Dinda masih setia menatap dan mengamati Pak Gibran yang malah tidak menoleh sama sekali kepada mereka, Dinda Kagum akan itu membuat detak jantung Dinda meningkat.
"Apa yang terjadi pada ku, Ahh Dinda apa yang kamu pikir kan" gumam Dinda sambil memukul Kepala Pelan....
saat keluar dari supermarket pak Gibran telhihat memebawa sebuah kantong olastik yang cukup banyak isinya, dan pak Gibran juga tidak langsung menuju mobil namun berhenti di sebuah pedagang Nasi goreng di samping itu..
Melihat Pak Gibran yang membeli Nasi goreng, ingin rasanya Dinda turun dan ikut memebeli nasi itu, terlihat sangat menggiur kan bagi Dinda...
"Apa pak Gibran tidak punya pembantu ya, bukan nya selama ini rumah itu selalu ada yang jaga dan mengurusnya.. Kenapa pak Gibran Sampai membeli nasi goreng.." ucap Dinda setia menatap sang guru yang masih sibuk di luar...
selang beberapa Lama, pak Gibran mulai beranjak dari tempat nasi goreng menuju mobil, membuat sifat Dinda berubah seakan tidak mengetahui dan sok sibuk dengan Hp Miliknya....
Tidak lama Pintu mobil pun terbuka dan Dinda masih Beta sok sibuk dengan Hp miliknya...
"Ini... makan dulu, kalau tidak mau di makan bawakan untuk Art mu di rumah" ucap Pak Gibran yang menyodor kan makanan Ringan dan sebungkus nasi Goreng Untuk Dinda...
"Untuk ku pak"tanya Dinda mulai menoleh dan melepas kan Hp....
"Hem." jawab singkat pak Gibran dan hal itu membuat Dinda tersenyum kecil dsn hati yang begitu bahagia...
"Makasih,... makasih...makasih pak" ucap Dinda kepada sang guru sambil menunduk kan kepala..
"Tidak usah berlebihan" balas pak Gibran yang melihat Tingka Dinda agak aneh atas memberiannya...
"Iya pak," jawab Dinda sambil menoleh kepada Pak Gibran...
"Pak boleh makan sekarang gak..???" tanya Dinda....
"bsok saja tunggu basi," jawab Sang guru tanpa menoleh...
"Tapi kan ini dalam mobil bapak, Nanti bau" ucap Dinda menjelas kan...
sang guru yang mendengar ucapan itu, langsung membuka nasi yang satunya lalu memakannya saat itu juga....
Sang guru menoleh kepada Dinda yang menatapnya Gagu...
"Ayo.."ucap sang guru singkat
"ah..!!!" ucap Dinda sambil mengangguk pelan...
Dalam Hati Dinda cukup kaget melihat sifat sang guru yang biasa nya kaku, namun hari itu membuat dia tercengang melihat sifat lain dari Guru tampannya....
Sang guru tidak menoleh kepada Dinda saat makan dsn tidak juga mengajak dia mengobrol, NamunnSaat Dinda tersedak Dengan makanannya, sang guru dengan sigap mengeluar kan air dari dalam kantong plastik, membuka lalu memberikan kepada Dinda...
Dinda yang tersedak pun menerimah itu tanpa berpikir Apapun....
Namun setelah Dinda sudah sembuh dari tersedak, dia baru menyadari sikap peduli sang guru rerhadap dirinya...
Namu Dinda tidak memperlihat kan sesuatu yang di pikirkannya saat itu...
"Apakah ini sikap aslinya kepada Semua orang, atau selama ini dia hanya pura-pura Kaku namun selalu menampak kan sikap Buaya kepada setiap gadis yang ingin dia dekatin seperti ini." Pikir Dinda yang cukup berlebihan kepada gurunya, yang bersikap lain dan tak Biasa....
"Sudah makannya, kita lanjut pulang, sebelum semua penghuni Rumah mu khawatir" ucap Pak Gibran membuyarkan lamunan Dinda...
"Oke pak" jawab Dinda lalu menbereskan bekas bungkus nasi tersebut...
Tak di sangka ternyata Tanpa sadar, Dinda menghabis kan porsi nasi goreng yang sama dengan sang guru.
Membuat Dinda tersenyum malu...
Sang guru yang acuh akan hal itu melaju kan mobil menuju arah pulang dengan Santai...
