Pilihan terbaik

"Saya tidak akan ikut dengan anda. Sebaiknya anda pergi dari sini. Saya harap anda mengerti, kasihanilah dia yang tidak tahu apapun tentang masalah ini. Saya mohon." Aina melirik kearah kamar, di mana sang putra mengintip keluar.

Boril yang sejak tadi berdiri di teras, melangkah masuk mendekati El Barack untuk membisikkan sesuatu. "Tuan, jangan terlalu menekan Nona Ai. Sebaiknya kita pulang dulu, jangan memutuskan sesuatu dengan gegabah."

El Barack menghembuskan napas panjang lalu kembali beralih melihat Aina. "Baiklah. Aku berikan kamu waktu dua hari untuk berpikir. Hanya ada dua pilihan, ikut aku dan aku akan bertanggung jawab atas diri kamu dan Al. Atau kita akan bertemu di hadapan pengadilan untuk hak asuhnya. Pikirkan baik-baik, kamu boleh membenciku tapi didalam tubuhnya mengalir darah Alexander. Tidak akan ada yang bisa mengubah itu."

El Barack segera berbalik pergi meninggalkan tempat itu disusul Boril. Sementara disana, Aina masih diam terpaku, tenggelam dalam pikirannya sendiri. Dia pikir semuanya sudah selesai namun ternyata, tidak. Ikatan itu akan terus ada, mengalir didalam diri sang putra.

***

Selama perjalanan pulang, El Barack lebih banyak diam. Entah apa yang dia pikirkan setelah melihat bocah laki-laki yang begitu mirip dengan dirinya.

Sementara Boril sudan tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya. "Tuan, kenapa anda tiba-tiba saja mengajak Nona Ai menikah? Anda baru saja bertemu dengan dia. Ada banyak cara yang bisa didiskusikan sebagai jalan tengah.

"Jalan keluar seperti apa?" El menoleh melihat Boril yang sedang fokus menyetir di sampingnya. "Jalan seperti apa yang bisa membuat aku selalu bersama anakku? Mengikat Aina dengan tali pernikahan adalah jalan satu-satunya."

"Tuan, sejak skandal empat tahun yang lalu anda sudah trauma dengan wanita. Jangankan mengenal, menyetuh wanita saja anda tidak mau." Boril terus mencoba membuat sang majikan berpikir keras sebelum memutuskan sesuatu.

"Ya kamu benar. Bagiku semua wanita itu sama saja tidak ada yang bisa dipercaya. Aku ingin menikahi Aina bukan untuk menjadi istri yang sesungguhnya. Dia cukup menjadi Ibu dari anakku dan Nyonya muda Alexander. Semua ini hanya demi anakku, aku tidak mau kelak ada berita yang memuat masalalunya yang lahir kedunia karena sebuah kesalahan."

Kali ini Boril tak bisa berkata-kata. Dia tahu saat ini yang ada dibenak El Barack hanyalah bagaimana caranya memberikan penerus keluarga untuk sang Papa. Walau bagaimanapun, dia adalah putra tunggal, tanggung jawabnya sangat besar.

***

Malam harinya, Yuna baru saja saja sampai di rumah Aina setelah mendapatkan telepon siang tadi. Namun yang membuatnya heran, saat ini di depan sana sudah ada ada dua orang bertubuh kekar sedang berjaga.

Melihat Aina membuka pintu, Yuna pun segera mempercepat langkahnya. "Ai, mereka siapa?" tanyanya seraya melirik kearah orang bertubuh kekar itu.

"Kita bicara didalam, ayo." Aina segera menarik Yuna masuk dan segera menutup pintu dan menguncinya. Entahlah, Aina merasa sangat takut.

Sesampainya didalam, Yuna bisa melihat Al sudah tertidur di depan ruang TV. "Ai, sebenarnya apa yang terjadi. Aku masih tidak mengerti kenapa Tuan El bisa datang kesini, coba kamu jelaskan?"

Aina terus mondar mandir tidak jelas. "Aku juga tidak tau bagaimana bisa dia tahu pasti aku disini, dan aku bingung kenapa dia tahu jika Al adalah anaknya." Saat tengah mencoba berpikir, tiba-tiba dia menoleh menatap sang sahabat. "Yuna, bukan kamu yang memberitahu mereka 'kan?"

"Hah aku?" Yuna nampak terkejut saat mendengar pertanyaan Aina. "Ai, kalau aku yang memberitahu dia, aku kesini bukan naik mobil butut tapi Ferarri atau paling tidak BMW."

"Maaf, Yu. Aku tidak bermaksud menuduh kamu seperti itu." Aina mendekat dan langsung memeluk sahabatnya. "Apa yang harus aku lakukan sekarang?"

"Semua keputusan ada di tangan kamu, Ai. Aku akan mendukung apapun itu. Jangan panik, pasti ada jalan keluar terbaik untuk masalah ini." Yuna menepuk pelan pundak sang sahabat, mencoba bersikap setenang mungkin. Walau sebenarnya dia juga khawatir.

***

Keesokan harinya...

El Barack pergi menemui sang Papa sebelum berangkat ke kantor. Langkahnya terhenti tepat di ambang pintu, saat pria tua itu duduk sendirian di taman belakang.

"Hey kau bocah tengil, kenapa kau hanya berdiri disana. Kemarilah, Papa ingin bertanya sesuatu." Antonio memberikan kode agar pelayannya pergi dari tempat itu.

"Apa yang ingin Papa bicarakan?" tanya El saat duduk dihadapan Papanya. "Hari ini aku akan kembali bekerja, Papa tidak perlu khawatir, aku bukan El Barack yang dulu."

Pria paruh baya itu menganggukan kepalanya perlahan. "Bagus itu. Tapi Papa ingin bicara tentang hal lain. Ini tentang masalah penerus keluarga Alexander ... bagaimana kalau kamu mengangkat anak saja, nanti Papa akan buat berita, seolah kamu sudah menikah dan memiliki anak saat di Melbourne, bagaimana?"

"Apa Papa benar-benar begitu putus asa soal keturunan?" El meraih kopi milik sang Papa dan langsung menyeruputnya. "Papa tidak perlu sampai melakukan hal itu."

"Lalu bagaimana El? Keluarga kita adalah keluarga terpandang. Papa lebih baik mengangkat cucu dari pada harus menyerahkan perusahaan kita ke paman dan sepupu kamu. Mereka licik dan tidak bisa di percaya."

El Barack terdiam sejenak, menatap sang Papa yang nampak semakin gelisah. "Papa tidak perlu khawatir. Keluarga Alexander tidak akan kehilangan tahtanya."

Lagi-lagi Antonio menghela napas berat, dia menyandarkan tubuhnya seraya menatap kearah langit biru. "Papa sampai kehabisan kata-kata bicara sama kamu. Andai saja Mama kamu masih disini, sayangnya dia memilih untuk tinggal diatas sana, menjadi bidadari surga."

El Barack berdecak saat melihat sikap lebay sang Papa. "Sudah aku bilang tahta keluarga Alexander tidak akan hilang apalagi berpindah kemana-mana. Karena tahta itu akan dimiliki oleh anakku, darah dagingku."

"Apa maksudmu?" tanya Antonio.

Bukannya menjawab, El malah melangkah pergi dan tidak memperdulikan teriakan sang Papa.

"El jelaskan dulu!" Antonio sampai berdiri dari posisi duduknya. tiba-tiba Antonio dilanda rasa penasaran yang teramat sangat. "Sebenarnya apa maksud dari ucapannya tadi. Dokter sudah memprediksi dia tidak akan bisa mempunyai keturunan karena efek samping kemo ...."

Antonio tiba-tiba terpikir akan sesuatu, dia segera mengambil ponselnya di atas meja untuk menelpon seseorang. "Hallo, siapkan mobil sekarang!"

***

Boril baru saja keluar dari gedung apartemen tempat dia tinggal. Dengan langkah santai, dia pergi menuju basement. Ya, hari ini dia akan bekerja di perusahaan sebagai sekertaris El Barack.

Jika dulu dia hanya seorang supir dan asisten maka sekarang dia sudah naik pangkat setelah mendampingi El Barack selama berada di Melbourne.

Saat hendak masuk kedalam mobilnya, tiba-tiba dari belakang pundaknya di tepuk seseorang. Saat berbalik, matanya membulat dan langsung menunduk hormat. "Tuan besar, ada keperluan apa sampai Anda jauh-jauh ke mari?"

Antonio tersenyum sambil menepuk pundak Boril. "Saya hanya ingin mengajak kamu minum kopi sebentar, di cafe depan. Bisa?"

"Hah?" Mata Boril mengerjap bingung. "Ehm ma-maksud saya tentu ... tentu saja bisa, Tuan."

Bersambung 💕

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

Boril kunci dari masalah penerua Aleksander 🤗🤗🤗🤗

2024-03-05

0

dewi

dewi

langkah tepat kalo menggali informasi lewat boril 👍👍👍👍☺️

2023-07-02

1

Iga Wahyusari

Iga Wahyusari

makin seru 😍❤

2023-03-10

0

lihat semua
Episodes
1 Mistake (Kesalahan)
2 After Mistake
3 Harapan terakhir
4 Kembalinya luka lama
5 Pilihan terbaik
6 Kedatangan Antonio
7 Semalam Bersamamu
8 Rencana Antonio
9 Hari ini kita menikah!
10 Awal yang posesif
11 Biarkan semua orang tahu
12 Apa itu cinta?
13 Balas dendam!
14 Ketika suhu ruangan diatas rata-rata
15 Apa kamu siap?
16 Getaran Cinta?
17 Jangan hina anakku!
18 Libatkan Aku
19 Permintaan Al
20 Sentuhan kecil
21 Kenali dia lebih dalam
22 Pelajaran Keras
23 Jangan Tanya Aku
24 Krisis Kepercayaan Diri
25 Kembali Usil
26 Tidak Akan Selesai
27 Do you love Me?
28 Ancaman Reynald
29 Makan Malam Perdana
30 Tingkah El-barack
31 Palsu?
32 Hadiah untuk Kakak ipar
33 Diam seribu bahasa
34 Acara Pembukaan
35 Bersikap Baik
36 Kamu satu-satunya
37 Aku mencintaimu!
38 Tanpa Batas waktu
39 Cemas luar dalam
40 Kamu Cemburu?
41 Malam Ini Bersamamu
42 Turuti Saja
43 Sudah Begitu Lama
44 Dengarkan Aku
45 Gagal Estetik
46 Keinginanku
47 Peringatan Albert
48 l Love you to?
49 Pelajaran Empat Tahun Lalu
50 Kecurigaan Yuna
51 I love you so much
52 Kamu menyukainya?
53 Di jodohkan?
54 Menyelidiki
55 Harus bisa, harus terima
56 Kamu dimana?
57 Apa yang harus aku lakukan?
58 Peringatan El-barack.
59 Tak bisa berpaling.
60 Camkan itu!
61 Dengan Caraku
62 Cintaku Bukan Cinta Biasa
63 Jangan pernah kembali
64 Teman hidup?
65 Cerita Malam.
66 Look at me
67 Mendapatkan bukti
68 Jangan ditutupi
69 Rasa penasaran El-barack
70 Rencana El-barack.
71 Harusnya Aku
72 Bagaimana Mungkin?
73 Mengapa Kembali
74 Long time no see
75 Biarkan Aku Saja
76 Keputusan Aina
77 Semua Didepan Mata
78 Mari Berpisah!
79 Pilihan Terbaik
80 Memulai kembali
81 Jangan Datang lagi
82 Menjauhlah
83 Reuni Masalalu
84 Tidak akan goyah
85 Perpisahan adalah pelajaran
86 Dreams come true
87 Happy End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Mistake (Kesalahan)
2
After Mistake
3
Harapan terakhir
4
Kembalinya luka lama
5
Pilihan terbaik
6
Kedatangan Antonio
7
Semalam Bersamamu
8
Rencana Antonio
9
Hari ini kita menikah!
10
Awal yang posesif
11
Biarkan semua orang tahu
12
Apa itu cinta?
13
Balas dendam!
14
Ketika suhu ruangan diatas rata-rata
15
Apa kamu siap?
16
Getaran Cinta?
17
Jangan hina anakku!
18
Libatkan Aku
19
Permintaan Al
20
Sentuhan kecil
21
Kenali dia lebih dalam
22
Pelajaran Keras
23
Jangan Tanya Aku
24
Krisis Kepercayaan Diri
25
Kembali Usil
26
Tidak Akan Selesai
27
Do you love Me?
28
Ancaman Reynald
29
Makan Malam Perdana
30
Tingkah El-barack
31
Palsu?
32
Hadiah untuk Kakak ipar
33
Diam seribu bahasa
34
Acara Pembukaan
35
Bersikap Baik
36
Kamu satu-satunya
37
Aku mencintaimu!
38
Tanpa Batas waktu
39
Cemas luar dalam
40
Kamu Cemburu?
41
Malam Ini Bersamamu
42
Turuti Saja
43
Sudah Begitu Lama
44
Dengarkan Aku
45
Gagal Estetik
46
Keinginanku
47
Peringatan Albert
48
l Love you to?
49
Pelajaran Empat Tahun Lalu
50
Kecurigaan Yuna
51
I love you so much
52
Kamu menyukainya?
53
Di jodohkan?
54
Menyelidiki
55
Harus bisa, harus terima
56
Kamu dimana?
57
Apa yang harus aku lakukan?
58
Peringatan El-barack.
59
Tak bisa berpaling.
60
Camkan itu!
61
Dengan Caraku
62
Cintaku Bukan Cinta Biasa
63
Jangan pernah kembali
64
Teman hidup?
65
Cerita Malam.
66
Look at me
67
Mendapatkan bukti
68
Jangan ditutupi
69
Rasa penasaran El-barack
70
Rencana El-barack.
71
Harusnya Aku
72
Bagaimana Mungkin?
73
Mengapa Kembali
74
Long time no see
75
Biarkan Aku Saja
76
Keputusan Aina
77
Semua Didepan Mata
78
Mari Berpisah!
79
Pilihan Terbaik
80
Memulai kembali
81
Jangan Datang lagi
82
Menjauhlah
83
Reuni Masalalu
84
Tidak akan goyah
85
Perpisahan adalah pelajaran
86
Dreams come true
87
Happy End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!