Bab 12 Tatapan Oddie

"Sayang, ayo makan ini!" kata Mama Maureen.

Mama Maureen tidak hanya perhatian, tapi juga bersedia melayani Kirana dengan mengambilkan beberapa potong daging ikan untuknya.

"Ma, Kirana sedang diet!" kata Kirana manja.

"Sayang, ikan tidak akan membuatmu gendut. Lagipula tidak perlu diet. Apa kau ingin kurus kering hanya menyisakan tulang dan kulit seperti wanita rendahan yang berdiri disana itu?" tanya Mama Maureen dengan menunjuk Oddie yang berdiri beberapa langkah dari meja makan.

Kirana melirik kearah Oddie, tersenyum puas karena Mama Maureen selalu berada di pihaknya dan menyudutkan Oddie. Tidak seperti Kakek Moeis yang secara terang-terangan menegurnya seperti saat makan malam waktu itu. Kirana masih ingat bagaimana kakek tua itu mempermalukannya di depan beberapa anggota keluarganya hati itu.

Flashback On

"Apa kau tahu Oddie siapa?" tanya Kakek Moeis pada Kirana.

Pria tua ini sangat marah dengan ulah lancang Kirana yang sengaja mendorong Oddie dan mempermalukannya. Untuk itulah Kakek Moeis meminta Kirana segera menemuinya karena ingin mengingatkan perbedaan status antara dirinya dan Oddie.

"Istri Nathan," jawab Kirana dengan menahan amarah.

"Apa begitu caramu memanggil atasanmu? Kirana, kau ini hanya sekretaris Nathan. Atas dasar apa kau memanggilnya dengan sebutan seperti itu?" tanya Kakek Moeis lagi.

"Maafkan aku, Kakek! Kirana tahu salah," jawab Kirana.

Tapi Kakek Moeis menjawab permintaan maaf Kirana dengan jawaban yang membuatnya semakin marah. "Aku bukan kakekmu. Jadi jangan pernah memanggilku dengan sebutan kakek!"

"Saya tahu, Tuan Besar!" kata Kirana.

"Lain kali kalau aku melihatmu memperlakukan Oddie seperti itu lagi. Aku tidak akan pernah melepaskanmu seperti hari ini. Apa kau mengerti?" hardik Kakek Moeis.

"Kirana mengerti," jawab Kirana dengan mengepalkan tangannya.

"Kau sudah boleh pergi sekarang. Aku tidak sudi melihatmu lagi!" kata Kakek Moeis.

Flashback Off

"Lihat saja nanti, Die! Aku akan melakukan apapun agar kau angkat kaki dari rumah ini. Bahkan meskipun Kakek Moeis ingin kau tinggal dan Nathan tidak ingin menceraikanmu. Aku akan tetap membuatmu pergi dari sini. Di rumah ini, hanya akulah yang boleh jadi ratunya," gumam Kirana kesal.

Kirana yang sangat benci Oddie memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemesraannya dengan Nathan. Memperlihatkan pada Oddie bahwa tidak ada gunanya menjadi istri sah Nathan karena Nathan lebih memilih dirinya walaupun tidak ada ikatan pernikahan diantara mereka.

"Sayang, kau juga harus makan yang banyak!" kata Kirana dengan menambahkan beberapa makanan favorit Nathan.

"Terimakasih, Ki!" kata Nathan.

"Nathan, mama lihat Kirana kurang fresh hari ini. Besok antar dia pergi ke salon. Lain kali jangan membiarkannya bekerja terlalu keras. Sebagai pendamping, seharusnya tugasnya hanya bersenang-senang," perintah Mama Maureen.

"Eum," jawab Nathan singkat.

Ketiga orang itu menikmati makan malam mereka dengan lahap. Lalu berbincang santai dengan membicarakan soal perawatan, liburan, dan bergurau dengan Kirana layaknya menantu sungguhan. Oddie yang memiliki status sebagai menantu sungguhan hanya bisa memperhatikan mereka. Melihat Mama Maureen yang sangat menyayangi Kirana, melihat Nathan yang tidak ragu mencium Kirana dan banyak hal mesra lainnya.

Jujur saja, jauh di dalam lubuk hatinya dia ingin merasakan bagaimana rasanya jadi Kirana. Bukan di tempat ini tapi di tempat yang lain. Tidak perlu dari keluarga kaya seperti Nathan, tapi yang menghargainya dan benar-benar mencintainya. Tapi apakah itu mungkin mengingat keadaannya yang sudah tidak lagi sempurna?

Lastri yang melihat Oddie terus-terusan melihat Nathan langsung memegang tangan Oddie. Menggenggamnya erat-erat seolah memberikan Oddie kekuatan. Oddie menoleh sebentar, melihat Lastri dan tersenyum tipis sebelum kembali melihat Nathan sehingga membuat pandangannya bertemu karena Nathan tidak sengaja melihatnya.

Biasanya Oddie akan berpaling. Tapi kali berbeda. Oddie terus menatap mata Nathan tanpa menghindar. Melihat wajah pria yang selama ini menjadi suaminya tapi sangat asing baginya.

Sementara Nathan, pria itu tidak menyangka Oddie akan terus melihatnya dengan tatapan seperti itu. Berdiri seperti orang mati tanpa ekspresi tanpa berkedip sehingga membuat Nathan kehilangan selera makan.

"Aku kenyang," kata Nathan. Pria itu segera bangkit mengembalikan kursi ke tempat semula dan berbalik arah.

"Sayang, kamu kan belum makan buah!" tahan Kirana.

"Aku tidak ingin makan buah. Besok aku harus pergi keluar kota. Aku akan beres-beres dan tidur," pamit Nathan.

Nathan segera pergi ke kamar dan merebahkan diri di ranjang. Alasan dia pergi sebenarnya bukan untuk membereskan barangnya. Tapi karena muak melihat wajah menyedihkan Oddie saat melihatnya tadi.

Meskipun sangat muak, jujur saja Nathan juga penasaran. Kenapa Oddie melihatnya dengan tatapan seperti itu. Apa dia sedang minta dikasihani? Seharusnya tidak. Tapi kenapa Oddie berbeda sekarang. Oddie yang dulu selalu menangis saat Nathan bersikap kasar seperti tadi. Kenapa sekarang tidak? Apa karena Oddie marah karena Nathan menghancurkan barang pemberian Aarav?

"Hanya minuman murah saja apa perlu sampai melihatku dengan tatapan seperti itu. Apa dia kira aku tidak sanggup menggantinya," gerutu Nathan.

Berbeda dengan Nathan yang sibuk menggerutu, saat ini Oddie sibuk membantu Lastri membereskan peralatan kotor. Tidak banyak yang Oddie bicarakan. Karena dia ingin semuanya cepat selesai dan segera beristirahat.

.

.

.

"Heh, mau kemana kau?" tanya Mama Maureen ketika melihat Oddie akan berangkat kerja.

"Kerja," jawab Oddie singkat.

"Besok saja kerjanya. Bantu Lastri masak di dapur karena hari ini teman-temanku akan datang!" perintah Mama Maureen dengan nada tinggi.

"Tapi,-"

"Tidak ada tapi-tapian. Nathan memang mengijinkanmu bekerja. Tapi dia tidak ada sekarang. Jadi jangan berharap untuk pergi kerja hari ini!" potong Mama Maureen.

Wanita paruh baya itu tidak hanya membentak. Tapi juga merampas tas Oddie dan menyeretnya ke belakang sebelum melemparkan tas Oddie tepat ke wajahnya.

"Non, mana yang sakit?" tanya Lastri setelah memastikan lampir itu pergi.

Oddie tersenyum nanar. Jika dia menjawab hatinya yang sakit, apa itu boleh?

"Non?" panggil Lastri lagi.

Tapi panggilan Lastri membuat Oddie menangis. Mengingat tangannya yang semakin mengecil, perut yang lebih sering tidak kemasukan nasi dan bobot tubuhnya yang turun drastis. Memang benar apa yang Mama Maureen katakan semalam. Oddie nyaris tersisa tulang dan kulit.

Lastri yang melihat Oddie larut dalam kesedihannya hanya bisa memeluknya. Menepuk pundaknya dan menenangkan Oddie yang sedang tidak baik-baik saja.

"Sabar, Non!" kata Lastri dengan menyeka air matanya yang juga tumpah.

Oddie membalas pelukan Lastri dengan erat. Memeluk wanita yang dia anggap seperti keluarganya untuk sesaat. "Bi Lastri, apa Oddie tidak akan bisa kembali normal lagi. Oddie ingin hidup normal seperti yang lainnya," ucap Oddie pelan.

"Istighfar, Non! Yang sabar. Ini semua ujian dari Sang Pencipta. Non Oddie harus kuat," hibur Lastri.

Lastri semakin menangis pilu meskipun tanpa suara. Berat badan mungkin bisa kembali. Penglihatan yang menurun mungkin juga bisa sembuh asal dioperasi. Tapi kaki yang sudah pincang, kemungkinan besar tidak akan kembali normal.

...***...

Terpopuler

Comments

@Kristin

@Kristin

kayak patung kali ya Thor 🤗

2023-02-16

0

Sri Wahyuni

Sri Wahyuni

pergi yg jauh odie kesakitan mu d sabar pasti ada hari indah d suatu tempat yg akan menghampiri mu tekad kan hti mu jngn hnya bsa meratap dan menangis tekadkn untuk brubah yakin kan pasti akan ada pertolongan buat mu kmu msih punya Alloh yakinkan itu

2023-01-08

1

MIKU CHANNEL

MIKU CHANNEL

tdk kah cukup bg Nathan menyiksa batinnya tp Fisiknya jg terluka, apakah Oddie hrs berdiam diri saja saat disiksa dan dimaki, tp sampai kpn, Apakah Oddie tdk bisa pergi dr rmh yg seperti neraka itu, Ayo Oddie km hrs kuat km hrs bertindak, siapa lg yg akan mempeedulikan dirimu kalau bkn diri mu sendiri, dan kau Nathan dan kirana semoga kalian mendapat balasan atas apa yg kau perbuat paling tidak buta kek, biar dunia kalian hancur kalau kaki cacat masih bisa pakek kursi roda, tp kalau mata buta mereka susah buat ngapa2 in

2023-01-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!