02. Perjanjian Nikah

Sore hari Laras mendapat telepon dari suaminya. Karena nomornya belum tersimpan,maka Laras hanya membiarkan saja telepon itu. Dan dering telepon itu terus saja berbunyi, sehingga mau tak mau Larase mengangkatnya.

"Halo, assalamu alaikum." kata Laras memberi salam.

"Walaikum salam, kenapa kamu lama mengangkatnya?!" suara agak keras dari laki-laki di sana.

Laras mengerutkan dahinya, dia baru ingat setelah menikah siang tadi dengan Danu, dia meminta nomor telepon.

"Oh ya mas Danu, maaf saya kira siapa. Ada apa ya mas?" tanya Laras sopan.

Walau bagaimanapun Danu adalah seorang direktur bank, dia lebih tua lima tahun dari Laras juga dia adalah suaminya. Jadi Laras menjawab telepon sesopan mungkin pada suaminya itu.

"Ck, kamu membuang waktuku." kata Doni ketus.

Laras menautkan alisnya, berpikir seperti ada yang salah. Namun dia diam saja, mendengarkan ocehan suaminya yang baru beberapa jam lalu itu.

"Iya mas, maaf. Saya tidak tahu kalau yang menelepon itu mas Danu." ucap Laras dengan rendah hati, karena sejatinya istri harus menurut. Itu pemikiran Laras.

"Kamu pulang jam berapa?" tanya Danu lagi.

"Setengah jam lagi, mas." jawab Laras.

"Kamu tunggu di perpustakaan, nanti saya jemput." kata Danu.

"Iya mas."

Klik!

Tanpa mengucapkan salam, Doni menutup teleponnya. Laras hanya menggeleng kepala saja. Laras tahu Danu anak ibu Ramona itu, orangnya pendiam. Tapi sekali marah kadang membuat orang takut. Laras tahu itu, karena dia pernah melihat suaminya marah pada supir yang datang telat menjemputnya.

Hingga supir itu hanya menunduk diam dan takut di pecat. Memang orang pendiam itu kadang emosinya meluap dan kadang tak terkendali jika sudah tidak sesuai dengan hatinya.

Laras merapikan buku-buku yang berserakan di meja dan rak buku. Hari ini banyak sekali yang membaca buku di perpustakaan milik ibu Ramona. Perpustakaan milik ibu Ramona itu tidak seberapa besar, hanya berukuran enam kali sembilan meter.

Tapi buku-buku di perpustakaan itu hampir komplit sehingga banyak mahasiswa dan pelajar yang datang untuk membaca dan juga meminjam buku. Empat puluh lima menit akhirnya Danu datang menjemput Laras di perpustakaan. Laras keluar dari perpustakaan setelah dia membereskan dan menutup tempat itu.

Dia menghampiri mobil Danu dan langsung masuk ketika Danu membuka kunci pintu mobilnya. Dan tidak menunggu lama, Danu melajukan mobilnya menuju ke rumahnya. Dalam perjalanan tidak ada yang saling bicara, Danu sibuk dengan pikirannya sedangkan Laras sibuk dengan ponselnya.

Doni melirik istrinya yang sibuk sendiri dengan ponselnya.

"Aku mau membuat perjanjian sama kamu nanti di rumah." kata Danu tiba-tiba, masih fokus dengan menyetir.

"Perjanjian apa mas?" tanya Laras.

"Perjanjian nikah. Nanti aku jelaskan di rumah, dan kamu harus menyetujuinya." kata Danu.

Laras menatap suaminya dengan heran, perjanjian apa lagi?

"Iya mas."

Hanya itu jawabannya, jika pun dia bertanya lagi pasti jawabannya akan tetap di rumah. Makanya dia lebih baik menurut saja pada suaminya itu.

Sampai di rumah Danu, karena Laras pernah ke rumah Danu sekali ketika dia di suruh ibu Ramona merawat Danu yang sedang sakit demam dan tidak ada yang membantunya. Sekarang dia ke rumahnya sebagai istrinya yang akan tinggal selamanya atau entah sampai kapan.

Tapi baginya, sekalipun menikah tanpa cinta tetap saja ingin menikah sekali seumur hidup dengan suaminya. Laras masuk ke dalam, dia sebenarnya bingung, apakah langsung tinggal di rumah suaminya atau bagaimana?

Seharusnya langsung tinggal, tapi baju-bajunya belum dia ambil di kostannya. Hanya ada kaos oblong satu. Danu masuk kamarnya dan ganti baju, dia sengaja pulang cepat karena mau mengurus perjanjian dengan Laras. Biasanya dia pulang jam delapan atau jam sembilan malam, karena dia direktur bank swasta yang baru di angkat dua bulan lalu.

Reputasinya di kantor sangat bagus, makanya dia tidak mau dirinya terlihat jelek di mata bawahannya. Juga tidak mau ada yang tahu tentang pernikahannya dengan anak dari panti asuhan, karena itu sangat memalukan dirinya. Itu pemikirannya.

Setelah selesai, dia mengambil kertas dari dalam tasnya lalu bergegas keluar menuju ruang tamu yang sejak tadi Laras bingung mau apa di rumah suaminya itu. Donu ikut duduk di kursi single, sedangkan Laras duduk di kursi sebelahnya.

Dia menatap suaminya dan beralih ke kertas yang di pegangnya. Mungkinkah itu surat perjanjian nikah? tanya Laras dalam hati.

"Kamu bacalah surat ini, lalu kamu tanda tangani." kata Doni menyodorkan kertas itu pada Laras.

Laras menerimanya dengan ragu, memandang suaminya lalu beralih ke isi suratnya. Tidak banyak isi poin itu, hanya ada empat poin. Dan setiap poin banyak kalimat yang tertulis, hanya satu yang membuatnya jadi tertegun.

Poin satu menerangkan kalau Laras boleh tinggal di rumahnya sebagai istri yang baik, melayani suaminya seperti kebanyakan suami istri pada umumnya. Poin kedua menerangkan jika sudah di luar rumah dan mereka bertemu anggaplah tidak mengenal satu sama lain.

Poin ketiga menerangkan Laras harus pulang dari aktivitasnya tepat jam empat sore, dan poin terakhir yang membuat Laras tertegun adalah suaminya dalam satu tahun akan menikah lagi dengan perempuan yang dia cintai nanti.

Laras membaca berulangkali poin terakhir, dia ingin bertanya namun suaminya segera memberi tahu maksud poin tersebut karena dia tahu Laras bingung dengan poin terakhir.

"Kamu harus merelakanku untuk menikah lagi ketika kita sudah satu tahun menikah." ucap Danu, membuat Laras mendengarnya tak percaya.

"Kenapa begitu mas?" tanya Laras penasaran dengan jawaban suaminya.

"Karena aku sudah mencintai perempuan lain sebelum aku menikah denganmu. Aku berniat menikahinya setelah dia cukup umur untuk di nikahi." ucap Danu.

Laras makin tertegun, belum sehari jadi istri Danu Laras harus merasakan sakit hati jika suaminya itu ada gadis lain. Meskipun dia belum ada rasa cinta di hati untuk Danu, tapi dia berjanji akan mencintai dan jadi istri yang baik setelah menikah itu.

Tapi sekarang, dia harus menelan pahit kenyataan bahwa suaminya punya wanita lain. Dan gadis yang suaminya cintai itu masih anak sekolah?

"Gadis itu masih sekolah?" tanya Laras untuk meyakinkan praduganya.

Danu diam saja, dia membuang pandangannya ke arah lain. Tidak membantah ucapan Laras.

"Satu tahun lagi dia lulus sekolah, dan aku sudah bilang padanya setelah lulus sekolah aku langsung menikahinya." ucap Danu dengan tegas, dia tidak mempedulikan bagaimana perasaan istrinya itu.

Kembali Laras terdiam, dia hanya menunduk melihat isi perjanjian itu dengan hati miris dan tentu saja terluka. Di umur pernikahannya yang baru beberapa jam harus menerima kenyataan seperti itu. Laras menarik nafas panjang, menenangkan hatinya yang kacau tiba-tiba.

"Cepatlah kamu tanda tangani surat itu, aku ingin istirahat sebentar lalu aku akan pergi lagi menemui temanku." kata Danu menatap Laras tajam.

Tanpa menunggu lagi, Laras menanda tangani surat itu dan memberikannya pada Danu setelah selesai menanda tanganinya. Danu menerima suratnya lalu beranjak dari duduknya kemudian masuk ke dalam kamarnya.

Laras masih duduk diam, merenungi bagaimana nanti kehidupan rumah tangganya dengan Danu.

Tapi biarlah, toh dia juga belum ada perasaan apapun pada suaminya itu, namun demikian dia sudah berjanji pada diri sendiri waktu di rumah sakit akan menyayangi dan menjaga amanah ibu asuhnya, ibu Ramona.

_

_

*****************

Terpopuler

Comments

Maria Nunes

Maria Nunes

Thor, Danu atau Doni?

2022-12-12

0

heni diana

heni diana

Ya ampun laras kamu mau balas budi atas kebaikan ibu romana yg udah mengurus kamu tapi kamu jngn diem aja donk kalu danu berlaku seenaknya aja gth..
Semoga aja dengn keikhlasan laras dalm perjalanan rumah tnaggangnya danu bisa mncintai laras dan menjadikan laras satu satunya dalm hidup danu..

2022-12-12

0

lihat semua
Episodes
1 01. Mendadak Menikah
2 02. Perjanjian Nikah
3 03. Meninggalnya Ibu Ramona
4 04. Layaknya Seorang Istri
5 05. Merasa Terhianati
6 06. Di Perputakaan
7 07. Di Usir Dari Rumah
8 08. Menginap Di Kost Anisa
9 09. Di Kedai Kopi
10 10. Pacar Andre
11 11. Surat Wasiat
12 12. Kebimbangan Laras
13 13. Perjanjian Lagi
14 14. Pagi Hari
15 15. Kantor Pengacara
16 16. Mengenai Ibu Ramona
17 17. Membacakan Wasiat
18 18. Jasmin Berkunjung
19 19. Nomor Ponsel
20 20. Rencana Danu Untuk Laras
21 21. Telepon
22 22. Di Pamggil Pak Robi
23 23. Laras Bercerita
24 24. Kesibukan Laras
25 25. Danu Marah
26 26. Pindah Rumah
27 27. Melamar Jasmin
28 28. Pernikahan Danu Dan Jasmin
29 29. Daftar Kuliah
30 30. Menginap Acara Kampus
31 31. Mencari Jasmin
32 32. Makan Di Rumah Laras
33 33. Tidak Dapat Jatah
34 34. Danu Kesal
35 35. Ke Rumah Laras Lagi
36 36. Hanya Pelampiasan Saja?
37 37. Perubahan Sikap Danu
38 38. Jasmin Selingkuh
39 39. Menginap
40 40. Bertengkar
41 41. Melihatnya
42 42. Periksa
43 43. Bertemu Andre
44 44. Andre Kecewa
45 45. Danu Terkejut
46 46. Danu Vs Andre
47 47. Jasmin Pura-pura
48 48. Curhatan Danu
49 49. Menyewa Orang
50 50. Di Depan Toko Kue
51 51. Membujuk Jasmin
52 52. Datang Bersama
53 53. Datang Lagi
54 54. Orang Suruhan
55 55. Bukti
56 56. Fakta Di Luar Dugaan
57 57. Nasehat Rizwan
58 58. Dua Perasaan Berbeda
59 59. Sikap Danu
60 60. Memberi Pelajaran
61 61. Ibu Dan Anak
62 62. Selesai Makan Siang
63 63. Foto-Foto
64 64. Syok
65 65. Surat Cerai
66 66. Ke Panti Asuhan
67 67. Mencari Laras
68 68. Sosial Media
69 69. Di Pemakaman
70 70. Di Pemakaman 2
71 71. Melahirkan
72 72. Perasaan
73 73. Salah Paham
74 74. Kejutan Di Rumah Baru
75 75. Obrolan Santai
76 76. Tidak Bisa Menggantikan
77 77. Menemui Jasmin
78 78. Lagi Aneh
79 79. Bukan Laki-Laki Romantis
80 80. Kebahagiaan Danu Dan Laras
Episodes

Updated 80 Episodes

1
01. Mendadak Menikah
2
02. Perjanjian Nikah
3
03. Meninggalnya Ibu Ramona
4
04. Layaknya Seorang Istri
5
05. Merasa Terhianati
6
06. Di Perputakaan
7
07. Di Usir Dari Rumah
8
08. Menginap Di Kost Anisa
9
09. Di Kedai Kopi
10
10. Pacar Andre
11
11. Surat Wasiat
12
12. Kebimbangan Laras
13
13. Perjanjian Lagi
14
14. Pagi Hari
15
15. Kantor Pengacara
16
16. Mengenai Ibu Ramona
17
17. Membacakan Wasiat
18
18. Jasmin Berkunjung
19
19. Nomor Ponsel
20
20. Rencana Danu Untuk Laras
21
21. Telepon
22
22. Di Pamggil Pak Robi
23
23. Laras Bercerita
24
24. Kesibukan Laras
25
25. Danu Marah
26
26. Pindah Rumah
27
27. Melamar Jasmin
28
28. Pernikahan Danu Dan Jasmin
29
29. Daftar Kuliah
30
30. Menginap Acara Kampus
31
31. Mencari Jasmin
32
32. Makan Di Rumah Laras
33
33. Tidak Dapat Jatah
34
34. Danu Kesal
35
35. Ke Rumah Laras Lagi
36
36. Hanya Pelampiasan Saja?
37
37. Perubahan Sikap Danu
38
38. Jasmin Selingkuh
39
39. Menginap
40
40. Bertengkar
41
41. Melihatnya
42
42. Periksa
43
43. Bertemu Andre
44
44. Andre Kecewa
45
45. Danu Terkejut
46
46. Danu Vs Andre
47
47. Jasmin Pura-pura
48
48. Curhatan Danu
49
49. Menyewa Orang
50
50. Di Depan Toko Kue
51
51. Membujuk Jasmin
52
52. Datang Bersama
53
53. Datang Lagi
54
54. Orang Suruhan
55
55. Bukti
56
56. Fakta Di Luar Dugaan
57
57. Nasehat Rizwan
58
58. Dua Perasaan Berbeda
59
59. Sikap Danu
60
60. Memberi Pelajaran
61
61. Ibu Dan Anak
62
62. Selesai Makan Siang
63
63. Foto-Foto
64
64. Syok
65
65. Surat Cerai
66
66. Ke Panti Asuhan
67
67. Mencari Laras
68
68. Sosial Media
69
69. Di Pemakaman
70
70. Di Pemakaman 2
71
71. Melahirkan
72
72. Perasaan
73
73. Salah Paham
74
74. Kejutan Di Rumah Baru
75
75. Obrolan Santai
76
76. Tidak Bisa Menggantikan
77
77. Menemui Jasmin
78
78. Lagi Aneh
79
79. Bukan Laki-Laki Romantis
80
80. Kebahagiaan Danu Dan Laras

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!