HARI LIBUR

Kesedihan Seorang Dinda, kadang membuat dia selalu ingat akan kedua orang tua yang sibuk bekerja, namun Hal itu tidak berlangsung lama..

"Non buruan di habisin sup nya ntar dingin lagi"Elus mbok Darmi memanggil Dinda...

Dinda yang sadar akan sup dari guru tampannya oun langsung duduk kembali da menyantap Sup itu,

"Hampir dinginn deh mbok, tapi masih enak di makan...

"Iya ya non, pak guru non benar-benar suami Idaman siapa pun yang menjadi istrinya nanti akan beruntung" ucap mbok Darmi

"Siapa tau Aslinya sudah nikah mbok, dan istrinya jauh..." ucap Dinda nyerocos...

"Belum non, mbok pernah tanya kok, dia itu sibuk sama pendidikan S1 sama S2 nya dsn belum menemukan pasangan yang sesuai dsn cocok dengan dia, Dia baru saja menyelesai kan S2 katanya non...

"Ohhh gitu toh, sukur lah" ucap Dinda ambigu.

"Sukur apanya non" tanya mbok Darmi, namun Dinda tidak menyambut ucapan mbok Darmi dan dia mengalihkan ucapan itu dengan...

"Mbok Biar Dinda kembalikan mangkoknya ya"

"Iya Non itu sudah mbok cuci" Balas mbok Darmi yang masih melanjut kan sup yang belum Habis...

Dinda berlalu begitu saja, cukup Jauh baru mbok Darmi sadar dan memanggil Dinda untuk kembali, karena pakian yang dia pakai tidak cocok untuk datang ke rumah guru...

"Nonnnn...tungggu...!!!, namun Dinda tidsk menghirau kan ucapan itu, berlalu begitu saja menuju rumah guru Single nya..

Dengan cukup Gembira Dinda pagi itu melenggang menuju rumah guru di sampingnya...

"Mobil siapa ini, prasaan mobil Pak gibran cuma satu deh" Gumam Dinda memperhatikan mobil yang terparkir di depan rumah sang guru dengan warna merah mudah itu...

"Tidak mungkin bukan, Pak Gibran punya selera cewek begini.." Dinda tak peduli lagi dan langsung berlalu menuju pintu pak Gibran yang sedang terbuka...

"Permisi...Permisi..." Panggil Dinda dari depan..

Namun yang membuat Dinda bertanya, Seorang gadis cantik nan angun keluar menemui Dinda..

"Ada apa ya" tanya gadis itu tersenyum ramah, dan balasan Dinda tak kalah ramah..

" Gibrannya ada" tanya Dinda berani sambil menatap gadis di depan pintu itu..

"Oh Gibran... Gibran nya lagi mandi, Ada perlu" tanya gadis itu lagi dan tidak berniat untuk mempersilakan Dinda masuk...

"Tadi Gibran kasih sup ke rumah, ini mau balikin mangkok punya dia" ucap Dinda masih dengan ekspresi sama...

"Bentar ya saya panggil dulu" ucap gadis itu lalu masuk ke dalam rumah dan Dinda masih di depan pintu....

"Sayang....sayanggg... ada tetangga kamu tu mau balikin mangkok, katanya tadi kamu kasih dia sup" ucap Gadis itu...

"Hahhh, dia manggil Pak Gibran sayang... Kayaknya itu pacar Pak Gibran" ucap Dinda, langsung meletak kan mangkok di depan Pintu lalu pulang dengan agak lesu...

"Sepertinya aku tidak ada harapan dan semua itu cuma Palsu, perhatian nya itu Palsu" gumam Dinda yang langsung Pulang ke rumah, tidak lagi menegur mbok Darmi, dia langsung menuju kamar...

"Ada apa sih mbak, pake manggil sayang-sayang segala, nanti di dengar orang, orang jadi salah sangka" ucap Gibran yang baru selesai Mandi...

"Emang sengaja biar Dia dengar, masa Pagi-pagi ngembalikan mangkok aja harus se **** itu" ucap Kakak kandung Gibran yang menyinggung maslah Dinda......

