Laras yang sejak tadi diam di kamarnya, menenangkan hatinya yang terasa sakit menyaksikan kemesraan yang di tampilkan suaminya pada gadis bernama Jasmin. Entah dia sudah menaruh hati atau karena merasa Danu adalah suaminya, sehingga perlakuan tadi pagi pada pacar SMAnya itu sangat menyakitkan.
"Kenapa mas Danu tega banget sama aku. Kenapa dia menyuruh gadis itu datang ke rumah ini?" gumam Laras,hatinya sesak memikirkan adegan mesra tadi pagi.
"Apa memang aku tidak pernah di anggap olehnya? Lalu, buat apa aku bertahan di sini?" ucap Laras bermonolog.
Tak terasa air matanya meleleh, dia merutuki nasibnya yang terabaikan oleh suaminya. Acuh padanya tapi sama gadis itu sangat lembut.
"Ah, aku harus sadar diri. Di mata mas Danu aku hanyalah bayangan, bahkan bayangan saja tidak pernah di anggap ada."
Laras menarik nafas panjang, membuang segala beban hatinya. Lalu dia bangkit dari rebahan di kasurnya, keluar kamar menuju dapur. Rencananya tadi dia akan memasak untuk makan siangnya, lalu dia akan keluar rumah menghilangkan segala sesak di hati.
Ya, dia akan pergi ke kedai kopi. Menemui Anisa, mencurahkan segala kesedihan dan sakit hatinya. Dia tidak peduli dengan suaminya itu. Yang peting, sebelum Danu pulang
Jam dua siang, Laras pergi ke kedai kopi. Rencananya dia akan memberi kejutan pada Anisa atas kunjungannya itu. Ojek yang dia tumpangi sampai di depan kedai kopi milik Andre, dia membayar tarif ojek online itu.
Laras melangkah pasti ke dalam kedai, dia bertemu Astri yang dulu bekerja dengannya.
"Eh, Laras. Kamu datang kesini, mau masuk kerja lagi?" tanya Astri heran.
"Ngga mba, mau ketemu Anisa aja kok." ucap Laras sambil tersenyum.
"Bagaimana kabar kamu?" tanya Astri lagi.
"Alhamdulillah baik mba, mba Astri sendiri gimana? Apa sudah ada penggantiku sebagai asisten mba Astri?" tanya Laras.
"Kamu mau jadi asistenku lagi?" Astri balik tanya.
"Ah ngga mba, untuk saat ini. Aku hanya mau ketemu Anisa aja sih."
"Anisa ada di dalam, kayaknya lagi rame deh kedainya. Jadi mungkin kamu menunggu lama." ucap Astri.
"Iya mba, ngga apa-apa. Aku duduk-duduk aja di kursi paling pojok itu." kata Laras menunjuk kursi yang di pojok.
"Ya udah, kamu kesana aja. Nanti aku kasih tahu Anisa kalau kamu ingin bertemu dengannya."
Laras mengangguk, Astri masuk ke dapur lagi lewat pintu belakang. Laras masuk dari arah samping untuk menuju kursi yang tadi dia tunjuk. Laras duduk dan meletakkan tas selempangnya di atas meja, tak lupa dia mengambil ponselnya untuk sekedar membuka sosial medianya sembari menunggu Anisa datang.
Tampak status seseorang baru muncul di beranda sosial medianya, Laras menatap gambar yang terpampang di beranda itu dengan tulisan, 'bahagia bersamamu'.
Begitu tulisan status sosial media dari Danu yang memposting poto dirinya dan Jasmin.
Seketika wajah Laras berubah, dia meletakkan ponselnya di meja. Menatap ke depan dengan rasa sakit di hatinya mengingat kata-kata manis dari Danu di postingan sosial medianya. Kemudian dia menarik nafas panjang dan mengambil kembali ponselnya untuk keluar dari aplikasi sosmed itu.
