Bagian (5)

“Hyuna, buka pintu!” teriak seseorang dari luar rumahnya.

Hyuna hanya menggerutu sembari berjalan menuruni anak tangga yang jumlahnya tidak sedikit. “Kenapa mereka hobi banget teriak-teriak di rumah gue, sih.”

Matanya membola sempurna saat melihat sesosok manusia, ralat dia tidak terlihat seperti manusia tapi dewa tengah berdiri di hadapannya dengan menggunakan kemeja berwarna putih polos yang sengaja digulung di bagian lengannya, yang sengaja dipadukan dengan celana pendek berwarna senada serta sebuah sendal berwarna coklat muda yang membuat penampilannya orang di depannya nampak begitu casual namun tetap elegan, dan yang pasti sangat tampan.

“Matanya tolong dikondisikan. Udah mau copot tu,” sindir Taehyung yang membuat Hyuna mengerjabkan matanya dan kembali ke alam sadar.

Hyuna mempersilahkan Taehyung masuk sembari menunggu dirinya bersiap. Sumpah demi ketek Jimin yang berbulu halus, Taehyung terlihat sangat tampan. Bahkan jika dibandingkan dengan Dewa Hermes, masih gantengan Taehyung ke mana-mana. Memang benar kalau setiap harinya Taehyung tampan, tapi kali ini dia terlihat berkali-kali lipat lebih tampan dari biasanya.

Hyuna bergegas mandi dan bersiap. Gadis itu memakai mini dress berwarna coklat muda dengan motif garis, yang dihiasi dengan pita berukuran kecil di bagian pinggang. Mengoleskan sedikit bedak di wajahnya serta lipbalm stroberi di bibir tipisnya.

Setelah siap Hyuna segera menghampiri Taehyung yang sudah lama menantinya.

“Lu nggak salah baju?” tanya Taehyung saat melihat Hyuna yang tampil cantik dengan mini dress yang melekat di tubuhnya.

“Kenapa? Nggak cocok?” tanya Hyuna sembari kembali mengecek kembali penampilannya yang menurutnya sudah cukup bagus.

“Nggak, kok. Cuma lu kelewat cantik aja kalau begini,” jujur Taehyung.

“Gombal banget lu. Udah yuk, buruan pergi.”

“Siapa juga yang lagi gombal. Orang gue lagi ngomong jujur dan apa adanya,” ucap Taehyung sembari berjalan di samping Hyuna sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana yang ia pakai. Dan hal itu membuat Hyuna semakin terpana dengan ketampanan Taehyung yang bersertifikat.

Sepanjang jalan Taehyung terus memuji penampilan Hyuna yang luar biasa cantik.

Buset dah ni bocah, nggak sadar apa kalau pipi Hyuna udah kayak kepiting rebus yang baru diangkat dari panci.

Awalnya Hyuna berpikir Taehyung akan mengajaknya pergi dinner romantis atau semacamnya. Namun perkiraannya salah besar, karena nyatanya Taehyung justru mengajaknya ke daerah yang nggak jauh dari universitas mereka.

Di sana banyak pedagang yang menjajakan berbagai macam makanan mulai dari yang ringan hingga berat.

“Lu mau apa aja terserah. Bebas,” ucap Taehyung tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok gadis cantik di sampingnya yang kini tengah menatap penuh minat pada jajanan.

“Lu yakin?” tanya Hyuna. Gadis itu hanya ingin memastikan Taehyung serius dengan perkataannya. Kan nggak lucu kalau ternyata dia di minta untuk bayar sendiri, tapi kalaupun itu terjadi, Hyuna tidak akan keberatan yang penting dia bisa makan sepuasnya.

“Gue nggak bakalan jatuh miskin cuma gara-gara beliin lu makanan,” sarkas Taehyung yang membuat Hyuna tersenyum manis.

Hyuna segera menarik tangan Taehyung dan membawa pemuda itu mencoba beberapa yang terlihat enak. Tanpa ragu gadis itu menyuapi Taehyung dengan makanan yang ia bawa, dan tertawa bahagia.

Semua makanan yang ada di sana masuk ke dalam perut Hyuna dan Taehyung. Mulai dari yang biasa, hingga yang paling pedas dan harganya lumayan.

“Seneng?” tanya Taehyung saat melihat Hyuna melahap makanan di tangannya dengan antusias.

“Bukan seneng lagi, seneng banget malahan.”

“Syukur deh. Gue ikut seneng kalau lu seneng,” ucap Taehyung sembari mengusap kepala gadis yang ia cintai sejak pertemuan pertama.

Jantung Hyuna berdetak lebih kencang dari biasanya, pipinya memerah bak kepiting rebus baru diangkat dari panci, dan senyumnya terkembang sempurna.

