DI TRAKTIR PAK GIBRAN SEPUASNYA

Mereka melanjut kan perjjalanan pulang dengann kondisi Dinda yang lumayan membaik....

namun keheningan kembali terjadi di dalam mobil itu,

Sang guru mengambil sesuatu dari box mobil lalu memberikan kepada Dinda, minum dulu biar tenang" ucap sang guru mulai kembali membuka pembicaraan

Dinda menganbil dan meminum hampir saja habis" melihat sikap Dinda yang membaik Sang guru menyungging kan bibirnya halus

"Apa perlu ke rumah sakit"Tanya sang guru..

"Tidak perlu pak, saya baik-baik saja yekarang.sekarang cuma mau pulang makan lalu istirahat" jawab Dinda...

"Bapak punya tempat makan langganan, mau coba" ucap sang guru menawarkan

"Boleh juga pak Saya sudah cukup lapar karena banyak berteriak dan menangis jadi sekarang cukup lapar dan mau makan apapun"

jawab Dinda yang fokus ke depan...

Pak Gibran melajukan mobil miliknya lebih cepat menuju tempat makan yang Dia maksud....

Beberapa menit kemudian pak Gibran langaung mencari tempat duduk yang lebih nyaman untuk mereka..

"Kita ke belakang, pemandangannya lebih bagus" ucap pak Gibrannyang langsung mengajak Dinda ke tempat yang di maksud..

"waowwwww" ucap Kagum Dinda melihat pemandangan di tempat makan tersebut, yang di kelilingi hutan bambu yang dan terdapat sungai dengan air yang sangat jernih

Saking jernihnya, ikan-ikan di bawah sana terlihat.

,"waowwwww...waowww....waowwww, seperti dunia dongeng" ucap begitu kagum Dinda dengan senyum lepas dan kesana kemari melihat mendangan itu...

"Tunggu di sini dan jangan kemana-mana,Bapak pesan kan makanan" ucap sang guru berlalu dan hanya di balas anggukan oleh Dinda...

Seketika rasa tegang dan takut tadi menyelimuti hati Dinda, seketika hilang, tergantikan oleh pemandanfan indah di sana...

"Gimana...???Baguskan tempat makan yang bapak pilih"tanya sang guru yang sudah selesai dengan menu dan ikut berdiri di pagar pelindung tempat makan itu...

"Sangatttttttt bagus, menarik dan menenangkan pikiran, Suara angin yang berhembus sangat sejuk dan suara air sungai yang menenangkan, membuat oikiran sangat tenang" jawab Dinda yang tidak menoleh kepada sang guru...

Namun berbeda dengan guru tampan itu, yang menatap Dalam kearah Dinda...

"Sukurlah kalau kamu senang" ucap sang guru

"Aku mau banget ngajak kelurga ke sini, cuma mereka tidak pernah pulang untuk ku, termasuk hari ulang tahun ku"Curhat Dinda yang tak sadar dengan ucapanya...

"Bapak punya banyak saudara ya, apa keluarga bapak baik dan peduli, dan juga slalu ada saat bapak butuh, apa mereka selalu menyiapkan dan hadir di hari special bapak... hemmm... bapak sngat bahagia ya" Ucap Dinda menoleh dengan mata Sendu...

Tatapan mereka bertemu dan mereka saling tatap, seakan menyalur kan rasa sedih Dinda...

"Pesanan datang" ucap seorang pelayan membuyar kan dan mengalih kan pandangan mereka...

Dinda tersenyum gembira melihat para pelayann yang mulai meletak kan begitu banyak dan bermacam-macam makanan, Ada es krim, ada cake dan juga makanan pedas, termasuk jus pun begitu...

"Waaahhhhh" ucap Dinda sangat senang lalu mendekat ke arah sana untuk memotret-motret makanan itu...

"Kita pasti bisa menghabis kan nya" Ucap sang guru yang ikut mendekat ke arah makanann...

"Pastinya .." balas Dinda

"Sudah semuanya pesanan yang kalian pesan, selamat menikmati makanannya, dan berbahagia untuk pasangan ini" Ucap pelayan, yang membuat Dinda malu sendiri, tapi aneh nya mereka tidak mengelak atau berusaha menjelas kan kalau mereka bukan pasangan.....

Mereka mulai duduk dan menikmati hidangan dengan lahap, yang membuat suasana tidak canggung, Dinda yang tidak jaim melahap semua jenis makanan yang terhidang dengan sangat senang....

"Bapak sudah menyelesai kan masalah tadi ke polisi, dan mereka sudah di tangkap" jelas sang guru membuat Dinda sedikit kagettt

"Secepat itu pak,???"

"Iya.. mereka menyerah kan diri tanpa harus di cari dan di tangkap ke kediaman mereka..."

"Sukurlah, semoga kedepannya korban dari orang-orang seperti itu, juga berani melapor ke pihak berwajib" Balas Dinda dan melanjut kan kembali melahap makanan yang terhidang namun sudah cukup banyak berkurang...

"Habis kan, biar kita pulang segera, takutnya Art mu khawatir jam segini belum pulang" ucap Pak Gibran...

"Sudah bilang sama mbok Darmi klau mampir makan dulu bareng bapak" jawab Dinda yang menunduk melanjutkan makanannya..

"Ohhh begitu" jawab sang guru singkat...

Sang guru tidak lagi melanjut kan makan, hanya melihat Dinda yang masih sangat bersemanagat memakan makanan tersebut...

"Apa kamu yang mengembalikan mangkok sup waktu hari libur..???" Tanya pak Gibran, dan membuat Dinda menghentikan kunyahannya... namun itu tidak berlangsung lamaa Dinda melanjut kan kembali makanannya...

"Iya,tapi yang keluar pacar bapak dan bilang bapak lagi Mandi" Jawab Dinda sambil makan dan tidak menatap Sang guru...

"Apa perempuannyang di rumah waktu itu mengaku pacar ku" tanya Pak Gibran..

"Tidak.." jawab Dinda

"Lalu kenapa kamu langsung berasumsi bahwa perempuan itu pacar ku" tanya sang guru tanpa embel-embel bapak...

"Karena dia manggil bapak dengan sebutan...sebutann.. Sa..sa..sayang.."jawab Dinda terbata, membuat Pak Gubran gemas dengan tingka laku Dinda...

"Jadi kamu cemburu..." Tanya sang guru asal..

"Uhukkk...uhukkk...uhukkk..."Dinda tersedak mendengar ucapan gurunya yang memang benar apa adanya, Nmaun Dinda pastinya malu harus mengakui itu, dan apa haknya untuk cemburu, orang dia bukam siapa-siapa Dinda..

Dinda langsung Minum dan menepuk-nepuk dadanya karena tersedak makanan pedas, mata Dinda opn ikut berair karena rasa pedas itu...

Melihat Dinda yang tersedak cukup parah, Gibran pun mengambil Tisu dan air putih lalu mendekat ke arah Dinda

"Minum ini, jangan minum jus" ucap Khawatir sang guru...

"Mas" panggil Pak Gibran dan pelayann langsung menghampirinya

"iya pak ada perlu..???

Saya pesan susu satu tolong cepat" ucap pak Gibran

"Baik pak" pelayan berlalu mengambil pesanan pak Gibran..

"Pedasss" ucap Dinda dengan mata yang masih berair sambil membersikan muka dengan Tisu. lalu menhirup Udara segar di sana dengan cukup banyak...

Tak berselang lama Susu pun datang, Sang guru menyaran kan untuk meminum susu tersebut...

Dinda pun menuruti kata-Kata dari gurunya dan perlahan mulai tenang dan mulai hilang rasa pedas yang menusuk jantung rasanya pedasnya.

"Bapak tidak bermaksud begitu, hanya bercanda saja, siapa sangka kamu kaget dan tersedak begitu...

"Iya pak, ini sudah lumayan kok, tidak sepedas tadi..." Balas Dinda agar sang guru tidak terlalu khawatir tentang keadaan dirinya saat ini...

"Pak sayang makanan nya,biar aku bungkus bawak pulang,Nanti biar aku makan di rumah.." ucap Dinda..

"jangan yang ini, biar suruh pelayan bungkus yang baru kalau mau bawak Pulang" Jawab sang guru...

"Justru karena yang di atas meja ini gak habis pak, makanya aku mau bungkus biar gak di buang-buang aja gitu..." ucap Dinda

Lagi dan lagi sikap Dinda membuat sang guru kagum akan hal itu......

Terpopuler

Comments

Lee

Lee

Untung airnya gk mzuk hdung ya Dinda, soalnya q pernah...

2022-12-30

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!