brumm..brummm...brummm..., Suara mobil yang sedikit terdengar dari kamar mewah milik Dinda cukup mengusik ketenangan tidur Dinda malam itu...
Jam delapan malam waktu yang masih sibuk dengan Lalu lalang manusia dan kendaraan pun masih rame, Namun Dinda sudah mulai menutup mata agar bisa bangun besok pagi untuk berangkat Sekolah dan tidur yang cukup....
Namun Suara mobil di dekat rumah Dinda membangun kan tidur indahnya.
"Mobil siapa sih,suara mobil yang biasanya ramah lingkungan namun ini suara mobil pengangkut barang, prasaan gak ada yang punya mobil pick up " Ucap Dinda bangun dari ranjang luas miliknya dan mengintip dari gorden kamar.
"Apa orang pindahan rumah ya, malam-malam begini udah bising aja," ucap Dinda yang penasaran akan mobil di bawah dan selama ini rumah tersebut jarang dan tidak terlihat penghuninya.
Paling kadang cuma ada penjaga atau pengurus rumah itu saja yang datang, itupun sekali dalam berapa bulan untuk membersih kan rumah tersebut...
Dinda masih asik mencari tau siapa pemilik mobil itu, dengan rasa kepo yang cukup dalam, Dinda Sampai mengambil kursi untuk duduk dan menunggu orang yang akan keluar atau mengangkat barang tersebut...
Namun tak juah kunjung muncul membuat Rasa kepo Dinda yang mencuat seketika menciut, Mata Dinda pun sudah mulai lelah dang mengantuk kembali...
"Hadehhhh siapa ya kira-kira" Gumam Dinda menyenderkan punggung yang sudah kaku itu ke kursih, karena sudah cukup lama dia mengintik dengan membungkuk kan punggungnya.
Sehingga membuat Punggung Dinda seakan tidak bisa di gerak kan kebelakang ,namun orang yang di tunggu-tunggu pun tak muncul..
Hanya barang yang terletak di mobil tanpa ada niat untuk menurun kan atau membawa, namun bukan Itu yang dinda mau, hanya ingin melihat siapa sebenarnya tetangga yang mengangkat barang malam-malam...
Tidak terasa dinda tertidur di kursih itu sampai larut dan terjaga saat suara bising dari mobil tadi kembali lagi.
Dinda memaksa membuka mata dan kembali mengintip Namun mobil tadi sudah tidak lagi di tempat, hanya suara mobil yang tertinggal...
"Ahhhh, sudah lah, aku tidur saja lagi, besok akan ku tanyakan pada mbok Darmi, mungkin dia tau, tidak mungkin bukan mbok darmi tidak mendengar suara mobil sekeras dan sebising itu di dekat rumah, apa lagi mbok Darmi di bawah lebih dekat dari rumah itu" Gumam Dinda yang kembali membuka selimut untuk melanjut kan tidur di ranjang empuk miliknya...
Pagi pun tiba Dinda sudah siap dengan seragam miliknya dan bersiap untuk menyantap sarapan di bagi indah..
"Pagi non cantikkk, Semangattt ya sekolah dan belajarnya, Nanti pak Udin akan jemput tepat waktu"Sambut Pak Udin dengan senyum ramah..
"Siap Pak" Balas Dinda dengan senyum dan hormat seperti lagi upacara bendera kepada Pak Udin...
"Nahhh gitu dong non, jangan sering cemberut nanti ilang loh cantiknya"Sambung mbok Darmi yang membawa sesuatu dari dapur untuk dinda dan Dinda tersenyum bahagia...
"Mbok sama pak Udin ayok kita makan bareng, pasti kalian pada belum sarapan kan" Ucap sok tau Dinda dengan ramah..
"Kami sebelum non turun dari kamar sudah pada sarapan dan tinggal mengerjakan tugas masing-masing non"Jawab Mbok Darmi
"Yakinnnn...!!!!!????" tatap Dinda ke mbok Darmi dan pqk Udin
"Sangat yakin non, Kalau tidsk percaya bisa cek CCTv "Jawab pak Udin dengan nada Candaannya...