“Tae,” panggil Hyuna pada pemuda yang saat ini tengah menatapnya tanpa berkedip. “Lu serius suka sama gue?” tanya Hyuna. “Maksud gue....”

“Gue bukan cuma suka sama lu. Gue udah jatuh cinta sama lu sejak pertama kita ketemu di cafe waktu, dan gue nggak bakalan pernah ngelepasin apa yang udah jadi milik gue.”

Hyuna terdiam. Gadis cantik itu tidak bisa berkata apa-apa untuk menjawab perkataan Taehyung yang menurutnya terlalu mendadak. Ok, dia memang tau kenyataan bahwa Taehyung suka, ralat maksudnya jatuh cinta padanya, tapi dia belum siap mendengarkan kalimat cinta itu langsung keluar dari mulutnya pemuda yang memiliki ketampanan bersertifikat seperti dia.

“Tae, gue....”

“Gue nggak menerima penolakan, Na. Dan anggap aja ini kencan pertama kita, ya meski terkesan nggak romantis.”

“What! Kencan? Ni bocah sadar nggak sih gue udah hampir gila karena denger ucapan cintanya dari tadi,” gerutu Hyuna dalam hati. Hyuna ingin berteriak sekeras mungkin dan mengatakan jika ia tidak akan sanggup jika pemuda itu terus menerus menggombali dirinya. Dia bisa mati muda kalau Taehyung terus seperti ini.

“Gue nggak tau mau ngomong apa, karena....”

“Kalau elu nggak tau mau ngomong apaan, mending lu kunyah itu makanan. Kasian udah mau dingin,” ucap Taehyung sembari menatap ke arah makanan yang ada di genggaman Hyuna dengan isyarat mata.

Melirik makanan dalam genggamannya yang masih banyak, gadis itu memilih untuk kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Bagi Hyuna saat ini yang paling benar adalah menikmati makanan di tangan, dari pada menanggapi kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Taehyung yang bisa saja membuatnya mati muda karena serangan jantung.

Tengah sibuk berbincang tiba-tiba mata Hyuna menatap sesuatu yang menarik. Gadis itu langsung berlari sesaat setelah ia memastikan bahwa orang yang dia lihat adalah orang yang dia kenali.

“Yeonjun!” teriak Hyuna. Gadis itu berlari ke arah Yeonjun yang berada lumayan jauh di depannya, meninggalkan Taehyung yang kebingungan dengan sikap Hyuna. “Ternyata bener,” ucap Hyuna sembari mengatur napasnya yang memburu.

“Lho, Hyuna. Lu ngapain di sini?” tanya Yeonjun.

“Ini,” jawab Hyuna sembari menunjukkan beberapa jenis makanan yang masih setia berada di tangannya. “Lu sama siapa ke sini?” tanya Hyuna.

“Ah, gue ke sini bareng sama Tae-hee tapi dia lagi beli makanan buat makan di rumah katanya.” Hyuna hanya mengangguk menanggapi ucapan Yeonjun. Gadis itu tidak menyangka jika orang yang dia kenal akan bersanding dengan sahabatnya. “Elu sendiri ke sini sama siapa?”

“Gue sama....” Hyuna menoleh ke arah samping dan belakang namun tidak menemukan orang yang datang bersama dengan dirinya.

“Elu nyari apaan?”

“Nyari Taehyung. Emang dia di mana?” tanya Hyuna ganti.

“Lha mana gue tau. Orang tadi elu lari ke sini sendirian,” terang Yeonjun yang membuat Hyuna membolakan matanya.

“Lu yakin tadi gue ke sini sendiri?” tanya Hyuna. Gadis itu ingin meyakinkan dirinya sendiri kalau dia datang ke arah Yeonjun seorang diri, karena seingatnya tadi dia menuju Yeonjun bersama Taehyung.

“Gue yakin 180% kalau elu ke sini sendiri.”

“Mampus!” seru Hyuna. Gadis itu langsung berlari lagi ke arah dia datang dan betapa terkejutnya ia saat melihat Taehyung duduk di salah satu kursi yang ada di tempat itu sembari menatap tajam dirinya.

Hyuna hanya tersenyum sembari menunjukkan barisan giginya yang rapi.

“Kenapa balik?”

“Ada yang ketinggalan,” jawab Hyuna.

“Oh ya udah ambil aja.” Hyuna hanya diam dan memainkan kedua kakinya, sebagai tanda bahwa ia menyesal. “Emang apa yang ketinggalan?”

“Elu,” jawab Hyuna.

“Baru inget lu?”

“Iya,” jawab Hyuna. Gadis itu merasa takut sekaligus malu karena sudah meninggalkan Taehyung sendiri dan memilih menyapa Yeonjun. “Sorry, tadi gue kira udah ngajak lu lari ke arah Yeonjun, nggak taunya elu ketinggalan.”

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!