Jimin dan semua saudaranya ditambah Tae-hee terduduk di ruang tamu rumah Hyuna. Mereka semua sudah mencari keberadaan gadis itu, namun tidak ada satupun yang tau di mana perginya gadis itu.
“Dia sedang terluka, jadi tidak mungkin dia pergi jauh.”
Tae-hee yang mendengar ucapan Jungkook seketika terdiam. Gadis itu memang ikut mencari keberadaan Hyuna, tapi gadis itu sama sekali tidak tau bahwa sahabat baiknya itu tengah terluka. “Maksudnya apa? Hyuna kenapa?” tanya Tae-hee kepada para sahabat Hyuna.
Tidak ada yang berani berbicara. Mereka takut gadis di depannya itu akan curiga jika mereka mengatakan apa yang terjadi. Jadilah tadi Taehyung hanya meminta bantuan Tae-hee tanpa memberitahu apa yang terjadi. Tae-hee berjalan ke arah Jimin.”Bukannya kalian pergi bersama? Bagaimana bisa kalian berakhir di rumah dan Hyuna menghilang?”
“Tae-hee tolong tenangkan diri,” pinta Yoon Ki. Pemuda itu tau betul jika gadis itu tengah khawatir dengan keadaan Hyuna, tapi marah di saat seperti ini tidak akan ada gunanya.
“Bukankah Hyuna selalu pergi ke minimarket depan rumahnya,” ucap Jimin. Pemuda itu tiba-tiba teringat jika gadis itu sering menghabiskan waktu di sana, untuk berbelanja atau sekedar melepas penat.
Dengan secepat kilat Jimin berlari ke arah minimarket depan rumah Hyuna, dengan harapan gadis itu ada di sana. Namun sepertinya Dewi Fortuna belum berpihak pada mereka, karena nyatanya gadis itu tidak ada di sana dan minimarket tersebut sedang tutup.
“Brengsek!” teriak Jimin. Pemuda itu sudah tidak punya jalan lagi, pemuda tampan itu sudah tidak tau lagi ke mana harus mencari Hyuna.
Jimin yang tengah sibuk mencari Hyuna tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan Jaehyun yang datang dari hutan belakang minimarket.
Penampilan pemuda itu sangat berbeda dari yang biasanya Jimin lihat. Kemeja putih yang sudah lusuh, celana yang sudah robek di beberapa bagian. Yang terlihat mencolok dari semuanya adalah kuku pemuda itu yang sudah memanjang dan matanya yang memerah seolah ingin menerkam Jimin.
“Apa yang terjadi dengan dia?” tanya Jimin entah pada siapa.
Jaehyun terus berjalan ke arah Jimin dengan sorot mata yang sangat tajam, dan mampu mengintimidasinya.
Jimin mencoba untuk bertanya namun belum sempat Jimin bertanya, Jaehyun lebih dulu menyerangnya. Membuat pemuda itu terpelanting jauh.
“Jaehyun, apa yang....”
“Jauhi Hyuna! Kalau elu masih mau hidup dengan tenang,” ancam Jaehyun. Jimin hanya diam, karena jujur pemuda itu tidak paham dengan apa yang rekan kerjanya katakan. Dan satu kenyataan yang baru Jimin ketahui, Jaehyun sama dengan dirinya.
“Jimin, menjauh!” teriak Hyuna yang entah datang dari mana. Gadis itu langsung berlari ke arah Jimin untuk menghalau serangan Jaehyun. Sementara Jimin hanya diam di tempatnya, pemuda itu tidak tau harus berbuat apa. Jaehyun yang ternyata seorang vampir dan mencoba membunuhnya. Ditambah lagi kemunculan Hyuna yang tiba-tiba, membuat Jimin mematung.
“Jaehyun, kita sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi. Jadi stop ganggu hidup gue,” pinta Hyuna. Gadis itu masih berusaha menyadarkan Jimin yang mematung, karena terkejut.
“Nggak, Na. Lu cuma milik gue!” seru Jaehyun. Pemuda itu masih sangat sayang pada Hyuna, dan berniat menebus semua kesalahannya dulu dengan memperbaiki hubungan mereka, namun sayangnya Hyuna tidak pernah menginginkan hal itu terjadi.
“Ini bocah kenapa malah diem di sini, sih.” Jimin yang masih belum sadar sepenuhnya hanya terdiam. Dan Hyuna yang melihat itu langsung memukul kepala Jimin dengan keras menggunakan tangannya agar pemuda itu sadar dan membantunya menghentikan Jaehyun yang sudah semakin menggila.
Jimin yang seolah ditarik paksa dari alam bawah sadarnya jadi seperti orang bodoh. Eh, salah, maksudnya vampir bodoh. “Kalau elu masih plonga-plongo di sini, mending lu minggir!” seru Hyuna. Capek hati gadis itu melihat Jimin yang diem saja di tempatnya.
“Hyuna!” teriak Tae-hee saat melihat sahabatnya yang sudah ia cari bersama para saudara Jimin akhirnya ketemu. Hati Tae-hee sangat senang dan juga lega, karena bisa melihat sahabatnya lagi. Tapi, di sisi lain gadis itu merasa marah karena Hyuna pergi seenaknya tanpa kabar. “Elu ke mana aja?” tanya Tae-hee. Gadis itu belum menyadari keberadaan Jaehyun yang sudah berubah.
“Jungkook, tolong bawa Tae-hee pergi.” Hyuna meminta Jungkook membawa Tae-hee pergi agar gadis itu tidak melihat keadaan Jaehyun yang sudah sangat berbeda.
“Eh, kenapalah gue harus pergi. Nggak ah, gue mau di sini sama lu aja.”
“Di sini bahaya, Tae. Lu harus pergi,” mohon Hyuna. Gadis itu sudah tidak tau lagi bagaimana caranya agar Tae-hee mau pergi bersama Jungkook.
“Kalau emang di sini bahaya, kenapa lu ada di sini? Harusnya lu juga pergi dari sini.”
Hyuna terdiam. Gadis itu bingung dengan apa yang akan dia lakukan untuk menyelesaikan semuanya. Kalau dia pergi, Jaehyun pasti akan menghabisi nyawa Jimin dan saudaranya. Tapi kalau dia tinggal, bisa jadi nyawa Tae-hee yang akan jadi taruhannya.
Saat tengah sibuk berpikir, Hyuna dikejutkan dengan suara teriakan Tae-hee dan tawa Jaehyun.
“Jaehyun!”
“Ayo, Sayang. Pilih kembali padaku, atau nyawa sahabatmu?” tanya Jaehyun.
“Hyuna, jangan peduliin gue. Dia nggak bakalan....” Jaehyun mendongakkan kepala Tae-hee agar gadis itu bisa melihat wujudnya yang sekarang dengan jelas. Dan Tae-hee sontak terkejut setelah melihat taring dan juga kuku panjang Jaehyun.
Dalam hati Tae-hee berdoa agar Jaehyun tidak memakannya. Gadis itu akui, dulu memang ia terobsesi dengan vampir, dan ingin bertemu dengan mereka. Tapi bukan menjadi santapan mereka juga, gadis itu belum siap.
“Jaehyun, lepasin Tae-hee.”
“Segitu terobsesinya lu sama pacar gue, sampai nyandra sahabatnya segala.” Taehyung menyeletuk dan hal itu sukses membuat Jaehyun naik darah. “Kalau elu emang mau dapetin Hyuna balik, ya lu usahalah. Buktikan kalau emang elu pantas buat dia, tapi sayangnya dia nggak pantes buat elu.”
“Taehyung, stop.” Hyuna mencoba menghentikan Taehyung karena hal itu bisa saja memancing emosi Jaehyun dan berakhir pemuda itu menghisap darah Tae-hee.
“Hyuna, lu masih sayang kan sama gue? Lu mau kan balik lagi ke gue?” tanya Jaehyun.
Hyuna menarik napas panjang dan mengangguk. “Hyuna!” seru Taehyung. Pemuda itu tidak menyangka gadis itu akan langsung mengiyakan keinginan Jaehyun, hanya karena pemuda itu menyandra Tae-hee.
“Na, pikirin baik-baik. Jangan sampai lu salah ambil keputusan,” peringat Seokjin. Sementara Jimin yang mendengar perkataan Hyuna hanya bisa diam. Pemuda itu kembali teringat akan penolakan yang Hyuna lakukan kemarin.
“Lepasin Tae-hee, dan kita balikan.”
Tae-hee yang mendengar ucapan Hyuna merasa marah. Memang benar ia tidak ingin dimangsa oleh vampir, tapi melihat Hyuna bersama dengan Jaehyun membuat hatinya sakit. Bukan karena Tae-hee suka pada Jaehyun, tapi karena Tae-hee tau dengan pasti bahwa Jaehyun bukanlah pemuda yang baik.
Tae-hee mencoba melepaskan diri dengan menggigit tangan Jaehyun, dengan harapan pemuda itu akan melepaskannya. Namun sayangnya, keputusannya yang ia ambil salah besar. Karena bukannya kebebasan yang ia dapat, Jaehyun malah menggigitnya di bagian leher dan membuat gadis itu berteriak kencang karena rasa sakit yang ia rasakan.
“Tidak, Tae-hee!” teriak Hyuna. Gadis itu menangis saat gigi taring mantan kekasihnya menancap di bagian leher sahabatnya.
Tae-hee meregang nyawa karena racun yang Jaehyun berikan padanya melalui taringnya. Jaehyun sendiri pergi melarikan diri jauh entah ke mana setelah menancapkan gigi taringnya pada Tae-hee.
Hyuna hanya bisa menangis tersedu menahan amarahnya supaya ia tidak lepas kendali dan berakhir semua rencana yang sudah ia susun hancur berantakan. Meski hatinya sakit, gadis itu harus tetap diam agar Jimin dan yang lainnya tidak curiga.
Dalam hati Hyuna bersumpah akan membuat Jaehyun membayar semuanya tanpa terkecuali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments