Bab 16 Layani Aku Malam Ini

Sepertinya cuaca hari ini kurang bersahabat. Sebelumnya matahari bersinar terik membakar kulit, tapi sekarang awan hitam mulai naik disertai hembusan angin dingin. Cuaca yang awalnya cerah dan hangat menjadi gelap diiringi rintik hujan yang mulai turun. Hanya hujan saja, tapi sukses membuat orang-orang menepi. Mereka mencari tempat berlindung sebelum hujan semakin deras. Tapi dari sekian banyak orang yang menghindari hujan, nyatanya masih ada dua anak yang malah menanti turunnya hujan.

Mereka berlari, mereka bersuka cita menyambut hujan yang semakin deras di luaran sana. Tidak peduli bajunya yang basah ataupun teriakan orang dewasa yang memintanya berteduh. Yang mereka inginkan hanyalah bersenang-senang menikmati berkah dari Sang Maha Pencipta.

Oddie melihat dua anak itu dari tempatnya berteduh. Terkadang tersenyum, terkadang juga menangis karena apa yang dilakukan dua bocah itu mengingatkannya pada masa kecilnya. Rima yang sedari tadi melihat perubahan ekspresi itu langsung bangkit. Meletakkan barang bawaannya sebelum menarik tangan Oddie.

"Die, ayo!" ajak Rima.

"Kemana?" tanya Oddie.

"Bukankah kau ingin hujan-hujanan seperti mereka?" tanya Rima sembari merampas tas Oddie.

"Kakiku pincang," tolak Oddie.

Tapi dua anak kecil yang basah kuyup itu sudah berdiri di depan Oddie dan mendengar alasan Oddie. Masih ingat dengan beberapa anak kecil yang dibelikan es krim Oddie dengan selembar uang terakhirnya waktu itu? Ternyata mereka adalah orang yang sama.

"Kakak, ayo!" ajak salah satu anak itu.

"Hujan bisa dinikmati siapapun, termasuk orang pincang!" kata anak yang lainnya.

Kalimat itu sukses membuat Oddie bangkit. Memangnya kenapa kalau dia pincang. Memangnya kenapa kalau dia berbeda. Bukankah hidup ini harus dinikmati bagaimana pun keadaannya? Jadi mari berdamai dengan keadaan dan menikmati hidup meskipun caranya sedikit berbeda.

Disaat Oddie tengah bersenang-senang dengan Rima dan dua anak kecil itu, di sisi yang lain Nathan menyudahi pertemuannya dengan sang kakek. Sebenarnya masih ada yang ingin Nathan katakan, hanya saja Mama Maureen memintanya segera pulang karena Kirana sudah menyiapkan kejutan untuknya.

Pria itu melangkah dengan langkah pasti. Meninggalkan kakeknya tanpa tahu Oddie berada di tempat yang sama meskipun di bagian yang berbeda. Tapi mereka benar-benar berjodoh karena saat Nathan mampir ke kamar mandi, dia malah bertemu dengan Oddie tepat di depan pintu.

Oddie yang sebelumnya memasang wajah full senyum langsung diam tanpa ekspresi ketika melihat siapa pria tinggi besar yang berdiri di hadapannya. Seperti biasa yang dilakukan Oddie selanjutnya adalah menunduk tanpa menyapa. Lalu meninggalkan Nathan seolah tak kenal dan memilih kamar mandi di tempat yang lain.

"Kenapa selalu melihatku dengan tatapan seperti itu, Die!" gerutu Nathan kesal.

Entah apa yang Nathan pikirkan saat ini tapi yang jelas matanya sempat mengekor untuk melihat kemana Oddie pergi.

.

.

.

"Kau hamil?" tanya Nathan.

Nathan melihat hasil USG milik Kirana dengan teliti. Tapi sejauh ini hanya bulatan kecil itu yang menarik perhatiannya.

"Sayang, sebentar lagi kau akan jadi ayah dan aku akan jadi ibu," kata Kirana dengan memeluk Nathan.

Nathan tersenyum dengan kejutan yang Kirana berikan. Dia senang akhirnya akan jadi ayah tanpa tahu anak itu bukan anaknya. Tapi ekspresinya langsung berubah karena tiba-tiba ada perasaan yang tidak bisa dia artikan. Dia bahkan tidak bisa menjelaskan bagaimana rasanya. Semacam rasa sakit, tapi tidak tahu apa sebabnya.

"Nathan, ada apa. Apa kau tidak senang?" protes Mama Maureen saat menyadari perubahan ekspresi Nathan.

"Tidak, aku sangat senang. Aku hanya terkejut saja karena terlalu tiba-tiba," jawab Nathan mencari alasan.

"Kalau begitu tunggu apa lagi. Apa kau tidak ingin memberi Kirana hadiah karena mengandung anakmu?" tanya Mama Maureen.

Kirana yang mendapat perhatian dari Maureen tidak bisa menutupi bahagianya. Siapa yang tidak ingin diberikan hadiah. Terlebih hadiah yang Nathan berikan selalu mahal. Tapi dia harus berpura-pura menolak untuk mengambil simpati dua orang ini kan? Siapa tahu hadiah yang akan dia dapatkan lebih besar.

"Ma, aku tidak ingin hadiah. Bisa memberikan keturunan untuk Nathan saja Kirana sudah sangat senang," kata Kirana.

Tapi Maureen tidak mengerti niat busuk Kirana. Dia malah menyuruh Nathan segera pergi untuk membelikan hadiah sebelum hari benar-benar gelap. Nathan memang pergi. Tapi bukan tempat untuk mencari hadiah yang dia kunjungi. Melainkan sebuah bar untuk menikmati beberapa gelas alkohol.

"Ada apa denganku?" tanya Nathan.

Pria itu terus menuang alkohol ke gelasnya. Berharap dia menemukan apa penyebab ketidaksenangan hatinya. Tapi tidak ada apapun petunjuk yang dia dapatkan. Malahan wajah Oddie yang terus-terusan mengisi setiap sudut-sudut otaknya.

"Brengsek!" umpat Nathan.

Nathan meletakkan kepalanya di meja. Dia sangat benci Oddie. Dia tidak peduli dengan Oddie dan suka Oddie menderita. Tapi kenapa dia tidak suka saat melihat Oddie terus tertawa dengan orang lain dan langsung diam seperti orang mati saat melihatnya.

"Bagus sekali, Die! Berpaling muka saat melihat suamimu tapi tertawa lepas saat melihat orang lain. Kau ini, benar-benar wanita murahan," batin Nathan.

Nathan segera bangkit sebelum kesadarannya benar-benar hilang. Mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tertinggi agar sampai di tempat tujuannya secepat mungkin. Nathan sudah lupa soal hadiah yang harus dia berikan kepada Kirana. Dia bahkan mematikan ponselnya sejak keluar dari rumah agar tidak ada siapapun yang mengganggunya.

Belasan menit berlalu, Nathan akhirnya sampai juga di tempat tujuannya. Mabuk memang, tapi dia masih sepenuhnya sadar. Di tempat itu dia disambut oleh beberapa pria. Mereka tidak tahu kenapa tiba-tiba Nathan datang. Tapi yang jelas Nathan mengeluarkan segepok uang dan menyerahkan kunci mobilnya untuk mereka.

"Pergi! Gunakan itu untuk bersenang-senang. Jangan berani kembali sebelum pagi!" kata Nathan.

Meskipun bingung dengan apa yang Nathan katakan. Tapi pria-pria itu menuruti perintah Nathan. Siapa yang bisa menolak uang dan mobil mewah untuk bersenang-senang?

"Baik, Tuan!" jawab pria itu kemudian bergegas pergi.

Nathan tersenyum puas, setelah mereka pergi seharusnya tidak akan ada lagi yang mengganggu kesenangannya kan?

Dengan langkah kaki yang tidak lurus, Nathan mendatangi rumah tua yang di dalamnya hanya ada Oddie seorang diri. Tujuannya kemari, tentu saja untuk memberikan Oddie pelajaran meskipun dengan cara yang berbeda.

Di dalam sana, Oddie yang beranjak tidur terperanjat saat menyadari seseorang membuka pintu kamarnya. Lebih kaget lagi ketika melihat dengan jelas siapa yang datang tengah malam begini.

"Dean?" kata Oddie.

Oddie segera bangkit. Dia tidak merasa melakukan kesalahan. Tapi kenapa Nathan mendatanginya. Apa Oddie akan dihukum hanya karena Nathan memergokinya bermain air dengan anak-anak tadi?

"Temani aku tidur malam ini," kata Nathan.

"Apa?" tanya Oddie.

"Aku bilang layani aku sebelum tidur malam ini!" ulang Nathan.

Tidak hanya mengatakan kalimat angker itu pada Oddie, dia juga sudah menarik Oddie ke ranjang dan menindihnya. Tidak banyak yang bisa Oddie lakukan di bawah kendali Nathan yang kekar. Dalam himpitan itu Oddie juga bisa mencium bau alkohol yang berbaur dengan aroma parfum Nathan.

"Dean, lepaskan! Kau salah orang!" kata Oddie sebelum Nathan melakukan hal gila itu padanya.

...***...

Terpopuler

Comments

Ila Latifah

Ila Latifah

ih kok nathan d an emaknya pada bego sih? ayo kakek. buka karyu as nya si kirana. klo dia bukan hamil anak nathan

2023-01-07

1

MIKU CHANNEL

MIKU CHANNEL

Ibu macam apa ibu Mauren ini, kok dia bangga mendapati kirana hamil dgn Nathan yg jls2 tdk ada ikatan pernikahan, dgn kata lain ankmu telah berzina dan lg pula itu tidak jls ank siapa, karena itu bkn anaknya Nathan, Biar Oddie, biar dia lakukan itu pdmu biar dia tau bahwa km masih perawan dan bukan wanita murahan seperti yg dia ucapkan 😡😡😡😡😀

2023-01-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!