Bab 15 Oddie Bisa Tertawa

Keesokan harinya Oddie kembali bekerja seperti biasa. Meskipun kemarin ada insiden kecil, tapi itu tidak membuatnya sedih atau malas-malasan sampai tidak kembali bekerja. Tapi Oddie mendapati sesuatu yang salah ketika menginjakkan kakinya di halaman restoran.

Oddie sedikit was-was. Tidak mungkin Kirana benar-benar membuat Aarav bangkrut dalam semalam kan? Tapi kenapa restoran itu masih sepi. Oddie masih bertanya-tanya dan menebak apa yang terjadi. Tapi Rima sudah lebih dulu berdiri di belakangnya dan menepuk pundak Oddie.

"Ini untukmu!" kata Rima.

Wanita itu menyodorkan sebuah bungkusan kepada Oddie. Sebuah kaos berwarna putih yang bentuknya sama persis dengan yang dipakai Rima saat ini.

"Di pakai dong, Die! Kok malah bengong?" protes Rima saat Oddie lambat bereaksi.

"Kenapa aku harus pakai ini?" tanya Oddie.

Rima yang sedang memakan lollipop pun merangkul Oddie dan menjelaskan situasinya. "Bos Aarav bilang kita semua pergi piknik hari ini. Semua karyawan memakai kaos ini sebagai seragam," jawab Rima.

Benar saja, karena tidak lama kemudian sebuah bus mulai memasuki pelataran. Oddie tidak tahu dimana rekan kerjanya berkumpul, tapi yang jelas sebagian besar sudah ada yang naik di bus dan yang lainnya mulai berdatangan.

"Ayo naik!" ajak Rima. Setelah mereka semua selesai briefing.

Bus itu pun mulai bergerak. Pergi ke salah satu tempat wisata yang sedang hits saat ini. Semuanya sangat antusias termasuk Oddie. Oddie tidak curiga sedikitpun, mengira piknik kali ini benar-benar atas kemauan Aarav. Tanpa tahu piknik mereka hari ini ada campur tangan Kakek Moeis yang memberikan uang dalam jumlah yang cukup besar untuk diberikan kepada Aarav.

Kakek Moeis tahu Oddie pasti menolak jika dia memberikan bantuan atau menyenangkan Oddie secara langsung. Tapi kalau kakek Moeis menyamaratakan 'bantuannya' bersama karyawan yang lain seharusnya Oddie tidak curiga kan?

Sementara Aarav, dia bukannya mata duitan. Sebenarnya dia sempat menolak pemberian uang dari Kakek Moeis. Karena kalau hanya untuk menyenangkan Oddie dengan membawa karyawannya saja Aarav sangat sanggup. Tapi begitu tahu niat tulus dan alasan Kakek Moeis, Aarav akhirnya bersedia menerimanya. Satu lagi, hari ini Aarav tidak hanya membawa mereka pergi piknik tapi juga membagikan bonus seperti yang biasa dia lakukan setiap setahun sekali selain THR. Tentu saja dengan jumlah yang lebih besar karena mendapatkan tambahan dari Kakek Moeis sebelumnya.

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya mereka sampai di tempat tujuannya. Karyawan itu sempat foto bersama dan melakukan game kecil sebelum dibebaskan untuk pergi kemana saja di area itu.

Saat ini Oddie duduk bersama teman-temannya menikmati satu contong es krim dan aneka cemilan untuk mengisi perut. Beberapa temannya bahkan memperlakukan Oddie secara spesial dengan memberikan Oddie banyak makanan. Karena misi mereka saat ini adalah mengawal Oddie untuk menambah berat badan.

Oddie yang tidak tahu apa-apa hanya terus bersenang-senang. Tidak tahu dua orang pria tengah mengawasinya dan membicarakannya di tempat yang berbeda.

"Terimakasih!" kata Kakek Moeis.

Pria tua itu sebenarnya juga ada di lokasi piknik. Duduk santai dengan segelas teh hangat selagi berbincang dengan Aarav. Duduk di sebuah gedung tinggi agar kehadirannya tidak disadari oleh Oddie.

"Bukan masalah," kata Aarav.

Sama seperti Kakek Moeis yang terus melihat Oddie. Aarav pun juga melakukan hal yang sama. Bedanya, Kakek Moeis melihat Oddie dengan ekspresi lega karena berhasil membuat anak itu sedikit menikmati hidupnya. Sementara Aarav melihat Oddie dengan senyum dan sorot mata yang penuh cinta.

Tentu saja ekspresi Aarav tidak luput dari pandangan Kakek Moeis. Pria tua itu mulai memijit keningnya lalu menghirup nafas dalam-dalam karena muncul juga pria yang bisa saja menggantikan posisi Nathan sebagai suami Oddie.

Kakek Moeis melihat Aarav lebih teliti. Jujur saja, dia sangat rela jika Oddie hidup dengan pria ini daripada harus hidup dengan Nathan tapi tidak pernah mendapatkan kebahagiaan. Tapi sebagai kakek Nathan, dia harus memihak cucunya sendiri kan? Karena jauh di dalam lubuk hatinya sana, Kakek Moeis berharap Nathan berubah dan menjalani kehidupan rumah tangga yang normal seperti orang kebanyakan.

"Kau boleh melihatnya. Tapi tidak boleh mencintainya. Dia itu cucu menantuku, kau ingat itu kan?" tegur Kakek Moeis.

Aarav yang ditegur tersipu. Lalu mengalihkan pandangannya dan menyeruput teh yang sudah mulai dingin. "Maafkan saya. Tapi Anda terlambat mengingatkan karena saya sudah mencintai cucu menantu Anda sejak SMP," kata Aarav.

Kakek Moeis melirik Aarav. Apa pria ini akan mencoba mendapatkan Oddie kembali? Karena jika iya, tidak akan ada harapan untuk Nathan.

"Tuan, Anda tidak perlu takut. Saya memang mencintainya. Tapi saya tahu dia sudah menikah. Saya tahu batasan saya dan kalau boleh jujur, seandainya cucu Anda menceraikannya saya akan dengan senang hati mengejarnya," kata Aarav dengan senyum yang mengembang.

Kakek Moeis tersenyum simpul atas penjelasan Aarav. Untung saja Aarav masih waras jadi Kakek Moeis tidak perlu khawatir. Kakek Moeis ikut menyeruput tehnya hingga tandas. Seandainya saja Nathan melihat Oddie sama seperti Aarav melihat Oddie, Kakek Moeis yakin dia bisa mati dengan tenang kapanpun juga. Sayangnya harapan untuk itu tipis sekali.

Setelah teh mereka sama-sama habis, Aarav pun pamit. Meninggalkan Kakek Moeis yang masih ingin menikmati waktunya di tempat ini. Selepas kepergian Aarav, suasana disekitarnya menjadi sepi. Dua orang pengawal setianya juga tidak ingin mengganggu ketenangan majikannya. Sampai suara seorang pria memecahkan keheningan dan membuyarkan lamunan Kakek Moeis.

"Kek, bukankah ada tempat lain yang lebih indah untuk kakek nikmati. Kenapa memilih tempat seperti ini?" tanya Nathan.

Pria itu sudah berdiri di samping Kakek Moeis. Lalu duduk di tempat yang tadi sempat digunakan Aarav. Nathan melirik ke meja, melihat dua gelas yang masih ada di meja Nathan tahu kakeknya baru menemui seseorang. Tapi orang seperti apa yang kakeknya temui di tempat seperti ini. Ini bukan seperti kebiasaan kakeknya yang selalu menemui klien di hotel mewah.

Kakek Moeis segera menoleh setelah menyadari siapa yang datang. Melihat Nathan dengan memicingkan matanya. Dia tidak mengundang Nathan sebelumnya. Tapi kenapa cucunya bisa kemari? Apa Leah yang memberitahu Nathan bahwa dirinya ada disini?

"Kek, kakek belum menjawab pertanyaanku!" protes Nathan sembari menyalakan rokok.

"Kau tanya apa?" tanya Kakek Moeis.

Terlalu sibuk dengan pikirannya rupanya membuat Kakek Moeis lupa dengan pertanyaan yang Nathan ajukan sebelumnya.

"Apa yang kakek lakukan disini?" tanya Nathan lagi.

"Hanya menikmati pemandangan selagi minum teh," jawab Kakek Moeis singkat.

Nathan tersenyum tipis. Bukankah jika hanya minum teh kakeknya bisa melakukannya dirumah? Tapi ya sudahlah, Nathan tidak ingin berkomentar banyak. Mungkin kakeknya ingin menikmati teh dengan cara yang sedikit berbeda.

"Kenapa mencari kakek?" tanya Kakek Moeis.

"Aku hanya ingin bertemu dengan kakek. Sudah lama aku tidak melihat kakek," jawab Nathan.

Terakhir mereka bertemu seharusnya saat acara makan malam itu. Setelah itu Nathan disibukkan dengan tumpukan pekerjaan. Jangankan bertemu kakek Moeis, bertemu Kirana yang dia cintai setengah mati saja juga jarang.

Bahkan jika boleh jujur, hubungan ranjang diantara Nathan dan Kirana terakhir kali dilakukan sebelum Oddie cacat.

...***...

Terpopuler

Comments

Sri Wahyuni

Sri Wahyuni

kake ko memihak sm s nathan pdhal s nathan kya iblis sm s odie pmikiran kke sngt slah

2023-01-08

0

Ila Latifah

Ila Latifah

anfaikan natham tau klo kakek jagain oddi lewat resyoran. dan tau klo kirana itu hamil anak orng. siapa jodonyanirana? natham atau aarav

2023-01-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!