Bagian (10)

“Na, Hyuna!” teriak Tae-hee. Hyuna yang tengah duduk bersama lima sahabat laki-lakinya itu menoleh ke arah Tae-hee yang berlari ke arahnya dengan napas memburu, serta air mata yang mengalir deras. Tae-hee langsung memeluk tubuh Hyuna dan menangis sejadinya, gadis itu mengatakan jika Yeonjun mengakhiri hubungan mereka dengan alasan seseorang bernama Tae-yaa memintanya untuk menjaga jarak dengan Tae-hee. “Dia jahat banget, Na. Tae-yaa jahat!” seru Tae-hee sembari terus memeluk tubuh sahabatnya.

Hyuna yang mendengar nama Tae-yaa disebut langsung terdiam, begitu juga dengan kelima sahabatnya. Hyuna melirik dari ekor matanya. Pandangan sahabatnya berubah saat mendengar nama itu disebut.

“Apa Tae-yaa yang lu maksud, Kim Tae-yaa?” tanya Jimin yang sudah berdiri di samping Hyuna.

“Gue nggak tau. Yeonjun cuma bilang Tae-yaa memintanya buat jauhin gue, pas gue nanya Tae-yaa siapa, Yeonjun cuma bilang ‘Tae-yaa pemilik gue, dan gue nggak bisa berkutik kalau dia menginginkan sesuatu’. Begitu,” ucap Tae-hee tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Jimin yang wajahnya sudah memerah padam, seolah menahan amarah yang cukup besar.

“Di mana Yeonjun?” tanya pemuda itu lagi.

Tae-hee mengatakan jika mantan kekasihnya itu ada di perpustakaan. Tanpa pikir panjang Jimin langsung menghampiri Yeonjun, untuk menanyakan di mana gadis bernama Tae-yaa itu.

“Jimin, tunggu!” seru Hyuna. Gadis itu meminta sahabatnya untuk duduk dan menenangkan pikiran sejenak, karena Hyuna harus segera menyusul Jimin.

“Jangan hentikan gue, Na!” seru Jimin. Pemuda itu sudah diliputi amarah yang siap meledak kapan saja.

“Tapi bisa saja kan Tae-yaa yang dimaksud Yeonjun bukan Tae-yaa yang selama ini kalian cari.”

Hyuna memang tau segalanya tentang Jimin dan apa yang terjadi dengan keluarganya karena pemuda itu sendiri yang bercerita padanya sewaktu mereka pergi bersama dulu.

Jimin menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Hyuna yang berada di belakangnya. Pemuda itu memegang pipi Hyuna sembari berkata, “lu tenang aja, gue cuma mau mastiin kalau Tae-yaa yang Yeonjun maksud bukan Tae-yaa yang gue cari selama ini.”

“Tapi gue ikut, boleh?” tanya Hyuna yang diangguki oleh Jimin.

Keduanya berjalan sembari berpegangan tangan menuju perpustakaan kampus. Keduanya terlalu asik dengan dunianya sehingga tidak menyadari ada seseorang yang menahan amarah saat melihat kedekatan mereka.

***

“Yeonjun,” panggil Jimin.

“Kalian, ada apa ke sini?” tanya Yeonjun sembari membereskan bukunya yang berserakan. Tadi ia tengah mencari beberapa materi untuk menyelesaikan tugasnya, itu sebabnya meja yang ia pakai sangat berantakan dengan beberapa jenis buku dan alat tulis.

“Lu kenal Tae-yaa?” tanya Jimin to the poin. Pemuda itu tidak ingin menunda lagi dengan berbasa-basi seperti yang lainnya, toh selama ini mereka tidak cukup dekat jadi basa basi hanya akan jadi basi kalau mereka yang melakukan.

Yeonjun menatap Hyuna dan Jimin bergantian kemudian tersenyum.

“Kenapa tiba-tiba menanyakan soal Tae-yaa sama gue?” tanya Yeonjun.

“Tae-hee sedih, dia bilang seseorang bernama Tae-yaa minta sama lu buat jauhin dia. Benar?” tanya Hyuna yang hanya dijawab gelak tawa oleh Yeonjun, dal hal tersebut sukses membuat Hyuna dan Jimin kebingungan.

“Apa yang lucu?” tanya Jimin.

Yeonjun menyeka air matanya yang keluar karena terlalu keras tertawa. “Tidak ada yang lucu, dan kalau kalian berdua nanya alasan gue ketawa? Jawabannya nggak ada.”

“Maksud lu apa, Bangsat!” seru Jimin sembari menarik kerah kemeja yang dipakai Yeonjun. “Gue cuma mau tanya. Apakah Tae-yaa yang lu maksud adalah Kim Tae-yaa?” tanya Jimin.

Yeonjun menatap Hyuna sejenak sebelum akhirnya mengangguk dengan sangat mantap. Jimin kembali bertanya kepada Yeonjun tentang keberadaan gadis itu, namun jawaban Yeonjun benar-benar berhasil membangunkan amarah Jimin yang sejak tadi coba ia redam.

