Kembalinya luka lama

Mata Aina hampir tak berkedip, tubuhnya kaku dan bibir merah muda itu mengatup bisu. Melihat El Barack untuk pertama kalinya setelah empat tahun, membuat luka dihatinya kembali menganga, perih hingga perjuangan dimasa-masa sulit kembali terbayang dalam benak Aina.

🍂

🍂

🍂

Kembali ke empat tahun yang lalu...

Saat usia kandungan Aina sudah memasuki empat bulan, penderitaan itu sampai pada puncaknya. Pergi jauh dari keluarga ternyata tidak membuat dia terhindar dari masalah.

"Pergi kamu dari sini, saya tidak bisa mengontrakan rumah ini lagi kepada wanita seperti kamu!" Seorang wanita paruh baya melemparkan semua barang-barang Aina keluar teras.

"Betul itu, bisa-bisanya perempuan ini membawa aib ke tempat kita. Hamil tapi tidak punya suami? Yang benar saja, kamu pikir kami bodoh, kamu hamil anak haram 'kan?"

"Pergi kamu, sana!" Seorang pria tak berperikemanusiaan, mendorong punggung Aina agar segera keluar dari rumah itu. Tidak ada sedikitpun rasa kasihan dari raut wajah orang-orang itu.

Tangis Aina pecah, namun dia tidak berdaya. Membuang diri ke sudut kota pun, dia masih mendapatkan perlakuan yang tidak pantas. Terkadang dia berpikir, apakah semesta sudah tidak menghendakinya lagi.

Tidak ada pembelaan yang bisa Aina sampaikan. Dia memunguti semua barang-barangnya seraya terus menangis tanpa suara. Kaki rapuhnya menapak langkah, pergi jauh dan lebih jauh.

Entah kemana, dia pun tak tahu. Tabungan dari hasil bekerja di Rich Grup mulai menipis. Langkahnya terhenti saat sebuah halte yang ada di depan gang. Dia terduduk lemas disana menatap langit malam dengan pandangan nanar.

"Jika aku sudah tidak punya harapan untuk sebuah kebahagiaan, aku ingin bertemu Ayah dan Ibu saja. Dunia ini kejam sekali." Dia beralih melihat kearah jalan raya. Memandangi semua kendaraan yang berlalu-lalang.

Perlahan dia berdiri dari posisinya, melangkah lurus kedepan dengan tatapan kosong dan air mata yang tidak henti-hentinya mengalir. Ayah, Ibu. Aku rindu kalian, tunggu aku akan datang, batinnya.

Langkah Aina terhenti tepat di tengah jalan raya, dia memejamkan matanya saat merasakan silau dari lampu truk yang melaju kencang tak jauh darinya. Maafkan Mama sayang, ayo kita pergi, batinnya.

Truk itu semakin dekat, Aina seolah sudah siap untuk mengakhiri penderitaan itu. Namun, detik selanjutnya tubuh Aina merasa di tarik oleh seseorang, dia segera membuka mata, menatap seorang wanita yang menatapnya dengan kesal.

"Kamu sudah gila ya!" Ekspresi wajah wanita itu segera berubah sendu, dia memeluk Aina dengan erat. "Ai, kamu kenapa jadi seperti ini, aku mencari kamu kemana-mana, apa yang terjadi?"

"Aku lelah ... sangat lelah, Yuna." Aina kembali menangis tersedu-sedu di pelukan ***** sahabat. Ya, Ayuna Anandita, sahabat baiknya sejak SMA. Mereka juga bekerja di perusahaan yang sama.

Aina tidak mau membebani siapapun, baik itu keluarga dan juga sahabatnya. Tetapi setelah empat bulan berlalu, semesta mengirim Yuna untuk membantunya melewati semua ini.

***

"Ai, kamu harus meminta pertanggungjawaban!" Yuna yang sejak tadi duduk di hadapan Aina langsung berdiri dari posisi duduknya. "Aku akan mendatangi kediaman Alexander malam ini juga."

Aina menarik ujung kemeja Yuna, menuntunnya kembali duduk di sofa. "Percuma, Yuna. Sudah aku tidak mau menambah masalah, telebih saat ini keluarga itu sedang di landa masalah besar dan Tuan El ... dia pergi ke Melbourne 'kan?"

Helaan napas Yuna terdengar lirih. "Kamu benar juga. Seharusnya sejak awal kamu memberitahu aku, Ai. Kita bisa menggugurkan anak itu, masa depan kamu bagaimana?" Suara Yuna terdengar bergetar, dia menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Aina segera mendekat, merangkul sang sahabat yang menangis karena ikut merasakan penderitaannya. "Sudah jangan menangis seperti itu. Seharusnya tadi kamu biarkan saja aku ma--"

"Tidak akan!" Potong Yuna. "Kamu harus bangkit, Ai. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, aku yakin ada jalan keluar untuk semua masalah ini."

Aina mencoba tersenyum meski dadanya terasa begitu sesak. Dia menyesal karena sempat berpikir untuk mengakhiri hidup. Di tengah orang-orang yang terus menyudutkannya, ternyata masih ada seseorang yang begitu baik seperti Yuna.

"Hm, terima kasih. Kalau begitu apa kamu bisa membantuku mencari tempat tinggal yang aman? Kalau bisa jauh dari pusat kota."

Sejak saat itu, Aina mencoba membangun mimpi diatas rasa sakit yang dia telan dengan pahit. Dan sejak saat itu pula, dia tidak pernah lagi menginjakkan kakinya ke pusat kota. Dia mengasingkan diri sebagai orang pinggiran, mencari receh demi receh dengan berjualan makanan.

.

.

.

Aina segera menggelengkan kepalanya saat memory masalalu itu terus terputar. Dia beralih melihat sang putra yang terus memandangi El Barack. "Al, masuk dulu ya sayang. Mama mau bicara sama Om ini."

"Oce, Ma." Sebelum masuk, Al masih sempat melirik tajam searah pria tinggi itu. "Om, ini capa sih, serem," gumamnya lalu melangkah masuk kedalam rumah.

"Om?" El Barack menatap Aina tak percaya. Tentu saja dia ingin diperkenalkan sebagai seorang Ayah, dia sangat yakin jika Alvian adalah anaknya. "Hey apa seperti itu caramu memperkenalkan aku padanya?"

Boril berusaha menahan tawanya, dia pikir Aina akan ketakutan saat melihat El Barack namun ternyata dia salah. Selama empat tahun ini, Aina sudah cukup banyak melewati hal yang berat hingga menempanya menjadi seorang wanita yang berani menghadapi masalah.

Sambil berpangku tangan, Aina kembali menatap El Barack. "Memangnya anda siapanya? Lama tidak bertemu, Tuan. Saya tidak tahu maksud kedatangan anda kemari untuk apa tapi ...." Aina berusaha untuk tetap kuat meski dadanya mulai terasa sesak. "Tapi saya tidak bisa mengizinkan anda bertamu ... suami saya sedang tidak ada dirumah."

"Suami?" El Barack melirik kearah Boril. Dia yakin sang asisten tidak mungkin salah informasi. Karena Boril sudah mengawasi Aina sejak lama. Dia kembali melihat kearah wanita itu sambil memicingkan mata. "Kamu sudah punya suami?"

"Ya begitulah. Maaf silakan pergi." Aina segera berbalik, melangkah menuju pintu dan segera masuk. Namun saat hendak menutup pintu, El Barack tiba-tiba saja menyelonong masuk, mendorong tubuh Aina hingga membentur dinding.

Aina nampak panik saat tubuhnya diapit dan kedua tangannya di cengkraman erat oleh El Barack. "Apa yang anda lakukan, lepaskan saya!"

Kedua tangan El Barack terus menekan pergelangan tangan Aina. "Empat tahun berlalu dan aku tidak tahu apapun tentang kejadian malam itu. Apa kamu pikir semudah itu aku akan melepaskan kamu? Tidak, Ai. Bocah kecil itu adalah anakku 'kan?"

Aina mendorong dengan kuat, hingga akhirnya bisa melepaskan diri. "Sebenarnya apa yang kamu inginkan?! Aku tidak menuntut apapun dan tidak akan mengganggumu. Biarkan aku hidup tenang bersama anakku, dia hanya anakku, bukan anak kita!"

"Aina!" Seru El Barack, dia kembali mendekati Aina, menatap wanita itu dengan mata elangnya. "Dia adalah anakku. Aku punya hak untuk itu. Kemasi barang-barang kalian dan ikut aku kembali ke kota. Kita akan menikah hari ini juga."

"A-apa ... anda pasti sudah gila." Aina nampak tak habis pikir dengan ucapan El Barack.

Sementara diluar sana, tepatnya di teras sederhana kediaman itu, Boril memijat-mijat keningnya yang tiba-tiba saja terasa pusing. Kenapa tiba-tiba Tuan El berpikir untuk mengajak Nona Ai menikah. Dasar br*nsek, bukan seperti itu cara melamar yang baik, batin Boril.

Bersambung 💕

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

dasar bule gendeng main nyosor aja🤭🤭🤭

2024-03-05

0

Kis Pulza

Kis Pulza

dasar el barack

2024-01-11

1

Ika Kristanti

Ika Kristanti

el sat set tapi jadinya kaya barbar

2023-10-11

0

lihat semua
Episodes
1 Mistake (Kesalahan)
2 After Mistake
3 Harapan terakhir
4 Kembalinya luka lama
5 Pilihan terbaik
6 Kedatangan Antonio
7 Semalam Bersamamu
8 Rencana Antonio
9 Hari ini kita menikah!
10 Awal yang posesif
11 Biarkan semua orang tahu
12 Apa itu cinta?
13 Balas dendam!
14 Ketika suhu ruangan diatas rata-rata
15 Apa kamu siap?
16 Getaran Cinta?
17 Jangan hina anakku!
18 Libatkan Aku
19 Permintaan Al
20 Sentuhan kecil
21 Kenali dia lebih dalam
22 Pelajaran Keras
23 Jangan Tanya Aku
24 Krisis Kepercayaan Diri
25 Kembali Usil
26 Tidak Akan Selesai
27 Do you love Me?
28 Ancaman Reynald
29 Makan Malam Perdana
30 Tingkah El-barack
31 Palsu?
32 Hadiah untuk Kakak ipar
33 Diam seribu bahasa
34 Acara Pembukaan
35 Bersikap Baik
36 Kamu satu-satunya
37 Aku mencintaimu!
38 Tanpa Batas waktu
39 Cemas luar dalam
40 Kamu Cemburu?
41 Malam Ini Bersamamu
42 Turuti Saja
43 Sudah Begitu Lama
44 Dengarkan Aku
45 Gagal Estetik
46 Keinginanku
47 Peringatan Albert
48 l Love you to?
49 Pelajaran Empat Tahun Lalu
50 Kecurigaan Yuna
51 I love you so much
52 Kamu menyukainya?
53 Di jodohkan?
54 Menyelidiki
55 Harus bisa, harus terima
56 Kamu dimana?
57 Apa yang harus aku lakukan?
58 Peringatan El-barack.
59 Tak bisa berpaling.
60 Camkan itu!
61 Dengan Caraku
62 Cintaku Bukan Cinta Biasa
63 Jangan pernah kembali
64 Teman hidup?
65 Cerita Malam.
66 Look at me
67 Mendapatkan bukti
68 Jangan ditutupi
69 Rasa penasaran El-barack
70 Rencana El-barack.
71 Harusnya Aku
72 Bagaimana Mungkin?
73 Mengapa Kembali
74 Long time no see
75 Biarkan Aku Saja
76 Keputusan Aina
77 Semua Didepan Mata
78 Mari Berpisah!
79 Pilihan Terbaik
80 Memulai kembali
81 Jangan Datang lagi
82 Menjauhlah
83 Reuni Masalalu
84 Tidak akan goyah
85 Perpisahan adalah pelajaran
86 Dreams come true
87 Happy End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Mistake (Kesalahan)
2
After Mistake
3
Harapan terakhir
4
Kembalinya luka lama
5
Pilihan terbaik
6
Kedatangan Antonio
7
Semalam Bersamamu
8
Rencana Antonio
9
Hari ini kita menikah!
10
Awal yang posesif
11
Biarkan semua orang tahu
12
Apa itu cinta?
13
Balas dendam!
14
Ketika suhu ruangan diatas rata-rata
15
Apa kamu siap?
16
Getaran Cinta?
17
Jangan hina anakku!
18
Libatkan Aku
19
Permintaan Al
20
Sentuhan kecil
21
Kenali dia lebih dalam
22
Pelajaran Keras
23
Jangan Tanya Aku
24
Krisis Kepercayaan Diri
25
Kembali Usil
26
Tidak Akan Selesai
27
Do you love Me?
28
Ancaman Reynald
29
Makan Malam Perdana
30
Tingkah El-barack
31
Palsu?
32
Hadiah untuk Kakak ipar
33
Diam seribu bahasa
34
Acara Pembukaan
35
Bersikap Baik
36
Kamu satu-satunya
37
Aku mencintaimu!
38
Tanpa Batas waktu
39
Cemas luar dalam
40
Kamu Cemburu?
41
Malam Ini Bersamamu
42
Turuti Saja
43
Sudah Begitu Lama
44
Dengarkan Aku
45
Gagal Estetik
46
Keinginanku
47
Peringatan Albert
48
l Love you to?
49
Pelajaran Empat Tahun Lalu
50
Kecurigaan Yuna
51
I love you so much
52
Kamu menyukainya?
53
Di jodohkan?
54
Menyelidiki
55
Harus bisa, harus terima
56
Kamu dimana?
57
Apa yang harus aku lakukan?
58
Peringatan El-barack.
59
Tak bisa berpaling.
60
Camkan itu!
61
Dengan Caraku
62
Cintaku Bukan Cinta Biasa
63
Jangan pernah kembali
64
Teman hidup?
65
Cerita Malam.
66
Look at me
67
Mendapatkan bukti
68
Jangan ditutupi
69
Rasa penasaran El-barack
70
Rencana El-barack.
71
Harusnya Aku
72
Bagaimana Mungkin?
73
Mengapa Kembali
74
Long time no see
75
Biarkan Aku Saja
76
Keputusan Aina
77
Semua Didepan Mata
78
Mari Berpisah!
79
Pilihan Terbaik
80
Memulai kembali
81
Jangan Datang lagi
82
Menjauhlah
83
Reuni Masalalu
84
Tidak akan goyah
85
Perpisahan adalah pelajaran
86
Dreams come true
87
Happy End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!