika Danu keluar dari kamarnya.
Dia berlari dan menghampiri Danu, mengapit lengannya dengan manja. Laras yang menyaksikan itu jadi kaget, dia diam menatap keduanya. Rasa desir di dadanya kembali nyeri.
"Daddy udah mandinya?" ucap Jasmin mengulum senyum.
Danu pun tersenyum dan mencubit tipis hidung Jasmin dengan mesra. Danu benar-benar terpesona dengan gadis manja dan imut itu.
"Udah dong sayang, kan udah rapi dan wangi. Coba cium baunya." ucap Danu.
Jasmin mengikuti ucapan Danu, dia mencium pipi Danu lalu tersenyum lebar. Dan lagi, Laras terkejut. Dia membuang wajahnya lalu menghela nafas kasar. Berbalik menuju ruangan lain, menenangkan hatinya yang sangat perih itiu.
"Daddy, tadi itu siapa sih?" tanya Jasmin manja.
"Yang mana?" membetulkan anak rambut Jasmin yang menutupi matanya.
"Perempuan tadi, yang bukakan pintu depan. Dia tadi masuk ke arah sana." ucap Jasmin sambil menunjuk ke arah dapur.
Mata Danu mengikuti arah tangan Jasmin, lalu menghela nafas kasar. Dia pun membawa Jasmin keluar rumah tanpa menjawab pertanyaan gadis imut itu.
"Jangan hiraukan dia, dia hanya numpang hidup di rumahku." ucap Danu yang tidak memberitahu siapa Laras sebenarnya.
"Tapi aku pernah lihat dia deh, di mana ya?" ucap Jasmin sambil mengingat-ingat di mana dia melihat Laras.
"Udah jangan di ingat lagi, ayo kita pergi. Mau pergi kemana,,ehm?",tanya Danu lembut.
"Ah ya,,aku ingat.,Dia kan pegawai perpustakaan yang biasa aku pinjam buku.,Yang perpustakaan punya ibu kamu lho daddy.",ujar Jasmin tanpa menghiraukan pertanyaan Danu.
"Udah yuk,,keburu siang. Kita ke mall aja ya.",ucap Danu menghindari pembicaraan tentang Laras.
"Tapi kok dia ada di rumah kamu sih,,daddy?",tanya Jasmin curiga.
Menatap Danu dengan intens, lalu wajahnya di tekuk dan bibirnya di monyongkan. Membuat Danu semakin gemas melihatnya.
"Ayo sayang, masuk ke mobil." ajak Danu.
"Jawab dulu, kenapa dia ada di rumahmu?" tanya Jasmin sedikit keras nadanya.
"Masuk dulu,,nanti aku kasih tahu di mobil." ajak Danu.
Jasmin pun menurut, dia masuk ke dalam mobil dengan wajah yang masih masam. Setelah Jasmin masuk ke dalam mobil, Danu menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumahnya.,Dia agak kesal juga sama Laras, kenapa harus muncul di hadapan Jasmin.
"Katakan,daddy!" ucap Jasmin masih dengan mode kesal.
"Iya, aku akan cerita. Tapi kamu jangan marah-marah dong sayang." kata Danu menenangkan Jasmin yang masih kesal padanya.
"Iya, katakan sejujurnya. Kenapa dia ada di rumah daddy." tanya Jasmin lagi.
Lalu Danu menceritakan siapa Laras dan bagaimana bisa Laras ada di rumahnya. Jasmin mendengarkan dengan seksama, masih dengan wajah kesal namun sudah sedikit tenang.
"Dia itu yang di jodohkan sama aku, sayang. Tapi aku ngga mau,,ibu maksa terus jadi ya terpaksa aku terima dia.,Kalau sampai dia keluar dari rumahku, warisan ibu tidak bisa aku ambil. Makanya kamu yang sabar dulu ya. Pengen aku tuh cuma kamu istri aku, sayang." kata Danu dengan rayuannya agar Jasmin tidak marah padanya.
"Tapi dia udah nikah sama kamu, dady. Aku nanti kalau menikah jadi istri kedua dong." kata Jasmin.
"Yang penting cinta aku sama kamu, aku ngga cinta sama dia. Aku malah benci banget, udah ya jangan marah-marah terus." kata Danu menyudahi perdebatan yang membuatnya kesal itu.
"Nanti kalau kita menikah, perempuan itu masih ada di rumahku dad?"
"Ngga, nanti aku belikan rumah yang kecil. Setelah kita nanti nikah kamu yang akan tinggal di rumahku, bukan dia. Setelah kita nikah, bakal aku ceraikan dia kok .Kamu tenang aja sayang.",ucap Danu membelai pipi Jasmin dengan lembut.
Jasmin pun mulai tenang,dia kembali ceria membuat Danu tersenyum senang. Jalanan siang hari di hari Minggu tampak ramai. Meski hari weekend, tapi banyak yang keluar rumah untuk intensitas pertemuan dengan keluarga atau bertemu dengan teman.
_
_
*******************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Sri Puryani
asli nih cewek matre
2024-11-23
0
Vivi Bidadari
Ini anak ingusan gayanya panggil Daddy kecul" ternyata serakah juga ya pasti cuma mau hartanya doang...
Si Danu juga bodoh padahal usia lebih tua mau aja dibodohin sama anak ingusan
2023-02-12
1
heni diana
Wah danu sungguh terlalu ya harusnya danu bisa liat dong mna yg tulus sma mna yg modus ngincar hartanya doang..
Buat laras semoga mash d kash kesabran yg bnyak setoknya ya..
2022-12-21
0