DINDA HAMPIR SAJA TEKENA MUSIBAH

Pulang sekolah, Dinda terburu-buru dan agak sembunyi-sembunyi, Lalu berlari keci ke arah jalan, Untuk menghampiri Taxi yang sudah Dia pesan dari dalam kelas saat jam pelajaran masih berlangsung.....

Dinda idak ingin lagi naik atau pun bertemu dengan Pak Gibran di kuar jam sekolah...

Dinda melihat nomor Taxi yang di pesan,ternyata benar itu taxi yang dia pesann tadi,,,...

Dinda langsung masuk ke dalam mobil tersebut, dn cukup kaget,Kerena ada penumpang lain di sana...namun tetap berusaha berpikir positip tidak ingin merasa takut yang berlebihan dengan orang baru, mereka juga manusia biasa...

"Kita berangakat" ucap Sopir taxi itu...

Beberapa menit kemudian, sikap pak sopir itu membuat Dinda agak takut,

"Mbak cantik banget ya, kenapa berani naik taxi sendiri Non, emang gak di jemput sopir ya..???"

Dinda tak peduli dengar pertanyaan pak sopir itu, hanya Diam dan tak berniat untuk menoleh ke arah depan..

"Sombong banget sih" Ucap penumpang Pria yang berada di dekat Dinda, sambil sedikit menggeserkan badannya ke arah Dinda...

Dinda yang merasa risih akan sikap Pria di sampingnya dan ucapan pak sopir yang cukup Genit di pendengaan Dinda...

"Saya pesan taxi untuk pulang dan dan sampai tujuan, Bukan untuk berkenalan pak," jawab Dinda dengan nada meninggi dan melotot...

"Uh..uhh.uhhh..uhhh.."Galak amat anak gadis yang satu ini"Siakap semakin berani sang penumpang yang menoel dagu Dinda tanpa rasa takut dan beretika...

Parahnya lagi sang sopir hany ikiut tertawa melihat sikap penumpang lainnya, Bukan nya mencegah dan memberi kenyamanan kepada penumpang.

Hal itu membuat Dinda geram dan menepis kasar tangat sang pria dengan tas berat miliknya...jangan berani-berani kamu ya, saya lapor polisi kamu" ucap Dinda mengancam dan cukup berteriakk.....

Dan yang membuat Dinda hampir menangis namun itu berusaha dia tahan, agar tidak terlihat lemah dan takut, sang sopir melewati jalur lain dan cukup sepi..

"Pak ini bukan jalan ke arah rumah saya" ucap Dinda menegur sang sopir.

"Tenang mbak, saya cari jalur yang lebih dekat kok, biar cepat sampai" ucapnya namun hal itu membuat Dinda lebih tidak percaya, karena selama dia sekolah dan Hidup di dunia ini, Dinda belum pernah melewati jalur ini, Dan Pak Udin pun tidak pernah mengajak Dia lewat sini...

"Bohong....!!!!!ini bukan jalan menuju rumah saya, jangan macam-mqcam saya telpn polisi" ucap Dinda mengancam agar sang sopir takut dan Tidak berani padanya...

"Haaa...hhaaaa..haaaa" mereka tertawa bersama, membuat Dinda benar-benar ketakutan, apa lagi mendengar ucapan yang di lanjutin Oleh Pria di sampingnya...

"Di daerah sini tidak ada jaringan Mbak, malah mau nakut-nakutin Kita, Nimati aja perjakanan nya, ya anggap aja bonus jalan-jalan sama kita, tenang saja mbak nanti kita antar sampai tujuan" ucap Pria itu dan menyentuh tangan Dinda...

Dinda sudah hilang kewarasaan nya dan sudah tidak lagi bisa berpikir yang baik-baik...

"Kurang ajar kalian ya, dasar manusia binar, akan ku lapor kan Kalian kepolisi biar membusuk" Teriakkk Dinda kepada mereka...

Saat Dinda rasa Hidupnya sudah di ujung Tanduk dsn tidsk akan sampai rumah dan air mata pun sudah tak terbendung lagi, karena ketakutan menguasai dirinya...

Namun tiba-tiba....

Drakkk...." taxi yang di tumpangi Dinda tiba-tiba rem mendadak... dan membuat Dinda dan penumpang itu hampir saja tersungkur dan untung nya sabuk pengaman masih terpasang di tubuh Dinda menahannya...

"Sialannn, Siapa yang berani-berani menhadang mobil ku dan mengetahui jalaur ini" Ucap sang sopir marah...

Melihat mobil yang menghadang taxi tersebut, rasanya nyawa Dinda kembali terkumpul dan sedikit aman... Dan lagi saat penghuni mobil itu keluar dan menghampiri mereka di dalam mobill..

"Tukk...tukkk...tukkk" ketokan kaca cukup keras dari luar memaksa Sang sopir membuka kaca mobil bagian depan...

"Ada apa, saya tidak punya urusan dengan Anda" ucap sang sopir...

"Buka kaca dan pintu belakang, saya punya urusan dengan gadis yang di dalam mobil anda" Ucap Pria itu dengan tegas..

"Siapa anda, saya harus menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang saya" balas sang sopir tak kalah tegas...

"Anda yakin membuat penumpang di dalam nyaman menuju arah tujuan, Atau anda punya maksud" Balas sang pria tak kalah benar...

"Iya"ucap sang sopir taxi tak berniat membuka pintu...

"Ini bukan jakan menuju arah dan rumah penumpang Anda, Anda mencari masalaah dengan saya dan murid saya, lebih jelasnya biar kan dia yang mengatakan langsung..." Ucap sang Pria dan membuat sang sopir membuka pintu itu...

Saat Pintu terbuka, Dinda menghambur keluar dan langsung memeluk Pria itu dengan Erat sambil menagis bergetar, saking Ketakutanya Dinda, membuat Dia hampir saja merosot..

"Pak Gibran" cuma itu yang keluar dari mulut Dinda dalam keadaan menangis terseduh dan tubuh nya bergetar...

Melihat itu, membuat sang guru memanas dan langsung nmenarik paksa keluar sang sopir dan langsung menonjoknya...dengan Dinda yang berdiri tak bergerak di tempat tadi...

"Apa yang kalian lakukan hahhh" ucap Pak Gibran memanas dan terus menghajar Sang sopir itu, Pria yang ada di dalam mobil tak berkutik dan dan ketakutan melihat cara Pak Gibran menghajar Sang sopir dengan mudah

Apa lagi tenaga dan tubuh pak Gibran yang tinggi dan berotot, terlihat saat dia mengeluar kan tenaga dan berkeringat, Pria itu berpikir, Pak Gibran pasti punya ilmu bela diri yang cukup Tinggi...

"Keluar Kamu"ucap sang guru menunjuk ke arah penumpang Pria yang masih betah di dalam mobil dengan ketakutan...

"Ma..ma'af pak, ma'af kan saya, saya hanya ikut intruksi dari pak sopir, awalnya saya juga penumpang" ucap pria itu...

"Tapi Dia dengan berani menganggu saya pak" ucap Dinda yang mulai meredah dengan tangisannya... dan marah akan sikap mereka, dia tidak mencegak Pak Gibran mengahajar mereka...

Saya akan lapor polisi nantinya, biar kalian membusuk di penjara tunjuk Dinda Dan mengambil Hp miliknya lalu memotret mereka sebanyak mungkin, untuk barang bukti pelaporan Dinda nanti...

Tidak terlalu parah seperti sang sopir yang babak belur, pPria itu hanya mendapat satu tendangan keras dan Tiga tonjokan dari lengan berotot sang Guru tampan...

"Kita selesai kan di kantor polisi" ucap Sang guru mengancam mereka yang tak berkutik dan foto mereka sudah memenuhi galeri Hp Dinda...membuat mereka tidak ada jalan untuk pergi...

Pak Gibran menarik pelan tangan Dinda memasuki mobil lalu mengantar pulang tanpa baca yang mereka bahas...

"Apa sudah tenang" tanya sang guru menatap Dinda dengan sisah air mata yang masih terlihat...

"Makasih pak atas pertolongan besarnya, Kalau tidak ada bapak, aku tidak tau lagi nasib ku seperti apa mulai hari ini..." ucap Dinda mengingat kejadian tadi dan kembali menangis..

"Ini...,jangan menangis, kita sudah menujuh arah rumah" ucap Pak Gibran memberi tisu yang ada di dalam mobil miliknya.....

Terpopuler

Comments

Lee

Lee

Masih nyicil ya kak..
semangatt 💪💪

2022-12-30

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!