KESEDIHAN DINDA

Waktu mulai menunjuk kan waktu pulang Sekolah, Dinda dan Sahabat-Sahabatnya mulai membereskan Buku-buku mereka ke dalam Tas masing-masing.

.

"Din..."Pqnggil seorang sahabat Dinda yang melihat sikap Dinda tak bersahabat dari tadi..

Namun Dinda tidak merespon panggilan itu, dan berlalu dari Kelas begitu saja, Sikap cuek itu membuat sahabat-sahabatnya mulai menganggap serius kemarahan Dinda.

Berusaha mengejar Dinda, namun Dinda dengan Kemarahan itu membuat dia mempercepat jalan menuju mobil jemputan miliknya.dan langsung pulang tanpa menoleh atau pun behenti sejenak

"Aduh gimana nih, Dinda beneran marah sama Kita,Ucap Sahabat Dinda yang lain.

"Yaudah mau gimana lagi orang sudah marah gitu, Dinda kalau lagi Emosikan gak mempan Kalau di bujuk pake ucapan, Besok kita jemput ke rumahnya dan berangkat bareng sambil bawak makanan yang banyak, dan ajak dia ngumpul makan di Kantin..."Saut sahabat Dinda yang satu lagi.

Ok juga juga tuh, besok aku bwain beberapa makanan dan Kalian juga bawak kan..."

"Pastinya dong, Ucap ke tiga Sahabt tiga yang lainnya, punya rencana untuk membujuk dinda..

....DIRUMAH DINDA....

"Dasar jahat, gak ngertiin sahabat,gak peduli gak peka gak berperasaaan, Paling gak suka punya sahabat seperti mereka"Omel Dinda memasuki rumah gedongan milik keluaga Dinda.

Namun yang membuat Dinda sering Marah kepada siapa pun Karena Ulah Orang Tua Dinda yang Selalu sibuk dengan pekerjaan dan kurang memperhatikan Dinda yang masih sangat Butuh perhatian.

Hanya Uang yang datang setiap bulan, setiap sakit, setiap ada acara, setiap Hari libur sekolah atau pun di hari ulang Tahun Dinda.

Di rumah Dinda bukan tidak ada Orang, Banyak yang menjaga dan mengasuh gadis belia itu, Namun perhatian Kedua orang Tua lebih sangat di butuhh kan seorang Dinda.

Karena kurang Perhatian itu, diabutuh di perhatikan dan di pedulikan oleh Sahabat-sahabat dekatnya...

Sahabat-sahabat bukan Dinda tidak peduli, Namun Hari ini dia cukup kecewa pada merek yang tidak menyusul Dinda ke depan ruang guru kaku nan dingin itu, untuk sekedar menghibur Dinda yang lelah dengan mengajak Dinda makan coklat atau apalah sepulang sekolah...

Namun yang di harapkan Dinda sangat jauh dari angannya, sahabat Dinda malah Happy-happy di depan kelas dan tertawa tanpa merasa Kasian terhadap dirinya yang lelah...

"Mbok...."teriak Dinda memanggil mbok yang mengasukh dia dari Orok..

"Iya non" Jawab mbok dari dapur sambil membawa kan sesuatu untuk Dinda ke meja makan.

Dinda yang berteriak dan hampir menaiki tangga menuju kamar pun terhenti di sana.

Mbok darmi tersenyum lembut dan menghampiri Dinda, Lalu mengelua pundak Dinda menuju meja makan...

"Nih non, duduk dulu, dan lepas tasnya ya, agar bisa merubah mood non yang sedang kusut"Ucap bercanda mbok darmi yang mengerti cara membujuk anak Majikanya yang sedang terlihat kusut itu....

"Ada apa???..."Curhat sama mbik, biar mbok tau, Tapi sambil makan ini ya," Ucap mbok darmi yang memberikan sendok untuk cake pandan coklat masakan mbok darmi.

Dinda menyambut Riang sendok itu lalu menancap dengan semangat kue tersebut

"Makasih mbok, mbok paling tau dan mengerti perasaan ku"Sambut Dinda dengan Senyum manis dan memasukkan sendok demi sendok cake itu ke mulutnya.. lalu memeluk mbok darmi.

"Iya sama-sama non"Peluk Balik mbok darmi sambil mengelus kepala gadis belia itu...

