Jangan hina anakku!

"Kenapa kamu bisa datang ke kota ini lagi, wanita pembawa s*ial?"

Aina dan Yuna tersentak kaget, melihat seorang wanita yang tiba-tiba saja datang mengebrak meja mereka. Sejenak Aina nampak berpikir, hingga akhirnya dia tahu siapa wanita itu. "Sisil?"

"Heh, datang-datang langsung main gebrak meja saja!" Yuna berdiri dari posisinya, menatap mata wanita bernama Sisil itu sendiri tajam. "Seharusnya Aina yang bertanya kenapa kamu masih saja ada di kota ini?"

Melihat Yuna yang mulai tersulut emosi, membuat Aina bergerak cepat menahan tubuh sang sahabat. "Yuna, sudah jangan ditanggapi."

Sisil, seorang wanita yang usianya 28 tahun, sama seperti Aina dan Yuna. Dia adalah teman satu angkatan Aina yang selalu menyimpan dendam karena menurutnya Aina selalu saja salah.

Sambil berpangku tangan, Sisil mendekat, menatap penampilan Aina dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Ck, jangan pikir aku tidak tahu ya. Kakak ipar kamu bilang kalau kamu itu kabur karena hamil diluar nikah, tapi ternyata kamu masih di kota ini? Ai, lebih baik kamu pergi jauh, kasian Kak Reynald harus menanggung malu punya adik seperti kamu."

"Heh bekicot sawah, diam kamu! Apa hak kamu berkata seperti itu kepada Aina." Andai Aina tidak menahan, mungkin tangan Yuna sudah mendarat dengan mulus di pipi Sisil.

Sambil menahan tangan Yuna, Aina terus menoleh kanan kiri dimana semua orang memperhatikan mereka. Dia kembali melihat Sisil yang terlihat begitu angkuh.

"Sil, aku tidak punya urusan apapun sama kamu. Aku bingung kenapa orang yang katanya berpendidikan tinggi sampai keluar negeri masih juga kepo dengan hidupku. Apa kamu masih iri padaku?"

Mendengar hal itu, Sisil malah semakin terlihat berani, seolah meluapkan kekesalannya selama bertahun-tahun tidak bertemu Aina. "Hah, apa kamu bilang, aku iri sama kamu? Tidak ya, mana mungkin aku iri sama wanita yang hidupnya tidak jelas dan punya anak diluar pernikahan pula."

Kata-kata Sisil benar-benar menggores hati Aina. Mungkin dia akan sabar jika Sisil hanya menghinanya, namun saat sang putra dibawa-bawa, saat itulah dia tidak bisa menahan diri. "Dasar kamu ha--"

"Tunggu-tunggu." Yuna maju kedepan, mengambil posisi Aina. Sambil berkacak pinggang dia menatap Sisil dengan berani. "Apa tadi kamu bilang, hidup Aina tidak jelas? Haha, biar aku kasih tahu ya, Aina ini sudah punya suami dan suaminya adalah seorang pengusaha muda, kaya raya, tampan, dan sangat mencintai Aina. Mau apa kamu!"

Aina menghela napas panjang, baru saja dia ingin meluapkan kekesalannya tapi Yuna sudah maju lebih dulu. "Yuna, kita pulang saja. Tidak ada gunanya ngomong sama wanita seperti dia."

Aina meraih tasnya dan juga tas Yuna lalu melangkah menuju kasir untuk membayar pesanan mereka. Hidupnya sudah banyak menimbulkan masalah, dan dia tidak mau menimbulkan masalah baru hanya karena orang tidak penting.

"Awas ya, urusan kita belum selesai, kalau aku ketemu kamu lagi saat tidak ada Aina, akan bejek-bejek biji mata kamu!" sahut Yuna dari kejauhan saat Aina sedang membayar makanan.

Setelah selesai membayar, Aina langsung menarik Yuna segera meninggalkan tempat itu. Temannya yang satu itu memang terkenal sebagai preman sekolah, dengan penampilannya yang sedikit tomboy, Yuna sangat di segani pada masanya.

Sementara Sisil masih berdiri disana, mencoba mencerna ucapan Yuna tentang kehidupan Aina sekarang. "Apa iya, Aina sekarang hidup sekaya itu. Tidak bisa, aku harus memberitahu Kak Lin."

***

Sepanjang perjalanan, Aina lebih banyak diam tanpa mengatakan apapun. Sepertinya dia masih memikirkan ucapan Sisil tadi. "Yun, apa wanita yang hamil diluar pernikahan itu benar-benar buruk?" tanyanya tiba-tiba.

Yuna melirik Aina sebentar kemudian kembali fokus menyetir. "Sekarang aku tanya, apa kamu yang menginginkan hal itu? Itu hanyalah sebuah kesalahan, yang sudah di gariskan oleh takdir untuk kamu jalani. Kamu wanita baik, Ai. Jangan dengarkan ucapan bekicot sawah itu."

"Entahlah." Tatapan Aina mengarah ke luar jendela mobil, Yuna. "Terkadang aku merasa begitu buruk. Tapi aku berusaha menutupi itu demi menjaga mental Al. Aku takut kalau saja, suatu saat Al mendengar bahwa dia adalah anak hasil kesalahan orang tuanya."

Aina mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Di tatapnya foto sang putra yang terpajang sebagai wallpaper ponsel. Hingga beberapa detik kemudian, air matanya mulai mengalir, dia menangis tersedu-sedu.

"Ai, jangan menangis dong." Yuna menepuk pundak sang sahabat, namun hal itu tidak membuat Aina menjadi tenang.

Ditengah kesedihannya, tiba-tiba ponsel Aina begetar, terlihat panggilan masuk yang datang dari El-barack. Aina segera menyeka air matanya lalu menerima panggilan telepon itu. "Ha-halo?"

[Ai, kenapa suara kamu seperti itu. Kamu menangis?]

Tadinya Aina ingin menahan kesedihannya, namun Air mata luluh begitu saja, hanya karena pertanyaan El. "Aku pikir rasanya tidak akan sakit, saat mendengar gunjingan orang tentang Al, tapi ternyata rasanya sakit sekali. Apa yang harus aku lakukan sekarang, Alvian tidak tahu apa-apa, aku yang salah."

[Sekarang kamu dimana, kita bertemu sekarang?]

Bersambung 💕

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

mulai tabuh genderang El barack

2024-03-05

0

Kis Pulza

Kis Pulza

bos el sudah mulai posesif, sisil cari masalah saja.... macam ko siapa sil

2024-01-18

0

Sri Azhari

Sri Azhari

Sisil si bekicot sawah sirik aja sm kehidupan Aina,, belom tau dia Aina Sdh jd istrinya konglomerat klo tau bisa tambah panas aja tucch hidup mu Sisil,, pake mau ngadu segala ke mbak Lin cocok dah jd duo reseh....

2023-03-19

2

lihat semua
Episodes
1 Mistake (Kesalahan)
2 After Mistake
3 Harapan terakhir
4 Kembalinya luka lama
5 Pilihan terbaik
6 Kedatangan Antonio
7 Semalam Bersamamu
8 Rencana Antonio
9 Hari ini kita menikah!
10 Awal yang posesif
11 Biarkan semua orang tahu
12 Apa itu cinta?
13 Balas dendam!
14 Ketika suhu ruangan diatas rata-rata
15 Apa kamu siap?
16 Getaran Cinta?
17 Jangan hina anakku!
18 Libatkan Aku
19 Permintaan Al
20 Sentuhan kecil
21 Kenali dia lebih dalam
22 Pelajaran Keras
23 Jangan Tanya Aku
24 Krisis Kepercayaan Diri
25 Kembali Usil
26 Tidak Akan Selesai
27 Do you love Me?
28 Ancaman Reynald
29 Makan Malam Perdana
30 Tingkah El-barack
31 Palsu?
32 Hadiah untuk Kakak ipar
33 Diam seribu bahasa
34 Acara Pembukaan
35 Bersikap Baik
36 Kamu satu-satunya
37 Aku mencintaimu!
38 Tanpa Batas waktu
39 Cemas luar dalam
40 Kamu Cemburu?
41 Malam Ini Bersamamu
42 Turuti Saja
43 Sudah Begitu Lama
44 Dengarkan Aku
45 Gagal Estetik
46 Keinginanku
47 Peringatan Albert
48 l Love you to?
49 Pelajaran Empat Tahun Lalu
50 Kecurigaan Yuna
51 I love you so much
52 Kamu menyukainya?
53 Di jodohkan?
54 Menyelidiki
55 Harus bisa, harus terima
56 Kamu dimana?
57 Apa yang harus aku lakukan?
58 Peringatan El-barack.
59 Tak bisa berpaling.
60 Camkan itu!
61 Dengan Caraku
62 Cintaku Bukan Cinta Biasa
63 Jangan pernah kembali
64 Teman hidup?
65 Cerita Malam.
66 Look at me
67 Mendapatkan bukti
68 Jangan ditutupi
69 Rasa penasaran El-barack
70 Rencana El-barack.
71 Harusnya Aku
72 Bagaimana Mungkin?
73 Mengapa Kembali
74 Long time no see
75 Biarkan Aku Saja
76 Keputusan Aina
77 Semua Didepan Mata
78 Mari Berpisah!
79 Pilihan Terbaik
80 Memulai kembali
81 Jangan Datang lagi
82 Menjauhlah
83 Reuni Masalalu
84 Tidak akan goyah
85 Perpisahan adalah pelajaran
86 Dreams come true
87 Happy End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Mistake (Kesalahan)
2
After Mistake
3
Harapan terakhir
4
Kembalinya luka lama
5
Pilihan terbaik
6
Kedatangan Antonio
7
Semalam Bersamamu
8
Rencana Antonio
9
Hari ini kita menikah!
10
Awal yang posesif
11
Biarkan semua orang tahu
12
Apa itu cinta?
13
Balas dendam!
14
Ketika suhu ruangan diatas rata-rata
15
Apa kamu siap?
16
Getaran Cinta?
17
Jangan hina anakku!
18
Libatkan Aku
19
Permintaan Al
20
Sentuhan kecil
21
Kenali dia lebih dalam
22
Pelajaran Keras
23
Jangan Tanya Aku
24
Krisis Kepercayaan Diri
25
Kembali Usil
26
Tidak Akan Selesai
27
Do you love Me?
28
Ancaman Reynald
29
Makan Malam Perdana
30
Tingkah El-barack
31
Palsu?
32
Hadiah untuk Kakak ipar
33
Diam seribu bahasa
34
Acara Pembukaan
35
Bersikap Baik
36
Kamu satu-satunya
37
Aku mencintaimu!
38
Tanpa Batas waktu
39
Cemas luar dalam
40
Kamu Cemburu?
41
Malam Ini Bersamamu
42
Turuti Saja
43
Sudah Begitu Lama
44
Dengarkan Aku
45
Gagal Estetik
46
Keinginanku
47
Peringatan Albert
48
l Love you to?
49
Pelajaran Empat Tahun Lalu
50
Kecurigaan Yuna
51
I love you so much
52
Kamu menyukainya?
53
Di jodohkan?
54
Menyelidiki
55
Harus bisa, harus terima
56
Kamu dimana?
57
Apa yang harus aku lakukan?
58
Peringatan El-barack.
59
Tak bisa berpaling.
60
Camkan itu!
61
Dengan Caraku
62
Cintaku Bukan Cinta Biasa
63
Jangan pernah kembali
64
Teman hidup?
65
Cerita Malam.
66
Look at me
67
Mendapatkan bukti
68
Jangan ditutupi
69
Rasa penasaran El-barack
70
Rencana El-barack.
71
Harusnya Aku
72
Bagaimana Mungkin?
73
Mengapa Kembali
74
Long time no see
75
Biarkan Aku Saja
76
Keputusan Aina
77
Semua Didepan Mata
78
Mari Berpisah!
79
Pilihan Terbaik
80
Memulai kembali
81
Jangan Datang lagi
82
Menjauhlah
83
Reuni Masalalu
84
Tidak akan goyah
85
Perpisahan adalah pelajaran
86
Dreams come true
87
Happy End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!