Bagian (11)

Raja yang mendengar berita bahwa sang anak menolak mentah-mentah Lukas mengawasinya seketika murka. Raja hanya ingin anaknya semata wayangnya itu selalu dalam keadaan baik, jadi dia meminta Lukas dan para saudaranya untuk menjaga gadis itu.

“Raja, Tuan Putri datang berkunjung.” Seorang pria tua melaporkan pada sang Raja jika anak yang sudah membuatnya naik darah, datang.

“Appa! Eomma!” teriak Tae-yaa. Gadis itu langsung berlari ke arah kedua orang tua yang sangat ia rindukan. Seperti biasa, gadis itu seolah tidak menganggap para petinggi kerajaan yang berada di ruangan tersebut.

“Anak Eomma datang di saat yang tepat,” ucap sang Ratu.

“Ah, jadi kalian sedang membahas soal aku yang menolak Lukas dan saudaranya. Benar?” tanya Tae-yaa. Semua orang di sana termasuk Raja mengangguk sebagai jawaban. “Appa, Tae-yaa ingin berbicara secara pribadi tentang ini. Jadi, bisa Tae-yaa minta sama Appa untuk memulangkan yang lainnya?” tanya Tae-yaa dengan penuh harap. Tujuannya datang ke kerajaan hari ini memang ingin membahas soal keinginan sang appa, dan tentang keselamatan gadis itu sendiri.

Sang Raja mengangguk dan memerintahkan kepada semua orang untuk meninggalkan aula pertemuan. Setelah itu Ratu membawa sang anak ke dalam kamarnya bersama dengan sang Raja.

“Ada apa?” tanya sang Raja.

“Buset, formal banget.” Tae-yaa menggerutu dengan nada bicara sang ayah yang seolah tengah berbicara dengan orang asing, padahalkan sedang bicara dengan anaknya sendiri.

“Jadi, apa alasan anak Appa ini menolak Lukas dan saudaranya menjagamu?” tanya Raja dengan sedikit senyum yang membuat Tae-yaa ingin tertawa keras.

Gadis itu berdeham sebelum akhirnya berucap, “Appa, kalau mereka terus membuntuti Tae-yaa, yang ada Jimin dan yang lainnya akan curiga. Dan lagi, kekuatan Lukas dan kedua saudaranya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Jimin. Tolong Appa pikirkan lagi soal ini,” pinta Tae-yaa.

“Bertiga lawan Jimin doang aja belum tentu menang. Gimana kalau Jimin dibantu para saudaranya? Bisa pindah alam seketika kayaknya mereka bertiga.” Tae-yaa berucap dalam hati yang membuat gadis itu ingin tertawa.

Bukan tanpa sebab Tae-yaa mengatakan hal itu. Sudah bertahun-tahun gadis itu mengenal Jimin dan saudaranya, jadi dia tau betul bagaimana mereka. Apalagi di sekitar mereka sekarang ada Jungkook, satu-satunya vampir yang bisa mendeteksi keberadaan vampir lain dari jarak yang cukup jauh. Tae-yaa sendiri mati-matian menyembunyikan baunya agar tidak ada yang menyadari, dan yang gadis itu takutkan saat Lukas dan saudaranya menjaganya, Jungkook akan langsung sadar mengingat Lukas dan yang lainnya tidak begitu bisa menyembunyikan bau mereka.

“Sayang, dengarkan perkataan Eomma. Kami melakukan ini karena kami khawatir tentang keadaanmu, Nak. Jadi, Eomma minta tolong kamu mengerti,” pinta sang Ratu.

“Eomma, Tae-yaa tau kalian khawatir dengan keadaan Tae-yaa. Tapi, kalau kalian melakukan ini yang ada Tae-yaa akan dalam bahaya.” Gadis itu mencoba menjelaskan kepada kedua orang tuanya agar bisa paham dan mengerti posisinya saat ini.

Raja yang sejak tadi diam dan mendengarkan ucapan sang anak akhirnya berkata, “baiklah, Appa percayakan semua padamu. Tapi, kamu harus janji sama Appa dan juga Eomma mu kalau kau akan baik-baik saja.”

Tae-yaa tersenyum bahagia. Gadis itu mengangguk dengan antusias dan berjanji akan selalu dalam keadaan baik-baik saja.

“Terima kasih, Appa.” Tae-yaa memeluk sang Raja dan Ratu yang terlihat sangat bahagia. Keluarga kecil mereka sangat harmonis meski sang putri tunggal jarang pulang ke kerajaan dengan alasan sibuk kuliah, dan beberapa hal lain yang sering ia lakukan bersama teman-temannya.

“Malam ini kau menginap?” tanya Ratu. Wanita tua yang masih nampak sangat cantik itu memeluk tubuh putri kesayangannya dengan penuh kasih sayang.

Belum sempat Tae-yaa menjawab pertanyaan sang ibu, ponselnya lebih dulu berbunyi dan di sana tertera nama sahabatnya yang tengah menghubungi dirinya.

“Wae?” tanya Tae-yaa.

“Lu balik sekarang, sebelum orang sinting yang ada di sini hancurin rumah lu.”

“Siapa yang hancurin rumah gue!” seru Tae-yaa. Gadis itu memang tidak pernah membersihkan rumah apalagi melakukan pekerjaan rumah seperti halnya yang dilakukan orang lain, tapi ia tidak akan pernah bisa memaafkan siapapun yang berani mengotori apalagi sampai berani menghancurkan rumahnya.

“Tahan dia di sana, gue balik sekarang.” Tae-yaa menutup telfon sepihak dan langsung bergegas menuju pintu keluar kamar orang tuanya.

“Mau ke mana?” tanya sang Raja saat melihat anak semata wayangnya langsung melenggang pergi setelah mendapat telepon dari seseorang yang sepertinya sangat dekat dengan anaknya.

“Maaf tapi Tae-yaa harus pulang sekarang.”

“Bukannya tadi kamu bilang mau menginap?” tanya Ratu. Wanita itu masih sangat rindu dengan sang anak, tapi hanya karena sebuah telfon anaknya itu langsung pergi.

“Maaf, Eomma. Tapi kali ini benar-benar darurat dan Tae-yaa harus pulang sekarang.” Tanpa pikir panjang Tae-yaa langsung melesat pergi dari kerajaan vampir yang menjadi rumah baginya dan seluruh klannya, dan di kerajaan itu pula ia bersama dengan teman-temannya sering menghabiskan waktu bersama.

“Raja, aku masih rindu dengan anakku. Aku ingin lebih lama bersamanya. Bolehkah aku mengikutinya?” tanya sang Ratu pada Rajanya yang saat ini tengah berdiri di hadapannya dengan menggunakan pakaian kebesarannya.

“Mari kita ikuti dia secara diam-diam, sekaligus memantau keadaannya.”

Dua orang itu memutuskan untuk membuntuti sang anak secara diam-diam, dengan tujuan untuk memantau keadaan anak mereka yang sudah lama jauh dari orang tuanya.

***

Hyuna baru datang setelah membeli beberapa keperluannya dikejutkan dengan munculnya Jungkook dan juga Jimin yang tengah mengamuk di rumahnya.

“Stop!” teriak Hyuna. Mendengar suara gadis itu baik Jimin dan juga Jungkook langsung menghentikan kegilaan keduanya, sementara Tae-hee yang sejak tadi berusaha menghentikan kegilaan kedua kakak beradik itu kini bisa bernapas lega. “Lu berdua udah gila, hah!” teriak Hyuna. Gadis itu kesal setengah mati melihat bagaimana kakak beradik itu menghancurkan taman yang sudah ia rawat cukup lama.

“Elu ke mana aja sih? Capek gue hancurin rumah lu,” kata Jimin sembari duduk di kursi yang tersedia di teras rumah Hyuna.

“Ya lu ngapain gila hancurin rumah gue.”

“Nggak apa-apa cuma lagi gabut aja,” jawab Jimin sekenanya. Sementara Jungkook sudah melipir masuk ke dalam rumah Hyuna untuk mengambil stok darah yang memang sengaja mereka letakkan di rumah gadis itu agar mereka bisa mengonsumsinya saat berada di rumah Hyuna.

“Jungkook!” teriak Hyuna.

Jungkook yang diteriaki segera berlari ke arah teras sembari membawa kotak darah yang bergambar tomat di bagian luarnya.

“Jimin Hyung sama Tae hyung habis berkelahi gara-gara Tae hyung tau kalau elu mau pergi sama Jimin Hyung,” jelas Jungkook sembari menikmati minuman kesukaannya. “Emang lu nggak nyadar apa wajah Hyung gue udah kayak masa depan lu, surem.”