"Ok kalau gitu, Dinda makan dulu ya" Dinda pun memakan sarapan dengan Lahap, pak Udin dan mbok Darmi pun terharu dan Sedih kepada Dinda yang masih belia namun sudah di tinggal kedua orang tua untuk bekerja, dan mereka pun jarang pulang walau sekedar untuk makan bersama..
Ulang tahun pun hanya mbok darmi dan para pekerja lainnya yang menyiap kan untuk perayaan, Paling orang tua Dinda mengirim Kado yang mhal untuk Dinda, Untuk sekedar video call mengucap kan Ulang tahun pun tak sempat mereka hanya mengucap kan lewat Kado yang terkirim ke rumah itu..
Para pekerja di sana melihat kesedihan mendalam setiap Hari special Dinda...
"mbokkk"Kaget Dinda, membuat Mbok Darmi sedikit berjinjit kaget akan panggilan Dinda yang cukup keras.
"Ha..ha..ha..ha.." Tawa Dinda yang spontan melihat Mbok darmi kaget itu...
"Ehhh non, jangan ngaget-ngagetin mbok gitu dong, Untung gak punya penyakit jantung" Jawab mbok Darmi mengelus dada
"Sorry-sorry mbok, Dinda udah selesai nih" Ucap dinda menatap Mbok Darmi yang masih mengelus dada...
"Mbom Dinda mau tanya dong"
Tanya apa non" Jawab mbok Darmi...
"Kita punya tetangga yang pindahan ya" Tanya Dinda, namun pertanyaan itu membuat mbok Darmi agak melongo dan bingung
"Em gak tau tu non, gak pernah lihat tetangga Baru kayaknya" jawab mbok Darmi yang tidak tau menahu tentang tetangga baru.
"Memang Mbok sama pak Udin gak dengar suara mobil yang bising semalam, kayak ngangkat barang-barang gitu" Tatap penuh tanya dari Dinda untuk mbok Darmi dan Pak Udin...
"Enggak.." Jawab mbok Darmi sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal itu.
Namun lain dari jawaban pak Udin yang membuat Dinda penasaran
"Ohh mobil yang semalam ya non" Jedah pak Udin..
"Iya pak yang semalam, Emang siapa yang pindah ke rumah di sebelah Kita, apa bapak mengenal Orang itu..???"
"He...he..he..."Tawa gaaring Pak Udin menggema ke telinga Dinda, Dinda masih menunggu jawaban dari pak Udin tersebut
" kurang tau juga non, pak Udin cuma dengar sedikit, sudah itu tidur lagi...
"Heeehh krain pak Udin liat" Ucap Dinda yang tak puas dengan jawaban Pak udin...
"teng...tong...teng...tong" Suara bel rumah besar itu berbunyi menandakan ada nya tamu yang datang Pagi-pagi begini...
Art Dinda pun membuka Pintu...
"Deng...denggg.... Dinda teriak sahabat-sahabat Dinda yang langsung masuk ke rumah Dinda lalu menghampiri Dinda dengan banyak tentengan di setiap tangan masing-masing Sahabat Dinda..
Dinda punya Empat sahabat semua datang barengan ke rumah Dinda pagi itu..
Namun respon Dinda tidak seperti biasanya kepada sahabat-sahabatnya karena mungkin masih marah dengan kejadian Kemarin di sekolah...
"Ngapain Kalian pagi-pagi buta kesini, bikin bising aja" Ucap Dinda ketus,
Namun sahabat-sahabat Dinda mengerti dan tidak mengubris ucapan Dinda itu, dan tau kalau Dinda masih marah
Mereka sengaja kesana untuk memberi kejutan dan makanan-makanan untuk Dinda
"Buruan berangkat yuk....Kita-Kita masak makanan banyak untuk kita makan di sekolah nanti sepuasnya terutama Untuk Dinda yang sedang marah dan suasana Hati yang sedang sedih" Ucap sahabat Dinda lalu menarik keluar rumah untuk berangkat bareng mereka
"Pak Udin gak usah antar dan Jemput Dinda ya pak, Nanti kita ke sekolah bareng dan pulang juga, Sekalian mau nginap di sini" ucap mereka semua Dan Dinda pun dengan muka judesnya tetap mengikuti sahabat-sahabatnya tanpa berkomentar.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Lee
Lanjut thor..
semangat yaa💪💪
2022-12-17
0