Getaran Cinta?

El Barack kembali masuk kedalam kamar setelah berpikir panjang di balkon utama. Ya, ucapan Albert beberapa menit lalu, mulai mengusik sanubarinya.

Dipandanginya sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi. Melihat Aina pagi ini, seolah melihat isi pikirannya sendiri. Kenapa begitu sulit untuk sekedar menyadari perasaan sendiri.

Dipandangi seperti itu, tentu saja Aina merasa kurang nyaman. "Ehm, kenapa melihatku seperti itu? Hentikan, tatapan mata elang itu terlihat menyebalkan."

Tanpa bicara apapun, Pria tinggi dan penuh karisma itu melangkah mendekati sang istri. Sesaat setelah sampai di hadapan Aina, tangannya bergerak, menyentuh kening Aina dengan jari telunjuk. "Aku penasaran, apa isi pikiranmu saat ini."

Sejenak Aina terdiam, memandangi sang suami sambil mengerjap bingung. Pria yang ada dihadapannya saat ini masih penuh teka-teki baginya. Terkadang, Aina merasa El membangun tembok pembatas yang begitu tinggi dalam hubungan mereka.

Namun kadang pula dia merasa pria itu begitu dekat, hampir tak berjarak hingga menggoyahkan dirinya. "Kenapa tiba-tiba saja, kamu penasaran dengan isi pikiranku? Yang jelas aku tidak mungkin memikirkan kamu."

Mendengar jawaban Aina, El Barack menghela napas panjang, lalu menyunggingkan senyumnya. "Ini benar-benar tidak adil. Kenapa pikiranku hanya didominasi olehmu?"

"Hah?" Wajah Aina terlihat memerah. Dia menjadi salah tingkah sendiri. "Ehm, apa yang kamu bicarakan, jangan mencoba untuk bicara tentang kebohongan yang bisa membuat orang salah paham."

Tangan El-barack tercengkram erat, hingga detik selanjutnya secara tiba-tiba dia mendorong tubuh Aina hingga membentur tembok, diapitnya tubuh mungil itu sampai tak bisa bergerak.

"Kamu adalah milikku." Matanya memerah karena menahan gejolak dari dalam hati. Ucapan Albert yang mengatakan bahwa diluar sana masih banyak laki-laki yang siap membahagiakan Aina membuat hati El terbakar. "Jawab aku, apa sekali saja kamu pernah berpikir untuk pergi dari sisiku, suatu saat nanti?"

Hati Aina mulai bergejolak tak karuan, dia sepertinya mulai mengerti kenapa El-barack menjadi seperti ini. "Apa kamu mulai takut kehilangan? Sebagai wanita biasa, aku hanya ingin pergi ketempat dimana seseorang benar-benar menginginkan aku."

Suasana kembali hening, El Barack terus menatap wanita yang saat ini berada didalam Kungkungannya. Setelah beberapa saat dia mundur beberapa langkah kebelakang. "Jangan mencoba untuk menyukai pria lain dan jangan mencobanya untuk lari dariku."

Aina menatap El tak percaya. "Kenapa kamu begitu egois seperti ini? Jika memang hanya karena Al, kamu tidak perlu mengatakan hal yang bisa membuat aku ber--"

"Aku akan belajar mencintai kamu mulai sekarang." Potong El-barack dengan suara datar namun penuh keyakinan. "Dan kamu juga harus belajar mencitaku mulai sekarang." Dia melangkah cepat, melewati Aina lalu masuk kedalam kamar mandi.

Disana Aina masih diam mematung sambil mencoba mencerna ucapan El-barack tadi. "Apa dia baru saja mengajak aku membangun komitmen? ...." Aina berbalik, menatap pintu kamar mandi dengan kesal. "Dasar El Bar-bar, tidak ada romantis-romantisnya jadi suami."

***

Pukul sembilan pagi, saat El-barack dan Albert sudah pergi perusahaan. Aina pun segera bersiap-siap karena hari ini, Yuna akan mengambil cuti hari libur untuk menemaninya pergi toko untuk meninjau persiapan pembukaan.

Di depan meja rias dia terus mencoba untuk fokus, karena sejak tadi pikirannya hanya dipenuhi dengan ucapan El-barack. "Hufft, lebih baik aku pergi sekarang."

Saat hendak beranjak, dia berhenti sejenak melihat sebuah kartu kredit diatas meja lampu tidur. Bukan hanya kartu, disana juga ada catatan kecil."

Ini kartu tanpa batas, gunakan ini untuk membeli pakaian dan apapun yang kamu suka. Jika sampai sore ini aku tidak mendapat laporan pengeluaran dari kartu itu, kamu akan tau akibatnya.

Kira-kira seperti itulah isi dari catatan kecil itu. Hal itu membuat Aina kembali mengelus dada. "Sabar Aina, dia pasti sudah berusaha semampunya untuk bersikap romantis tapi memang pada dasarnya dia tidak bisa seperti itu."

Karena tidak mau membuang waktu, Aina segera memasukkan kartu itu ke dalam tasnya lalu beranjak pergi dari dalam kamar.

***

Sementara itu di gedung perusahaan Rich Grup, Boril sedang duduk sambil memandang atasannya yang sejak tadi tersenyum-senyum sendiri. "Ini aneh sekali tapi sepertinya setelah menikah banyak hal baik yang terjadi di dalam hidup anda, Tuan."

El Barack mengalihkan pandangannya, melihat Boril dengan senyum yang tak juga luntur sejak tadi. "Apa kamu tahu hadiah apa saja yang disukai wanita?"

"Ada banyak." Boril yang mulai nampak antusias, menyondongkan tubuhnya, agar bisa lebih dekat dengan El. "Tergantung wanita itu seperti apa. Kalau Nona Ai sepertinya ... menyukai hal sederhana tapi romantis."

"Hey, kapan aku bilang akan memberikan hadiah padanya." El yang masih nampak gengsi, mencoba untuk terlihat cool di depan Boril. "Aku hanya bertanya saja. Ehm, kenapa kamu masih disini, pergilah apa tidak ada pekerjaan yang bisa kamu selesaikan.

"Dasar gengsi, sudah jelas terlihat tapi masih saja mengelak," gumam Boril sambil beranjak dari posisi duduknya.

"Kamu bilang apa tadi?" tanya El saat merasa mendengar sesuatu.

"Ahaha, tidak apa-apa, Tuan. Kalau begitu saya pamit keluar dulu." Tanpa pikir panjang dia segera melangkah cepat meninggalkan tempat tersebut.

Setelah kepergian Boril, El-barack meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja. "Ehm, siapa juga yang ingin memberikan hadiah untuknya."

Saat mulut dan jari tak sejalan, maka saat itulah jari jempol El Barack membuka aplikasi belanja online yang dulu tidak pernah dia buka. "Apa ini, bagus sekali. Sepertinya cocok dipakai Aina."

Mungkin logikanya boleh menolak, tapi hatinya bekerja dengan baik kali ini...

***

Waktu makan siang telah tiba, Aina dan Yuna singgah di sebuah restoran untuk makan siang bersama. Setelah memesan, mereka mengobrol tentang banyak hal, terkhusus tentang kehidupan Aina setelah pernikahan.

"Jadi sekarang kalian sepakat untuk menjalani komitmen beneran, bukan hanya atas dasar tanggung jawab?" tanya Yuna penasaran.

"Entahlah." Aina menyedot jusnya lalu kembali melihat Yuna. "Antara percaya atau tidak. Hufft, dia benar-benar tidak romantis, dia meminta aku untuk belajar mencintainya tapi malah terdengar seperti perintah seorang bos kepada bawahannya."

"Haha, kamu seperti tidak tahu Tuan El saja," ujar Yuna sambil terkekeh sendiri. "Mulai sekarang, cobalah untuk belajar menerima dia, mencintai dia dan cobalah untuk melayani dia sebagaimana seorang istri yang sesungguhnya."

Istri yang sesungguhnya?" Aina nampak terpaku pada kata-kata itu. Dia dan El-barack sudah pernah bercinta bersama namun, rasanya masih saja begitu asing, apalagi dulu mereka melakukan itu hanya karena kesalahan.

"Apa yang harus aku lakukan, apa aku yang harus memulainya? Kau gila, aku tidak mungkin seagresif itu," ujar Aina.

Brak!

Aina dan Yuna tersentak kaget saat melihat seorang wanita datang dan langsung menggebrak meja.

"Kenapa kamu bisa datang ke kota ini lagi, wanita pem*awasial?"

Bersambung 💕

Terima kasih yang masih setia menunggu, jangan lupa vote author ya, agar author semangat crazy up 3 bab untuk hari ini 🙏😁

Terpopuler

Comments

Kis Pulza

Kis Pulza

dasar el borokokok

2024-01-18

0

uhuuyyyyyy

uhuuyyyyyy

kakak ipar

2023-06-01

0

Iga Wahyusari

Iga Wahyusari

makin gumushin pasangan ini ya 😅
semangat kak el untuk membangun.....
membangun apa ya 🤪❤

2023-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 Mistake (Kesalahan)
2 After Mistake
3 Harapan terakhir
4 Kembalinya luka lama
5 Pilihan terbaik
6 Kedatangan Antonio
7 Semalam Bersamamu
8 Rencana Antonio
9 Hari ini kita menikah!
10 Awal yang posesif
11 Biarkan semua orang tahu
12 Apa itu cinta?
13 Balas dendam!
14 Ketika suhu ruangan diatas rata-rata
15 Apa kamu siap?
16 Getaran Cinta?
17 Jangan hina anakku!
18 Libatkan Aku
19 Permintaan Al
20 Sentuhan kecil
21 Kenali dia lebih dalam
22 Pelajaran Keras
23 Jangan Tanya Aku
24 Krisis Kepercayaan Diri
25 Kembali Usil
26 Tidak Akan Selesai
27 Do you love Me?
28 Ancaman Reynald
29 Makan Malam Perdana
30 Tingkah El-barack
31 Palsu?
32 Hadiah untuk Kakak ipar
33 Diam seribu bahasa
34 Acara Pembukaan
35 Bersikap Baik
36 Kamu satu-satunya
37 Aku mencintaimu!
38 Tanpa Batas waktu
39 Cemas luar dalam
40 Kamu Cemburu?
41 Malam Ini Bersamamu
42 Turuti Saja
43 Sudah Begitu Lama
44 Dengarkan Aku
45 Gagal Estetik
46 Keinginanku
47 Peringatan Albert
48 l Love you to?
49 Pelajaran Empat Tahun Lalu
50 Kecurigaan Yuna
51 I love you so much
52 Kamu menyukainya?
53 Di jodohkan?
54 Menyelidiki
55 Harus bisa, harus terima
56 Kamu dimana?
57 Apa yang harus aku lakukan?
58 Peringatan El-barack.
59 Tak bisa berpaling.
60 Camkan itu!
61 Dengan Caraku
62 Cintaku Bukan Cinta Biasa
63 Jangan pernah kembali
64 Teman hidup?
65 Cerita Malam.
66 Look at me
67 Mendapatkan bukti
68 Jangan ditutupi
69 Rasa penasaran El-barack
70 Rencana El-barack.
71 Harusnya Aku
72 Bagaimana Mungkin?
73 Mengapa Kembali
74 Long time no see
75 Biarkan Aku Saja
76 Keputusan Aina
77 Semua Didepan Mata
78 Mari Berpisah!
79 Pilihan Terbaik
80 Memulai kembali
81 Jangan Datang lagi
82 Menjauhlah
83 Reuni Masalalu
84 Tidak akan goyah
85 Perpisahan adalah pelajaran
86 Dreams come true
87 Happy End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Mistake (Kesalahan)
2
After Mistake
3
Harapan terakhir
4
Kembalinya luka lama
5
Pilihan terbaik
6
Kedatangan Antonio
7
Semalam Bersamamu
8
Rencana Antonio
9
Hari ini kita menikah!
10
Awal yang posesif
11
Biarkan semua orang tahu
12
Apa itu cinta?
13
Balas dendam!
14
Ketika suhu ruangan diatas rata-rata
15
Apa kamu siap?
16
Getaran Cinta?
17
Jangan hina anakku!
18
Libatkan Aku
19
Permintaan Al
20
Sentuhan kecil
21
Kenali dia lebih dalam
22
Pelajaran Keras
23
Jangan Tanya Aku
24
Krisis Kepercayaan Diri
25
Kembali Usil
26
Tidak Akan Selesai
27
Do you love Me?
28
Ancaman Reynald
29
Makan Malam Perdana
30
Tingkah El-barack
31
Palsu?
32
Hadiah untuk Kakak ipar
33
Diam seribu bahasa
34
Acara Pembukaan
35
Bersikap Baik
36
Kamu satu-satunya
37
Aku mencintaimu!
38
Tanpa Batas waktu
39
Cemas luar dalam
40
Kamu Cemburu?
41
Malam Ini Bersamamu
42
Turuti Saja
43
Sudah Begitu Lama
44
Dengarkan Aku
45
Gagal Estetik
46
Keinginanku
47
Peringatan Albert
48
l Love you to?
49
Pelajaran Empat Tahun Lalu
50
Kecurigaan Yuna
51
I love you so much
52
Kamu menyukainya?
53
Di jodohkan?
54
Menyelidiki
55
Harus bisa, harus terima
56
Kamu dimana?
57
Apa yang harus aku lakukan?
58
Peringatan El-barack.
59
Tak bisa berpaling.
60
Camkan itu!
61
Dengan Caraku
62
Cintaku Bukan Cinta Biasa
63
Jangan pernah kembali
64
Teman hidup?
65
Cerita Malam.
66
Look at me
67
Mendapatkan bukti
68
Jangan ditutupi
69
Rasa penasaran El-barack
70
Rencana El-barack.
71
Harusnya Aku
72
Bagaimana Mungkin?
73
Mengapa Kembali
74
Long time no see
75
Biarkan Aku Saja
76
Keputusan Aina
77
Semua Didepan Mata
78
Mari Berpisah!
79
Pilihan Terbaik
80
Memulai kembali
81
Jangan Datang lagi
82
Menjauhlah
83
Reuni Masalalu
84
Tidak akan goyah
85
Perpisahan adalah pelajaran
86
Dreams come true
87
Happy End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!