Hari itu ,hari yang menyenang kan Untuk Dinda dan para sahabatnya.
mereka menghabis kan qaktu bermain dan makan sepuasnya si eumah mewah Mikik Dinda.
Penuh dengan tawa... namun waktu pun cepat berlalu, malam pun tiba dan Waktu untuk beristrahat guna menghadapi hari esok lebih semangat dan freees...
Namun Satu hal yang mereka Lupakan, yang akan membuat Hari Eaok merek tidak begitu ceria seperti hari in...
Alramm Pagi rumah Dinda berbunyi. dengan sedikit bermalas-malasan mereka bangun pagi itu...
Namun kebiasaan Dinda yang bangun sendiri, membuat dia bangun lebih awal dan membangun kan sahabat-sahabatnya yang terbiasa di bangunin mama atau Art mereka......
"Ayo cepetan bangunnnnnm...!!!! Ucap Dinda melengking di ruang kamar itu membuat Mereka langsung bangun tanpa aba-aba...
Ya ampunnn Din... pecah nih gelendang telinga ku dengar toak mu" Ucap Sahabat Dinda merengek...
"Buruuuan bangun atau mau ku siram sama air toilet" Ucap Dinda yang langsung membuat sahabat-sahabat Dinda berdiri dan berebutan ke kamar mandi...
"Ehhhh...ehhhh.ehhh...,aku duluan, kalian di kamar mandi tamu sana,..."Usir Dinda membuat mereka mengalah dan pergi ke kamar Mandi Tamu...
Bagi itu mereka sudah siap dengan seragam dan dan sarapan, Jemputan mereka pun sudah siap di depan Rumah Dinda...
"Ayokkkk, beranggkat..." Mereka cukup bahagia Pagi itu dan Lupa akan tugas yang di berikan Pak Gibran kemarin di sekolah....
Mereka sudah berkumpul di sekolah dan muali bercanda dan bercerita waktu berlalu dsn bel sekolah kembali berbunyi menandakan waktu masuk ke kelas dsn pelajaran di mulai..
"Aduh jam Pak Gibran nih yang pertama"
"Biarin aja lah kalau kita gak berulah kan dia gak akan marah.." Saut sahabat Dinda
"Astaga....ya ampunnn... Mampus kita"ucap Dinda membuka Tas miliknya dengan tergesa-gesa...
"Apa sih Din lebay banget deh kamu, pake acara ngagetin lagi" sahut sahabat Dinda...
"Lebay...lebayy palak kamuu, Tugas yang kemarin dari Gibran belum selesai....
"Whatttttttt...." Ucap Geng Dinda barengan dengan penuh was-was.
"Ya ampunnn gimana ini, selesai deh hidup kita hari ini..." Saat mereka sibuk, Pak Gibran pun muncul, seketika semngat hidup geng Dinda hilang bak di telan Bumi....
"Ahhh, sudahlah pasrah"gumam pelan Dinda sambil mengusap muka yang kering...
"Kumpul kan di meja saya tugas yang kemarin, yang merasa belum mengerjakan, Silakan Keluar dan kering kan tubuh Kalian di lapangan Basket "Ucap pak Gibran yang tak Pandang gender...
"Yaahhhh... pakk.." ucap Geng Dinda lalu Keluar dari kelas menuju lapangan basket yang Luas dan matahari langsung menusuk ubun-ubun...
"Dinnnnn gimana nih bisa sakit aku besok kalau Gini ucap Sahabat Dinda mengikuti anggota lalu berjemur...
"Iyaa aku juga,bisa-bisa besok gak sekolah, Panas banget loh walau pun matahari pagi sambung yang Lainya"... Dinda hanya diam tanpa berkomentar apapun...
"Din kamu kok tumben gak koment apapun tentang guru Ka" belum sempat ucapan sahabat Dinda terselesai kan
"Bruuuukkk"Dinda terjatuh Pingsan...
"Dindaaaa..."ucap serempak sahabat Dinda dan tak di sangka Pak Gibran mengawasi mereka. Saat Dinda pingsan,npak Gibran oun langsung lari kelapangan dan langsung menolong dan menggendong Dinda ke UKS...
"Kalian temani Bapak ke UKS" Ucap Pak gibran dan langsung di ikuti oleh sahabat-sahaba Dinda dengan perasaan Was-was...
Di UKS pun dinda langsung di panggil kan dokter sekolah untuk memeriksa keadaan Dinda saat ini.
"Kalian duduk dan temani Dinda di sini Ucap pak Gibran Keluar Dari UKS dan Kembali lagi ke kelas...
"Kemana Pak Gibran" tanya sahabat Dinda yang tadi tak terlalu fokus ke guru malah melihat Dinda yang terbaring di ranjang UKS..
"Ntah lahh...Sudah bikin Dinda pingsan, gak peduli lagi sama muridnya, Ini kan ulah dia" omel sahabat Dinda yang lainnya..
"Sudahlah kita gak usah bahas Pak gibran, kita mending fokus ke Dinda yang belum sadar...
Keadaan Dinda sudah di periksa oleh sang dokter...
"Gimana keadaan teman Kami dok, apa baik-baik saja"Tanya mereka
"Dia demam san panas nya cukup tinggi" bentar lagi akan sadar mungkin dia tadi panik dan pusing, jadi tepar di lapangan,, ini saya kasih obat pas sadar tolong di suruh minum ya" ucap dokter lalu keluar dari UKS..
"Iya dokk..!!!" jawab mereka lalu mereka medekat ke arah Dinda.
Berapa menit berlalu.....
"Emmmm.. suara Dinda yang sudah sadar
"Eh dinnn sudah sadar ya, kok kamu gak bukak mata kamu sih" Tqnya sahabatnya
"beratt rasanya"Jawab Dinda memaksa membuka matabdan mau duduk...
"Aduhhhh, awwww... Kenapa kepala ku jadi berat dan sakit gini" ucap Dinda kembali menutup mata karena kalau membuka mata, kepala terasa sakit dan penglihatannya kunang-kunang....
"Jangan di paksain Din, baring aja dulu, dan minum Obat dulu, Ambilin minum dong,"ucap sahabat Dinda yang satu ini, cukup bawell...
Dinda pun minum obat dengan bantuan sahabat-sahabatnya lalu melanjut kan istirahat...
walau tidak tidur hanya berbaring di Ranjang UKS...
"Kalian kok semua di sini, bukannya kalian ikut di hukum" Tanya Dinda melihat Semua Sahabatnya ada di Dalam UKS menemani dia..
"Kita di ijinin sama Pak Gibran untuk nemenin kamu di sini, tapi kenapa sebagian kitagak di ijinin masuk kelas ya"Ucap seorang sahabat Dinda....
"Jangan-jangan kita akan di kasih hukuman lain lagi, Waduhhh, takutnya lebih ngeri dari berjemur di lapangan basket" Saut sahaabat Dinda yang Lainnya.....
Beberpaa menit kemudian....
"Tok..tookkk..." Pintu UKS di ketuk lalu masuk lah seorang siswi...
"Ma'af kata pak Gibran Semua teman Dinda masuk kelas, Dinda biar istirahat dulu di sini, Nanti bisa Dokter yang cek dan Lihat keadaan Dinda" Ucapnya
lalu sahabat-sahabat Dinda Pamit untuk masuk kepada Dinda dan Dinda pun mengijin kan tanpa ada rasa kesal, Karena mereka di panggil Pak Gibran yang kaku dan tidak berperasaan itu..
"Takut nya jika ngeyel akan di kasih hukuman yang lebih berat lagi, Itu membuat Dinda cukup Takut...
"Din gak apa kan kita tinggal.."
"Iya gak Papa, kalian buruan masuk kelas ntar kalau telat takutnya malah tambah berat di asih hukuman" Jawab Dinda, dan mereka pun Ke kelas meninggal kan Dinda yang masih istirahat di ruang UKS....
"Gak lagi-lagi deh lupa sama Tugas yang di kasih pak Gibran"Gumam Dinda.
"Kriieettttt Pintu UKS terbuka Lalu tanpak lah seorang dokter perempuan Dan orang yang baru saja Dinda gumam kan, siapa lagi kalau bukan Pak Gibran yang kaku dan tidak berperasaan itu.
"Gimana Kondisi kamu, sudah Baikan"Tanya dokter dan di ikuti Oleh Oleh pak Gibran...
"Su..sudah lumayan Dok"Jawab Dinda berusaha duduk walau kepalanya masih pusing...
"Jangan memaksakan diri kalau masih sakit, takutnya kamu tambah sakit dan tidak bisa mengikuti jam pelajaran Saya besok"Ucap pak Gibran dengan muka kaku tanpa ekspresi...
Hal itu membuat Dinda kembali berbaringg...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Ra'
Semangat trus thor nulisnya
2022-12-09
0