Mbok darmi bukan orang Satu-satunya yang betah dan bekerja lama di rumah orang Tua dinda, masih ada beberapa lagi, mulai dari sopir, tukang kebun dan pembantu.....

Dinda si gadis Belia yang bersikap baik kepada orang yang bekerja di rumahnya tidwk pernah semena-mena kepada pekerjanya, mereka fokus dengan pekerjaan masing-masing tanpa adanya omelan atau ucapan yang tidak pantas dari Dinda..

Kadang memang ada Ucapan-ucapan kesal dari Dinda itu masih di anggap wajar, Karena gadis seumuran segitu masih ingin di perhatikan lebih oleh orang-orang di sekitarnya...

Dinda menghabis kan cake itu lalu pamit dan beranjak menuju kamar miliknya..

"Jangan lupa sarapan abis ganti baju ya non, mbok udah masakin sup kesukaan non masih hangat" Ucap mbok sedikit keras Karena Dinda sudah menaiki tangga ke kamar...

"Iya mbokk,Amannn itu... ,Dinda segera meluncur abis Ganti baju" Jawab Dinda dengan teriakan Halus dan berlari Kecil ke kamar miliknya....

Dinda menyegerakan keluar kamar Karena bau sup yang sudah di sedia kan di meja makan membuat perut langsing Dinda keroncongan dan Minta di isi segera...

"La..la..laaaa..laaaa...laaaa,.. naaaa naaaa..nnnaaaaa........"nyayian kecil Dinda menuruni tangga menuju meja Makan dengan muka berseri dan siap menghabis kan dan melahap semua yang ada di meja Makan...

"Mbokkkkk....Uyyyyyy Mbokkkk darmi...!!!!! ..Laaaa laaaa"Candaan Dinda langsung duduk dan menarik semangkok sup yang sudah siap dan hangat itu...

"Mbok yang paling baikkk" Mbok darmi hanya merespon dengan senyuman melihat Dinda bahagia melihat Makanan yang bermacam di meja makan...

Dinda memang Hobby makan, hampir apapun dan tidak milih-milih, terutamaa untuk makanan manis seperti cake, es krim dan asin seperiti cemilan citato dan makanan Pedas lainnya...

Makanan yang tersediah di meja makan itu membuat Dinda melupakan kejadian di sekolah dan sangat bahagia dengan makanan makanan yang masuk ke mulutnya...

"Ummmm...Nyam...nyammm..nyammmm"....

Sambil mengunya pun Dinda masih sibuk mengeluar kan suara, itu menanda kan ekspresi bahagia saat melahap makanan...

Hampir Satu jam akhirnya makanan di meja makan itu ludes sepenuhnya oleh Dinda, dan perut langsing Dinda pun terlihat cukup Gemuk, dan senyum terus mereka di bibir mungil Dinda...

"Selesaiiii""Dinda pun beranjak pelan dari meja makan karena makanan yang masuk ke perut lansing miliknya sedikit mengganjal dan terasa agak berat...

"Aduhhh.. terlalu banyak sepertinya" Dinda pun pelan-pelan menaiki tangga

"Hari-hari yang menyenang kan dan aku tidak perlu bertemu atau pun menelpon kedua orang tua itu yang sangat sibuk akan pekerjaan dan urusan pribadi mereka masing-masing" Ucap Dinda memasuki kamar dengan senyum namun terlihat ada kesesihan di mata indah milik Dinda....

Siaoa oun yang melihat Dinda saat ini akan mengerti kesesihan di hatinya dan kerinduan kepada oran tua yang tak kunjung pulang menemui dirinya, walau hanya putri semata wayang...

Sepert anak yang tidak terlalu di harap kan, seperti tidak punya lagi orang Tua yang melahir kan dia.... dia hanya bermanja Kepada mbok darmi pengasuh Dinda dari orok, mbok darmi sangat baik dan mengerti dan tau tentang dirinya sepenuhnya, Namun kadih sayang kedua orang tua lebih dia harap kan...

Terpopuler

Comments

J. Jeannette

J. Jeannette

Moshi Moshi!! Jeanne mampir!! Semangat akak othor❤️

2022-12-10

0

Radiah Ayarin

Radiah Ayarin

lanjut ya Thor di tunggu

2022-12-07

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!