"Pak Jalan..." Ucap Dinda membiat Pak udin kaget, Karena tadi Dinda bilang masih lama waktu utuk berwngkat sekolah, Sekaranga malah mau buru-buru, Namun pak Udin tidak pernah mempermasalahan hal kecil seperti itu...
"Baik non" jawab pak Udin memasuki mobil dan menjalan kan sesuai keinginan Dinda..
"Pak ikutin Pelan-pelan ya mobil bapak yang menyapa kita tadi" ucap Dinda...
"Iya non... Tapi non kenapa Dia yang masih mudah dan tampan di panggil bapak, kan kalau bapak-bapak kayak Pak udin yang audah Tua non, yang tadi mah belum Pantas di sebut, Paling-paling masih umur 25 kalau gak 27 itu non" ucap pak Udin yang tidak trimah pria seperti Gibran di panggil dengan sebutan pak....
"Ya mau gimana lagi toh pak, gak mungkin panggil nama, atau mas, akang, aak atau abang kan,, apalagi brother pak Udin...
"Laa kenapa non, dia kan masih mudah, walau jauh si beda umur dia sama non Dinda,, Mas pun gak apa-apa non..."ucap pak udin protes.
Namun cuma di balas dengan senyuman oleh dinda...
Pak udin masih Setia mengikuti mobil Pak gibran atas perintah Dinda, namun pas di jalan cukup sepi...
"Grukkk...grukkkk...mobil Dinda tiba-tiba berhenti..
" Kenapa pak" Tanya Dinda
Waduh non, mogok, padahal sudah di cek semua kemarin, pagi tadi juga udah, kok bisa ya"jawab pak udin yang mengaruk-,garuk kepala namun tak gatal...
"Aduh gimana nih pak Udin, gak jadi ngikutin mobil tadi", rengek Dinda..
"Pak udin carikan Taxi ya non." sudah berapa menit tak ada taxi...
"Tiiittt...tiiitttt" kenap berhenti Pak"ucap Seorang pria dari mobilnya
"Ini pak mogok mobilnya"jawab pak udin
"Mana Nin Dinda mau berangkat sekolah lagi," pak Udin cukup bingung...
Mau minta tolong pun pak udin tidak berani, bukan hanya tetangga baru, Pak udin oun baru kenal ddngan pria itu...
Tetangga memang, Tapi psk Udin Takut Dinda di apa-apain sama orang yang tidak Dinda kenal...
Dinda hanya menatap dari dalam mobil tanpa berniat menyapa atau keluar dari mobil, karena Dinda bingung mau berekspresi seperti apa.....
"Gini aja pak, bapak bawak mobil ke bengkel biar saya yang antar Dinda"ucap pria itu...namun Oak Udin sungguh-sungguh takut menitip kan Dinda dengan orang baru.
Bukan Karena takut Dinda anak Majikan, Tapi Oak Udin sangat sayang dan peduli kepada Dinda, seperti menganggap anak sendiri...
"Ah tidak apa-apa pak, nanti saya suruh orang di rumah jemput saja non Dindanya ke sini..." Jawab Pak Udin tidak enak hati atas tawaran tetangga baru itu...
"Pak tenang saja, saya guru yang mengajar di Kelas Dinda dan saya kenal dengan murid saya" jawab pak Gibran...
Pak Udin cukup kaget dengan ucapan pria itu dan dia berpikir, Pantas saja kemarin Dinda di antar pulang, di kirain karena bertetangga dan kebetulan saja... dan Tadi Dinda pun tidak mau memanggil panggilan lain selain pak... karena tenyata Guru Di sekolah Dinda...
"Ohh gurunya tohh.... bentar ya pak saya panggil non Dinda Dulu...
"Gak usah pak, Dinda keluar sendiri saja," hawab Dinda yang mendengar Obrolan mereka...
"Beneran pak saya boleh numpang sampai sekolah,"Tanya Dinda dengan pasti atas Ucapan guru tampan dan Kakunya..
"Iya.. masuk lah"jawab Gibran tanpa senyum ramah seramah dia kepada Art atau Pak Udin...
"pak telpon orang bengkel ya, Dinda mengeluarkan uang dari dompet kecil di dalam tas milik nya, memberi cukup banyak uang kes kepada Pak udin, Pak udin pun menerimah itu...
