19. Manager Pemaksa

Meja pak Leo sebentar lagi benar-benar akan mendapat giliran berdiri untuk menyebut dari perwakilan daerah mana timnya berasal. Meja undangan yang berjumlah kurang lebih dua puluh sembilan, sesuai dengan jumlah kabupaten di Jawa Timur, hampir semua telah berdiri. Tinggal beberapa meja di deret belakang saja yang belum.

"Assalamu'alaikum. Selamat malam. Kami dari Telkom kota Kartoharjo. Mewakili Telkom kabupaten Madiun. Terimakasih." ucap salah seorang yang mewakili Telkom kabupaten Madiun saat berorasi perkenalan anggota tim secara bergiliran. Mereka yang serempak berdiri berlima, telah kembali duduk dengan lega dan gembira.

Ratria mengambil nafas berulang kali demi menghalau debar dan degub yang berlebih dari jantung di dadanya. Telah tiba giliran di mejanya.

Pak Leo telah berdiri diikuti bu Siska, Hendra dan Galih. Dengan anggota terakhir yang berdiri dari kursi di meja itu adalah Ratria. Kelima wajah dengan setengah badan itu sangat jelas terpampang di layar depan sana. Ratria tersenyum tenang memandang kameramen yang berjalan merekam berterusan.

"Assalamu'alaikum. Selamat malam. Kami dari Telkom kota Wlingi. Mewakili Telkom di kabupaten Blitar. Terimakasih," ucap pak Leo dengan jelas. Mereka sedikit membungkuk dengan kompak. Yang kemudian duduk kembali di kursi hampir bersamaan. Tak terkecuali juga Ratria yang kembali duduk dengan lega dan tegang.

Perlahan mencuri pandang ke depan. Merasa agak lega namun penasaran. Manager cerah dan tampan itu nampak duduk sangat tenang. Seperti tidak peduli dengan adanya Ratria. Dan bahkan sedang mengobrol dengan petinggi telkom di sampingnya. Ah, rasanya jadi selamat sementara. Ingin segera selesai dan keluar hati-hati.

MC terus lanjut berbicara dan menggiring kepada beberapa sambutan singkat dari pihak PT Telkom. Dan berlanjut dengan plan sambutan singkat dari PT Air Asia.

Ratria kembali merasa tegang. Pihak penyambut dari Air Asia telah diambil sendiri oleh Syahdan. Lelaki itu tidak menyambut dengan duduk, tapi berdiri. Dan mulai bersalam sapa serta berpatah kata sangat lancar dengan suara yang menggema. Syahdan mulai berpidato penyambutan. Para undangan tengah terhipnotis oleh gaya bicara dan wajahnya. Terlihat sebagai lelaki dengan aura yang menawan luar biasa.

Semakin berdebar rasanya, manager menawan itu telah keluar dari kursi dan berjalan menyelip di antara meja para undangan. Dengan terus berbicara sambil sesekali melempar senyum hangat kepada orang-orang di meja.

Yang dicemaskan Ratria terjadi, manager itu telah sampai di barisan meja belakang dan berhenti tepat di samping meja timnya sambil terus berbicara. Dengan melempar senyum serta tatapan hangat pada pak Leo, Galih, bu Siska dan Hendra.

Hanya Ratria yang dipandang sekilas tanpa senyum dan tatap hangat dari Syahdan. Wajah cantik berkerudung itu dilewatinya begitu saja. Lelaki itu berbalik dan berjalan cepat menuju ke aula depan kembali. Dan telah mengakhiri pidato singkatnya dengan ramah dan senyumnya yang menawan. Mungkin setelah ini, maskapai penerbangan Air Asia akan kebanjiran orderan.

"Rat cepat habiskan saladmu, acara akan berakhir. Hampir pukul sebelas," tegur Hendra yang melirik kotak salad buah milik Ratria belum disentuh dan utuh. Panitia dari pihak Air Asia telah membagikan kotak salad buah serta sebotol teh kemasan pada tiap-tiap kepala di meja satu jam yang lewat.

"Iya, mas." Ratria menyadari jika acara akan berakhir sebentar lagi. Penyampaian kerangka materi yang sepenuhnya akan disampaikan esok hari telah mendekati poin-poin yang terakhir. Ratria berusaha cepat untuk menyendok sebagian irisan buah nikmat miliknya.

"Tidak usah buru-buru, Rat. Bawa saja kotak saladmu ke kamar. Ini masih fresh dan baru. Sayang jika ditinggal," ucap bu Siska lirih di telinga Ratria.

"Iya, bu. Akan kubawa saja. Lagian ini rasanya sangat enak," ucap Ratria jujur sambil terus mengunyah.

"Iya,bawalah. Punyaku malah sudah habis dari tadi, Rat. Enak," timpal bu Siska. Ratria tersenyum dan mengangguk.

Acara pembukaan sosialisasi itu telah benar-benar ditutup dengan pembacaan doa oleh pihak yang bertugas. Dan akan bersambung pada pembahasan materi inti esok hari. Para undangan telah dipersilahkan dengan hormat untuk meninggalkan ruang aula.

Ratria berjalan keluar di antara Galih dan Hendra dengan pelan. Sebab antri dengan para undangan lain yang seolah tak ingin saling mengalah.

Berjalan agak dekat di depan para petinggi yang masih duduk. Ada yang berbincang dan sebagian juga diam. Begitu juga dengan Syahdan. Manager tampan itu diam tidak mengobrol. Tapi fokus memandang setiap orang yang berjalan keluar melewatinya. Dan Ratria tidak lagi berniat memandang. Berusaha berjalan lebih cepat dengan memalingkan wajah ke arah yang berlainan.

Berharap lelaki itu tidak mempedulikan dan tidak berkepentingan mengusiknya. Berharap urusan mereka telah selesai dan hanya sebatas di perkebunan Sirah Kencong. Tapi hari itu, untuk apa Syahdan mengajaknya ikut ke Surabaya,,? Dada Ratria kembali merasa was-was dan cemas.

"Cepat tidur, Rat. Besok acara lanjut lagi. Assalamu'alaikum," pamit Hendra di depan kamar Ratria.

"Wa'alaikumsalam. Iya, mas. Terimakasih, ya," Ratria tersenyum dan kemudian masuk ke dalam kamarnya. Hendra berjalan lurus melewati kamar Ratria menuju kamarnya di ujung.

Gadis cantik tapi istri orang itu baru selesai menghabiskan salad buah yang dibawanya dari aula. Berniat rebah dengan lelah saat pintu kamarnya diketuk seseorang di luar. Didiamkan dan tak berminat membuka,,, tapi ketukan di pintu terus saja berulang..

Dengan sedikit resah, Ratria bergegas menghampiri pintu kamar. Berharap seseorang di luar adalah salah satu rekan kerja atau siapa saja, asal bukanlah orang gila.

Setelah membuka pintu, ekspresi wajah cantik itu seperti sedang menatap hantu saja pucatnya. Berdiri kaku sebab terkejut yang sangat. Tak menyangka jika orang yang tengah berdiri menjulang di depan pintu kamarnya adalah seorang manager Air Asia yang terhormat.

"Boleh aku masuk sebentar, Ratria,?" tanya lelaki di depan pintu. Menahan nafas dengan penampilan pemilik kamar yang telah berubah dari yang dilihat belasan menit lalu di aula.

"Untuk apa masuk?! Ini tengah malam, tidak sopan,!" bisik Ratria berseru menghardik.

"Aku ingin bicara," tegas manager Air Asia tampan itu yang tak lain adalah Syahdan.

"Di sini saja. Ada cctv. Aku tak ingin mencemari nama baik timku dan juga diriku sendiri." balas tegas Ratria.

"Orangku sudah take down cctv di asramamu. Ada waktu dua puluh menit bicara. Akan ada orang lalu lalang jika di sini. Cepatlah, Ratria," desak Syahdan mulai tidak sabar.

"Tidak masalah, pak. Katakan cepat-cepat saja di sini. Ada apa,?" Ratria terus kukuh bersitegas menolak.

Namun Syahdan tidak sabar. Mungkin sudah sifat bawaan, sekali lagi rela menunjuk jika dirinya adalah lelaki yang pemaksa.

Ratria tak menduga, jika manager Air Asia yang berwibawa di depan aula tadi sangat nekat menerobos masuk kamar dengan sedikit kuat mendorong dirinya. Dan dalam detik saja, pintu kamar telah dikunci oleh lelaki pemaksa itu yang sambil mendekap dirinya.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Kasih bintang padaku yaa...

Klik 5 bintang di bawah atau di cover depan dan kirim ya.. Jangan kurang dari 5 ya..😘😘

.

Terpopuler

Comments

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

jangan kasih masuk ratria soale Mase g ngakuin km bojone

2023-01-10

0

Imayura

Imayura

assalamu'alaikum thor, aku sll hadir

2023-01-10

1

As Lamiah

As Lamiah

semangat Ratria tetap pada pendirian mu jangan mudah luluh biyar kan syahdan hapuskan kesombonganya dan jd orang yg sabar dan penyayang semangat tour semoga sehat selalu 💪💪💪😘 semangat

