CUKUP PEDULI

Selama jam pelajaran, Dinda masih tetap di UkS untuk Istrahat Penuh dan tidak di izin kan untuk masuk kelas oleh Pak Gibran, Takutnya dengan Berdiri Dinda kembali pingsan..

"Dinda hanya makan dan istrahat guna memulihkan kondisi tubuh yang kurang sehat itu...

Jam Istrahat sahabat-sahabat Dinda menjenguk dan menemani Dinda yang cukup Bosan Di dalam Uks tanpa yang menemani saat jam pelajaran, Karena dokter itu sudah melihat kalau Kondisi Dinda sudah sehat hanya kurang bertenaga saja....

"Din enak ya kamu, di Uks tidur sambil makan sepuasnya"Ucap sahabat Dinda bercanda...

"Ehem..ehem..ehemmm"deheman Dinda yang menganggap serius ucapan sahaabatnya...

"Bercanda kali Din, Gitu aja di masukin jantung sih"...

"Ehh hati Onta"Balas Dinda langsung ngegass...

"Uffffsss, kepleset berati, Hati ya.... he..hee..heeeeee" Tawa garing sahabat Dinda...

"Kalau sendiri cukup Bosan sih, tapi dengan makanan yang banyak ini cukup menghilang kan kebosanan ini" jawab Dinda bosan

"Tapi ada untung nya aku pingsan,kita bebas dari hukuman berjemur selama jam pelajaran Pak Gibran, Kalian senang kan"Ucap Dinda sambil melirik ke sahabat-sahabatnya.

"He..hheeee...heeee..." cengir Kuda sahabat-sahabat Dinda merasa bersalah sudah bicara tentang enak Di UKS dengan Dinda...

"Tadi ada pak Gibran ke sini, jengukin aku.." ucap Dinda terpotong sama pertanyan sahabata-sahabatnya..

"Hahhh yang bener Din,...Terus..terus.. Gak Gibran ngapain kamu..."Ucap nyerocos asal muncung Sahabat Dinda....

"Terus..terusss... Nabrak kali.... pertanyaan Kalian aneh deh, masa nanya Pak Gibran ngpain aku...." jawab Dinda mengerut kan jidat saat menjawab pertanyaan cukup aneh dari sahabat-sahabatnya menurut Dinda.....

"Ya kann... Kali aja gitu bawain minum atau perhatian sama Kamu Din" ucap sahabat Dinda....

"Kan Kalian tau guru Kaku itu tidak berperasaan mustahil lah ngelakuin hal kayak gitu sama muridnya, tadi pak Gibran cuma bilang Jangan samapi besok sakit, bisa ketinggalan sama materi Dia, gitu doang" jawab Dinda....

"Ohhh.. krainnn" Jawab singkat sahabat Dinda...

"Ehhhj... tunggu dwh Kalian ingat kan siapa yang nolongin sama gendong Dinda Pas dia pingsan di lapangan tadi" ucap sahabat Dinda mengingat kan tentang kejadian Dinda pingsan.

"Ya Pasti Kalian la yang ngangkat aku bareng-bareng, masa kalian suruh tukang Kantin" jawab Dinda membalas...

"ehh jangan salahh dulu Dinnn" Jawab sahabat Dinda memotong...

"Laaaa...jadi beneran Kalian suruh tukang Kantin gendong aku"balas Dinda cemberut...

"Hhhaaaaa...hhhaaaa...haaaaa..." tawa serempak sahabat Dinda...

"Ihhhhhh Kaliannn tega deh sama aku, Jadi beneran Kalian suruh tukang Kantinnn" Rengekkk Dinda semakin marah dan raut muka cemberut dan masam...

"Bukan Din, Pak Gibran yang gendong Kamu tadi....

"Uhukkkkk....."Makanan yang lagi di makan Dinda berhamburan keluar dan mengenai muka salah satu sahabatnya, dan Dinda pun hampir tersedak oleh makanan itu, untung dengan cepat Dinda menyambar minum di dekatnya tanpa peduli muka sahabat yang terkena semburan makanan tadi....

Dinda minum dengan cukup banyak, rasanya tenggorokan Dinda tertelan batu karang....sakit sakit karena tersedak makanan tadi....

"Ihhhh Dinda... kamu jorokkk banget sihh" Ucap sang sahabat sambil membersikan muka dengan Tisu basah, karena bukan cuma makanan yang menempel tapi air liur Dinda juga ikut tersebut ke muka sahabatnya...

"Ka..kali..annnn yakinnnn..." Jawab Dinda agak tersenyum kecil namun di sembuyikan, tak terlihat oleh sang sahabat, Karena senyum itu sangat halus dan tipis

Tapi raut wajah berseri Dinda tidak bisa di sembunyikan dari sahabat-sahabatnya...

"La Seneng dia, dasar Onta, tu muka udah kayak di kasih skincare mahal saking berseri-serinya," Canda namun serius ucapan dari mulut sahabat Dinda yang menggodanya...

" apa'an sih"jawab Dinda singkat

Jam pulang pun sudah dekat Dinda bersiap untuk pulang dan turun pelan dari ranjang Uks..belum sempat turun Dahabat Dinda sudah muncul namun dua orang saja, Karena waktu pulang belum tepat.

"Kok Kalian kesini, kan jam pulang masih beberapa menit lagi.." Tanya Dinda yang melihat sahabat-sahabatnya cukup berani.

"Tenanggg Din, Pak Gibran kok yang kasih kita ijin kesini, Pak gibran bilang sama guru jam pelajaran terakhir untuk kita jemput kamu Di Uks"jawab mereka....

"Dinda tidak lagi bertanya dan langsung di bantu sahabat Dinda untuk jalan keluar dari Uks menuju parkiran...

"Din tadi aku telpon pak Udin, gak usah jemput kamu ke sekolah.."

"Lah kenapa, emang Kalian Mau nginap ke rumah aku lagi"Jawab Dinda santai...

Namun tidak di jawab sama sahabat Dinda, dan mereka melanjut kan jalan keluar...

Di parkiran Pak Gibran berdiri di depan mobil miliknya lalu sahabat Dinda mendekat ke arah sana...

"Ehh..ehhh, ngpain kita mendekat ke arah pak Gibran Kalian gak liat apa dia depan Kita" ucap Dinda yang gidak tau menau...

"Sudah siap semua, gak ada yang ketinggalan, Ayok masukk" Ucap Kaku Pak Gibran membuka Pintu mobil miliknya,

Namun Dinda masih melamun dan tidak menyadari yang di panggil dan di tanya pak Gibran adalah dia....

"...Din buruan ntar marah lagi pak gibrannya"ucap sahabat Dinda berbisik

"Aku..."Dinda menunjuk mukanya sendiri sambil melotot Kagetttt...

"Kaki Dinda pun terasa di hipnotis yang langsung masuk ke mobil pak Gibran yang sudah terbuka dengan pandangan kosong,Dinda pun duduk di sana dengan Kaku...

"Byeee Din, Makasih pak sudah mau antar Dinda....

"Pintu pun di tutup oleh Pak Gibran..."saya antar kamu pulang, tidak usah takut..." ucap pak Gibran...

Dinda hanya mengangguk kaku...atas ucapan Pak Gibran,

Menurut Dinda waktu saat ini seperti mimpi dan susah di percaya, guru yang di anggap tidak berperasaan itu mengantar nya pulang, tanpa bertanya pada Dinda..

Perlakuan pak Gibran membuat Dinda cukup kagett

Sebelum menjalan kan mobil pak Gibran secara Spontan mendekat ke arah Dinda dan Dinda kaget, ternyata pak gibran memperbaiki kursi Dinda dan memasang sabuk pengaman Dinda... tanpa ekspresi apa-apa dan tidak menatap Dinda sama sekali, namun Jangung Dinda hampir copott...

Oak Gibran pun mulai menjalan kan mobil, tidak ada pembicaraan di sana, hanya ada pwrtanyaan tentang jakan menuju rumah Dinda

Dinda terus saja menunjuk dan mengatakan setiap gang yang akan di lewati menuju rumah Dinda...

Saat sudah dekat Pak Gibran sesikit mengernyit kan jidatnya...

"Kamu yakin ini rumah kamu"pertanyaan pak Gibran membuat Dinda cukup kesal

"Iya pak,"jawab Dinda singkat namun bedah lagi dengan ucapan di Hati Dinda

"Di kira aku sudah lupa apa sama rumah sendiri, gara-gara oingsan tadi,dasar pertanyaan gak jelas"el Dinda di dalam hati tanpa ekspresi...

"Ok, Pak Gibran berhenti si sana dan Dinda oun turun di sambut parah Art Dinda..

mobil pak Gibran pun berlalu dan ada yang aneh arah Mobil pak Gibran tersebutt..

Terpopuler

Comments

Lee

Lee

Mampir lgi thor.
semangat ya..💪

2022-12-27

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!