Jam pelajaran Di mulai dari mata pelajaran Pak Gibran, Sahabat-sahabat Dinda Sibuk menatap Dinda lalu pak Gibran secara bergilirann...
Mereka tidak menyangka dengan ucapan Dinda namun itulah kenyataannya...
Hanya rasa penasaran dan bertanya-tanya di Hati parah sahabat-sahabat Dinda yang masih bertahan selama jam pelajaran berlangsung.
"Apa mereka punya hubungan diam-diam di belakang sampai-sampai mereka berangkat bersama pag tadi" batin seorang sahabat Dinda yang selalu fokus melihat Dinda lalu pak Gibran yang mengajar di depan Kelas...
"Tapi kenapa mereka tidak terlihat punya Hubungan ya, Dinda biasa aja, Pak Gibran Apa lagi" pikiran tentang Dinda yang berangkat bareng pak Gibran ke sekolah selalu terngiang dan membuat salah satu sahabat Dindan melamun...
Teng...tengg...tenggg...lonceng pergantian jam pelajaran pun berbunyi dan Pak Gibran pun berlallu tanpa ada lirik-lirikann atau apa lah yang membuat Dinda dan pak Gibran punya hubungan.
Namun memang tidak ada tanda-tanda seperti itu..
Sahabat-sahabat Dinda kembali berkumpul mendekati Dinda yang masih sibuk menulis sisa materi dari Oak Gibran...
"Din...!!!?" kaget mereka menghampiri Dinda dsn Dinda pun menoleh dengan muka sedikit cemberut, Karena sahabatnya mengaget kan dia yang sedang asik menulis..
"Apa...apaa.. Apa lagi...???" Tanya dinda sedikit ketus kepada mereka..
"Lanjutinnn donggg.." ucap mereka mengantung.
"Lanjutin apa'an, Gak jelas banget dah" Jawab Dinda masih dengan mimik muka yang sama...
"Yang tadi loh....kita masih penasaran nihh.
"Ok aku jelasin sama kalian biar ngerti,tahu dan tidak nanya-nanya lagi...
"Tetangga yang selama ini aku kepoin dan bertanya-tanya ternyata Dia, dan aku tau pas kmarin dia nganter aku, dan dia pulang ke rumah tersebut, lebih jelas nya dia ketemu mbok darmi dan bilang dia penghuni baru rumah itu.. Gimana puas...????
"Lalu kalau pagi tadi gimana tuh, kok bisa bareng... ayok critaaa,, jangan-jangan pak Gibran yang nawarin kamu tuk naik mobil dia, biar bisa bareng kamu" sambung sahabat Dinda yang lainnya....sambil menoel dagu Dinda dengan gaya centilll...
"Tadi pagi mobil aku sama pak Gibran jalan nya hampir bareng, eh pas di tikungan yang sepih sama kendaraan itu, mobil aku mogok, gak tau juga sih, tiba-tiba aja mobil pak gibran selang beberapa menit sudah ada di dekat mobil aku dan dia nanya-nanya gitu sama pak udin tentang mobil, eh tau-taunya di mau nolongin pak Udin sama kasih aku tumpangan biar gak telat ke sekolahnya...Ya sudah dari pada telat dan gak ngikutin pelajaran Pak gibran dan dapat masalah mending aku ikut..." Jelas Dinda panjang lebar , biar percaya sahabat-sahabatnya.....
"Ohhhhhhhh....!!!!! gitu toh din" jawab Sahabat Dinda dengan singkat dan agak bercanda.
"Kita-kita kira kamu sudah mulai PDKT sama guru kaku sedingin Es dan tidak berperasaan itu.. "
"Ehhhh tapi kalau di pikir-pikir pak Gibran itu tidak sekaku dan sedingin yang kita pikir selama ini loh"ucap Dinda, sehingga mengundang senyum centil dari sahabat-sahabat Dinda....
"Cieeeee yang mulai menilai sikap pak Giran tampan kita..." ganggu sahabat Dinda sedikit bersorakkk......
"Suttt..suttt...sutt"Ucap seorang murid laki-laki yang menyuruh murid-murid di kelas itu Karena ada Guru yang datang untuk mengajar Ke kelas mereka.........
Jam pelajaran berikutnya sedang berjalan dengan cukup hening, Kelas itu cukup tertib saat mengikuti jam pelajaran dan juga tepat waktu mengikuti aturan sekolah, hanya saja kadang ada saja salah satu dari anggota kelas yang sedikit bandelll...
.jam pelajaran pun telah usai waktu pulang sekolah pun sudah mendekati detik-detik berbunyi nya lonceng sekolah... kelas Dinda pun mulai merapi kan bangku msing-masing dan juga memberes kan buku-buku milik mereka....
"Teng-teng...." bel pulang pun berbunyi dan mereka mulai keluar dari kelas dengan langkah yang berbedah-bedah...
"Kalian duluan aja, gak usah nungguin aku, aku mau santai-santai dulu jalannya" ucap Dinda ke semua sahabat-sahabatnya,
"Ok... kita duluan yan Din, jemputan sudah nunggu" ucap mereka, dan belalu meninggal kan Dinda yang sangat santaii...
Tiba-tiba suara seorang pria menegur Dinda dan membuat dia kaget dan hampir saja terpekik....
" Kenapa jalan sesantai ini di lorong sekolah yang sudahh sepi...." ucanya dan Dinda berjinjit kaget hampir saja terjatuh.
Dinda menoleh ke asal suara di belakang dia.
"Pak, kok ngagetin sih.." Ucap Dinda agak cemberut...
Dengan muka datar dan ekspresi seperti biasa.
"Siapa yang ngagetin kamu, Bapak cuma negur kamu supaya gak sesantai itu di lorong sepi kyak gini..." Ucap Pak Gibran belalu meninggal kan Dinda..
"Apaan sih gak jelas"Namun ucapan itu terdengar oleh Gibran yang belum terlalu jauh dari Dinda.
"Nanti kamu kesambet penunggu lorong sepi," Ucap Gibran dan benara-benar berjalan cepat meninggal kan Dinda yang kaget akan ucapan Gibran...
Merindinggg... itu yang di rasakan Dinda dan berusaha mengejar Gibran yang sudah jauh dari Dirinya....
"Pak tungguinnn" Ucap berani Dinda, Gibran yang mendengar teriakan kecil Dinda memelan kan Jalan menuju parkiran, karena memang sudah sepi...
Saat Dinda sudah di luar dan melihat Mobil jemputan Miliknya, ternyata tak terlihat pak Udin atau pun mobil di sana...
Dinda pun mengecek Hp milikya yang terdapat Hampir berapa puluh Panggilan dari mbok darmi dan pak Udin
Terdapat satu Sms dari pak Udin yang meminta ma'af kepada Dinda tidak bisa menjemput dan menyuruh mbok Darmi untuk utuk meminta tolong ke pada pak gibran
Selain mobil yang masih rusak, Pak Udin juga tertimpa Musibah dan pulang ke kampung Halaman miliknya untuk sementara,
Sebenarnya Bisa saja mbok Darmi menyuruh orang Lain untuk menjemput Dinda, namun dia tidak terlalu percaya, dia lebih Percaya sama guru yang sudah di kenal lama oleh Dinda, menurut Cerita dari pak Udin yang langsung di ceritakan oleh pak Gibran langsung...
Dan juga Dinda tidak ragu untuk ikut dengan pak Gibran ke sekolah pagi tadi....
Saat Dinda termenung...
"Tiiitt..tittt....tiiittt... ......buruan masuk"Ucap Pak gibran yang langsung menghampiri Dinda yang hanya berdiri dan seperti orang melamun...
"Tadi ART mu menelpon bapak untuk bareng kamu pulang" sambung pak Gibran, dan Dinda pun membuka pintu mobil pak Gibran dan ikut pulang tanpa ragu, Karena tadi Mbok darmi juga Sms kepada dia...
saat dalam perjalanan pulang, Pak Gibran mampir di sebuah supermarket..Dinda yang duduk di dalam mobil hanya diam saja,sambil menatap Pak gibran tampan keluar dari mobil...
Dinda melihat beberapa gadis **** dan juga ibuk-ibuk yang menatap seorang guru tampan itu dengan seksama dan terlihat tertarik...
Menarik nya pak Gibran sama sekali tidak melirik mereka dan hanya konsen dengan jalannya menuju tempat yang ingin di tujuh....
"
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
YT FiksiChannel
penasaran gw Ama *****
2022-12-11
0