Bab 2 Ganti Rugi

"Aku p-pincang?" tanya Oddie dengan suara parau.

Dokter yang memeriksa Oddie itu mengangguk. Lalu menyampaikan kabar lain tentang matanya. "Mata kiri milikmu juga sudah tidak berfungsi dengan normal. Untung bosmu segera membawamu kemari," lanjut Dokter.

"Bos?" tanya Oddie.

"Dia saat ini sedang ke administrasi untuk membayar tagihan rumah sakit. Seharusnya sebentar lagi akan segera kemari," jawab Dokter.

Setelah mengatakan apa yang perlu dikatakan, akhirnya Dokter itu pergi. Sementara Oddie langsung menyentuh mata kirinya yang dibalut perban dan melihat beberapa bagian tangannya yang juga di perban. Oddie mencoba menggerakkan kakinya. Terasa sakit memang, tapi Oddie belum bisa memastikan separah apa pincangnya dia nanti.

CEKLEK

Pandangan Oddie kini teralihkan ke pintu. Dia bisa melihat Dean Nathan masuk dengan wajah yang tidak ramah.

"Apa kau tahu berapa banyak uang yang harus ku keluarkan untuk biaya rumah sakit?" tanya Nathan.

Pria itu melemparkan beberapa lembar bukti pembayaran tagihan rumah sakit tepat ke wajah Oddie. Oddie yang masih mendapatkan suntikan infus hanya bisa menoleh untuk mengindari lemparan dari Nathan.

"Maaf!" jawab Oddie dengan menundukkan kepalanya.

"Apa kata maaf cukup untuk menutupi biaya rumah sakit? Oddie, lain kali kalau kau hanya bisa menghamburkan uangku saja, aku tidak akan segan memberikan lebih banyak pekerjaan untukmu. Apa kau mengerti?" ancam Nathan.

"Apa ini salahku?" tanya Oddie.

"Apa yang sedang kau katakan?" tanya Nathan dengan mencengkeram dagu Oddie.

"Apa aku meminta untuk di bawa ke rumah sakit?" tanya Oddie dengan tatapan putus asa. Jika dengan kematian bisa membuatnya terbebas dari kejamnya Dean Nathan dan Kirana, maka dia memilih mati saja.

"Apa menurutmu aku akan membiarkanmu mati begitu saja? Oddie, kematian terlalu ringan untukmu. Bagaimana bisa kau mati sebelum aku puas membuatmu membayar lunas semua keserakahan orangtuamu?" jawab Nathan sembari melepaskan dagu Oddie dengan kasar.

Oddie hanya menunduk dalam-dalam. Merapikan lembaran tagihan rumah sakit yang berserakan di pangkuannya untuk disimpan. Sementara itu Nathan pergi begitu saja tanpa bertanya apakah Oddie baik-baik saja.

"Kalau kau sudah tahu berapa banyak jumlah tagihan itu dan sadar diri, maka cepatlah bangun dari ranjang pesakitanmu itu!" kata Nathan sebelum membuka pintu dan keluar kamar.

"Dean?" panggil Oddie saat pria itu sudah melewati pintu. "Aku pasti akan menggantinya saat aku punya uang," lanjut Oddie.

Mendengar itu, Nathan tidak menjawab apapun. Juga tidak melakukan apapun selain membanting pintu dengan kasar.

Oddie tersentak, bantingan pintu seperti ini memang bukan yang pertama kalinya. Tapi tetap saja suaranya meremukkan hati Oddie.

Oddie menghapus dua bulir air mata yang jatuh. Kenapa dia harus menikah dengan Dean Nathan. Bukan pernikahan seperti ini yang dia harapkan. Lalu, apa yang baru saja dia katakan. Uang sebanyak ini, memangnya kapan Oddie bisa mengembalikannya sementara dia tidak bekerja?

Oddie menyembunyikan wajahnya dengan menutupinya dengan bantal. Menangis sepuas hatinya agar sedikit meredakan sesak di dadanya.

Sebelum menikah, Oddie adalah mahasiswi tingkat akhir dengan semua prestasi yang dimilikinya. Cantik, baik dan memiliki setumpuk sifat positif lainnya. Kehidupan Oddie adalah kehidupan yang diimpikan oleh kebanyakan gadis dan membuat teman seusianya cemburu.

Iya, hidup Oddie sangat menyenangkan setidaknya sangat bahagia sampai hari itu. Hari dimana media meliput korupsi besar yang dilakukan kedua orangtuanya secara besar-besaran. Saat itulah Oddie menyadari bagaimana sifat asli Kirana, wanita yang dia kira sebagai teman baiknya. Tidak hanya memutuskan hubungan pertemanan dengan Oddie, dia juga memberikan cacian dan cemoohan untuk Oddie yang selalu memperlakukannya dengan baik layaknya keluarga.

Oddie masih ingat dengan jelas adegan demi adegan saat dia hendak pulang dari kampus. Mobil kesayangannya penuh dengan coretan dan sampah yang sengaja di lempar oleh mahasiswa seluruh kampus yang diketuai oleh Kirana. Oddie juga ingat bagaimana saat semua orang mengusirnya karena aib keluarganya.

Saat itu mereka mereka benar-benar dimiskinkan. Penyidik menyita semua barang-barang berharga dan membekukan rekening yang dimiliki keluarganya. Oddie juga harus meninggalkan rumah mewah itu tanpa membawa uang sepeserpun di tangannya.

Kejam memang, tapi itu pantas dia dapatkan. Tidak ada tempat untuk penjahat, bahkan untuk anak-anak penjahat seperti Oddie yang tidak ada kaitannya dengan tingkah orangtuanya.

Lalu, apakah Oddie membenci orangtuanya?

Tentu saja tidak. Oddie kenal betul bagaimana perangai orangtuanya. Mereka tidak mungkin korupsi. Itu adalah satu-satunya yang Oddie percayai selama ini.

Oddie menerawang ke sudut terjauh, mengingat-ingat kebersamaannya dengan orangtua yang saat ini tidak lagi disampingnya. Sudah lama Oddie tidak memiliki kesempatan untuk mengunjungi ibunya di penjara. Sudah lama juga Oddie tidak pergi ke makam untuk menabur bunga di pusara ayahnya.

Jadi, sejak kapan ayah Oddie mati?

Ayah Oddie mati tidak lama setelah dia ditangkap. Beberapa hari setelah ayahnya mendekam di penjara, beliau terkena serangan jantung. Sempat kritis selama beberapa hari sebelum akhirnya dinyatakan meninggal oleh dokter. Ayah yang Oddie banggakan itu meninggalkan Oddie hanya berdua dengan ibunya. Tidak ada harta apapun yang dia tinggalkan selain cap sebagai orang paling korup saat itu.

Tapi itu hanyalah permulaannya. Karena hari buruk yang sebenarnya baru akan datang saat Oddie sedang berada di pemakaman. Hari itu Oddie sedang bersimpuh di pusara ayahnya. Meratapi kepergian sang ayah ke hadapan Sang Pencipta dengan mengirimkan untaian doa-doa. Sekelompok orang berbadan besar datang menghampirinya. Oddie hanyalah seorang wanita lemah yang baru saja menerima musibah berkali-kali. Meskipun dia berontak dan melawan, tapi itu tidak cukup untuk membuatnya terlepas diri pria-pria besar suruhan Dean Nathan.

Hari itu adalah hari paling menyedihkan sepanjang hidup Oddie. Ayahnya mati, ibunya di penjara dan dia hanya bisa menerima saat mengetahui Dean Nathan sudah menyiapkan acara pernikahan untuknya. Dengan seorang wali hakim sebagai saksi, akhirnya seorang Oddie sah menjadi istri dari Dean Nathan.

Oddie bangkit. Mencabut selang infus yang masih terpasang ditangannya. Meskipun dokter bilang Oddie harus dirawat setidaknya beberapa hari lagi, tapi Oddie memutuskan untuk pergi.

Biaya perawatan rumah sakit sehari saja sudah mahal. Bagaimana kalau dia bermalam beberapa hari lagi disini? Berapa banyak uang yang harus dia berikan kepada Dean Nathan untuk menggantinya nanti? Lagipula bukankah orang miskin dilarang sakit?

Selain itu ini adalah kesempatan langka yang dimiliki Oddie untuk mengunjungi ibunya di penjara dan ayahnya di pemakaman.

.

.

.

"Ada denganmu, Die?" tanya Mama Rindi khawatir saat melihat kondisi Oddie.

"Aku baru saja kecelakaan," jawab Oddie.

Wanita itu hanya bisa melihat wajah Oddie melalui kaca sebagai pembatas. Membelai wajah Oddie juga dari pembatas. Sedih sudah pasti tapi tidak ada yang bisa dia lakukan selain menangis juga dari balik pembatas. Memangnya apa yang bisa dia lakukan sementara menyentuh anak yang dia besarkan dengan penuh cinta pun dia sudah tidak bisa meskipun anak itu duduk di hadapannya.

"Ma, Oddie baik-baik saja. Ini hanya luka kecil. Maaf karena Oddie baru bisa menjenguk sekarang," kata Oddie.

Oddie tersenyum dan mengalihkan pembicaraan untuk membuang kekhawatiran mamanya.

"Bukankah mama sudah bilang tidak perlu menjenguk? Kenapa kau masih kemari?" tanya Mama Rindi sembari menghapus air matanya.

"Ma, Oddie sangat merindukan mama. Jadi bagaimana bisa mama mengatakan ini pada Oddie?" protes Oddie.

...***...

Terpopuler

Comments

kembang kopi

kembang kopi

awas ko Dean,,ra tak gawekne wedang lek kesasar neng omahku😁

2023-02-17

0

Sunmei

Sunmei

2like hadir
semangat
mampir iya

2023-01-16

0

@Kristin

@Kristin

Semangat up ya Thor 🐝🍯🤗

2023-01-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!