"Mama... Papa...!" Al berlari, berhambur memeluk kedua orang tuanya yang baru saja tiba di Mansion utama keluarga Alexander.
Aina dan El-barack memeluk Al dengan erat. Seolah melepas kerinduan, selama dua hari satu malam di tinggalkan bocah kecil itu. "Papa rindu sekali, Al betah sekali sama Kakek."
"Iya nih, Mama juga rindu. Bagaimana enak ya liburan di villa?" sambung Aina sambil membelai pucuk kepala sang putra.
"Selu Ma, banyak hewan. Al, cama Kakek naik kuda, kasih makan Bulung." Al beralih menatap sang Papa dengan antusias. "Papa, di Viya, kelincinya punya banyak adik, Al uga mau Pa. Al mau beli adik."
Aina nampak terperangah mendengar permintaan sang Anak. Begitu juga dengan El yang nampak kebingungan harus menjawab apa. "Ehm, Al. Papa bukannya tidak ingin mau tapi adik itu tidak bisa dibeli."
Wajah El nampak tak biasa. Ya, sampai detik ini dia belum mengatakan kepada Aina tentang kondisinya yang di prediksi tidak akan bisa mempunyai anak.
Meski kemungkinan itu masih ada tetapi ... El tidak mau berharap lebih dan berujung pada kekecewaan. Menemukan Alvian yang ternyata darah dagingnya saja sudah cukup bagi El-barack.
"Yah, kok gitu? Papa kan banyak uang. Kata Om Abet Papa bica beli apa aja. Masa beli adik gak bica Pa" oceh Al tak henti-hentinya.
Melihat sang suami kebingungan, Aina segera mengalihkan pandangan sang putra agar melihat kearahnya. "Al, tidak semuanya bisa dibeli dengan uang. Yuk masuk, Mama mau ketemu Kakek."
"Ayo, Ma. Di dalam uga ada om Abet, selu deh." Dengan digandeng sang Mama Al kembali melangkah masuk kedalam area mansion.
Sementara disana, El Barack masih berdiri di posisinya, memandangi kepergian Aina dan Al. "Huuftt, baru kali ini aku merasa gagal, karena tidak bisa mewujudkan permintaan Al."
Setelah beberapa saat El-barack segera masuk ke dalam. Di ruang keluarga, dia bisa melihat keluarganya sedang berkumpul, hanya Ibu Albert saja yang tidak ada.
"Al?" Panggil El-barack dan saat itu juga Albert dan Alvian menoleh melihatnya. "Ehm maksudku, Albert. Kapan kamu akan pindah ke apartemenku?"
"Lusa, aku masih mau bermain dengan keponakanku yang lucu ini. Kenapa sih, apa Kakak masih saja tidak tenang karena cem--"
El-barack dengan cepat menyumpal mulut Albert dengan sepotong kue basah yang tersaji diatas meja sofa. "Baiklah, aku tahu dan aku paham. Tapi besok kamu harus tetap pulang, pamit ke Ibumu dan ambil semua barang-barang yang kamu butuhkan."
"Kenapa kamu memperlakukan adik sepupumu seperti itu." Antonio menepuk pundak Albert beberapa kali. "Sudah, kamu tidak usah pulang ke rumah untuk pamit. Uncle juga sedang kesal dengan Ibumu. Masalah fasilitas dan pakaian, nanti Om yang persiapkan. Yang penting kamu pindah dari sana."
Albert menaikkan kedua jari jempolnya kehadapan Antonio. "Uncle memang yang paling terbaik. Ternyata keputusanku untuk pergi tidak sia-sia."
"Ya ya, terserah Papa saja." Sahut El lalu menghampiri sang putra yang sedang di pangku oleh Aina. "Al ikut Papa kasih makan ikan piranha di akuarium yuk?"
"Ayo pa. Asik." Alvian selalu saja antusias jika di ajak melihat hewan dan sejenisnya. Dia segera berpindah kegendongan sang Papa.
***
Yuna baru saja selesai mandi. Sambil mengeringkan rambut dengan sebuah handuk kecil, dia melangkah cepat menuju pintu keluar, saat mendengar suara bel berbunyi. "Iya sebentar!"
Klek.
Pintu apartemen itu akhirnya terbuka. Yuna nampak mematung dengan mulut terperangah saat melihat kedatangan seorang pria yang tidak seharusnya datang ke apartemennya. "Se-sekretaris Boril, benarkan?"
Boril menganggukkan kepalanya, sambil mengeluarkan secarik kartu nama dari saku jasnya. "Maaf mengganggu. Saya datang kemari atas perintah Tuan, El. Apa kita bisa bicara sebentar?"
"Hah?" Mata Yuna mengerjap bingung beberapa saat. Di dalam pikirannya mulai bertebaran hal negatif, seperti dia mungkin akan dipecat, Dane hal buruk lainnya. "Si-silakan masuk."
Yuna membuka pintu lebih lebar agar Boril bisa masuk kedalam apatemen sewaannya itu.
Bersambung 💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
uhuuyyyyyy
boril sama yuna aja
2023-06-01
0
MamaSipit
tenang ya bocil mama dan papa pasti berusaha dapatkan adik untuk mu 😁
2023-05-15
0
Sri Azhari
Alvian dasar bociL Lucu ada2 saja minta beli adik Uda kaya beli mainan aja rasanya,, papa mama nya aja Lg pendekatan gmn mau ksh adik adeehhhh.... 🤣🤣🤣
2023-03-19
1