Hyuna menghampiri Jimin yang sejak tadi tidak melihat ke arahnya. Gadis itu menarik wajah Jimin dan terkejut saat melihat wajah pemuda itu sudah penuh dengan luka lebam, bahkan masih ada sisa darah yang mengering di bibir Jimin.

“Benar ini ulah Taehyung?” tanya Hyuna.

“Udahlah, Na. Lagian ini juga cuma luka kecil, nggak bakalan bikin gue mati juga.”

Hyuna melihat lebam yang ada di wajah Jimin, dan tanpa belas kasihan gadis itu menekan dengan sangat kuat di luka pemuda itu. Yang mana hal itu sukses membuat Jimin berteriak kesakitan. Gila aja muka udah penuh lebam masih ditekan, mana pake tenaga pula nekannya.

“Katanya nggak sakit, kok teriak?” tanya Hyuna yang hanya dijawab cengiran oleh Jimin. “Kalau sakit mah sakit aja, nggak usah sok kuat bilang nggak sakit segala.”

“Emang lu dari mana sih, Na?” tanya Tae-hee yang sejak tadi diam.

“Gue tadi habis dari minimarket depan buat belanja keperluan rumah yang emang udah habis. Trus, lu nelfon gue dan bilang kalau ada orang sinting yang mau hancurin rumah gue.” Hyuna sengaja menekankan kata ‘sinting’ sembari menghadap Jimin dan Jungkook yang tengah duduk di teras rumahnya seperti orang bodoh.

“Lagian ke minimarket aja lama banget,” ucap Jimin yang masih setia selonjoran di teras rumah Hyuna.

“Lu....”

“Siapa di sana!” seru Jungkook tiba-tiba yang membuat ketiga orang yang ada di sana menoleh secara bersamaan ke arah Jungkook.

“Lu kenapa, Kook?” tanya Tae-hee.

“Ada yang lagi ngawasin kita,” ucap Jungkook.

Hyuna yang menyadari perubahan sikap Jungkook segera meminta Tae-hee untuk masuk ke dalam rumahnya dengan alasan ada orang jahat yang ingin berbuat tidak baik pada mereka.

Hyuna dan Jimin membawa Jungkook ke tempat yang pemuda itu yakini tempat penyusup bersembunyi. Namun, saat mereka sampai di sana, tempat tersebut kosong dan tidak ada tanda-tanda ada orang di sana.

“Kook, lu yakin?” tanya Jimin.

“Gue yakin, Hyung. Penciuman gue nggak mungkin salah,” ucap Jungkook. Pemuda itu masih tetap kekeh mengatakan kalau ia mencium bau vampir lain meski samar.

“Lu salah nyium kali, Kook. Bisa aja itu bau Jimin atau vampir lain yang emang kebetulan lewat aja,” komentar Hyuna.

“Nggak mungkin gue salah mengenali bau klan gue. Lagi pula, kali ini baunya beda.”

“Maksudnya beda gimana?” tanya Jimin.

“Mereka vampir dari kerajaan.”

“Lu yakin!” seru Jimin dan Hyuna bersamaan. Bagaimana tidak, sejak mereka memutuskan untuk hidup berdampingan dengan manusia, mereka sudah tidak pernah lagi berhubungan dengan orang-orang dari kerajaan kecuali Appa Jimin yang kebetulan kakak kandung dari Raja yang saat ini masih memerintah.

“Gue yakin seratus persen, Hyung.”

Semuanya terdiam. Ketiga orang tersebut sibuk dengan pikirannya masing-masing, dan menciptakan keheningan sesaat.

Jimin dan Jungkook memilih untuk mencari keberadaan orang dari kerajaan itu dari atas pohon, sementara Hyuna membantu mencari dari bawah. Hampir satu jam mereka mencari namun tidak ada yang mereka dapatkan.

Lelah setelah pencarian yang tidak membuahkan hasil, akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat di rumah Hyuna. Sebenarnya baik Jimin maupun Jungkook bisa saja pulang ke rumah, tapi mereka khawatir sosok dari kerajaan itu akan menyakiti Hyuna. Alasan aja itu mah, bilang aja mau nginep. 😑😑

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!