"Maksud mbak..!???" tanya Gibran sambil mengernyit kan kening nya...

"Tadi ada gadis yang mau balikin mangkok, katanya kamu kasih dia sup tadi, jadi mau balikin mangkoknya... tu masih nangring di depan pintu masuk, malas nyuruh dia masuk" jawab Sang kakak dengan cuek

"Gibran langsung menghampiri orang yang di maksud kakaknya,tapi saat keluar, orang itu sudah tidak ada lagi, hanya mangkok yang ada di depan Pintu..

Tanpa peduli siapa yang mengembalikan mangkok itu, Gibran langsung mengambil dan membawa Mangkok tersebut...

"Siapa itu tadi..???"Tanya kakkak Gibran bertanya tentang Siapa gadis yang di depan tadi...

"Bukann siapa-siapa" jawab Gibrann kepada kakak nya singkat, lalu ke arah dapur untuk menyimpan mangkok, kemudian masuk ke kamar tanpa peduli kakak nya diuar...

Dasar adek gak tau diri, sudah di kunjungi ke sini malah kakakanya di cuekin gitu..." ucap sang kakak membuka kulkas mengambil beberapa cemilan lalu membawa ke depan Tv untuk menikmati siaran...

Dinda yang masuk ke kamar langsung merebah kan dirinya ke ranjang empuk dan menutup Kembali tubuh nya...

"Katanya mbok Darmi dia gak punya pacar, itu yang di rumah, sudah datang pagi-pagi, pake bilang pak Gibran lagi mandi lagi.... Ihhhhh... kesallllllll...." Teriak Dinda di dalam selimut sambil meronta-ronta...

Sang guru yang memasuki kamar dan menyibuk kan diri dengan pekerjaan sekolah dan persiapan untuk besok...

Tidak Lagi membahas yang lain dengan kakaknya........

Hari ini terasa cukup lama bagi seorang gadis cantik yang sedang merasa kesal, seharian di kamar dan tidak keluar dan mandi sama sekali...

Mbok Darmi sudah berapa kali membangun dan makan, namun tak di respon olehnya...

Dan Tak jauh berbeda dengan sang guru tampan, yang sibuk dengan persiapan untuk mengajar besok , Sesekali menengok ke arah teras kamar Dinda dan kadang melihat ke halaman Depan rumah gadis itu...

Sejak kejadian pagi tadi, sang guru tidak lagi melihat Dinda di teras rumah atau pun di luar rumah miliknya....

"Apa gadis itu marah, sebenarnya apa yang di katakan gadis Tua itu kepada anak kecil itu, sehingga dia tak terlihat seperti biasa" Gumam sang guru tampan di depan meja yang penuh dengan kertas-kertas dan buku tebal....

" Ah dudah lah, besok dia akan pergi ke sekolah bersama ku, jadi tidak ada yang harus ku pikir kan" ucap sang guru, namun berbeda dengan Suasana Hati...

Waktu berlalu, sekarang menampak kan sinar bulan yang terang, namun berbeda dengan Hati sang gadis mudah yang belum juga membuka selimuttt....

"Krucukkkk..krucukkk...krucukkk..."Keinginan Hati dan perut yang berbeda dari tadi..

Perut gadis itu mulai mengaduh dan meraung minta di isi dengan bermacam- macam makanan...

perut itu biasanya di isi dengan banyak makanan, hari ini malah tak terisi kecuali sup pagi tadi...

"Aduhhhhh peruttt, gak bisa di ajak kerja sama lagi" Gumam gadis itu masigmh di dalam selimut tebal miliknya...

"Ah sudah lah mari kita mengisi kamu" Dinda oun membuka selimut fmlalu langsung menyantap makanan yang mbok Darmi letak kan di atas meja kamar miliknya...

"Sungguh sayang, makanan seenak ini aku anggurin, pantas saja perut ku tidak bisa terimah" Ucap Dinda yang mulai melahap makanan di atas meja dengan suapan penuh

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!