Bagian (6)

Hyuna tengah bersiap. Malam ini Jimin akan mengajaknya pergi untuk menghadiri sebuah pesta ulang tahun salah satu koleganya.

Meski masih muda tapi Jimin adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor. Selain tampan, pemuda yang lahir dua puluh enam tahun yang lalu itu sukses menjadi CEO muda yang berbakat dan tentu saja dikagumi banyak orang. Jimin memilih untuk menggunakan marga sang ibu sejak kejadian itu, itulah kenapa dia memiliki marga yang berbeda dengan para hyungnya.

Memakai sebuah dress berwarna hitam bermodel off-shoulder yang dilengkapi dengan kerah di bawah bahu. Dengan sedikitnya make-up, Hyuna benar-benar tampil beda. Gadis itu bahkan mampu menyihir pemuda yang saat ini tengah berdiri mematung di ruang tamu sembari menatapnya yang tengah berjalan menuruni tangga.

“Cantik.” Hanya satu kata yang keluar dari mulut Jimin saat melihat penampilan Hyuna yang sangat berbeda dari biasanya.

“Terima kasih,” jawab Hyuna sekenanya. Gadis itu masih sibuk membenahi dress-nya.

Hyuna berjalan menuruni tangga. Mata gadis itu membola saat melihat penampakan Jimin yang menurutnya sangat sangat sangat tampan. Apa kata sangatnya terlalu banyak? Tapi Jimin memang terlihat ribuan kali lebih tampan dari biasanya. Setelah jas warna hitam, serta rambutnya yang sengaja di warnai dengan warna silver. Oh God, bisakah Jimin dimiliki?

“Jim,” panggil Hyuna. Gadis itu hanya ingin memastikan kalau sosok yang berdiri di hadapannya saat ini adalah Jimin, sahabatnya. Bukan sosok malaikat tanpa sayap yang sengaja turun ke bumi untuk menemani Hyuna menghadiri pesta malam ini.

“Iya, ini gue.”

What the hell! Rasanya Hyuna ingin berteriak saat melihat penampilan Jimin yang sangat memukau. Definisi cuci mata yang sesungguhnya adalah melihat ketampanan Jimin, ditambah jidat paripurna yang membuat Hyuna ingin khilaf dan membawa Jimin masuk ke dalam kamarnya.

“Ada yang salah sama penampilan gue?” tanya Jimin yang langsung di jawab dengan gelengan oleh Hyuna. Nggak ada yang salah dengan penampilan Jimin, hanya jantung gadis itu saja yang sedikit tidak beres.

“Elu perfect banget kok.”

“Elu juga. Penampilan lu jauh dari ekspektasi gue, dan gue cukup takjub lihat lu berpenampilan kayak sekarang.” Mendengar ucapan Jimin, rasanya saat ini tubuh Hyuna berubah menjadi jelly hanya karena pujian dari seorang Park Jimin. “Jangan bikin gue salah tingkah, kalau elu masih mau kita berangkat ke acara kolega lu.”

“Kalau elu nggak mau pergi juga nggak masalah. Gue rela habisin sisa waktu gue buat mandangin kecantikan elu yang menurut gue nggak wajar,” tutur Jimin sembari membenarkan jasnya sebelum berjalan ke arah Hyuna. “Jadi pergi? Atau lu lebih milih di rumah habisin waktu sama gue?” tawar Jimin sembari memegang tangan Hyuna, agar gadis cantik itu tidak kesulitan ketika menuruni anak tangga yang jumlahnya lumayan.

Diperlakukan seperti seorang putri membuat Hyuna ingin berteriak kencang, namun urung. Bisa-bisa Jimin ilfeel kalau sampai ia teriak-teriak seperti orang kesetanan.

“Jim, jangan perlakukan gue kayak begini. Gue nggak sanggup,” ucap Hyuna ketika sudah sampai di lantai satu rumahnya.

“Gue nggak masalah kalau setiap detik harus memperlakukan elu kayak sekarang, atau bahkan kalau lu mau lebih sekalipun gue nggak bakalan keberatan.”

Hyuna memaki dirinya sendiri dalam hati. Gadis itu berkata, “Mampus lu, Hyuna. Sekarang lu mau ngapain biar Jimin berhenti membuat hati lu meleleh.”

“Yuk, jalan.”

Keduanya berjalan menuju mobil Jimin. Keduanya berjalan beriringan, sungguh terlihat serasi. Hyuna yang cantik berjalan sembari merangkul tangan Jimin, dan Jimin sendiri yang terlihat gagah dan tampan saat menggandeng tangan Hyuna. Indahnya.

Mata Hyuna kembali membola saat melihat sebuah mobil Civic tipe R terparkir rapi di depan rumahnya. Mobil yang bahkan memiliki harga lebih tinggi dari harga diri author.

“Mobil siapa tu?” tanya Hyuna.

“Mobil gue, baru dateng tadi pagi.” Jimin menunjukkan kuncinya dan hal itu sukses membuat Hyuna semakin takjub dengan kekayaan Jimin. “Hari ini kita pakai ini, karena mobil gue yang biasa kita pakai lagi di bengkel.”

“Kenapa nggak pake mobil lu yang lain, sih? Kan masih ada yang lebih murah.”

“Karena gue berencana bawa Tuan Putri jadi gue sengaja beli mobil baru. Hargai dikitlah usaha gue buat nyenengin hati lu,” ucap Jimin sembari menuntun Hyuna ke arah mobil mewahnya, tidak sampai di situ, Jimin bahkan membukakan pintu agar gadis itu bisa masuk ke dalam mobil tanpa harus berusaha payah membuka pintu.

Mun maap ini nyari pasangan yang kayak Jimin di mana? Author juga mau satu🤧.

***

Sepanjang perjalanan Jimin tidak henti memuji Hyuna yang menurutnya sangat cantik. Sementara Hyuna mencoba untuk menenangkan hatinya agar tidak meleleh saat mendengar pujian demi pujian yang Jimin lontarkan untuk dirinya.

“Na, bentar lagi kita nyampek.” Jimin menyadarkan Hyuna, karena sejak tadi gadis itu terus diam. Hyuna diam bukan karena ia tidak mendengar ucapan Jimin, gadis itu hanya merasa tidak asing dengan komplek mewah yang ada di depan mereka.

Hyuna melongo saat mobil yang ia tumpangi bersama Jimin berhenti di salah satu rumah mewah yang sangat ia kekenali

“Jim, lu yakin acaranya di sini?” tanya Hyuna yang diangguki oleh Jimin. Pemuda itu langsung memberikan kunci mobilnya pada seorang pria yang bertugas memarkirkan mobil setiap tamu yang datang.

“Mau masuk? Atau kita bisa pulang kalau elu ngerasa nggak nyaman.”

“Kita masuk, tapi bentar gue mau benerin rambut dulu.” Hyuna yang awalnya mengikat rambutnya agar terlihat rapi, kini sengaja menggerai rambutnya dan menampilkan kesan yang seksi dan hal itu sukses membuat Jimin ketakutan. Gimana nggak takut? Kalau tiba-tiba di dalem Hyuna dibawa orang pulang kan nggak lucu.

Semua mata pengunjung pesta menatap kehadiran Jimin dan Hyuna. Ketampanan Jimin yang dipadukan dengan kecantikan serta keseksian Hyuna, membuat yang lain merasa iri.

Mereka menemui teman Jimin yang hari itu tengah merayakan ulang tahun yang ke dua puluh tujuh tahun, yang diketahui bernama Jaehyun.

Pemuda bernama Jaehyun itu nampak senang saat melihat Jimin dan Hyuna. Senyuman pemuda itu bahkan tidak hilang dari awal kedatangan dua tamu specialnya.

“Selamat ulang tahun, ya, Jae.” Jimin menjabat tangan Jaehyun sebagai tanda ucapan selamat karena pemuda itu sudah semakin dewasa. Jaehyun sendiri menerima jabatan tangan Jimin, namun mata pemuda itu terus menatap Hyuna yang ada di samping Jimin.

“Pacar lu?” tanya Jaehyun sesaat setelah melepas jabatan tangannya dengan Jimin.

“Kenalin, saya calon istrinya.” Jimin terdiam mendengar ucapan Hyuna saat gadis itu mengatakan kalau dia adalah calon istri Jimin. Bahagia sekali hati Jimin mendengar penuturan gadis cantik itu, berbeda dengan Jaehyun, raut wajah pemuda itu langsung berubah saat Hyuna mengatakan bahwa dirinya adalah calon istri Jimin. “Apa yang di samping anda istri anda?” tanya Hyuna saat melihat seorang gadis berdiri di samping Jaehyun sembari mengulas senyum terpaksa ke arah Hyuna.

“Bukan. Kami hanya teman biasa,” ucap Jaehyun.

“Oh, saya pikir dia gadis yang anda tiduri hari itu.”

Jaehyun, Jimin dan gadis itu terdiam mendengar penuturan Hyuna. Jimin tidak ingin menjadi pemisah antara Hyuna dengan Jaehyun karena ia yakin ada hal yang perlu mereka bicarakan.

“Na, elu....”

“Apa anda ingin mengatakan kalau saya salah lihat? Atau anda ingin memberi alasan lain?” tanya Hyuna.

Jaehyun hanya terdiam. Pemuda itu tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar perkataan Hyuna yang cukup menyakitkan menurutnya.

“Selamat atas bertambahnya usia anda, dan ini kado untuk anda.” Hyuna melempar kado yang ia bawa tempat ke wajah Jaehyun, dan hal itu sukses membuat para pengunjung yang lain menatap aneh ke arah mereka.

Hyuna memilih keluar dari rumah tersebut. Para tamu mulai bergunjing soal sikap Hyuna yang sangat kurang ajar pada Jaehyun yang notabene adalah orang yang cukup terpandang. Namun tidak sedikit juga yang mempertanyakan hal apa yang mendasari hingga Hyuna bisa bersikap begitu kurang ajar pada Jaehyun.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!