Sentuhan kecil

"Kumpulkan data tentang wanita itu malam ini juga. Pastikan kamu mendapatkan kartu as yang bisa membuat dia maati kutu."

[Baik, Tuan. Saya akan kabari anda secepatnya.]

El Barack mematikan panggilan telepon itu, pandangannya kembali mengarah ke langit malam yang nampak semakin pekat malam ini. "Huuft, kenapa aku semakin kesal saat mendengar pengakuan Yuna, tentang peristiwa yang dialami Aina siang tadi."

Setelah beberapa saat El berbalik melangkah masuk kembali kedalam kamar. Sesampainya didalam, dia melihat Aina sedang duduk di tepi ranjang dengan sebuah buku dongeng di tangannya. "Al sudah tidur."

"Iya, sepertinya dia kelelahan. Tadi Albert mengajaknya bermain kejar-kejaran." Aina menutup buku dongeng itu dan segera menghampiri sang suami. "Besok Albert akan menemani aku membeli furniture toko, boleh?"

El-barack menganggukkan kepalanya tanpa ragu. Entah kenapa dia percaya bahwa Aina tidak akan pernah mengkhianatinya. "Boleh saja. Tapi ...." El menyetuh bagian kening Aina dengan jari telunjuknya. "Disini, dipikiran dan hati kamu, hanya boleh ada aku dan juga Al."

Aina segera menepis tangan El saat merasakan jantungnya kembali berdebar tak karuan. "Ehm, memangnya aku wanita apa. Te-tentu saja aku tahu statusku sekarang." Dia berjalan mundur dengan raut wajah memerah padam.

El Barack mengikuti langkah Aina, dia tersenyum tipis melihat wajah sang istri yang terlihat gugup karenanya. "Aku suka melihat kamu gugup seperti ini."

Aina segera memalingkan wajahnya, tidak sanggup menatap mata El lebih lama. "Aku mau ke toilet sebentar." Dengan langkah secepat kilat dia masuk kedalam kamar mandi.

Di dalam sana, dia mencoba mengatur napas sambil melihat pantulan wajahnya di depan cermin wastafel. "Huuft, kenapa ini. Setiap berasal di depannya aku tidak bisa mengendalikan diri."

Klek.

Tiba-tiba pintu kamar mandi itu terbuka. Aina berbalik, melihat El yang tiba-tiba saja menyusul masuk. Bukan hanya masuk, tapi El menutup pintu lalu melangkah menghampirinya.

Napas Aina mulai memburu saat El semakin mendekat. Sekujur tubuhnya pun terasa bergetar saat sorot mata elang itu seolah sedang mengintimidasinya. Demi apapun dia ingin berubah jadi jin saat itu juga, agar bisa segera menghilang. "Ke-kenapa kamu masuk sini?"

"Kamu pasti tahu maksudku. Kita sudah cukup dewasa dan kita sudah terlalu lama membuang-buang waktu bukan?" El melingkarkan tangan kanannya di pinggang ramping Aina.

Mata Aina mendelik, dia mencoba untuk melepaskan diri dari jeratan tangan kekar itu, namun sayang dia tak berdaya. Pandangannya kembali menatap El dengan lekat. "Apa sekarang kamu ingin mendesak aku?"

Mendengar hal itu, El malah tersenyum menyeringai. Tangannya bergerak perlahan, menyapu pelan leher jenjang Aina. "Entahlah, semakin aku mencoba untuk mencintaimu, maka tubuhmu semakin membuat aku tertarik."

Tidak bisa El Barack pungkiri jika dulu dia adalah seorang pria yang sangat menyukai kenikmatan dunia. Tetapi setelah terjebak skandal dia seolah menutup diri dan baru sekarang mulai tertarik kembali kepada seorang wanita.

Bibirnya yang sempat mengikrarkan bahwa selamanya tidak akan pernah menyentuh seorang wanita lagi, sepertinya harus dia tarik kembali, karena saat ini naluri lelakinya benar-benar bekerja dengan baik.

Tangan El Barack semakin bergerak dengan berani membuka kancing baju Aina. Kepalanya mendekat, mencium bagian leher dan juga daada sang istri.

Aina hanya bisa memejamkan matanya, mencengkram erat ujung wastafel sekuat tenaga. Dia menggigit bibir bawahnya sekuat tenaga, mungkin saat ini bibirnya sudah berdarah.

Lantas dengan gerakan cepat El Barack menuntun tubuh ramping Aina agar naik ke atas wastafel. Ditatapnya sang istri dengan tatapan penuh gaiirah dan keinginan besar untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

"Jangan menatapku seperti orang ketakutan seperti itu. Aku hanya ingin memulainya dengan sentuhan kecil agar nantinya kamu bisa terbiasa dengan sentuhanku."

"Jadi, bukan malam ini 'kan?" tanya Aina nampak ragu.

El-barack kembali terkekeh. "Belum, tapi saat aku memulai dengan serius, tidak akan ada yang bisa menghentikanku," ucapannya sambil mengancing baju Aina kembali. "Sekarang kita tidur, aku punya urusan penting besok pagi."

***

Pagi harinya, saat Aina dan Al masih tertidur. El Barack sudah nampak rapi dengan setelan jas dan juga tas kerjanya. Terlihat di ujung tangga, Boril sudah berdiri menunggunya.

"Selamat pagi Tuan," ucap Boril sambil menundukkan kepalanya.

"Apa semua sudah siap?" tanya El tanpa basa-basi.

"Tentu saja, Tuan." Boril mengeluarkan sebuah map dari dalam tas kerjanya. "Wanita itu adalah seorang manager di Win grup. Saya juga mendapatkan beberapa bukti tentang perundungan yang sering dia lakukan pada karyawan kantor win grup."

"Win grup ya." Mata elang El Barack memicing tajam, saat melihat foto wanita itu. "Kalau tidak salah, Win grup pernah menawarkan sahamnya beberapa tahun lalu."

El Barack kembali memberikan map itu kepada Boril. "Hubungi direktur Win grup, kita kesana sekarang."

"Hah? Bukannya kita hanya ingin menemui wanita itu, kenapa harus sampai menemui direktur?" tanya Boril bingung.

"Aku ingin menyerangnya dengan cara yang elegan, sepertinya membeli satu perusahaan demi Aina bukanlah hal yang berat untuk seorang sepertiku," ucap El Barack lalu melangkah pergi meninggalkan Boril.

"Membeli satu perusahaan?" Boril masih berusaha mencerna ucapan sang atasan. "Tuan El benar-benar sangat spontan, beli perusahaan seperti beli tahu bulat lima ratusan digoreng dadakan."

Bersambung 💕

Terpopuler

Comments

DPuspita

DPuspita

Sombong amat... Untung tajir... Jadi kl sombong bs dimengerti dech... tapi tetap gak bs aq diterima. 😅

2024-06-11

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

wauuu keren Al, main halus. 🤗🤗🤗

2024-03-05

0

sherly

sherly

wow jiwa mizquenku merontah...

2023-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 Mistake (Kesalahan)
2 After Mistake
3 Harapan terakhir
4 Kembalinya luka lama
5 Pilihan terbaik
6 Kedatangan Antonio
7 Semalam Bersamamu
8 Rencana Antonio
9 Hari ini kita menikah!
10 Awal yang posesif
11 Biarkan semua orang tahu
12 Apa itu cinta?
13 Balas dendam!
14 Ketika suhu ruangan diatas rata-rata
15 Apa kamu siap?
16 Getaran Cinta?
17 Jangan hina anakku!
18 Libatkan Aku
19 Permintaan Al
20 Sentuhan kecil
21 Kenali dia lebih dalam
22 Pelajaran Keras
23 Jangan Tanya Aku
24 Krisis Kepercayaan Diri
25 Kembali Usil
26 Tidak Akan Selesai
27 Do you love Me?
28 Ancaman Reynald
29 Makan Malam Perdana
30 Tingkah El-barack
31 Palsu?
32 Hadiah untuk Kakak ipar
33 Diam seribu bahasa
34 Acara Pembukaan
35 Bersikap Baik
36 Kamu satu-satunya
37 Aku mencintaimu!
38 Tanpa Batas waktu
39 Cemas luar dalam
40 Kamu Cemburu?
41 Malam Ini Bersamamu
42 Turuti Saja
43 Sudah Begitu Lama
44 Dengarkan Aku
45 Gagal Estetik
46 Keinginanku
47 Peringatan Albert
48 l Love you to?
49 Pelajaran Empat Tahun Lalu
50 Kecurigaan Yuna
51 I love you so much
52 Kamu menyukainya?
53 Di jodohkan?
54 Menyelidiki
55 Harus bisa, harus terima
56 Kamu dimana?
57 Apa yang harus aku lakukan?
58 Peringatan El-barack.
59 Tak bisa berpaling.
60 Camkan itu!
61 Dengan Caraku
62 Cintaku Bukan Cinta Biasa
63 Jangan pernah kembali
64 Teman hidup?
65 Cerita Malam.
66 Look at me
67 Mendapatkan bukti
68 Jangan ditutupi
69 Rasa penasaran El-barack
70 Rencana El-barack.
71 Harusnya Aku
72 Bagaimana Mungkin?
73 Mengapa Kembali
74 Long time no see
75 Biarkan Aku Saja
76 Keputusan Aina
77 Semua Didepan Mata
78 Mari Berpisah!
79 Pilihan Terbaik
80 Memulai kembali
81 Jangan Datang lagi
82 Menjauhlah
83 Reuni Masalalu
84 Tidak akan goyah
85 Perpisahan adalah pelajaran
86 Dreams come true
87 Happy End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Mistake (Kesalahan)
2
After Mistake
3
Harapan terakhir
4
Kembalinya luka lama
5
Pilihan terbaik
6
Kedatangan Antonio
7
Semalam Bersamamu
8
Rencana Antonio
9
Hari ini kita menikah!
10
Awal yang posesif
11
Biarkan semua orang tahu
12
Apa itu cinta?
13
Balas dendam!
14
Ketika suhu ruangan diatas rata-rata
15
Apa kamu siap?
16
Getaran Cinta?
17
Jangan hina anakku!
18
Libatkan Aku
19
Permintaan Al
20
Sentuhan kecil
21
Kenali dia lebih dalam
22
Pelajaran Keras
23
Jangan Tanya Aku
24
Krisis Kepercayaan Diri
25
Kembali Usil
26
Tidak Akan Selesai
27
Do you love Me?
28
Ancaman Reynald
29
Makan Malam Perdana
30
Tingkah El-barack
31
Palsu?
32
Hadiah untuk Kakak ipar
33
Diam seribu bahasa
34
Acara Pembukaan
35
Bersikap Baik
36
Kamu satu-satunya
37
Aku mencintaimu!
38
Tanpa Batas waktu
39
Cemas luar dalam
40
Kamu Cemburu?
41
Malam Ini Bersamamu
42
Turuti Saja
43
Sudah Begitu Lama
44
Dengarkan Aku
45
Gagal Estetik
46
Keinginanku
47
Peringatan Albert
48
l Love you to?
49
Pelajaran Empat Tahun Lalu
50
Kecurigaan Yuna
51
I love you so much
52
Kamu menyukainya?
53
Di jodohkan?
54
Menyelidiki
55
Harus bisa, harus terima
56
Kamu dimana?
57
Apa yang harus aku lakukan?
58
Peringatan El-barack.
59
Tak bisa berpaling.
60
Camkan itu!
61
Dengan Caraku
62
Cintaku Bukan Cinta Biasa
63
Jangan pernah kembali
64
Teman hidup?
65
Cerita Malam.
66
Look at me
67
Mendapatkan bukti
68
Jangan ditutupi
69
Rasa penasaran El-barack
70
Rencana El-barack.
71
Harusnya Aku
72
Bagaimana Mungkin?
73
Mengapa Kembali
74
Long time no see
75
Biarkan Aku Saja
76
Keputusan Aina
77
Semua Didepan Mata
78
Mari Berpisah!
79
Pilihan Terbaik
80
Memulai kembali
81
Jangan Datang lagi
82
Menjauhlah
83
Reuni Masalalu
84
Tidak akan goyah
85
Perpisahan adalah pelajaran
86
Dreams come true
87
Happy End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!