SIKAP CUEK DINDA

sinar pagi menerangi kamar milik gadis cantik itu, kini Dinda mulai berusaha mengumpul kan nyawa dan membuka lebar selimut yang menutupi tubuh indahnya...

"Oammmm...." Dinda menguap di pagi itu, Pagi di mana dia harus bersiap untuk menghadapi hari senin yang membosan kan...

Dinda mulai menurun kan satu kaki lalu kaki yang lainnya menuju kamar mandi dan mulai mengawali dengan mandi air hangat...

"Emmm... enak banget kalau pagi-pagi dingin mandi air hangat" ucap Dinda sambil membersikan diri...

berapa menit kemudian.Dinda sudah siap dengan dandanan dan baju sekolah yang rapi dan wangi.... lalu berlenggok turunn untuk sarapan......

"Mbok Darmi...!!!"Panggil Dinda, namun teriakan itu memelan, saat di depan meja makan Dinda duduk lah seorang Pria yang sangat di kenalnya....

Dinda mendekat menuju meja makan dengan muka tanpa ekspresi, tidak seperti tadi, yang tersenyum saat memanggil mbok Darmi...

sang guru pun masih dengan ekspresi biasa tanpa menyapa Dinda...

"Ngpain bapak pagi-pagi sudah di rumah saya'?"ucap nya ketus.....

"menjemput mu untuk berangkat sekolah" Jawab Pak Gibran tak menoleh kepada Dinda yang cemberut di dekat meja makan...

"Tidak usah, saya brangkat pakai taxi, sudah saya pesan pak, Bapak duluan saja" ucap Dinda menolak,lalu duduk melanjut kan sarapan, Namun Pak Gibran tidak bergeming dan masih beta di sana...

"Tapi non, non gak pernah naik taxi, dan juga gak kenal sama sopir nya non, Kalau Nak Gibran kan, Non Dinda kenal" Ucap mbok Darmi menyela akan ucapann Dinda yang tidak mau berangkat bersama sang guru...

Dinda melanjutkan makan tanpa bersuara, selesai dengan Itu Dinda langsung pamit dan berlalu,..

Melihat hal itu sang guru mengejar Dinda...

"Ayok masuk kita brangkat sekarang sebelum terlambat" Ucap Sang guru yang membuka Pintu, namun Dinda acuh dan sibuk dengan Hp miliknya..

Ntah angin dari mana guru kaku dan tidak berperasaann itu menarik tangan Dinda untuk masuk ke dalam mobil...

Dinda yang kaget pun tidak bisa menolak dan langsung masuk dan duduk di sana...

Saat Dinda duduk dia masih berusaha inginn keluar dari mobil sang guru, namun sang guru tampan dengan sikap memegang tangan dan langsung memasang sabuk pengaman pada Dinda...

"Apaan si pak, Gak lucu tau gak jawab Dinda dengan juteknya...

Sang guru menoleh ke arah Dinda dan jarak yang cukup dekat, Karena pak Gibran masih memasang sabuk pengaman ke badann Dinda...

Melihat tatapan sang guru yang begitu dekat, membuat Dinda degdekan dan membuang tatapannya ke samping.. begitu pun dengan sang guru yang buru-buru menghindar dan duduk di tempat awal.

"Kita berangkat" ucap sang guru tanpa melihat Dinda dan menjalan kan mobil menuju sekolah, tanpa mereka sadari ada percikan-percikan yang mulai muncul di hati mereka masing-masing...

Berapa menit kemudian....

"Dinda...." Panggil sahabat-sahabat Dinda, yang terlihat turun dari mobil masing-masing dan mendekat ke arah Dinda yang sudah turun dari mobil sang guru...

"Ayokkk" ajak Dinda bergegas, Karena Dinda tau mereka ingin mengusili Dinda yang baru turun dari mobil sang guru tampan....

"Cieeee...cieeee..cieeee...!!!!"Barengan Tiap hari nih.., Bisa-bisa muncul rasa yang tak Biasa hadir di antara Dinda dan pak Gibran tampan kita....goda sahabat-sahabat Dinda...

"Gak usah bahas Dia deh, dia udah punya pasangan" Sambung Dinda menjawab pertanyaan, sahabat-sahabatnya...

"Aduhhh hilang deh kesempatan gadis cantik yang satu ini, Timpal sahabat Dinda...

Kesempatan apaan sih" jawab Dinda,mendahului sahabat-sahabatnya berlalu ke kelas...

"Aku rasa sebelum janur kuning layu, masih ada kesempatan Untuk Dinda menjadi teman dekat Pak Gibran, mungkin juga di masa depan mereka bisa menikah..." ucap sahabat Dinda,, namun dapat senggolan dari sahabat Dinda yang lainnya..

"Kenapa si Onta, nyenggol gitu, untung gak jatuh aku nya, kan bisa hilang kecantikan ku pagi ini, gara-gara jatuh" Saat ingin melanjut kan ucapannya, orang yang lagi mereka omongin lewat...

Namun sang guru hanya lewat tanpa bicara apapun..Namunn Saat sudah jauhnpak Gibran menampak kan nsedikit senyuman di bibir nya.

"Waduhh, bubir ku kok nyerocos aja tadi, gak sadar kalau pak Gibran di belakang..." ucap sahabat Dinda yang berani-beraninya membahas tentang Dinda dan guru di lingkungan sekolah...

"Aman itu, ku rasa pak Gibran bukan tipe orang pedendam kok,"Sahut yang lain menennangbkan...

"Gini kali ya prasaan Dinda saat bahas Pak Gibran waktu kita di kantin,,, Kalin-kalian pada ingat kan. ???" ucapnya sedikit merasa takut dan was-was...

"Iya ...iya kita tahu kok, tapi ku rasa cuma hal begitu pak Gubran gak akan sampai jemur kamu seharian di lapangan basket kok, ya....paling sejam dua jam doang," tpal sahabat Dinda yang lainnya...

"Ihhhh kalian kok nakutin gitu sih"Ucap sahabat Dinda yang terlanjur nyerocos tentang Sang guru....

"tenang...tenang gak akan kok,ntar kamu pura-pura pingsan aja kayak Dinda waktu itu biar di gendong pak Gibrann...ha..ha ..ha..." sambung yang lain

.Dan kini mereka sudah memasuki kelas dan menghampiri Dinda yang sedikit cemberuttt...

"Din tadi aku lagi bahas sama pak Gibran,eh tiba-tiba dia nongol di depan aku, kan aku hampir jantungan, ucap sahabat Dinda...

"Gak peduli dan gak mau tau" jawab Dinda...

"tumben gak mau tau, kagi brantem sama doi" timpal yang lainya...

"Apa iya pak Gibran sudah punya pacar..???Kayaknya belum deh Din, salah informasi kali kamunya, siapa tau itu saudara atau tantenya gitu..." jelas dan berusaha berpikir positif tethadap sang guru.....

"Udah dehh, gak usah bahas Dia lagi, sumpek kepala ku, mending bahas yang lain yang lebih penting dan bermanfaat" Balas Dinda yang benar-benar tidak ingin membahas guru yang selama ini dia kagumi dan juga di segani........

Kini mereka duduk manis di bangku masing-masing, menunggu pak Gibran memasuki kelas, namun pikiran mereka bercabang kemana-mana dan sangat ingin membahas tentang Dinda dan sang guru saat jam istirahat Tiba...

Kini terlihat lah pak Gibran memasuki kelas dan mulai memberi dan menjelas kan materi-materi yang akan di bahas saat itu ..

Yang membuat sahabat Dinda semakin kepo, Pandangan mata Pak Gibran yang sering tertangkap oleh sahabat Dinda, sedang menatap Dinda, walau sebentar-sebentar...

Tidak seperti biasanya, pak Gibran seperti itu malah Dinda yang malah sangat acuh dan tidak berniat untuk menatap pak Gibran seperti hari-hari biasanya..

Dinda malah tidak berniat melihat guru itu lagi, ntah apa yang membuat Dinda kesal dan tidak suka melihat Pak Gibran lagi......

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!