Taehyung yang mendengar Hyuna terluka parah pun langsung pulang. Pemuda itu seketika menghajar Jimin, karena menurutnya Jimin sudah mengingkari janjinya untuk menjaga Hyuna.
“Taehyung, tenang.” Yoon Ki mencoba untuk menghentikan amukan Taehyung, namun gagal. Pemuda itu kembali menghajar Jimin yang hanya bisa diam menerima semuanya.
“Lu brengsek, Jim. Lu nggak becus jagain Hyuna!” seru Taehyung. Napas pemuda itu masih memburu, sementara Jimin hanya bisa tertunduk lesu. Menyesali kebodohannya karena sudah membahayakan nyawa Hyuna.
“Taehyung, tenangin diri.” Hoseok membantu Yoon Ki memegangi Taehyung yang masih berusaha mengincar tubuh Jimin.
“Lepasin dia, Hyung.” Hoseok dan Yoon Ki yang tengah mati-matian memegangi Taehyung terdiam saat Jimin meminta mereka untuk melepaskan tangan keduanya dari Taehyung.
“Jim, jangan gila. Taehyung bisa aja....”
“Lepasin dia!” perintah Jimin. Yoon Ki dan Hoseok yang melihat perubahan wajah dan aura di sekitar Jimin hanya bisa diam sembari melepaskan tangan keduanya dari tubuh Taehyung.
“Brengsek!” seru Taehyung. Pemuda itu kembali menghajar Jimin dengan membabi-buta, tanpa mempedulikan wajah saudaranya yang sudah berlumuran darah.
Jimin dengan susah payah mencoba berdiri, namun belum sempat pemuda itu berdiri dengan benar, Taehyung kembali menendangnya.
“Taehyung sudah,” mohon Hoseok. Namun pemuda itu tidak menggubris perkataan saudaranya. Pemuda dengan senyum kotak itu memilih kembali melayangkan pukulan di wajah Jimin.
Taehyung bahkan mencekik leher Jimin sembari berkata, “kalau sampai terjadi apa-apa dengan Hyuna, gue bakalan ambil nyawa lu sebagai gantinya.”
Setelah mengatakan hal itu, Taehyung melempar tubuh lemah Jimin, hingga tubuh pemuda itu mendarat di lantai dengan sangat keras.
“Hyung!” teriak Jungkook yang terkejut melihat Jimin yang sudah babak belur di tangan Taehyung. Pemuda itu baru saja sampai di rumah karena di kampus ada pelajaran tambahan. Demi apa pun, ia tidak pernah menyangka akan melihat hal seperti ini di rumahnya. Jungkook langsung menghampiri Jimin dan membantu pemuda itu bangun. “Bangun, Hyung.”
Melihat Jimin yang berdiri karena bantuan Jungkook, Taehyung kembali melesat ke arah Jimin dan menendang dada pemuda itu. Jimin mengeluarkan banyak darah dari mulutnya karena tendangan Taehyung, pemuda malang itu sampai kembali tersungkur tepat di bawah kaki Taehyung.
“Hyung!” seru Jungkook. Pemuda itu ingin menghentikan kegilaan Taehyung yang tanpa belas kasihan menginjak kepala saudaranya. Namun, usahanya gagal karena Taehyung lebih dulu menendang tepat di bagian perutnya.
“Ingat, Jim. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Hyuna, nyawa lu yang bakalan jadi gantinya.” Terakhir kali Taehyung menendang tepat di wajah Jimin, sebelum meninggalkan pemuda yang kini tengah sekarat itu dan pergi ke kamar Seokjin untuk mengecek keadaan kekasih hatinya.
***
“Gimana keadaan Hyuna, Hyung?” tanya Taehyung.
“Hyuna baik-baik saja. Racun yang di ada di tubuhnya belum sempat menyebar karena Jimin segera membawanya pulang.” Seokjin duduk di samping Hyuna yang masih setia memejamkan matanya. Pemuda itu mengusap lembut tangan gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri, meski nyatanya usia mereka terpaut cukup jauh. “Di mana Jimin?” tanya Seokjin.
Taehyung tidak menjawab dan memilih duduk di sisi bersebelahan dengan Seokjin agar ia bisa lebih dekat dengan Hyuna.
“Taehyung, Hyung sedang bertanya. Di mana Jimin?” tanya Seokjin.
“Ada di depan. Sebaiknya Hyung banyak berdoa agar dia tidak mati,” ucap Taehyung. Mendengar ucapan Taehyung, Seokjin segera berlari ke ruang tamu di mana ternyata di sana keadaannya jauh dari kata baik. Seperti habis terjadi sebuah kejadian yang sangat menegangkan.
Jimin dengan tubuhnya yang lemas segera berlari ke arah Seokjin saat melihat Hyung pertamanya keluar dari kamar. “Hyung, gimana keadaan Hyuna?”
“Hyuna baik, Jim. Dia lagi istirahat,” ucap Seokjin. Mendengar itu air mata Jimin luruh. Terharu, sedih, senang bercampur jadi satu membuatnya jatuh terduduk di lantai rumah yang dingin.
“Terima kasih, Hyung. Terima kasih Hyung sudah menyelamatkan Hyuna,” ucap Jimin. Pemuda itu mencium tangan Seokjin sebagai ucapan terima kasih atas bantuan yang sudah pemuda itu berikan.
“Sudah, Jim. Sekarang lu bersih-bersih, nggak enak kalau Hyuna bangun trus lihat keadaan lu kayak begini.” Mendengar ucapan Seokjin kalau Hyuna akan segera bangun, Jimin langsung berdiri dan berjalan tertatih ke arah kamarnya. Senyum terlihat di wajahnya yang sudah babak belur, dan Seokjin cukup tenang melihatnya.
“Hyung.”
Seokjin duduk bersama saudaranya yang lain. Pemuda tampan, memiliki tinggi 179 cm dan sering mendapat julukan sebagai world wide handsome itu tersenyum. Ia tau dan paham betul kenapa saudaranya yang lain ingin Jimin dan Hyuna bersama.
“Hyung, tolong rawat aku.” Seokjin menoleh ke arah Jungkook yang tengah bersandar di bahunya sembari memegangi perutnya.
“Apa Taehyung menghajar mu juga, Anak Nakal?” tanya Seokjin pada adik Bungsunya. Meski Jungkook bukan adik kandungnya, namun kasih sayangnya begitu besar kepada pemuda bergigi kelinci itu.
Jungkook mengangguk. “Lebay lu. Baru gitu doang udah ngadu,” celetuk Taehyung yang baru keluar dari kamar yang Hyuna tempati.
“Hyung nendangnya kekencangan,” protes Jungkook.
“Jimin yang hampir mati aja nggak protes, kenapa elu yang cuma gue tendang doang langsung protes.”
Jungkook mencebikkan bibirnya. Ia tidak ingin mendengar apa pun perkataan Taehyung yang nyatanya hanya beda dua tahun dengannya. Jungkook lebih memilih bersandar pada bahu lebar Seokjin, yang nyaman dari pada mendengarkan ucapan Taehyung.
Taehyung yang melihat adik bungsunya memalingkan wajahnya, seketika berjalan ke arah Jungkook. Pemuda itu langsung mengulurkan tangannya di depan Jungkook dan berkata, “Hyung minta maaf, ya. Tadi Hyung hanya khawatir dengan keadaan Hyuna, makanya Hyung lepas kendali.”
“Santai aja, Hyung. Lagian luka nya nggak begitu parah, beda sama Jimin Hyung.” Mendengar ucapan Jungkook, Taehyung terdiam. Pemuda itu teringat pada Jimin, saudaranya yang sudah ia hajar habis-habisan karena tidak bisa menjaga Hyuna dengan baik.
***
“Jim, bisa jelasin ke kita apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Namjoon. Pemuda itu baru saja pulang setelah mendapatkan kabar bahwa Hyuna terluka dan Taehyung hampir saja membunuh Jimin.
“Kami tidak tau siapa dia, karena saat itu kami tengah sibuk menikmati matahari terbenam. Kami duduk berdua sambil berbagi cerita, dan tiba-tiba seorang vampir datang. Awalnya dia ngelempar gue ke laut dan menyerang Hyuna. Saat gua lagi bertarung dengan itu vampir , dari sudut mata, gue lihat Hyuna lagi berbicara dengan seseorang tapi aku tidak yakin dia siapa. Nah, detik berikutnya saat vampir itu mau mencengkeram gue, Hyuna berlari ke arah gue dan mendorong gue menjauh dan berakibat dia yang kena cakaran dari vampir itu.”
Mendengar cerita Jimin mereka hanya diam sembari menerka, siapa kira-kira sosok yang tengah berbicara dengan Hyuna saat itu? Dan apa yang tengah mereka bicarakan.
“Oppa,” panggil Hyuna. Serentak semua menoleh ke arah pintu kamar Seokjin yang terbuka. Di mana di sana terdapat seorang gadis cantik yang tengah berdiri di ambang pintu dengan tangannya yang masih terbungkus rapi oleh perban.
“Hyuna.” Dengan cepat Taehyung melesat ke arah Hyuna dan membantu gadis itu untuk duduk bersama yang lainnya.
“Bagaimana keadaan lu, Sayang?” tanya Seokjin. Pemuda itu menempelkan tangannya di atas dahi Hyuna untuk mengecek apakah suhu tubuh gadis itu masih tinggi atau tidak.
“Hyuna baik, kok. Terima kasih udah nyelamatin Hyuna,” ucap Hyuna. Seokjin yang mendengar itu hanya mengangguk dengan senyum yang tidak pernah hilang dari wajahnya. Senyuman yang sama dengan senyuman yang selalu membuat Hyuna tenang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments