"Gil*... Cari mati aku..." gumam Dinda sambil berjalan menuju Kelas tanpa peduli Lagi sahabat-sahabatnya.
"Kenapa si nih mulut gak Bisa di rem Dikit, itu kan tempat umum, Tempat sepi aja sering ketemu, Apa lagi itu kantin..." gelisa Dinda sambil menepuk-Nepuk jidat karena dia merasa sangat bod*h dan ceroboh...
Dengan langkah yang lebar dan Cepat Dinda menuju Kelas, langsung duduk dengan perasaan was-was oleh Ucapan dia sendiri dan di dengan langsung oleh orang yang bersangkutan...
"Gimanna ini" gumam Dinda tambah Gelisa dan menggigit jari jempolnya...
"Andai bisa membalik kan Waktu, aku gak akan mengeluar kan kata-kata Tadi.. mungkin hari ini aku aman Karena tidak ada lagi jam pak Gibran, Tapi setiap hari jam mata pelajaran dia selalu ada... Gawat..gawattt..gawattt..." Masih dengan rasa gelisah yang cukup, akan hari esok, gimana Nasib Dinda...
"Din..." panggil sahabat Dinda yang ikut dari belakang mengikuti Dinda masuk ke kelas...
"Aduhhh gimana dong..." Aduh Dinda kepada sababat-sahabatnya...
"Tenag aja Din, Pak Gibran tidak akan masukin Ke hati ucapan kamu, dia kan bukan guru pendenam walaupun dia Kaku dan tidak berperasaan" ucap Sahabat Dinda, guna menenang Kan Dinda ya sudah cukup takut dengan akibat dari Ucapan Dirinya di kantin tadi....
"Kalian yakin pak Gibran gak akan kesal sama aku" tanya Dinda meyakin kan ucapan dari sahabatnya itu..
Dengan ragu namun Cepat sahabat Dinda meyakin kan ucapan mereka
"Yakinn dong din, Tenang ya" Elus sahabat Dinda dengan lembut agar Dinda tenang... dan tidak terlalu memikir kan tentang akibat dari ucapan mereka, Walau mereka Juga cukup Was-was kalau guru mereka memberi Dinda hukuman.
Namun kalau tentang pelajaran hal itu tidsk mungkin Kecuali sang guru sudah masuk Rana Pribadi dan dendam...
Berapa jam berlalu Jam Sekolah pun usai dan bersiap untuk mereka Pulang..
Tidak lupa akan Janji mereka kepada Dinda yang akan menginap di Rmah Dinda Hari ini..
"Yuk din....gandeng sahabat-sahabat Dinda menuju mobil jemputan mereka.
"Cusss... Ayokkkk berangkat, Kita pulang sekarang dan menghabis kan makanan dan menikmati fasilitas kamar mewah Milik Dinda," ucap mereka semangat, dan ikut di sorakin Dinda sambil mengangkatt tangan ke atas... walau sahabat,-sahabat Dinda tak kalah kaya, Namun Sahabat-sahabat Dinda sering becanda....
"Uhuuuuu... Ayok kita nikmati Hari ini...
setengah jam berlalu......
kini mereka telah tiba di rumah mewah Milik Dinda dan di sambut parah pekerja rumah mewah itu dengan ramah, Dinda dan sahabat-sahabat Dindabtak kalah rama membalas sapaan itu..
"Halooooooo.... nbok darmi, pak udin dan bibik yang Cantik dan rajin menabung" ucap sala seorang Sahabat Dinda dengan candaan, Sambil melambI-lambaikan tangan bak seorqng seleb tanah Kuburan...
.Para pekerja rumah Dinda tun tertawa lepas akan sikap sahabat Dinda yang sangatt ramah...
"Dasar Onta,,, buruan..." Tarik Dinda dan membuat sahabatnya berhenti bercanda dan mengikuti Dinda...
"Baik nyonya jawabnya dan mengikuti Dinda ke kamar...
Beberapa Sahabat Dinda bersantai di tera Kamar milik Dinda yang Luas dan menikmati pemandangan Indah dan sejuk dari teras itu...
"Brummm...brumm..."Suara sebuah mobil yang sedang terparkir di rumah tetangga yang semalam Dinda cari Tau namun belum mwndapat kan jawaban..
"Din... kamu ounya tetangga baru ya,..??? atau sudah lama ada penghuni baru rumah itu" Tanya sahabat Dinda yang duduk bersantai di teras..
Dinda berlari agak cepat dan tidak menjawab jawaban pertanyaan itu...
"Mana..manaaa..." Tanya balik Dinda kepada sahabat-sahabatnya dan celingak celinguk mencari keberadaan tetangganya...
"Kenapa kamu seakan lebih tidak tau dari ku, malah bertanya Balik" ucap Sahabat Dinda yang aneh dengan Dinda yang malah bertanya Balik...
"La.... emang aku gak Tau dan mau cari tau, itu Baru semalam aku dengar, mau lihat tetangga baru malah gak nongol-nongol ke depan rumahnya... Kenalan kek sebagai tetangga Baru, biar Bisa saling bantu gitu.." Ucap Dinda sambil mencari keberadaan sang oenghuni rumah baru itu...
"Tadi aku lihat Orangnya langsung masuk ke dalam Rumah sambil nenteng tas, dan badan sama kepala ketutup sama switer gitu" Ucap sahabat Dinda menjelas kan, agar Dinda tidak terus mencari keberadaan penghuni baru, seperi mencari orang hilang...
"Ohhh sudah masuk rupanya, Kenapa dia pake switer dan menutup tubuhnya agar Tidak Kelihatan ya, apa dia ounya Niat jahan di komplex ini"Ucap Dinda sambil berpikir bak seorang detektif...
"Alaaaa kamu mah, berlebihan menilai orang, Siapa tau dia kepanasan, atau kedinginan, atau dia seorang yang tertutup tidak terlalu PeDe di lihat Orang Rame, kan ada orang yang gitu, tergantung Pribadi masing-masing" Ucap Sahabat Dinda dengan pikiran positif...
"Iya Din gak boleh menilai orang begitu" Sahut yang lainya
"Tidak apa dong sedikit mencuriga kan orang, jangan terlalu percaya dengan orang jaman sekarang, banyak kok teman makan teman" Ucap Dinda melirik sahabat-sahabatnya...
"Dasar overr" balas sahabat Dinda...
Dari pada kita bahas masalah tetangga baru, mending kita makan, kan enak tu" ucap Yang lainya, membuyar kan topik pembicaraan mereka, dan mereka semua menoleh dan setujuh...
"Cusss ganti baju dan kita ke bawah ke meja makannnn" ucap Dinda yang tidak lagi mencari tau dan mengajak sahabat-sahabatnya turun ke ruang makan untuk menikmati makanan yang sudah di siap kan...
Saat mereka Keluar kamar, mbok darmi sedang menuju ke kamar Dinda.
"Ada apa mbok" Mbok Darmi yang tadi hanya konsen dengan jalannya tiba-tiba mengakat kepala dan tersenyum...
"Baru aja mbok mau manggilin Non dan teman-teman agar turun untuk makan, makanan sudah siap" ucap Mbok darmi yang kembali membalik kan tubunya untuk kembali turun...
"Ini yang di tunggu, makanan....!!!!" Ucap sala satu Sahabat Dinda lalu menyerobot turun duluan menuju meja makan, Dinda dan yang lain hanya menggeleng kan Kepala melihat Tingka sahabatnya itu....
Mereka sudah duduk dan siap menyantap makanan dengan hikmat, dan tidak lagi mengungkit atau membahas tentang tetangga baru..
Ntah itu lupa Karena makanan, atau memang tidak lagi ingin membahas tentang Tetangga baru....
"Nyamm..nyammm.nyammm" Enak banget ya makannan di rumah Dinda, mau deh tiap hari makan di rumah Dinda" ucap sahabat Dinda dengan nada seriusss
"Yeeeee... Enak di kamu gak enak di Dinda dong, ngapain kasih makanan gratis tiap hari sama kamu, Kamu kan kalau sudah makan lupa sama segalanya dan banyak lagi Porai makan mu itu, Tapi tetap aja kurus.." ucapan itu membuat mereka tertawa bahagia di ruang makan, pekerja yang mendengar pun ikut tertawa.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
mamayot
mksih sudah mampirr
2022-12-08
0
Ra'
😇😇😇
2022-12-08
0