Dia kini membuka youtube untuk melihat tutorial memasak. Ya, lebih baik dia melihat tutorial memasak atau membuat kue. Dia ingat, kalau dia masih diam di rumah Danu dan masih di acuhkan dia ingin mandiri membuka toko online dan mengantarkannya secara langsung pada pelanggan untuk membuang jenuh karena sepi di rumah.
Dia akan berusaha mendapatkan uang sendiri, karena dia tidak tahu akan berapa lama Danu menjamin hidupnya nanti. Lama dia berkutat melihat youtube untuk melihat masakan apa yang dia sukai dan gampang di buat.
Lalu dia mendownload beberapa resep masakan dan membuat kue untuk nanti dia buat dan di pasarkan di media sosialnya.
"Laras?"
Sapa Andre ketika Laras sedang sibuk dengan gadgetnya. Laras mendongak, lalu tersenyum. Andre mendekat dan duduk di depan Laras.
"Kamu mau masuk kerja lagi?" tanya Andra.
"Ngga kak, cuma main aja. Dan pengen ketemu sama Anisa." jawab Laras.
"Kenapa kamu keluar dari kedaiku?" tanya Andre.
"Ngga apa-apa kak, ingin membuka gerai kue secara online kak." jawab Laras berbohong.
"Oh ya? Bagus itu, kalau itu aku dukung kamu berkembang." kata Andre.
"Iya kak, terima kasih." kata Laras lega.
Dia tahu Anisa tidak mengatakan apa yang dia alami itu pada Andre. Karena sepertinya Andre tidak bertanya macam-macam padanya.
"Sebenarnya aku ingin ngobrol banyak sama kamu Laras, tapi kok ngga ada waktu terus. Kamu keluar dari kedaiku, jadinya ngga ada kesempatan ngobrol santai sama kamu." kata Andre lagi.
"Kak Andre kan sibuk. Mana bisa ngobrol santai sama aku." kata Laras.
"Hahah! Ngga juga, hanya saja aku sedang membuat proyek baru. Jadi memang agak sibuk. Lain kali aku ingin ngobrol berdua sama kamu, kamu harus mau ya." kata Andre.
"Mau apa kak?" tanya Laras penasaran.
"Ya, ada lah pokoknya. Tapi aku minta nomor ponsel kamu." kata Andre.
"Buat apa kak?"
"Ya, buat menghubungi kamu." kata Andre lagi.
Laras diam, dia tidak tahu apakah akan memberikan nomor ponselnya atau tidak.
"Laras?"
"Iya kak."
Laras pun menyebutkan nomor ponselnya pada Andre. Andre senang, dia lalu menuliskan nomor ponsel Laras di ponselnya.
"Nanti kapan-kapan aku hubungi kamu." kata Andre lagi.
"Iya kak."
Setelah mengobrol sebentar, Andre pun kembali ke dalam kantornya dan Laras masih diam di sana. Menunggu Anisa memiliki waktu senggang.
_
Malam sudah begitu larut, Danu belum juga pulang. Laras kembali menunggu suaminya pulang, walau kapasitasnya sebagai istri tidaklah penting bagi Danu, namun dia tetap akan menunggu Danu pulang.
Tak lama mobil Danu memasuki halaman rumah dan berhenti, dia keluar dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa melihat Laras duduk di kursi ruang tamu.
"Baru pulang mas?" tanya Laras dari belakang.
Danu menoleh, lalu berlalu begitu saja tidak mengindahkan pertanyaan istrinya. Laras pun menghela nafas panjang.
Setelah mengunci pintu depan, Laras masuk ke dalam kamarnya dan langsung tidur karena dia sangat mengantuk sekali.
_
_
****************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Anita Almantik
jangan pedulikan Danu laras
jadi perempuan harus mandiri
2022-12-23
1
Aisyah Luqman
gemes sama laras
terlalu lemah !!!
2022-12-22
1
heni diana
Semoga andrew membantu laras untuk merintis usahanya,, setelah usahanya berkembang kmu pergi aja laras karan danu g menghargai kmu sma sekali..
2022-12-22
0