MALAM ULANG TAHUN

Waktu menunjukan jam tengah malam sudah dekat, namun Dinda dan Mbok Darmi masih beta bercengkrama di depan tv itu..

Mungkin Dinda sengaja, Karena tau, itu malam ulang tahunnya...

Beberapa jam berlalu, kini menunjuk kan pukul 12 malam, Dinda yang tadinya ingin menunggu sampai waktu itu, akhirnya menyerah juga, kini dia sudsh tidur pulas di pangkuan mbok Darmi...

triringgg....triringgg..." Hp milik mbok Dsrmi berbunyi.

"Siapa yang menlpon, apa Tuan sama nyonya ya" Ucap mbok Dsrmi sambil mengambil Hp Di saku dasternya....

Saat melihat, ternyata bukan mereka..Tapi sang guru Dari Dinda...

"Iya nak Gibran ada apa" Bisik mbok darmi menyambut telpon itu, takut Dinda terbangun....

Mbok tolong Buka pintunya, saya di luar bawak kue ulang tahun Dinda" ucap sang gutu, dan mbok Darmi kangsung menyuruh satu Art Di sana untuk membuka kan pintu....

Sang gurupun masuk dan Mbok Darmi memberi kode kalau Dinda sedsng tidur di pangkuannya...

"Bangunkan.." Ucap sang guru kepada mbok Darmi...

"Ok" ucap mbok Darmi yang mulai membangun kan Dinda..

"Non...nonnn...nonnnn Dinda bangun" ucap Mbok Darmi...

"Aduh kenapa si mbok, Dinda masih ngantuk nihh...." jawab Dinda berusaha bangunn dan mengucek matanya...

"Duarrrrrrt.... selamatt ulang Tahun nonn Dinda sayangggg..." Ucap semua Art yang sudah Siap untuk ulang tahun Dinda...

Memang senang akan kejutannya, namun muka Dinda terlihat sedih saat menatap semua Art namunntidak pernah hadir orang yang sangat dia ingin kan...

Sang guru yang masih di sembunyikan, Kini mulai menampak kan diri...

"Selamat Ulang Tahun Dinda" ucap seoarang guru tampan dari sela-sela Art Dinda...

Ekspresi Dinda langsung ceria bak ketiban berlian dari langit, terlihat sangat bahagia...

Melihat itu, Semua Art Dinda ikut tersenyum dan bahagia,

"Pak Gibrannnn" Ucao Dinda dengan senyum indahnya...

"Iya bapak datang untuk ukang tahun mu, ini kue buatan bapak sendiri tanpa campur tangan toko kue" ucapnya membuat Dinda tertawa lepasss, lalu dia menatap mbok Darmi dan Art yang lain...

"Makasih semuanya atas kejutan malam ini mari kitaa rayakan" ucap Dinda bersorak dan terlihat kebahagian dari Hati Dinda oleh guru tampannya...

"Selamat ya non" Ucap semua Art Dinda sambil memeluk dan memberi kado dari tangan mereka maaing-masing...

"Iya makasih ya, kalian semua sangat baik sama aku" ucap Dinda yang mulai terlihat sedih namun senyuman bahagia masih bertahan...

"Mari kita mulai memakan kuenya" ucap Dinda yang memulai memotong Kue, dan potongan tersebut di berikan kepada Mbok darmi...dan itu di terimah mbok Darmi dengan bahagia...

Tapi yang membuat Dinda agak kecewa, kenapa sang guru Tidak ikut memberikan selamat secara langsung dan juga kado kecil untuknya..

Namun Hati Dinda berusaha menyembunyikan rasa sedikit kecewa itu di depan semua orang...

Seperti menyembunyikan rasa sakit dann teramat sakit di hatinya selama ini kepada kedua orang Tua Dinda...

Saat mereka mulai merayakan dan menikmati hidangan kecil malam itu, Sang guru Berbisik kecil..

"Bapak punya kejutan untuk kamu" ucapnya yang membuat Dinda tersenyum tipis namun girang di hatinya...

Dinda mengikuti sang guru ke arah depan rumah mewah miliknya..ternyata Di sana ada lilin-lilin kecil dan dua buah kursi dan satu meja, tedapat sebuah kotak indah di atasnya...

Dinda sedikit berhenti, lalu melanjutkan langkanya menuju tempat ituu...

Saat sudah berada di sana..

"Selamat ulang Tahun Dinda, semoga selalu bahagia, belajar yang rajin dan menjadi gadis mandiri dan Kuat dengan cobaan apapun, semoga ke depannya kamu sukses, Panjang umur dan sehat tentunya" ucap sang guru memberi selamat...

"Dinda tiba-tiba menangis denngan senduhnya, saat ucapan itu keluar dari mulut gurunya, melihat Dinda menangis, Snag guru pun mengelus punggung Dinda, agar sang murid menghentiakan tangisnya..

Dinda yang terseduh pun menutup muka dengan kesua tangannya...

"Jangan menangis, apa kamu tidak bahagia dengan kejutan Bapak" tanya sang guru yang agak khawatir karena sudah membuat Dinda menangis..

Niat ingin membuat Dinda tersenyum malah sebaliknya...

"Baoak tidak tau kalau semua ini membuat kamu menangis, baoak kira akan mendatang kan senyuman" ucap guru Dinda...

Dinda menghapus dan membuka tangan yang menutup mukanya, lalu tersenyum kepada sang guru...

"Ma'af pak, Dinda sangat bahagia, saking bahagianya, Dinda tidak bisa menahan rasa terharu atas kejutan yang bapak berikan kepada saya.. bapak ternyata tetangga yang baik ya" ucap Dinda yang tersenyum..

"Dinda kira bapak oranga yang...????" Dinda menghentikan ucapan nya, takut terlalu lancang kalau harus mengatakan tentang penilain nya selama ini kepada sang guru.

"Yang apa..???" Tanya sang guru menunggu kelanjutan dari ucaoan Dinda, yang membuat sang guru penasarann...

"Emmmm...tidak jadi deh pak, jadi kado dan makanan yang tersedia di atas meja gimana nih pak" ucap Dinda mengalihkan ucapan dan juga penasaran kan kado tersebut...

"Ohh iya..." ucap sang guru dan langsung mengambil dan memberikan kepada Dinda

"Makasih banyak Pak" Ucap Dinda bersemangat akan kado besar itu..

"Ini makanan special di malam ulang tahun kamu, Kita raya kan di halaman rumah mu, sambil melihat malam berbintang... dan ingat jangan bangun kesiangan besok" Ucap sang guru yang membuat Dinda agak cemberut...

"Ini ulang tahun Dinda loh pak, jagan buat Dinda down dong, sekolah kan besok, besok aja Kita bahas..." ucap Dinda yang di balas anggukan oleh Pak Gibran

mereka pun menikmati makan di malam ukang tahun Dinda...

waktu menunjuk kan jam Satu malam, sudah satu jam sejak perayaan Dinda masih belum tidur,Namun tak berselang lama, Sang guru pun menyadari waktu dan menjajak Dinda beranjak pulang untuk Istirahat...

"Buruan masuk dan istirahat, jagann sampai ngantuk di jam pelajaran Bapak" ucap sang guru kepada Dinda...

"Siap pak, Dinda oun bergegas masuk rumah dan mengistirahat kan diri untuk persiapan besok...

Saat Dinda menaiki tangga menuju kamar miliknya, Mbok Darmi memanggil Dinda...

"Nonn" panggil mbok Darmi berlari kecil menuju Dinda sambil membawa Hp Yang masih menyala...

"Ada apa mbok" ucap Dinda menoleh dan kembalinzurun menghampiri mbok Darmi...

Ini non, tuan dan nyonya mau ngmong sama non" ucap Mbok Darmi memberikan Hp Miliknya kepada Dinda...

"Matiakn saja mbok, ini sudah jam satu malam, waktunya Dinda tidur, sudah sangat mengantuk" Jawab Dinda dengan tegas, dan di dengar oleh Kedua orang Tua Dinda...

"Dinda....ayah mau ngomong sebentar samaa kamu.." Saut dari video call yang masih tersambung dari Hp yang masih di pegang mbok Darmi...

"Ma'af saya tidak ada waktu untuk meladeni obrolan Kalian, saya sibuk" ucap Dinda berlalu ke kamar dan meninggal kan mbok Darmi dengan video call yang masih tersambung.....

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!