Hyuna bersama dengan yang lainnya tengah berada di acara pemakaman Tae-hee. Gadis itu menangis tersedu mengingat kejadian yang terjadi tadi malam, dan menyebabkan sahabatnya meregang nyawa.
“Baby, relakan dia.” Taehyung memeluk tubuh Hyuna yang masih setia terduduk di lantai. Sesekali Taehyung mengecup puncak kepala kekasihnya, untuk menenangkan gadis itu. “Baby, lu bakalan sakit kalau terus begini.”
“Taehyung benar, Na. Lu harus bisa terima semuanya,” ucap Jungkook.
Jimin tidak ikut masuk ke dalam. Pemuda itu tadi langsung keluar setelah memberikan penghormatan terakhir untuk teman satu universitasnya.
Jimin bersama dengan Yoon Ki duduk di salah satu kursi yang ada di taman rumah Tae-hee.
“Lu lagi mikirin Hyuna?” tebak Yoon Ki. Pemuda itu bisa melihat dari wajah Jimin yang terlihat kusam sejak Taehyung memeluk dan mencium kepala Hyuna.
“Nggak, kok. Gue lagi mikirin hal lain,” jawab Jimin.
“Kita bersaudara, Jim. Dan Hyung tau pasti apa yang sedang mengganggu pikiran adek Hyung yang satu ini.”
Pemuda itu hanya diam dengan kepala tertunduk, menyesal karena sudah berbohong dengan Yoon Ki. Jimin sudah berusaha merelakan Hyuna bersama dengan Taehyung, tapi hatinya tetap sakit setiap kali melihat kedekatan keduanya.
“Hyung, gue mau pulang beberapa hari. Tolong jangan kasih tau siapapun termasuk Hyuna ke mana gue pergi,” pinta Jimin. Setelah itu Jimin melesat pergi meninggalkan Yoon Ki sendirian.
Yoon Ki kembali masuk ke dalam rumah Tae-hee untuk berpamitan pada Hyuna dan juga Jungkook. Taehyung tidak ingin pulang, dari awal pemuda itu sudah mengatakan akan menemani Hyuna sampai gadis itu tenang, makanya Yoon Ki hanya mengajak Jungkook untuk pulang.
“Tae, pulanglah!” pinta Hyuna. Gadis itu tidak enak kalau Taehyung harus menemaninya sampai rasa berkabungnya hilang.
“No, Baby. Gue bakalan di sini nemenin elu sampai elu baik-baik saja,” tolak Taehyung. Pemuda itu tetap kekeh menolak permintaan Hyuna yang menginginkan Taehyung pulang bersama Yoon Ki dan Jungkook.
“Tae, gue butuh waktu sendiri. Bisa antar gue balik?” tanya Hyuna. Tanpa pikir panjang Taehyung langsung mengantar Hyuna pulang ke rumah setelah mereka berpamitan dengan kedua orang tua Tae-hee.
Sepanjang perjalanan Hyuna dan Taehyung saling diam. Hyuna yang sibuk memikirkan cara yang tepat untuk membalas perbuatan Jaehyun pada sahabatnya, dan Taehyung yang tengah fokus menyetir.
Ketika melewati daerah yang sepi, mobil Taehyung dihadang oleh beberapa orang bertubuh tinggi. Taehyung langsung turun dari mobil, dan meminta Hyuna untuk pulang seorang diri dengan menggunakan mobilnya. Awalnya Hyuna menolak, namun karena Taehyung terus memaksa akhirnya gadis itu pulang seorang diri.
Sudah lebih dari sepuluh menit sejak kepergian Hyuna, tapi orang-orang itu tetap tidak bergerak sedikitpun. Pertanyaan Taehyung yang sudah pemuda itu ucapkan sejak pertama mereka bertemu saja belum dijawab.
“Siapa kalian?” tanya Taehyung. Namun, lagi dan lagi mereka hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan yang Taehyung ajukan.
“Kalau begini trus ngapain gue di sini?” tanya Taehyung pada dirinya sendiri. “Tau gitu gue ikutan Hyuna balik.”
***
Jaehyun yang tengah berdiri di samping sebuah sungai tiba-tiba dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba muncul dari dalam hutan dan melemparnya hingga tubuh pemuda itu menghantam pohon dengan keras.
“Brengsek!” seru Jaehyun. Pemuda itu tidak bisa melihat siapa yang sudah melemparnya karena gerakan sosok tersebut sangat cepat, ditambah lagi pemuda itu tidak bisa mencium bau orang itu.
Satu tendangan bebas dari arah belakang Jaehyun dapatkan dan membuat pemuda itu jatuh tersungkur. Jaehyun mencoba untuk berlari, namun sosok itu terus mengikutinya hingga mereka sampai di samping sebuah tebing yang cukup curam.
“Keluar lu!” seru Jaehyun.
Tengah sibuk memperhatikan sekitar tiba-tiba wajah Jaehyun terasa sangat perih, dan sesuatu mengalir dari wajahnya. Jaehyun mendesis dan menyeka air yang ada di wajahnya. Dan betapa terkejutnya ia, saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri darah mengalir dari pipinya.