“Kalau elu pengen tau banget di mana Tae-yaa, lu cari aja sendiri.” Yeonjun melirik sejenak Hyuna yang berdiri mematung di samping Jimin sebelum akhirnya pergi meninggalkan dua teman satu universitasnya yang tengah terdiam.

“Brengsek!” seru Jimin.

Hyuna mencoba untuk menenangkan Jimin, agar pemuda itu tidak melupakan emosinya. Karena bisa bahaya jika ada yang tau identitas pemuda itu yang sebenarnya.

“Gue bersumpah akan membuat gadis sialan itu membayar semua yang udah dia perbuat.” Hyuna hanya mengangguk mendengar ucapan Jimin. Bahkan saat pemuda itu menyumpahi seseorang bernama Tae-yaa mati di tangannya, Hyuna hanya tersenyum.

***

Malam semakin larut. Tae-yaa tengah berjalan seorang diri di jalanan yang sepi. Gadis itu baru saja dari minimarket dekat rumahnya untuk membeli beberapa makanan dan minuman dan beberapa camilan untuk persediaan di rumahnya. Namun, tinggal beberapa langkah ia tiba di rumah, seseorang tiba-tiba datang dan membuat Tae-yaa menghentikan langkahnya.

“Nona, ada....”

“Pergilah! Aku tunggu di tempat biasa.”

Orang itu langsung mengangguk dan segera melesat pergi meninggalkan Tae-yaa sendiri sembari membawa belanjaannya yang cukup banyak.

“Vampir sialan. Setidaknya bantu aku membawa ini semua,” gerutu Tae-yaa. Seolah mendengar ucapan Tae-yaa, vampir itu kembali dan membawa belanjaan tuannya bersamanya.

Tae-yaa berjalan sembari bersenandung ringan, namun matanya terus memperhatikan seseorang yang tengah bersembunyi di balik sebuah pohon yang tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.

“Kenapa akhir-akhir ini banyak banget vampir yang membuntuti gue,” gerutu Tae-yaa.

Dengan secepat kilat gadis itu melesat dan saat ini ia sudah ada di belakang sosok yang membuntutinya. Orang itu terlihat celingukan saat mendapati Tae-yaa tidak ada di depannya.

“Gue di sini,” ucap Tae-yaa sembari menepuk pelan pundak vampir tersebut. Tubuh vampir itu bergetar dan perlahan menoleh ke arah Tae-yaa yang entah sejak kapan ada di belakangnya. “Nyari gue?” tanya Tae-yaa. Tanpa pikir panjang gadis itu langsung mematahkan leher vampir itu dan menancapkan kuku panjangnya tempat mengenai jantung si vampir dan membuatnya mati seketika.

Dalam hitungan detik Tae-yaa sudah berada di dalam kamarnya dengan tangan yang masih berlumuran darah. Gadis itu menjilat tangannya sembari tersenyum ramah saat melihat Lukas berdiri di hadapannya sembari menundukkan kepala sebagai bentuk hormat kepada Tuan Putri mereka.

“Ada apa?” tanya Tae-yaa setelah membersihkan tangannya dari darah vampir yang baru saja ia habisi.

“Raja meminta kepada kami bertiga untuk mengikuti ke manapun Nona pergi, karena vampir dari klan musuh sudah mengetahui identitas Nona dan berniat menghabisi Nona.”

“Jadi itu alasannya kenapa akhir-akhir ini banyak sekali vampir yang membuntuti ku,” gumam Tae-yaa. Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda jika ia mengerti dengan apa yang terjadi dengannya, tapi gadis itu tidak menyetujui permintaan ayahnya. Tae-yaa sudah cukup dewasa dan mampu untuk menghabisi para vampir klan sebelah, dan melindungi dirinya sendiri.

“Tapi Nona....”

“Kau bisa mengikutiku, tapi aku tidak bisa menjamin kau bersama dengan kedua saudaramu masih hidup saat Jimin dan yang lainnya menyadari keberadaan kalian.”

Lukas terdiam. Ia sangat ingin melindungi Tuannya, namun ia belum siap mati apalagi di tangan seorang Park Jimin. Tapi kalau dia bersama saudaranya tidak mematuhi perintah Raja, maka bisa dipastikan ia dan saudaranya akan menerima hukuman yang bisa saja lebih parah dari sekedar mati di tangan Jimin.

“Kalau kau takut Raja akan menghukum mu bersama saudaramu karena melawan perintahnya, tenang saja, karena aku sendiri yang akan menghadap Raja dan mengatakan kalau aku menolak. Bagaimana?” tanya Tae-yaa.

“Bisa Nona pastikan Raja tidak akan menghukum kami?” tanya Lukas.

“Itu gampang. Serahkan semua padaku,” ucap Tae-yaa dengan penuh percaya diri.

Lukas mengangguk dan memutuskan untuk pergi dan kembali berjaga di tempatnya untuk melindungi Tuan Putrinya dari serangan klan lain yang mengincar kekuasaan Raja.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!