"Hah?" Isi kepala El mendadak kosong. Dia juga tidak tahu kenapa kata-kata itu bisa keluar dari mulutnya. "Ehm, itu ... maksudku pokoknya sekarang kita masuk saja." El Barack menarik tangan Aina, menuntunnya turun dari dalam mobil.
"Huuft, ya baiklah." Lagi-lagi Aina sadar jika tidak ada gunanya membantah ucapan El. Dengan pasrah dia melangkah bersama sang suami seraya bergandengan tangan keluar dari basement.
Sesaat setelah memasuki lobby, seperti dugaan, pandangan para pegawai langsung tertuju pada pasangan pasutri itu. El pun menghentikan Langkahnya saat para pegawai berjajar rapi menyambut kedatangannya.
Sementara pandangan Aina langsung tertuju kepada Yuna yang kebetulan juga berada di lobby kantor. Rasanya dia ingin berteriak saat itu juga, namun mulutnya membisu.
"Selamat pagi, Tuan," ucap para karyawan dan Karyawati yang menyambut kedatangan El Barack. Ya, sudah menjadi tradisi setiap pergantian CEO baru, para pegawai pasti akan mengadakan sambutan selama satu minggu penuh, dan hari ini adalah hari ketiga El Barack kembali ke perusahaan.
El Barack mengeratkan genggaman tangannya, melirik Aina sebentar kemudian kembali melihat mengalihkan pandangan kearah para pegawai yang seolah menunggu penjelasan darinya.
"Baiklah, selamat pagi semuanya. Terima kasih karena sudah tiga hari ini, kalian semua memberikan sambutan hangat atas kembalinya saya ke perusahaan ini." Tangan El melepaskan genggaman itu dan beralih merangkul mesra sang istri. "Untuk kalian yang sudah lama bekerja di Rich grup pasti tidak asing dengan wanita di samping saya ini. Ya, dulu dia adalah sekretaris saya tapi ... empat tahun yang lalu, tepatnya dikota Melbourne status dia sudah berubah menjadi istri saya dan kami juga sudah memiliki seorang putra."
Suasana yang sempat hening kini mendadak riuh. Mereka tidak menyangka setelah skandal empat tahun lalu, El Barack ternyata sudah menikah dan punya anak. Yuna yang berdiri di antara para rekan kerjanya, hanya fokus melihat Aina.
Dia benar-benar butuh penjelasan namun sejak tadi, sahabatnya itu terus mencoba menghindari pandangannya. Yuna berusaha keluar dari kerumunan itu dan menghampiri Aina dengan berani. "Ai, apa kita bisa bicara sebentar?"
Aina menoleh kearah El seolah meminta izin untuk bicara dengan Yuna dan El pun menganggukkan kepalanya, sebagai tanda memberikan izin kepada sang istri. "Baiklah, ayo." Aina menarik Yuna keluar dari lobby, karena niat awalnya datang ke sana memang untuk bertemu Yuna.
Sementara di Lobby, Boril bergerak cepat, membubarkan kerumunan itu. Hari ini dia sudah cukup sibuk mengatur jadwal, tetapi sang bos malah membuat kehebohan tentang kabar pernikahan.
~
Sepanjang memasuki ruang kerja, Boril terus memperhatikan raut wajah atasannya yang nampak lebih ceria pagi ini. "Sejak tadi anda terus tersenyum tanpa henti. Apa rasanya begitu lega setelah memberitahu semua pegawai kantor tentang pernikahan anda?"
Sesaat setelah duduk di kursi kebesaran CEO Rich Grup, El menegapkan kepalanya menatap sang sekretaris dengan kening mengerut. "Apa yang kamu maksud? Aku memang selalu seperti ini. Itu hanya perasaanmu saja."
Mata Boril mulai memicing, dia bisa merasakan hal yang tidak biasa, yang dulu tidak pernah dia lihat dari pancaran wajah El Barack. "Tuan, saya pikir mungkin saja ... anda sudah mulai jatuh cinta."
El Barack nampak tertegun, saat mendengar kata itu kenangan selalu membawa dia ke kisah cintanya dimasalalu yang selalu berakhir pada kegagalan dan pengkhianatan. Skandal empat tahun yang lalu sudah menghilangkan kepercayaan dirinya kepada perasaan yang di sebut 'Cinta'
"Apa itu cinta?" tanyanya lalu memilih fokus melihat berkas-berkas yang menumpuk di atas meja.
Boril nampak bingung saat mendengar pertanyaan sang atasan. "Ehm, ya cinta itu ... satu perasaan dimana jantung anda selalu berdetak kencang saat didekatnya, anda selalu merindukan dia walaupun dia tepat berada dihadapan anda dan hanya namanya yang selalu ada di hati dan pikiran anda."
Boril berusaha menjelaskan, meski dia tahu sang atasan lebih paham tentang perasaan itu. Terkadang dia merasa kasihan kepada El, yang selama ini sudah banyak kehilangan kepercayaan tentang dirinya sendiri.
"Aku tidak mau bergantung kepada sebuah perasaan yang tidak nyata. Bagiku cinta itu hanya ilusi yang tidak bertepi. Aku tidak memerlukan cinta untuk menjalani hidup ku sekarang, aku ingin lebih realistis dan fokus dengan tujuanku sebagai pengganti Papa."
Merasa cukup dengan kegagalan percintaan, membuat El Barack terus membentenginya diri agar tidak terjatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Hubungan yang dia jalani bersama Aina saat ini hanya sebatas tanggung jawab saja.
Ya, setidaknya kalian harus percaya apa yang dia katakan saat ini. Namun untuk hari esok tidak ada yang tahu.
Bersambung 💕
Jangan lupa mampir ke novel keren yang satu ini...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
dewi
memangx dulu ada sekandal apa yaaaa🤔🤔🤔🤔
2023-07-02
0
Ass Yfa
El pasti akan ters mengelak akan persaaannnya.... ...kita lihat sampe kpn dinding pembatas yg dia bangun roboh...
2023-01-11
4
mamah lia nia
kok aku jadi kasian sama si El yah....🤧🤧🤧
2022-12-22
0