“Kapan gue terluka?” tanya Jaehyun entah pada siapa.
Melihat keadaannya pemuda itu sedikit merasa takut. Bagaimana tidak? Sosok yang belum ia ketahui itu bisa melukai dirinya tanpa ia sadari. Jaehyun bahkan tidak tau saat sosok itu mendekati tubuhnya.
Di tengah ketakutan Jaehyun, tiba-tiba terlihat sesosok makhluk entah itu manusia atau vampir berjalan dari arah dalam hutan menuju ke tempatnya berdiri. Sosok cantik dengan menggunakan pakaian serba hitam itu melesat dengan cepat dan langsung berhenti di hadapan Jaehyun.
“Siapa lu?” tanya Jaehyun.
“Long time no see, Jaehyun.”
Jaehyun hanya bisa terdiam dengan mata membola. Dari suaranya saja pemuda itu sudah yakin seratus persen kalau itu mantan kekasihnya, Kyeon Hyuna. Namun, sejenak ia meragu saat melihat mata sosok itu yang memerah. Sayangnya ia tidak bisa memastikan siapa sosok itu, karena ia memakai masker untuk menutupi sebagian wajahnya.
“Siapa lu? Mau lu apa?”
“Mau gue, elu menerima hukuman yang pantas karena sudah membunuh orang yang tidak bersalah.”
“Maksud lu apa?” tanya Jaehyun. Pemuda itu tidak mengerti sama sekali dengan apa yang dikatakan sosok yang memiliki suara seperti Hyuna.
“Tae-hee,” ucap sosok itu. Jaehyun yang mengerti arah pembicaraan sosok itu langsung tertawa dengan sangat keras. Tidak sampai di situ, Jaehyun bahkan mengatakan kalau Tae-hee pantas mati karena dia sudah berani menyakiti Jaehyun.
Jaehyun tidak menyesali perbuatannya. Pemuda itu bahkan dengan lantang mengatakan akan membunuh siapapun yang berani mengusik dirinya dan menghalangi pemuda itu untuk mendapatkan Hyuna kembali.
“Vampir biadab!” seru sosok itu.
“Gue, vampir biadab? Trus apa kabar Raja sama Ratu kalian yang tega membunuh istri dari kakaknya sendiri?”
Sosok itu terdiam mendengar ucapan Jaehyun. Bukan karena ia membenarkan ucapan pemuda itu, namun karena ia menyesal pernah menaruh hati pada seseorang yang sama sekali tidak punya hati seperti Jaehyun.
“Raja dan Ratu klan kalian tu yang nggak punya hati. Orang bodoh dan cacat kok dijadikan Raja,” ejek Jaehyun. Tanpa menunggu lebih lama lagi, sosok itu langsung melesat ke arah Jaehyun dan menendang wajah pemuda itu.
“Raja tidak cacat dan bodoh!” seru sosok itu sebelum kembali melayangkan pukulan ke tubuh Jaehyun. Membuat pemuda itu limbung dan hampir jatuh ke dalam jurang.
Perkelahian antar dua vampir itu tidak bisa dielakkan. Jaehyun beberapa kali terkena pukulan dari sosok itu, namun dia belum kalah. Pemuda itu mencoba memukul balik sosok itu dan kena.
Jaehyun memukul dan menendang tanpa henti membuat sosok itu sedikit kuwalahan.
Napas keduanya memburu. Baik Jaehyun maupun sosok itu sudah sama-sama babak belur, namun keadaan sosok itu masih bisa dibilang baik dibandingkan keadaan Jaehyun.
“Siapa lu?” tanya Jaehyun untuk terakhir kalinya. Sosok itu mendekat ke arah Jaehyun, dan membuka masker yang sejak tadi menutupi wajahnya.
Wajah kecil, matanya bulat namun menyiratkan banyak amarah, dan bibir mungil di mana terdapat dua taring panjang di setiap sudutnya. Taring yang sejak tadi tertutup masker hitam.
Jaehyun tersenyum melihat sosok itu membuka maskernya. “Hyuna.”
“Not Hyuna, but Tae-yaa. Kim Tae-yaa,” ucap sosok itu.
Jaehyun langsung menangis. Memohon ampun pada mantan kekasihnya karena sudah berkata kurang ajar soal Raja, dan karena pemuda itu sudah membunuh sahabat dari gadis yang pernah mengisi hatinya.
“Maafin gue. Gue....”
Tanpa belas kasihan, Kim Tae-yaa atau biasa dikenal dengan nama Hyuna langsung melesat ke arah Jaehyun dan mencengkeram leher pemuda itu dengan sangat erat. Tidak sampai di situ, Hyuna bahkan membanting tubuh Jaehyun hingga kepala pemuda itu hancur karena terkena bongkahan batu yang cukup besar dan runcing.
Napas gadis itu terengah. Air mata mengalir deras membasahi pipinya, melihat bagaimana tubuh Jaehyun hancur karena ulahnya.
“Tae-hee, gue sudah berhasil balasin dendam lu.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments