Bagian (13)

Hyuna tengah bersiap untuk pergi bersama dengan Jimin. Gadis itu hanya membawa tas berukuran kecil untuk tempat ponsel dan teman-temannya. Semalam Jimin mengatakan tidak perlu membawa apa pun karena mereka akan belanja di sana sebagai hadiah dari Jimin.

Bel rumah yang berbunyi membuat Hyuna menghentikan sejenak acara bersiapnya untuk menyambut tamu specialnya.

Berlari kecil menuruni tangga dengan senyum yang merekah indah.

“Ha....”

Senyum gadis itu luntur seketika saat melihat siapa yang ada di depan rumahnya dan membunyikan bel.

Seorang pemuda tampan dengan setelan jas warna hitam yang padukan dengan kemeja putih, serta tatanan rambut yang rapi tengah berdiri dengan senyum yang terkembang sempurna di wajahnya saat melihat Hyuna yang juga sudah terlihat rapi dengan atasan croptop warna hitam yang dipadukan dengan kemeja putih motif garis, serta celana jeans panjang dan tidak lupa topi yang sudah bertengger di kepalanya.

“Hai, Na.”

“Oh, elu. Ada apa pagi-pagi buta ke rumah gue?” tanya Hyuna dengan nada sinis. Gadis itu tidak menyembunyikan rasa bencinya pada pemuda di depannya, ia malah dengan terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya.

“Aku mau ngajakin kamu jalan. Bisa?”

“Gue....”

“Hai, Na.” Hyuna tersenyum saat melihat Jimin yang baru datang menyapa dirinya.

“Ya! Lu mau bikin gue mati muda!” seru Hyuna. Bagaimana tidak? Rambut warna silver, setelan serba hitam plus jaket kulit warna senada dan jangan lupakan topi hitam yang membuat penampilan Jimin terlihat ribuan kali lebih tampan dari yang kemarin.

“Bagaimana mungkin gue tega buat bikin gadis kesayangan gue ini mati muda,” ucap Jimin. Pemuda itu tersenyum tulus dan hal itu sukses membuat Hyuna meleleh.

“Hilih bicit!” seru Hyuna. “Dah yuk, pergi.” Hyuna menggandeng tangan Jimin dan membawanya ke arah mobil Jimin yang terparkir rapi di depan rumahnya. Namun, Jimin lebih dulu menghentikan langkahnya dan hal itu membuat Hyuna kebingungan.

“Cantik, ada tamu. Temui dulu,” pinta Jimin. Raut wajah Hyuna yang awalnya sumringah mengingat dirinya akan pergi bersama langsung lenyap, saat Jimin memintanya untuk berbicara dengan Jaehyun.

Tanpa melepas genggaman tangannya dari Jimin. Hyuna berkata, “Jae, gue udah bahagia sama hidup gue. Jadi tolong, jangan temui gue dengan atau tanpa alasan apa pun.”

Setelah mengatakan itu Hyuna menggeret tubuh Jimin ke arah mobilnya agar mereka bisa segera berangkat. Tanpa mereka sadari Jaehyun mengepalkan tangannya dan bersumpah akan membawa Hyuna kembali ke dalam pelukannya apa pun resikonya.

“Na, gue boleh nanya nggak?” tanya Jimin.

Hyuna yang tengah sibuk mengunyah makanannya menoleh ke arah Jimin. Pemuda itu tersenyum dan mengusap bibir Hyuna yang terdapat sisa makanan, dan memasukkan sisa makanan itu ke dalam mulutnya sendiri.

Berbeda dengan Jimin, Hyuna nampak sangat terkejut hingga tidak bisa berkata apa-apa.

“Ada sisa makanan di bibir lu,” ucap Jimin. Pemuda itu seolah tau apa yang ada dipikiran Hyuna.

Hyuna hanya ber-oh ria. Gadis itu segera mengambil makanannya dan memasukkan makanan tersebut ke dalam mulutnya, dengan tujuan degup jantungnya akan kembali normal.

“Oiya, Jim. Tadi lu mau nanya apaan?” tanya Hyuna.

“Lu ada hubungan apa sama Jaehyun?” tanya Jimin to the poin.

“Oh, itu. Dia mantan pacar gue dulu, tapi dia selingkuh. Jadi gue mutusin dia, tapi sayangnya dia nggak terima.” Hyuna meletakkan snack yang sejak tadi ia bawa. Mood makannya sudah hilang saat masa-masa di mana dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Jaehyun dan seorang siswa yang tidak ia ketahui namanya tengah berhubungan badan di kelas.

Keduanya diam cukup lama. Tidak ada yang berbicara meski hanya sepatah kata, dan suasana di dalam mobil Jimin tiba-tiba berubah suram.

“Na, mampir bentar ke rumah gue mau nggak? Ponsel gue ketinggalan.”

Hyuna hanya mengangguk dan memilih kembali fokus dengan makanan yang sudah Jimin sediakan untuknya. Entah berapa uang yang pemuda itu habiskan, karena nyatanya semua kebutuhan Hyuna dari yang nggak penting sampai yang penting tersedia di sebuah tas besar di dalam mobil Jimin.

***

“Lho, By. Katanya mau pergi ke pantai, kok ke sini?” tanya Taehyung saat melihat Hyuna masuk ke dalam rumahnya. Pemuda itu langsung menghampiri Hyuna, dan tidak segan membubuhkan kecupan di dahi gadis itu.

“Hai, Tae. Jimin ngajakin mampir bentaran, katanya ponselnya ketinggalan.”

Hyuna dan Taehyung menghampiri Hoseok yang tengah duduk di salah satu sofa panjang yang ada di rumahnya bersama dengan Jungkook yang tengah sibuk dengan ponselnya.

“Hai, Cantik.” Hoseok menyapa Hyuna, namun pandangan pemuda itu masih fokus pada layar ponselnya yang tengah memperlihatkan dua orang anak Adam berbeda jenis tengah menari dengan sangat baik.

“Kook, bisa bicara bentar?” tanya Hyuna. Hyuna menepuk pundak Taehyung seolah berkata kalau ia ingin bicara empat mata dengan Jungkook. Taehyung akhirnya mengerti dan membiarkan gadisnya pergi bersama sang adik.

Jungkook berjalan lebih dulu menuju taman belakang rumahnya diikuti Hyuna dari arah belakang.

“Kenapa?” tanya Jungkook begitu dirasa keadaan di sekitar mereka sudah aman.

“Elu bisa nggak ngajak gue ke kerajaan?” tanya Hyuna.

Jungkook yang mendengar ucapan sahabatnya tertegun. Pasalnya, menurut Jungkook permintaan sahabatnya itu mustahil dan bisa dibilang gila. Hyuna memang tau kenyataan bahwa Jungkook dan yang lainnya adalah vampir dari lama, dan mereka juga memutuskan untuk tetap hidup berdampingan dan menjadi sahabat. Tapi, meski Jungkook dan yang lainnya bisa menerima Hyuna dan menjadi sahabat, tapi bukan berarti klannya akan menerima gadis itu seperti Jungkook dan yang lainnya.

“Lu udah gila?” tanya Jungkook. Lagi pula orang waras mana yang mau bertemu dengan klan vampir? Bisa bersahabat dengan vampir aja sudah menjadi sebuah pencapaian yang sangat luar biasa, yang tidak bisa dilakukan orang lain. “Mending lu pikirin lagi deh. Lu bukannya mau masuk ke pasar, tapi lu masuk ke dunia di mana orang di sana bisa memangsa lu kapan aja.”

“Gue tau. Gue cuma....”

“Sebenarnya apa tujuan lu? Kenapa lu tiba-tiba pengen ke sana?” tanya Jungkook. Bukannya pemuda itu tidak ingin membawa sahabatnya ke kerajaannya, hanya saja itu terlalu berbahaya menurut Jungkook.

“Gue cuma pengen mengenal sahabat gue dan dunianya dengan baik lagi. Jadi nggak salah dong kalau gue pengen tau asal usul sahabat-sahabat gue? tanya Hyuna.

“Lu nyadar nggak sih, Na? Elu satu-satunya manusia yang tau jenis kami yang sebenarnya dan elu juga satu-satunya orang yang tau hampir seluruh kisah hidup kami. Tapi elu, nggak pernah menceritakan satu persen pun dari kisah hidup lu.”

Hyuna terdiam. Gadis itu tidak tau harus berkata apa, karena apa yang dikatakan Jungkook benar adanya. Tidak ada yang tau asal usul gadis itu sebenarnya, dan soal keluarganya juga. Mereka hanya tau Hyuna dari keluarga kaya, dan memiliki satu sahabat wanita bernama Tae-hee. Selebihnya nggak ada yang tau. Pernah mereka coba tanya soal keberadaan orang tua Hyuna, tapi gadis itu hanya menjawab, “mereka sibuk dengan urusan mereka.”

“Na, elu minta kita buat jujur sama lu tapi elunya sendiri nggak pernah jujur sama kita. Apa lu belum percaya seratus persen sama kita? Atau ada hal lain yang lu nggak bisa ceritain ke kita?” desak Jungkook.

“Bukan begitu, Kook. Ada alasan tersendiri kenapa gue belum bisa cerita ke elu dan yang lainnya soal keluarga gue,” ucap Hyuna. Mata gadis itu mulai berkaca-kaca. Bukannya dia tidak ingin menceritakan semua tentang dirinya, tapi ia belum siap menerima resiko jika ia menceritakan kebenarannya.

“Al....”

“Lu berdua ngapain di sini?” tanya Jimin. Pemuda itu baru saja pergi ke kamarnya untuk mengambil ponsel, namun saat ia kembali dari kamar, pemuda itu tidak menemukan keberadaan Hyuna di ruang tamu. Tadi sebelum dia ke taman belakang, Jimin sempat bertanya kepada Taehyung tentang keberadaan Hyuna yang tiba-tiba hilang. Dan pemuda itu mengatakan jika Hyuna pergi bersama Jungkook ke taman belakang rumah mereka.

“Udah dapet ponselnya, Jim?” tanya Hyuna. Jimin hanya mengangguk sambil memperlihatkan ponselnya yang sudah berada di tangannya.

“Muka lu kenapa, Kook?” tanya Jimin. Hyuna memberi isyarat pada Jungkook agar pemuda itu tidak mengatakan yang sebenarnya, karena Hyuna yakin Jimin akan sangat marah padanya jika ia tau niatnya untuk pergi ke kerajaan vampir. Apalagi kalau sampai Taehyung yang dengar, bisa dipastikan gadis itu tidak akan keluar dari rumahnya sebelum gadis itu mengurungkan niatnya untuk pergi ke kerajaan vampir.

“Tadi Hyuna bilang kalau dia lapar. Sebelum pergi ke pantai dia pengen lu ngajakin dia makan dulu,” bohong Jungkook.

“Kenapa lu nggak bilang langsung aja sama gue?” tanya Jimin.

“Malu kali. Sok-sokan malu segala, toh biasanya juga malu-maluin.” Hyuna melempar sepatu yang ia pakai, dan tepat mengenai kepala Jungkook.

“Sekali lagi lu ngomong aneh-aneh, gue patahin leher lu!” ancam Hyuna. Jungkook langsung memilih pergi dari hadapan Hyuna dan Jimin, ia tidak ingin terkena lemparan maut gadis itu lagi.

Terpopuler

Comments

Yona

Yona

folback nya thor 😆

2022-12-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!