DINDA KEMBALI DAMAI

Dinda dan Sahabat-sahabatnya pun Sudah tiba di sekolah Namun muka cembwrut Dinda masih betah dsn belum berniat untuk mengubah ekspresinya..

"Nanti kita makan Pas jam Istrahat atau jam kosong aja ya Dinda sayang" Ucap Sahabat Dinda sambil mencubit Pipi Dinda..

""Apaan sihhh" Jawab Dinda yang menjauh dari tangan sahabatnya yang mencubit pipi halus milik Dinda

"Untuk kedepan, Kami berempat janji, selalu ada dan mendukung Dinda yang cantik, pintar dan baik ini" Ucap sahabat Dinda yang satu lagi, mereka oun mendekat ke arah Bangku Dinda lalu memeluk Dinda

"Terdengar isak tangis oelan dari seorang Dinda yang judes itu, dia sesih dan juga terharu, karena sahabat-sahabatnya masih mau berteman kepada dia walau sudah acuh dan marah Oada mereka...

"Cup..cup..cupo" sorry Din kemarin kita emang kelewatan sama Kamu, dan tidak peduli akan perasaan Kamu, Tapi tenang kita akan merayakan hari ini dengan makan-makan sepuasnya, Kita akan bantu kamu jika kesusahan oleh guru kaku dan sedingin Es itu" Ucap shabat Dinda dan menghapus air mata di pipi mulus nan indah milik Dinda..

Seketika Mood Dinda kembali, dia menghapus sendiri bukir bening di pipi indah itu dan mulai tersenyum kepada para sahabatnya itu..

"Horeeee kita berhasil bikin Dinda yang ceria ini kembali" ucap mereka dengan sorak gembira seperti anak kecil yang medapat Mainan...

"Apaan sih kayak anak kecil Kalian mah" ucap Dinda menoyor satu persatu kepala sahabatnya sebagian dari mereka, menghindar dari toyoran tangan Dinda dan Dinda pun mengejar sahabat-sahabatnya...

"Teng .tengg..tengg..."Suara bel sekolah Tanda masuk kelas pun berbunyi, Namun Dinda masih sibuk mengejar sahabatnya sampai ke luar kelas.

"Jduuggg...Awww"rintik Dinda mengelus pantat, dan dia terjatuh Karena menabrak seseorang.

"Siapa s.siihhh..."Ucap Dinda terjedah dan langsung menatap orang yang dia tabrak, melihat dari ujung sepatu orang yang Dinda tabrak membuat perasaan Dinda campur Aduk.

Namun Sahabat-sahabat Dinda segera menolong dan memapah Dinda untuk berdiri lalu kembali ke tempat duduk masing-masing

Namun Dinda cukup lega Karena seorang Pria yang dia tabrak tidak marah seperti biasanya..

Ya orang yang Dinda tabrak tidak lain adalah guru Es yang kaku dan di anggap tidak berperasaan itu...

Sang guru hanya menatap sekilas Dinda dsn Sahabat-sahabatnya dsn rok Dinda pun terlihat agak kotor, namun apa peduli guru itu tentqng Dinda dan teman-temannya

Masih untung dia Tidak memarahi dan menghukum mereka yang sibuk lari-larian di dalam Kelas seperti anak kecil yang rebutan Mainan.

Untung saja waktu menabrak masih belum pelajaran masih Suasana masuk Kelas, Karena guru itu saja yang kecepatan masuk ke ruangan Kelas Dinda.

Ntah apa Yang dia kejar, begitu semangatnya mengajar, membuat Murid bosan dengan kekakuan Sang guru tampan

Untung tampan, membuat murid-murid perempuan tidak bosan menatap wajah tampan itu, namun berbeda dari murid laki-laki yang cukup cemburu dengan tampang sang guru, membuat para murid perempuan selalu saja menatap guru tampan itu walau kaku dan tidak berperasaan...

Dinda dan Sahabat-sahabatnya duduk manis tanpa mengeluar kan suara sedikit pun dan mulai konsen akan materi-materi yang akan di sampai kan sang guru Es....

Beberapa murid laki-laki di paggil untuk mengambil buku yang kemarin Dinda bawak ke ruangan miliknya, dan buku-buku itu sudah di periksa dan segera di kembalikan.

"Giliran mereka aja, yang ambil buku sampai tiga orang, giliran aku di suruh sendiri, emang gak berprasaan" omel dalam Hati Dinda yang kesal akan sikap Gurunya...

Buku mereka sudah selesai di kembalikan dan kini guru kaku itu menjelas kan Materi lain yang tak kalah membisan kan bagi Dinda yang terlanjur sakit hati dengan sikap gurunya...

...... Satu jam kemudian.....

"Permisi..." ketokan Pintu kelas membuat sang guru menoleh

"Ya..." jawab sang guru singkat

"Pak Gibran di panggil kepala sekolah ada kepentingan rapat," Ucap seorang yang memanggil guru Kaku itu.

"Baik" jawab sang guru...

"Ini tugas Kalian kerjakan, jika sampai istrahat belum selesai kalian kerjakan di rumah dan kumpul kan smaa saya besok" ucapnya lalu keluar dari kelas itu

"Iya pak" Jawab para murid dengan semangat 45 Melihat Guru keluar dari ruangan kelas mereka..

Senyum mereka dan Bahagia pun muncul di wajah cantik Dinda dsn mulai menutup buku, perlahan melirik ke sahabat-sahabatnya..

Ada sebagian dari murid Laki-laki mengintip guru Kaku itu, apa sudah cukup jauh dari Kelas atau masih di depan Kelas.

"Yeeeeyy, Pak Gibran sudah jauh..."mereka mulai sibuk dengan kwgiatan masing-masing namun tidak berani mengeluar kan suara kelas, Pelan namun mereka sibuk dengan kegiatan baru saat guru mereeka sudah tidak lagi di dalam kelas itu...

"Sukur lah, akhirnya guru kaku itu keluar juga untuk hari ini, walau pun cuma hari ini" ucap Dinda bersorak pelan menghadap sahabat-sahabatnya..

"Jantung ku hampir saja copot tadi Din, saat kamu nabrak pak Gibran dan langsung jatuh gitu" Ucap salah satu sahabat Dinda yang tadi ikut menolong Dinda yang terjatuh menabrak pak Giran..

"Sukur kita gak di marahin dan di jemur ke lapangan, Kayaknya dia cukup Kasihan lihat Kamu Jatuh tadi Din, buktinya buku-buku berat itu di ambil laki-laki bukan Kamu lagi" ucap sahabat Dinda sambil mencowel hidumg mancung Milik Dinda...

Mereka Asik dengan Cerita, tak terasa jam istrahat pun tiba, terdengar bel Sekolah dan menambah sorakan geng Dinda yang menunggu waktu istrahat untuk menyantap makanan-makanan yang mereka bawah tadi...

"Ayok..ayok.. kita ke kantin aja langsung" mereka pun membawa makanan itu menuju Kantin untuk di Nikmati

Mereka memesan minum dingin Lalu membuka bekal"Haapppp... geng Dinda mulai melahap dan menikmati sajain terenak yang mereka Siap kan..

"Ni Din harus di habisin loh, special buat kamu seorang" Ucap sahabat Dinda, membuat Dinda nyengir kuda dan menerimah dengan senang hati makanan dari sahabat-sahabatnya....

Waktu Istirahat mulai habis mereka pun cukup Santai Karena bukan guru kaku yang masuk ke kelas mereka selanjutnya..

"Tenang-tenang tidak usah tergesah-gesa bukan guru kaku yang masuk selanjutnya" Ucap Dinda dengan cukup Keras dan tertawa namun penghuni kantin sudah hampir semuanya masuk ke kelas.

Tiba-tiba sahabat Dinda menyenggol lengan Dinda, senggolan itu membuat Dinda mengerti dan hati Dinda terasa maraton dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut manis nya tanpa berpikir dahulu..

Tanpa menoleh Dinda langsung Pamit masuk ke kelas dengan tergesa-gesa dan tidak peduli lagi akan sahabat-sahabatnya yang tertinggal.

Terpopuler

Comments

YT FiksiChannel

YT FiksiChannel

buat kek gini kayak mana Thor?

2022-12-09

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!