......Malam pun tiba.....
"OAmmmm...."Seorang gadis menguap Di ranjang Luas nan lembut miliknya, sudah jam Sembilan, gadis cantik itu masih belum juga tidur, Dia masih sibuk mengotak-atik Hp miliknya...
"Berhubung besok libur, mau coba begadang kalinya" Ucapnya sambil terus menguap...
.....Berapa menit kemudian...
Grokkkk...grokkkk...grokkkk...."
Seseorang yang berapa menit yang lalu mengatakan ingin begadang karena Esok libur...
Kebiasaan Dinda selalu tidur cepat membuat tubuhnya tidak bisa menerimah yang namanya tidur terlambat..
Gadis itu sudah nyenyak di temani mimpi indah seindah suasana Hati Dinda Hari ini...
.....Berapa jam kemudian....
Waktu sudah menunjuk kan waktu jam Enam Pagi, Dinda belum terlihat membuka mata atau pun selimut tebal nan lembut yang menutup tubuh indah seorang Dinda...
Namun suara sesuatu yang membuat matanya terbuka pelan dan membuat dia penasaran, sehingga di memaksa turun dan mengintip dari jendela kamar miliknya...
Dinda tidak keluar ke teras Kamar untuk melihat langsung suara itu.Karena menurutnya masih sangat pagi dan dingin...
"Brumm...brumm.brumm...." Suara mobil tetangga yang sedang memanas kan mesin di pagi itu, tapi menurut Dinda itu masih sangat pagi untuk menghidup kan mesin mobil, Apalagi hari itu Hari libur....
Dinda yang tadinya masih cukup mengantuk, tapi saat mengintip dari kaca jendela miliknya, mata itu langsung melotot segar ...
Karena Seorang guru tampan sekaligus tetangga Dinda menampakkan Aurah lain di pagi itu, dengan Kaos tidak berlengan dan celana selutut dsn sendal jepit, dengan rambut sedikit acak-acakan...
"Woowww...."ini yang nammanya cuci mata di pagi buta" Ucap Girang Dinda yang semakin mantap dengan pandangan mata dan hampir tidak berkedip......
Dinda benar-benar menatap sang guru seperti mangsa yang siap di lahap, dengan mulut yang sedikit terbuka dan mata indah miliknya...
Rasanya mata Dinda berwarna ungu melihat pemandangan pagi itu, Dinda sangat menikmati itu, namun tidak berlangsung lama, sang guru tampan nan kaku itu kembali kedalam rumah.
Dinda yang menunggu guru tampan itu keluar kembali dan setia di jendela sambil berdiri, namu sirna, penantian itu tak kunjung datang...
"Aissshhh......Kenapa gak keluar- Keluar lagi sih pegel nih betis ku" ucap Dinda ngomel-ngomel Sendiri
Hampir setengah jam berlalu, barulah terlihat tampang guru tampan itu, dengan sebuah mangkok cukup besar di tangannya, yang membuat Dinda kelabakan, Gurunya menuju arah rumah miliknya...
Tanpa berpikir panjang dan melihat keadaan dia tanpa persiapan apapun, langsung berlari keluar rumah untuk memastikan guru itu...
Dinda berlari tnpa sendal, keluar dari kamar miliknya, Saat ingin menuruni tangga, guru tampan itu sudah berada si bawah dan mengobrol bersmaa mbok Darmi, dan mbok Darmi kini sedang memegang mangkok yang tadi di bawak oleh gurunya....
Mbok Darmi dan guru tampan itu menoleh ke arah Dinda yang masih berada di atas tangga...
Guru tampan itu menelan cukup kasar salivanya namun itu tidak di sadari oleh orang di dekatnya...
Bukan tanpa sebab hal itu terjadi, itu Karena cara Dinda yang terlihat **** saat bangun tidur, terlihat seperti gadis dewasa... dengan gaun tidur sepaha dsn tidak berlengan dengan cukup tipis..
"Permisi saya pulang dulu buk"ucap sang guru dan berlalu pergi begitu saja......
Melihat hal itu, Dinda cukup kesal.
