TANGIS PILU SAAT MENGINGAT MEREKA

Siang berlalu, kini sore menjemput indahnya warna sang matahari tebenam...

"Ingin rasanya pergi bersama keluarga melihat matahari terbenam, sungguh bahagia pastinya, Kapannaku bisa merasakan itu" Ucap Dinda saat berada di teras kamar miliknya dengan sebuah buku yang di gulung, seolah itu sebuah teropong...

Sudut mata Dinda sedikit berair saat dia selalu mengingat tentang keluarga.

Dinda punya ayah dan ibu yang masih utuh namun terasa seperti tidak memiliki Orang tua lagi...

Dengan gaun selutut dan rambut di gerai' Terlihat keindahan seorang Dinda dari jendela kamar milik tetangga...

Besok Dinda Ulang tahum, namun tidak ada hal yang membuat Dinda berharap dsn menunggu, paling-paling yang merayakan hanya Art dan sahabat-sahabatnya...

Pilu terasa, punya Orang Tua yang tidak peduli akan perasaan anak semata wayang mereka, mereka sudah sibuk dengan masing-masing, Padahal orang Tua Dinda masih bersama dan ounya seorang anak yang selalu menunggu kedatangan mereka...

Andai bisa memilih, Dinda memilih menjadi orang Biasa yang selalu bersama keluarga dan di perhatikan setiap hari...

Sedang kan Dinda hanya di kirim kan uang...uang...dan uang, perhatian kecil pun tak dia dapat, walau sebuah Sms atau telpon...

Jangan kan untuk datang menjenguk, Dinda dari orok pun sudah hidup di tangan Mbok Darmi, mbok Darmi yang sangat paham dan tau perasaan dan kemauan Dinda, Kesal nya Dinda, dan sedihnya...

"Tuhannnn... kirim kan orang yang bisa membahagia kan aku" Teriakkk Dinda cukup keras di teras kamar miliknya..

Semua yang di lakukan Dinda tidak luput dari oerhatian tetangga yang menatap Dinda dari kamar miliknya...

"Aku benci mereka tuhan, mereka sudah tidak menganggap ku ada" isak tangis Pilu Dinda terasa menyayat hati bagi yang melihatnya, Dinda tertunduk lesu dan merosot ke lantai teras miliknya karena benar-benar merasa sangat tidak di harap kan oleh orang Tuanya

Tubuh Dinda bergetar dengan air mata yang menetes di kedua sisi pipi indah milik Dinda..

Tidak berniat untuk menghapusnya, Dinda pun meringkuk dalam keadaan terduduk dengan tompangan pagar besi milik kamar mewah itu...

Terus..Terus..dan terus... tangisan Pilu Dinda yang meluap kan kesedihannya berlanjut hingga malam, Sampai-sampai, muka dan mata Dinda sangat sembab dan bengkak...

Dinda merasa cukup pusing, saat mulai tenang, barulah pikiran positif Dinda muncul..

"Untuk apa aku menangisi mereka sampai begini, toh mereka juga tidak akan peduli, mau seember oun air mata yang keluar, sampai mati oun mereka tetap sibuk dengan pekerjaan masing-masing mereka..

Lebih baik aku menghabis dan menghampur kanuang yang selalu mereka kirim kepada ku, toh kalau habis tinggal minta lagi dan lagi" Ucap Dinda berusaha bangun dan ingin membersihkan diri...

"Aku harus mandi mewah malam ini, siapa tau orang yang tidak di duga-duga muncul membawa kebahagian untuk ku" gumam Dinda saat di dalam kamar mandi, menyiap kan air untuk berendam...

Dinda benar-benar mandi dengan waktu yang cukup lama dia membersikan seluruh tubuhnya dengan sabun dan wewangian mewah miliknya, anggap saja Dinda lagi membersikan kesaialan yang ada di tubuhnya...

Habis dengan mandi dan beganti pakian dan dandan, Dinda turun ke bawah menemui semua Artnya, Masih nampak sembab sedikit memang mata dan muka Dinda, namun dia sudah berusaha menutup dengan makeup dan juga mandi air dingin untuk mengempes kan mata yang sudah bengkak, gara-gara menangisi kedua orang Tua yang tidak peduli padanya....

"Hallo mbok Darmi" Panggil Dinda semangat dan dengan Cantiknya..

"Haii non, ceria dan cantik amat non Dinda malam ini" Sapa balik sang oengasuh yang oengertian dan baik hati itu...

"Ah mbok Darmi bisa aja, balas Dinda..

"Mbok darmi dan Art lainnya lagi ngumpul di dapur tidak seperti biasanya, namun Dinda acuh, mungkin biasa saja malam-malam begini mau masak dan makan bareng mungkin pikir singkat Dinda..

Dinda pun duduk di sofa dan menghidup kan Tv besar di ruang makan tersebut...

"Tumben non mau nonton di sini, biasanya selalu di kamar" ucap mbok Darmi meembawa sesuatu untuk di makan oleh Dinda...

"Makasih mbok.....Iya nih mbok bosan di kamar terus, sekali-kali mau nonton sama orang rumah semuanya biar rame" Jawab Dinda mengambil dan mulai memakan makanan yang di berikan mbok Darmi tadi...

"Ohh gitu toh non" ucap mbok Darmi yang duduk di meja makan sambil memakan seauatu juga..

"Mbok sini aja temenin Dinda" ucap Dinda agak manja kepada mbok Darmi

"Ok non, sambil membawa makanan untuk menemani Dinda...

Mbok Darmi datang dan malah duduk di bawah dan tidak di sofa..

"Enak ya mbok duduk di bawah" Tanya Dinda yang melihat mbok darmi duduk di karpet bulu nan tebal dan terlihat nyaman.

Tanpa menunggu jawaban mbok Darmi, Dinda turun lalu membaring kan kepalanya ke pqha mbok Darmi..

"Non jangan di bawah, kurang steril" ucap mbok Darmi, namun tidak di hirau kan Dinda dan masih tetap di sana

Mbok Darmi tidak kaget akan sikap Dinda, karena Dinda memang sering melakukan hal itu padanya..

"Biar kan Dinda begini sampai tertidur, Dinda mau kayak gini" ucap Dinda yang masih menatap ke arah Tv...

"ya non lanjut aja" balas mbok darmi membiarkan Dinda melakukan hal itu...

"Oh iya mbok, bilang sama semua Art, hari libur kita ke pantai bareng, biar gak terlalu bosan dan stres sama kerjaan" ucap Dinda kepada mbok Darmi untuk di sampai kan ke semua Art di rumah Dinda...

"Baik non, besok mbok sampai kan, pasti mereka sangat senang dan nambah semangat kerjanya, dan juga tambah beta paatinya" ucap mbok Darmi..

"Bisa aja mbok Darmi, kan kita semau keluarga mbok, jadi harus saling berbagi kebahagian..." Balas Dinda yang membuat mbok Darmi tersenyum dan dan mengelus lembut rambut halus nan panjang Dinda...

"Jarang bangett punya anak majikan sebaik dan perhatian kayak non, yang ada banyak yang bersikap berlebihan,kepada Art, kalau non ma rendah ahti" ucap mbok Darmi menatap lembut wajah Dinda, namun Dinda tidak peduli dengan pujian mbok Darmi, masih tetap konsent menonton...

"Kan Mbok yang besarinndan ngajarin Dinda, sampai seperti ini" jawab Dinda...

"Dinda sebenarnya ingin menceritakan tentang kejadian yang menimpahnya siang tadi, namun dia takut mbok Darmi kawatir berlebihan, sehingga membuat Dinda tak menceritakan apapun kepada mbok Darmi.....

Mbok Darmi orang yang paling khawatir, jika ada yAng terjadi pada Dinda, kalau sampai Dinda mwnceritakan hal tadi siang, bisa-bisa mbok Darmi ikut antar jemput Dinda ke sekolah setiap hari

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!