2022-12-21

1

lihat semua
Episodes
1 01. Tamu Asing
2 02. Telah Dikawin Gantung
3 03. Boss Baru
4 04. Ibu Kandung
5 05. Kakak Tiri
6 06. Menumpang
7 07. Bersua
8 08. Memastikan
9 09. Menuju Vila
10 10. Di Vila
11 11. Paksaan
12 12. Dibawa Ke Vila
13 13. Sah..!!!
14 14. Malam di Vila
15 8. First Day of Work
16 16. Surabaya
17 17. Otewe Dinas
18 18. Nampak Syahdan
19 19. Manager Pemaksa
20 20. Bersepakat
21 21. Terlambat Datang
22 22. Ikut Syahdan
23 23. Berjumpa Ibu Mertua
24 24. Di Tunjungan
25 25. Vario
26 26. Tamu Berlainan
27 27. Langsing dan Muda
28 28. Ditolak Bareng
29 29. Pilihlah
30 30. Perubahan Data
31 31. Dipecat
32 32. Bertemu Ratria.
33 33. Otewe Pulkam
34 34. Dibawa Syahdan
35 35. Sekamar Sementara
36 36. Saling Janji
37 37. Terancam Amputasi
38 38. Akur
39 39. Judith
40 40. Vario's Story
41 41. Serba Ungu
42 42. Gelap Nyaman
43 43. Hasrat Pagi
44 44. Kupu Malam
45 45. Pandang Saja
46 46. Begadang
47 47. Baju Tidak Sopan
48 48. Kedatangan Kahfi
49 49. Hadiah
50 50. Bermesra
51 51. Di Macau
52 52. Surabaya Zoo KBS
53 53. Izin Pulang
54 54. Panas dan Gelap
55 55. Bye...
56 56. Pulang
57 57. Masuk Angin
58 58. Guncang Pesawat
59 59. Guncangan Yang Lama
60 60. Buah Siwalan
61 61. Bertemu Di Vila
62 62. Saling Menerima
63 63. Senang-Senang 18+
64 64. Pagi di Vila
65 65. Nasi Goreng
66 66. PT Greenfields
67 67. Otewe
68 68. Singgah Di Kakung
69 69. Mengantar
70 70. Naik Jabatan
71 71. Menguati Benteng
72 72. Semeja Berempat
73 73. Ngeri-Ngeri Sedap
74 74. Tamu Mendadak
75 75. Hadiah Melimpah
76 76. Beristri Dua
77 77. Istri Pembawa Harta
78 78. Undur Diri
79 79. Bersama Berdua
80 80. Perjodohan
81 81. Kebohongan Bersama
82 82. Kalian Menikahlah
83 83. Ayo Menikah
84 84. Sah!!
85 85 Lelaki Patah Hati
86 86. Hidup Bersama
87 87. Orang Tua Pengganti
88 88. Berasyik Masyuk
89 89. Saling Ingin
90 90. Bahagia Bersama
Episodes

Updated 90 Episodes

1
01. Tamu Asing
2
02. Telah Dikawin Gantung
3
03. Boss Baru
4
04. Ibu Kandung
5
05. Kakak Tiri
6
06. Menumpang
7
07. Bersua
8
08. Memastikan
9
09. Menuju Vila
10
10. Di Vila
11
11. Paksaan
12
12. Dibawa Ke Vila
13
13. Sah..!!!
14
14. Malam di Vila
15
8. First Day of Work
16
16. Surabaya
17
17. Otewe Dinas
18
18. Nampak Syahdan
19
19. Manager Pemaksa
20
20. Bersepakat
21
21. Terlambat Datang
22
22. Ikut Syahdan
23
23. Berjumpa Ibu Mertua
24
24. Di Tunjungan
25
25. Vario
26
26. Tamu Berlainan
27
27. Langsing dan Muda
28
28. Ditolak Bareng
29
29. Pilihlah
30
30. Perubahan Data
31
31. Dipecat
32
32. Bertemu Ratria.
33
33. Otewe Pulkam
34
34. Dibawa Syahdan
35
35. Sekamar Sementara
36
36. Saling Janji
37
37. Terancam Amputasi
38
38. Akur
39
39. Judith
40
40. Vario's Story
41
41. Serba Ungu
42
42. Gelap Nyaman
43
43. Hasrat Pagi
44
44. Kupu Malam
45
45. Pandang Saja
46
46. Begadang
47
47. Baju Tidak Sopan
48
48. Kedatangan Kahfi
49
49. Hadiah
50
50. Bermesra
51
51. Di Macau
52
52. Surabaya Zoo KBS
53
53. Izin Pulang
54
54. Panas dan Gelap
55
55. Bye...
56
56. Pulang
57
57. Masuk Angin
58
58. Guncang Pesawat
59
59. Guncangan Yang Lama
60
60. Buah Siwalan
61
61. Bertemu Di Vila
62
62. Saling Menerima
63
63. Senang-Senang 18+
64
64. Pagi di Vila
65
65. Nasi Goreng
66
66. PT Greenfields
67
67. Otewe
68
68. Singgah Di Kakung
69
69. Mengantar
70
70. Naik Jabatan
71
71. Menguati Benteng
72
72. Semeja Berempat
73
73. Ngeri-Ngeri Sedap
74
74. Tamu Mendadak
75
75. Hadiah Melimpah
76
76. Beristri Dua
77
77. Istri Pembawa Harta
78
78. Undur Diri
79
79. Bersama Berdua
80
80. Perjodohan
81
81. Kebohongan Bersama
82
82. Kalian Menikahlah
83
83. Ayo Menikah
84
84. Sah!!
85
85 Lelaki Patah Hati
86
86. Hidup Bersama
87
87. Orang Tua Pengganti
88
88. Berasyik Masyuk
89
89. Saling Ingin
90
90. Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!