"Kenapa Pak Gibran langsung pergi saat melihat ku, apa dia tidak suka melihat ku...
Atau aku terlihat sangat jelek" ucap Dinda yang turun dari tangga perlahan dan cemberutt...
"Aduhhh..." Dinda baru sadar kalau dia saat ini baru bangun tidur dengan muka bantal dan acak-acakan, Pastinya sang guru tidak suka melihat penampilan dia yang seperti orang tidak teruruss...
"Kenapa aku baru sadar sekarang sih" Ucap nya sambil menghampiri mbok darmi...
"Ya ampun non, kenapa keluar seperti ini, Pasti tadi Guru non kurang Enak hati, karena non keluar dengan pakian yang begitu pendek dan cukup tipis" kan gurunya jadi merasa bersalah...
"Ap..apa bik, tidak enak karena penampilan Dinda kur..rang sopan... bukan Karena hal lain" Tanya Dinda serius kepada Mbok Darmi....
"Hal lain apa non..???, coba aja non berkaca dulu, lihat penampilan non yang seperti gadis dewasa Dan gaun pendek dan juga tipis begitu, mbok aja yang sudah tua dan perempuan sadar akan begitu, Apalagi pria dewasa..." lanjut mbok Darmi memastikan
Ucapan mbok Darmi membuat Dinda tersenyum tipis, dan mukanya langsung berseri-seri...
Dinda yang pura-pura cuek akan ucapan mbok Darmi namun di hati lain hal...
"Itu apa mbok???" Tanya Dinda menunjuk ke mangkok yang Mbok Darmi pegang.
"Ini non sup.., jadi gurunya non masak sup dan berbagi sama kita, Baik ya non, guru non itu, Rajin lagi dan suka memasak, kita cicip yuk masakan guru non..."
"Ayok bik, penasaran sama rasa masakan guru..!!!" ucap Dinda bersemangat dan langsung ingin mencicipi sup yang masih hangat itu...
Mbok Darmi pun mengambil mangkok kecil untuk mereka lalu duduk di meja makan untuk mencicipi
"emmm..., Enak ya mbok..??" ucap Dinda sumringah saat menelan kuah sup buatan sang guru tampan yang tidak lagi Kaku seperti Biasa..
"ngomong-ngmong bik, Pak udin ada masalah apa ya, dan kapan dia bisa pulang lagi...??" Dinda bertanya tentang Pak udin yang katanya terkena musibah...
"Itu non, keluarga Pak udin di kampung ada yang nabrak lari orang, ehh orang itu malah nuntut keluarga pak Udin, Pak udin kan anaknya cewek semua, Cuma pak udin seorang cowok nya, Jadi dia Pulang dulu untuk menyelesai kan masalah itu, Tapi kalau masalah pulang, itu belum tau non, masalahnya ini kan tentang cara menyelesai kan tentang tuntutan" Jawab mbok Darmi serius atas pertanyaan Dinda.....
"Oh gitu ya mbok, rumit juga ya masalah pak Udin, apa dia perlu Bantuan ya mbok" Tanya Dinda tak kalah serius...
"Ntah la non, nanti mbok tanya-tanya, kalau bisa bantu, apa non Bisa nantinya..
"Bisa aja mbok, kalau dia perlu yang lebih serius biar cepat selesai, nanti bilamg Dinda ya, nanti Dinda bantuin, Pastinya bukan Dinda yang turun tangan" ucap Dinda kepada mbok Darmi..
"Iya non yang cantik dan baik hati," ucap mbok Darmi
"Siapa dulu dong yang ngasuh Dinda, Mbok Darmi gituloh,... yang lembut pengertian dannselalu ada untuk Dinda" ucap Dinda dengan suara sedikit bergetar...
"Non..."uvap mbok Darmi membuka kedua tangan, Lalu Dinda menghambur ke pelukan mbok Darmi dengan tetesan bening mengalir di pipi indah Seorang gadis mudah itu...
"mbokkk...." Ucap Dinda dengan suara yang semakin bergetar dan memeluk Erat mbok Darmi....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments