"Sayang, apa kau yang membeli ini. Kenapa ada di tempat sampah?" tanya Kirana saat melihat barang yang kemarin Nathan buang.
"Oh, itu. Sebenarnya aku membelinya untukmu. Mungkin aku terlalu lelah sampai membuangnya ke tempat sampah," bohong Nathan.
Kirana semakin besar kepala mendengar jawaban dari Nathan. Wanita itu pun langsung menggelayut manja dan menyembunyikan senyuman di balik dekapan Nathan. Bukan minuman itu yang membuat Kirana senang. Tapi karena Kirana tidak perlu minum itu lagi karena sepertinya dia sedang hamil.
Iya, Kirana sudah terlambat datang bulan beberapa minggu. Meskipun belum memeriksakannya, tapi dia yakin dia pasti hamil. Meskipun anak itu bukan anak Nathan, tapi Kirana akan tetap membuatnya jadi anak Nathan agar bisa mewarisi kekayaan milik Nathan yang tidak akan habis meskipun digunakan untuk hidup selama tujuh turunan.
"Ki, ada apa denganmu?" tanya Nathan ketika menyadari Kirana diam saja.
"Sayang, aku ada kejutan untukmu. Tapi aku akan memberikannya lain kali," jawab Kirana.
"Aku akan menunggu hari itu tiba," kata Nathan kemudian menarik Kirana ke ranjang.
Kirana semakin berasa di atas awan. Sebelumnya dia sudah berbunga-bunga setelah Nathan mengatakan membuang Oddie di jalanan. Mengira perceraian antara Nathan dan Oddie hanya soal waktu saja. Wanita itu tidak menaruh curiga sedikitpun, padahal Nathan tidak benar-benar membuang Oddie. Melainkan hanya mengusirnya di tempat jauh yang hanya diketahui Nathan dan beberapa orang pribadinya.
Saat ini, ukiran senyum terus mengembang di sudut-sudut bibir Kirana. Membayangkan bagaimana megahnya pernikahannya dengan Nathan nanti saat semua keluarga Nathan tidak punya pilihan lain selain menikahkan mereka.
Menikah?
Ya. Tentu saja mereka harus menikah. Kalau keluarga besar Nathan tahu dia hamil, tidak mungkin keluarga itu tidak menikahkan Kirana dan Nathan, kan? Mau ditaruh mana wajah mereka kalau sampai tersebar berita seorang CEO penerus perusahaan besar lari tanggungjawab.
Berbeda dengan Kirana dan Nathan yang bersantai-santai dengan menikmati waktu berdua, di tempat yang lain Oddie sedang sibuk-sibuknya membersihkan rumah reyot yang penuh debu. Rumah itu tidak terlalu besar, jauh dari jalan utama dan tidak memiliki tetangga. Bahkan tidak banyak peralatan dan perabot yang tersedia di dalamnya.
Untung saja ada beberapa orang pribadi Nathan yang selalu stay untuk mengawasi Oddie agar tidak kabur. Mereka bahkan membangun semacam pondok tidak jauh dari rumah reyot sebagai tempat tinggal sementara mereka. Karena kalau tidak, Oddie sendiri tidak yakin bisa tinggal di rumah ini sendirian.
Jujur saja, Oddie lebih senang tinggal disini. Meskipun dia harus pergi dan pulang tepat waktu, tapi setidaknya dia terbebas dari kejamnya Kirana dan Dean Nathan. Bahkan jika boleh jujur, Oddie tidak keberatan jika seluruh hidupnya dia habiskan dengan tinggal di tempat ini.
"Butuh bantuan?" tanya seorang pria yang bertugas mengawasi Oddie.
Mereka hanya diberi tugas mengawasi Oddie agar tidak kabur. Karena Oddie patuh dan tidak memberikan banyak masalah pada mereka, mereka pun berbaik hati bersedia membantu meringankan pekerjaan Oddie.
"Tidak perlu, terimakasih!" jawab Oddie.
Pria itu hanya geleng-geleng kepala. Kemudian pergi begitu saja dengan banyak pertanyaan di hatinya. Ditahan tapi patuh. Di kekang tapi senang. Di bantu tapi tidak mau. Di dunia ini, apa ada orang yang sangat bahagia ketika dirinya sedang ditawan sama seperti Oddie?
Entahlah, pria itu tidak ingin ambil pusing lagi. Asal Oddie tidak macam-macam dan melanggar larangan Nathan, itu sudah lebih dari cukup.
.
.
.
"Die, kau terlihat senang sejak kemarin. Ada apa?" tanya Rima.
Sama seperti Oddie, dia adalah salah satu kasir yang bekerja di restoran milik Aarav. Rima terus melihat Oddie dengan senyum yang terpancar di wajahnya. Biasanya Oddie tidak sebebas ini. Lebih sering murung dan seringkali terdapat memar baru entah di wajah, tangan atau bagian lainnya.
Meskipun seluruh karyawan tahu Oddie menyembunyikan sesuatu, tapi mereka tidak bisa ikut campur terlalu banyak dalam urusan rumah tangga orang lain kan? Terlebih Oddie selalu menjawab dengan jawaban baik-baik saja ketika ditanya oleh siapapun.
"Apa kelihatan?" tanya Oddie dengan senyum yang merekah.
Jujur saja Rima sebagai wanita pun terpesona saat melihat Oddie tersenyum. Memiliki senyum semanis ini, tapi kenapa Oddie tidak mengeluarkannya dari dulu. Diam-diam Rima mengambil ponselnya selagi berbicara dengan Oddie. Memancing Oddie dengan candaan agar Oddie tersenyum lagi dan Rima bisa memotretnya.
"Nice!" seru Rima ketika mendapatkan foto terbaiknya sepanjang tahun.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Oddie.
"Memotret bidadari," jawab Rima.
Aksi Rima tidak berhenti sampai disitu. Karena dia langsung mengirim foto Oddie ke grup chat sebelum Oddie merampas ponselnya dan menghapus fotonya.
"Ma, apa sih yang kau lakukan?" protes Oddie ketika dia mendapat notifikasi dan melihat fotonya sendiri.
"Die, ada bidadari turun ke bumi. Jadi bagaimana mungkin aku menikmati kecantikannya sendiri?" goda Rima.
Dua kasir itu terus bercanda selagi restoran cukup sepi. Saling mencubit, tertawa dan melucu bersama. Sampai satu orang tamu masuk ke restoran itu, barulah Oddie langsung diam seketika.
"Die, kenapa?" tanya Rima.
"Aku lupa. Aku sedang sariawan. Bibirku sakit jika tertawa terus," jawab Oddie mencari alasan.
Satu tamu yang tak lain adalah Kirana itu disambut ramah oleh seorang pelayan. Sedangkan Nathan masih di luar karena sedang mengangkat panggilan telepon dari seseorang. Tapi Kirana meminta Oddie yang melayani mereka secara khusus. "Aku mau wanita cacat itu yang melayaniku," kata Kirana.
"Maaf, tapi Oddie bukan ditempatkan sebagai pelayan. Dia bertugas sebagai kasir disini," kata pelayan.
Pelayan itu menolak dengan halus karena tugas Oddie adalah sebagai kasir. Sebenarnya dalam konteks tertentu bisa saja Oddie melayani Kirana dan Nathan. Tapi sejak Oddie belum masuk kerja Aarav sudah memperingatkan agar Oddie tidak melayani siapapun juga. Tidak ada yang protes atas kebijakan itu karena mereka semua memaklumi keadaan Oddie.
Kirana yang permintaannya ditolak secara halus mulai marah. Dia bahkan berani memaki pelayan itu sehingga menganggu kenyamanan pengunjung yang lain.
"Apa aku peduli. Memangnya kenapa kalau dia kasir. Katakan pada bos kalian aku akan memberikan tambahan modal jika dia membiarkan perempuan cacat ini melayaniku!" kata Kirana dengan mendorong pelayan.
Oddie yang tahu temannya dimaki karena membelanya akhirnya datang. Memutuskan untuk melayani Kirana sebelum wanita itu menyakiti atau melakukan sesuatu kepada temannya.
"Aku akan melayaninya," kata Oddie.
Oddie memberikan buku menu kepada Kirana. Tapi Kirana yang terlanjur marah menyiramkan air yang sejatinya digunakan untuk merendam lilin di meja.
Byur
"Dasar lemot!" umpat Kirana.
Aksinya itu bahkan dilihat oleh Nathan yang baru saja masuk. Nathan ingin meredam amarah Kirana agar tidak membuat malu. "Ck! Apa sih yang Kirana lakukan. Membuat malu saja," batin Nathan.
Tapi Aarav sudah lebih dulu datang dan berani mengusir Kirana untuk pulang sebelum Nathan mendekat. "Nona, silahkan keluar saja. Kami tidak butuh pelanggan seperti Anda," usir Aarav.
"Oh, kau berani mengusirku? Aku bisa membuat restoran ini bangkrut hanya dalam semalam jika kau berani mengusirku!" kata Kirana jumawa.
"Silahkan saja kalau bisa," jawab Aarav.
Takut apa, karena sebenarnya pagi tadi Kakek Moeis mengunjungi Aarav secara pribadi. Permintaannya adalah menitipkan Oddie di restoran ini. Dari pertemuan singkat itu, Aarav sedikit mengerti gambaran kehidupan rumah tangga Oddie selama ini. Jadi kalau Kirana bermimpi membuat Aarav bangkrut dalam semalam, tidak mungkin Kakek Moeis akan diam kan?
Aarav menarik Oddie dan pelayan lainnya pergi. Membiarkan petugas mengusir Kirana keluar dari Restoran. Saat Oddie dan Aarav berbalik arah, saat itulah Nathan masuk. Sepasang suami istri itu saling berhadapan, saling melihat tanpa menyapa seolah inilah pertemuan pertama mereka.
"Die, kenapa. Apa kau kenal orang ini?" tanya Aarav.
"Aku tidak kenal," jawab Oddie.
"Kalau begitu ayo. Kau harus segera ganti baju sebelum masuk angin," kata Aarav.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
@Kristin
Rasain kena usir...
2023-02-16
0
Nur Ain
sombong amat
2023-01-08
0
MIKU CHANNEL
ya Nikmati lah kebahagian mu kirana, bila saatnya kebusukan mu terkuak kau akan merasakan rasa sakit yg Oddie rasakan, Dan Nathan adl lk2 yg plng bodoh dia tdk bisa melihat kebusukan kirana, dimn Harga dirimu Nathan ketika melihat lk2 lain lbh perhatian kpd istrimu ketimbang dirimu sendiri, dan disaat Oddie mengatakan tdk mengenalimu, apa sebenarnya yg kau rasakan?
2023-01-06
1