Dalam perjalanan pun tidak ada satu ucapan yang keluar dari bibir masing-masing, hanya keheningan yang kembali terjadi sampai mobil menapak ketujuan sebenarnya...
Beberapa menit kemudian mobil berhenti di depan rumah mewah Milik Dinda, Dinda pun Keluar dari mobil dan langsung berpamitan..
Saat Dinda ingin menutup Pintu, pak Gibran memanggil Dinda kembali..
"Dinda,"
Dinda menoleh.."Iya pak, ada apa..??" jawab Dinda
"Ini" pak Gibran menyodorkan sebuah Plastik yang berisi cemilan yang di belikan di supermarket, namun tadi Dinda kurang yakin kalau itu memang untuk Dia..
Dinda menyambut dan mengambil itu"Trimakasih pak, atas tumpangan dan makanannnya" Ucap Dinda, lalu pergi dari sana. pak Gibran pun melanjut kan perjalanan menuju rumah yang tak jauh dari rumah Dinda Itu.....
"Laaa...llaaaa..laaaa...dudu...duu..duu...*Suara merdu Dinda yang memekak isi rumah dengan lagu yang tak jelas itu. namun membuat Art rumah Dinda tersebut..
Itu berati Dinda lagi Bahagia hari ini, Ntah apa penyebab yang membuat gadis cantik itu bahagia, tapi semua ARTvdi sana merasakan Aura kebahagian yang besar...
Dinda yang menaiki tanga dengan sebuah kantong plastik di tangan selalu dia tatap dan tersenyum.
"Nonnn.."Panggil mbok Darmi, panggilan itu membuat Dinda berhenti lalu menoleh dengan senyuman centil kantong plastik yang tak lepas dari tangan indahnya..
"Iya mbok, ada apaaa" Jawab Dinda ramah..
"Senang deh lihat non bahagia banget gitu, ada daoat angin segar apa non, bagi-bagi dong" Goda mbok Darmi..
"Apaan si mbok, gak ada apa-apa kok, cuma lagi seneng aja" Jawabnya melanjut kan berjakan menuju kamar miliknya..
"Non bibik siap kan makan siangnya ya, segerah turun abis ganti baju" ucap mbok Darmi sedikit berteriak...
"Gak usah mbok, Dinda sudah makan tadi," jawabnya
"Tumben non Dinda makan di Luar, sama siapa dia makan, tumben mau mampir makan dulu" gumam mbok Darmi, cukup heran Hari itu sang anak Majikan nya mau makan di kuar dan mampir saat pulang sekolah...
"Sukur lah kalau dia sudah mau sedikit terbuka dan mau mampir-mampir di jalan untuk makan di luar" Ucap mbok Darmi...
Saat sampai di Kamar miliknya, Dinda tidak langsung menggantikan pakian sekolah tapi langsung ke teras kamar miliknya untuk melihat oenghuni rumah tetangga yang sudah dinketahui oleh Dinda...
Sambil membawa cemilan yang di berikan sang guru lalu bersantai sambil menunggu penghuni rumah tersebut menampak kan diri...
Dinda cukup Konsen sambil memakan beberapa cemilan dsn menunggu...
Cukup lama menunggu dan ingin melihat guru tampannya, namun tak kunjung Keluar..
sebenarnya Rumah tetangga Dinda tersebut juga ada rumah di bagian atas, namun yang Dinda lihat rumah itu selalu terliat penghuninya di bawah...
Namun.... Dari balik Kaca gelap dan kamar rumah tetangga Dinda itu, terlihat sepasang Mata tajam sang Guru tampan yang menatap sikap ceria Dinda dengan senyuman lembut...
"Semoga kamu selalu bahagia.." Ucapnya yang masih setia menatap Sang gadis mudah itu dari kamar miliknya...
Dinda masih betah menatap Ke bawah menungu dan menunggu, Namun tak terlihat batang hidung sang guru, membuat harapan Dinda sirna dan muka Dinda cemberut.... namun cemilan di kantong Plastik tadi tetap dia makan dengan lahap...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Adreena
Kira2 dosen jutek itu ada hubungan apa sama Dinda...??? apa pembantunya sudah cerita ttg dinda
2023-06-11
0
YT FiksiChannel
Katakan peta
2022-12-12
0