Bab 4 Undangan Untuk Oddie

Sudah beberapa pekan sejak Oddie terjatuh dari tangga. Dia sudah sehat dan beraktifitas seperti biasanya meskipun terkadang membutuhkan bantuan tongkat kayu pemberian satpamnya. Hanya hadiah kecil dan tak seberapa, tapi sangat berharga untuk Oddie.

Pagi ini, selagi Nathan dan Kirana belum bangun, Oddie menyempatkan diri untuk merawat bunga-bunganya di taman ditemani Maman dan Lastri. Obrolan hangat terus mewarnai pagi mereka. Terlebih ketika dua satpam yang sedang pergantian tugas ikut nimbrung. Tapi itu tidak berlangsung lama karena saat Oddie mendengar suara orang menggeser pintu balkon, Oddie meminta mereka segera bubar.

"Cepat pergi sebelum dia marah!" kata Oddie setelah melihat Nathan. Sama seperti lainnya, Oddie juga segera pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.

Biasanya Nathan akan langsung menegur saat melihat keempat orang itu berbincang-bincang. Tapi pagi ini berbeda karena Nathan sibuk mengobrol dengan kakeknya via telepon.

"Jadi kapan kakek akan pulang?" tanya Nathan sembari menikmati hangatnya sinar matahari pagi.

"Kenapa, apa kau sudah rindu kakek?" tanya Kakek Moeis diselingi tawa renyah. Meskipun Nathan tidak melihat wajah kakeknya, tapi hanya dengan mendengar suaranya saja Nathan tahu bahwa kakek tua itu bahagia.

"Tentu saja Nathan rindu," jawab Nathan. Bertahun-tahun orang tua itu pergi. Meskipun Nathan sempat menemuinya beberapa kali tapi tetap saja rasanya berbeda.

"Kalau begitu jemput kakek sekarang. Kakek sudah mendarat di bandara," pinta Kakek Moeis.

"Benarkah?" tanya Nathan.

"Apa kakek pernah berbohong?" jawab Kakek Moeis.

"Kek, Nathan akan segera bersiap. Jadi tolong jangan kemana-mana sampai Nathan datang!" kata Nathan kemudian mematikan teleponnya.

Nathan segera mengganti bajunya dan memastikan tampilannya rapi. Setelah dirasa cukup, Nathan menyempatkan diri mencium kening selingkuhannya yang masih terlelap di ranjang sebelum turun ke bawah.

Sementara itu Oddie yang melihat Nathan menuruni anak tangga segera menuang susu hangat, mengeluarkan salad, roti panggang, buah dan menatanya sedemikian rupa di meja makan.

"Sarapannya sudah siap."

Tanpa berani melihat wajah suaminya, Oddie mempersilahkannya makan. Nathan berhenti sebentar, meminum susunya hingga setengah lalu pergi tanpa menyentuh sarapannya. Bukannya tidak lapar, tapi dia tidak berselera makan setelah melihat Oddie yang merusak mood paginya.

Hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit Nathan sudah sampai di bandara. Senyum Nathan dan Kakek Moeis melebar setelah dua pria beda generasi itu saling berhadapan dan memeluk satu sama lain.

"Kek, apa kakek sehat?" tanya Nathan.

"Tentu saja kakek sehat," jawab Kakek Moeis.

Kakek Moeis melirik ke berbagai arah karena mengira Nathan akan menjemput bersama istrinya. Maklum, Kakek Moeis penasaran dengan wajah cucu menantunya. Sudah dua tahun Nathan menikah, tapi belum pernah bertemu dengan Oddie. Keluarga besarnya juga tidak ada yang pernah bertemu Oddie. Bahkan saat Nathan berkunjung keluar negeri untuk menemuinya dia malah membawa Kirana yang melakukan berbagai cara untuk mendapatkan simpatinya.

"Kakek mencari siapa?" tanya Nathan.

"Istrimu. Dimana dia, apa kau tidak ingin membawanya untuk menemui kakek?" tanya Kakek Moeis.

"Kek, apa kakek tidak lelah? Lebih baik kakek memikirkan kesehatan kakek daripada mencari orang yang tidak ada disini," jawab Nathan.

"Baiklah, kalau begitu ayo pulang!" ajak Kakek Moeis.

Tanpa menunggu waktu lebih lama, Nathan segera mengemudikan mobilnya menuju kediaman sang kakek. Awalnya tidak banyak yang mereka bicarakan karena Nathan sudah tidak bersemangat setelah Kakek Moeis menyinggung soal Oddie. Tapi itu hanya berlangsung sebentar karena Kakek Moeis kembali membuka obrolan dengan topik yang sama.

"Bawa istrimu untuk makan malam nanti!" pinta Kakek Moeis.

Nathan melihat kakeknya sebentar. Lalu kembali fokus mengemudi sembari mencari sebuah alasan. "Tidak, aku akan datang bersama Kirana malam nanti," sahut Nathan.

"Nathan, kakek ingin melihat istrimu!" paksa Kakek Moeis.

"Kek, untuk apa kakek melihat wanita cacat seperti dia? Aku sengaja datang bersama Kirana agar tidak membuatku malu," kata Nathan.

"Kakek tidak peduli kau membawa Kirana atau tidak. Tapi yang jelas kakek ingin bertemu dengan istrimu," tegas Kakek Moeis.

Meskipun berat hati, tapi pada akhirnya Nathan tetap menyanggupi permintaan kakeknya. "Baiklah," jawab Nathan.

Nathan mengambil ponselnya. Selama hidupnya, inilah kali pertama Nathan menghubungi Oddie. Tapi jari-jarinya terhenti setelah menyadari bahwa dia tidak punya kontak Oddie. Akhirnya Nathan menyampaikan pesannya lewat Kirana.

.

.

.

Oddie berdiam diri di kamar dengan melihat foto lamanya, lalu melihat bayangan wajahnya sendiri di cermin. Dia diciptakan Tuhan dengan wujud sempurna, tapi karena kejadian hari itu merubah segalanya sehingga membuatnya tidak lagi sempurna.

"Bukan masalah, bukankah kau masih bisa melihat dan berjalan, Die?" kata Oddie menyemangati dirinya sendiri.

Oddie menyimpan foto itu ke laci. Lalu memegangi mata dan kakinya yang cacat. Tapi suara pintu yang dibuka dengan kasar menyita seluruh perhatiannya. Untuk pertama kalinya, akhirnya Nathan masuk ke kamar Oddie yang persis seperti gudang. "Dean?" sapa Oddie ketika melihat siapa yang datang.

"Kenapa kau masih belum siap-siap. Bukankah Kirana sudah memberitahumu untuk makan malam di rumah kakek?" omel Nathan ketika melihat Oddie masih menggunakan pakaian lusuh tanpa make up.

"Dia tidak memberitahuku,-"

"Cepat ganti bajumu dan bersiap!" potong Nathan tanpa memberikan waktu kepada Oddie untuk membela diri.

"Aku tidak ingin ikut!" kata Oddie saat Nathan akan pergi.

Nathan yang mendengar jawaban Oddie kembali berbalik arah. Mendorong Oddie ke tembok dan menekan leher Oddie. "Jika kakekku tidak ingin melihatmu yang cacat ini, apa kau pikir aku mau membawamu pergi? Die, kesabaranku ini ada batasnya. Jadi cepat ganti bajumu dan pergi!"

"D-Dean, a-aku p-pincang dan t-tidak punya baju yang layak. Aku tidak ingin membuatmu malu!" kata Oddie.

Nathan melepaskan leher Oddie dengan kasar sehingga membuat Oddie terjatuh ke lantai. Dia juga malu, tapi kakek bersikeras ingin melihatnya. Jadi apa yang bisa Nathan lakukan selain membawanya? Nathan segera membuka lemari tua milik Oddie. Entah Nathan yang menarik terlalu kuat atau lemarinya yang sudah lapuk sehingga pintu lemari itu terlepas dari tempatnya.

"Ck, kemana perginya uang yang kuberikan sampai tidak punya satupun baju?" tanya Nathan ketika melihat baju yang semuanya usang.

"Uang apa?" tanya Oddie tapi tidak mendapatkan penjelasan dari Nathan.

Nathan melihat jam di tangannya. Lalu menarik Oddie untuk ikut dengannya. Masih ada waktu satu setengah jam, meskipun sangat mepet tapi Nathan tetap membawanya pergi ke perias untuk mendapatkan gaun sekalian dirias meskipun Oddie memohon tidak pergi.

"Tolong dandani dia dan pilihkan gaun yang pantas. Kami akan menghadiri acara makan malam keluarga!" kata Nathan kepada pemilik butik sesampainya di tempat tujuannya.

"Baik, Pak! Silahkan menunggu disana!" jawab pemilik butik itu ramah.

Nathan pergi ke ruang tunggu sembari menikmati segelas teh hangat. Sementara pemilik butik yang ditemani asistennya itu tersenyum sebelum menuntunnya pergi. Tidak banyak yang mereka bicarakan di ruang make up. Pemilik butik dan dua asisten itu bekerja cepat karena waktu yang mepet.

"Cantik!" puji pemilik butik yang diamini oleh asistennya dan membuat Oddie menunduk. Pujian ini mengingatkannya pada mama dan papanya. Dulu mereka selalu mengatakan begitu meskipun Oddie sedang dalam bentuk yang amburadul sekalipun.

"Terimakasih!" kata Oddie dengan menyeka air mata yang hampir tumpah.

...***...

Terpopuler

Comments

Rini Antika

Rini Antika

dasar Suami gak ada akhlak 😠

2023-02-26

0

@Kristin

@Kristin

iklan dan bunga 🌹 buat mu 🐝🍯🤗 Tetap semangat 💪 ya....

2023-01-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!