"Hati-hati ya pak, Dinda pergi bareng pak guru saja," ucap Dunda yang tadi takut Dinda bersama orang baru...
"Iya non Hati-hati, Saya titip non Dinda sama bapak,."ucap Pak udinn...
"Pak tunggu saja di sini sebentar, saya sudah panggil kan tukang bengkel langganan saya, dia akan jemput mobil dan bapak kesini, tidak perlu mencari bengkel lagi, Kami berangkat Pak" ucap pak Gubran yang sangat ramah dan peduli dengan orang luar sekolah
Hal itu tidak lepas dari perhatian Dinda...
"Sangat berbeda"gumam Dinda sangat pelan, namun pendengaran Sang guru tampan dan kaku itu cukup tajam...
"Gibran pun menoleh menatap Dinda, dan pandangan mata tajam bak elang dan mata indah dan senduh punya Dinda pun bertemu, Namun itu hanya seperdetik, namun efek dari itu, Jsntung Dinda rasanya meletup-letup dan hati tidak tidak karuan lagi, membuat Dinda Jsmpir salah tingkah..
Untung saja pak Gibran menoleh hanya sebentar, walau tanpa ekpresi dari Gibran, namun itu cukup membuat Dinda kelabakan dan panas dingin...
Cukup lama pandangan mata itu berakhir dan kesunyian di dalam mobil kembali terjadi...
"Tunggu... kenapa pak Gibran menoleh saat aku bergumam tentang ucapan tadi, Tandanya di mendengar Ucapan ku ya...aduhh mulut ku kebiasaan gak mandang waktu dan tempat" ucap Kata Hati Dinda kesal dengan mulutnya sendiri....
Waktu terasa cukup lama, Karena Dinda merasa sedikit was-was dengan ucapan tadi... dan pak Gibran pun tidak berbicara atau mengeluarkan suara sedikit pun, hanya napas saja yang terdengar...
Sekedar batuk atau berdehemmm pun tidak.
Kini sudah mendekati sekolah membuat Dinda agak tenang dan segerah ingin turun dari mobil itu secepatnya...
"Brummm..." Mobil memasuki parkiran sekolah dan terparkir tepatt...
"Makasih pak atas tumpangannya saya duluan pak" Ucap dinda smbil membuka Pintu mobil.
Namun ada satu ucapan dari Pak gibran yang membuat Dinda menelan salivanya kasar..
"Cicitan mu tadi di dalam mobil saya mendengarnya" ucap pak Hibran membahas tentang Ucapan Dinda tadi dan pak Gibran menyebut dirinya dengan kata saya tanpa embel-embel bapak atau pak...
Dinda pun turun dari mobil dengan Kaku. dan perubahan wajah yang cukup memucat... bergerak pelan, ingin cepat pergi dari sana namun Kaki Dinda terasa Kaku dan berattt...
Melihat ekspresi Dinda, membuat Pak Gibran tersenyum manis dan tak terlihat oleh siapa pun....
Perlahan Kaki Dinda melangkah ahirnya sampai juga di kelas dsn bertemu dengan Sahabat-sahabatnya...
"Dinndaaa..." Sapa parah sahabat Dinda, melihat Dinda baru datang..
"Kok kamu lama tadang Din, biasanya kamu paling cepett.. sahut merekaa mengantri, Namun Dinda langsung duduk tanpa menyapa balik gengnya...
"Mobil mogokk" jawab Dinda tak menoleh
..
"Kenapa si din .."sapa sahabat Dinda yang Satu lagi dengan mendekat dan duduk merapat ke Dinda. Dinda langsung tertunduk lesu di bahu sahabatnya itu, membuat geng Dinda berkumpul melihat kondisi Dinda..
"Kenapa Din kamu masih sakit ya," sahabat Dinda mulai khawatir dan menyentuh kening Dinda...
"Tapi gak panas kok" sahut yang satunya
"Kenapa Din, cerita ke kita biar bisa bantu kamu" tanya sahabat-sahabat Dinda cukup kepo akan keadaan Dinda yang seperti tidak ada semangat hidupp...
"Aku ke sekolah bareng pak Girannn" jawab singkat Dinda...
"Haaaahhhh, Whatttt, Kok bisa, gimana critanya Din" tanya para sahabat Dinda dengan sangat Kepooo..,....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
YT FiksiChannel
Katakan peta
2022-12-11
0