“Kook, lu yakin kalau bau yang lu cium bau dari vampir kerjaan? tanya Jimin untuk yang kesekian kalinya kepada sang adik.
Keduanya tengah duduk bersama di ruang tamu rumah Hyuna, sementara sang pemilik rumah bersama dengan sahabatnya tengah sibuk di dapur mempersiapkan makan malam.
“Gue yakin, Hyung. Meski samar tapi gue yakin kalau itu bau orang-orang dari kerajaan,” ucap Jungkook. Pemuda itu menyilangkan kakinya sebelum berkata, “tapi apa yang mereka lakukan di sini?”
“Maybe, mereka lagi nyari anaknya. Lu ingat soal Tae-yaa yang dibilang sama Yeonjun itu kan, Jim.” Jimin dan Jungkook menoleh bersamaan ke arah Hyuna yang tengah berjalan ke arah mereka sembari membawa beberapa minuman dalam gelas, plus dua kotak jus bergambar tomat.
Jimin terdiam. Kalau memang orang dari kerajaan itu datang mencari Tae-yaa, itu artinya gadis ada di dekatnya. Dan kemungkinan Jimin bertemu dengan gadis di masa lalunya itu sangat besar.
“Makanan datang!” teriak Tae-hee sembari membawa beberapa cup mie instan yang sudah matang.
Tae-hee membagikan mie pada masing-masing orang yang ada di sana. Mereka sudah biasa melakukan ini, meski nyatanya gadis itu tidak begitu dekat dengan Jimin dan saudaranya tapi pembawaannya yang santai membuat gadis itu bisa menyesuaikan diri dengan sangat mudah di manapun ia berada.
“Gue dengar kalian lagi bahas Tae-yaa, benar?” tanya Tae-hee tiba-tiba saat mereka tengah fokus dengan mie di tangan. Semua hanya mengangguk sebagai jawaban. “Gue nggak tau apa masalah kalian sama gadis sialan itu. Tapi gue bakalan bantuin kalian buat nyari informasi tentang dia,” tambah gadis itu.
“Caranya?” tanya Jungkook. Pemuda itu cukup penasaran dengan apa yang dikatakan Tae-hee, dan kalau dilihat dari cara bicara gadis itu, sepertinya Tae-hee punya masalah pribadi dengan Tae-yaa.
“Gue bakalan dekatin Yeonjun lagi, dan gue bakalan cari tau tentang gadis bernama Tae-yaa itu. Jadi kalian bisa mendapatkannya, dan gue bisa balas dendam ke dia. Gimana?”
“Sebaiknya lu nggak ikut campur urusan orang lain. Lu nggak tau bahaya apa yang akan terjadi kalau lu ikut campur,” ucap Hyuna. Sejak tadi gadis itu hanya terdiam dan sibuk menikmati ramen buatan sahabatnya.
Jimin dan Jungkook pun setuju dengan keputusan Hyuna, karena menurut mereka resiko yang akan mereka terima sangat besar, ditambah lagi gadis itu tidak tau sosok Tae-yaa yang mereka bahas saat ini seperti apa.
Jungkook mencoba mengatakan pada Tae-hee kalau gadis itu tidak perlu ikut campur dalam urusan mereka, namun gadis itu kekeh dengan alasan ingin melihat sosok bernama Tae-yaa ini menderita karena sudah berani mengganggu hubungannya dengan Yeonjun. Tidak sampai di situ, Tae-hee bahkan bersumpah akan membuat gadis bernama Tae-yaa itu menderita sebagai hukuman karena sudah mengganggu hubungannya.
***
“Taehyung!” teriak Hyuna. Gadis itu berlari dengan penuh semangat ke arah sahabatnya yang tengah berjalan di depannya.
Hyuna berhenti sejenak saat melihat Taehyung yang biasanya selalu menyambut dirinya dengan senyum dan panggilan sayang, kini malah mengabaikannya dan memilih terus melangkah maju meninggalkan Hyuna. Setelah terdiam cukup lama, gadis itu memutuskan untuk berlari ke arah Taehyung dan memeluk pemuda yang sudah mengklaim dirinya sebagai milik pemuda itu beberapa hari yang lalu.
“Kok diem?” tanya Hyuna tanpa melepaskan pelukannya dari Taehyung. Namun, detik kemudian gadis itu terdiam saat Taehyung melepas pelukannya dengan sangat kasar. Pemuda itu bahkan mendorong Hyuna hingga terjatuh, dan hal itu disaksikan oleh banyak mahasiswa. “Tae,” panggil Hyuna.
Taehyung pergi meninggalkan Hyuna yang masih terduduk di lantai koridor kampus. Pemuda itu berjalan ke arah belakang kampus yang memang sudah tidak pernah dijamah oleh manusia, karena tempatnya yang terkenal angker.
“Tae, tunggu!” seru Hyuna. Gadis itu segera bangkit dan menyusul Taehyung yang masih setia mengabaikan dirinya. “Hei, ada apa?” tanya Hyuna saat keduanya sudah berada di tempat yang cukup sepi.
Mendengar pertanyaan Hyuna, Taehyung segera membalik badannya. Namun tidak disangka, pemuda itu malah mencekik leher Hyuna dengan sangat erat, membuat gadis cantik itu hampir mati kehabisan napas.
“T Ta Tae lep lepas,” mohon Hyuna sembari memukul tangan Taehyung yang masih setia bertengger di lehernya. Mata pemuda itu berubah menjadi merah dan gigi taringnya perlahan mulai muncul. “Tae, gue....”
“Taehyung!” seru Yoon Ki. Pemuda itu baru sampai di kampus dan merasakan hawa membunuh yang sangat besar dari belakang sekolah. Dan bertapa terkejutnya Yoon Ki melihat sang adik tengah mencekik leher gadis yang sangat ia cintai.
Yoon Ki melesat ke arah Taehyung dan mendorong pemuda itu dengan sekuat tenaga, agar Hyuna bisa terlepas dari cengkeraman tangan Taehyung yang bisa membuat gadis itu terbunuh.
“Hyuna, are you ok?” tanya Yoon Ki. Hyuna masih terduduk di atas rumput liar yang basah karena sisa hujan semalam. “Elu udah gila, hah!” teriak Yoon Ki pada Taehyung. Pemuda itu tidak menyangka Taehyung akan sekejam jadi ini hanya karena Jimin mengajak Hyuna jalan-jalan weekend ini.
“Dia mengkhianati gue, Hyung!” teriak Taehyung.
“Mengkhianati? Sejak awal, elu yang seenaknya mengecap Hyuna sebagai punya lu tanpa mempedulikan perasaannya. Lagi pula dia cuma jalan sama Jimin,” ucap Yoon Ki. Demi badan Namjoon yang begitu besar dan menggoda, Yoon Ki merasa kecewa dengan sikap adiknya.
“Tapi gue cemburu, Hyung!”
“Jadi, karena alasan cemburu lu yang nggak jelas itu, elu tega menghajar Jimin sampai babak belur? dan sekarang elu mau nyakitin Hyuna juga untuk melampiaskan cemburu lu. Begitu?”
Taehyung terdiam, begitu juga dengan Hyuna yang masih mencoba untuk mencerna apa yang sebenarnya tengah terjadi dengan Taehyung. Karena sungguh tidak biasanya pemuda itu melakukan hal semengerikan ini, hanya karena masalah sepele.
Ini bukan kali pertama Jimin dan Hyuna pergi hanya berdua, karena dulu keduanya bahkan pernah pergi dengan waktu yang cukup lama dan Taehyung tidak pernah cemburu soal itu. Mungkin waktu itu perasaan Taehyung belum sedalam sekarang? Bisa jadi.
“Hyung dan yang lainnya tau kalau elu suka dan cinta sama Hyuna, tapi bukan berarti Hyung maupun yang lain bakalan biarin elu berbuat seenaknya. Hyuna berbeda dengan kita, dia bisa saja mati karena ulah lu, Taehyung.”
Siapa juga yang bilang berbeda? Orang dia sama kok sama kalian.
Taehyung menghampiri Hyuna yang masih sibuk dengan pikirannya. Pemuda itu mendongakkan kepala Hyuna dan tersenyum miris saat melihat leher gadis itu yang memerah karena ulahnya.
“Baby, maafin gue, ya. Gue kebawa emosi,” ucap Taehyung sembari memeluk Hyuna. Pemuda itu tidak hentinya mengucapkan kata maaf karena kebodohannya dia hampir kehilangan harta yang paling berharga.
“Nggak masalah, kok. Tapi gue mohon sama elu, kalau elu ada apa-apa, tolong cerita sama gue. Jadi gue tau apa yang salah,” ucap Hyuna sembari membalas pelukan Taehyung. “Kalau elu emang nggak setuju gue jalan sama Jimin besok, gue bisa batalin kok.”
Taehyung menggelengkan kepalanya. Pemuda itu mengatakan jika keadaannya sudah cukup baik, dan mengizinkan Hyuna pergi dengan Jimin dengan syarat, gadis itu bisa menjaga dirinya sendiri.
Yoon Ki yang melihat kedekatan keduanya kembali tenang. Tapi di sisi lain pemuda itu sedikit was-was dengan sikap Taehyung yang gampang tersulut emosi.
Diam-diam dalam hati Yoon Ki berdoa, agar tidak terjadi hal yang lebih dari ini atau hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments