Manager Air Asia yang terhormat tidak ingin kedatangannya ke salah satu kamar milik seorang peserta seminar bocor dan diketahui khalayak ramai. Terlebih pada waktu hampir tengah malam dan penghuni kamar adalah seorang gadis muda. Namun merasa penting dan mendesak, tetap nekat juga didatanginya.
Merasa tidak sabar dengan sambutan pemilik kamar yang lambat dan melarang untuk berbicara di dalam, Syahdan memaksa untuk masuk sendiri ke dalam kamar. Tubuh langsing yang berusaha menolak dan menghalang dirinya untuk masuk, terpaksa disambar dan didorongnya ke dalam. Syahdan sukses berada dalam kamar dan telah mengunci pintunya.
Ratria terkejut diam sebab sebelah tangan Syahdan tiba-tiba melingkar di pinggang dan menarik hingga rapat di dada. Tubuh lelaki itu menghentaknya mundur ke dalam. Ratria seolah lekat di badan tegap Syahdan yang keras. Jantung di dada yang tiba-tiba berdebar kencang membuatnya tercekat dan kaku. Tak berdaya saat Syahdan menekan mundur dirinya.
"Kenapa tidak bilang padaku jika kamu mengikuti seminar,?" tanya Syahdan dengan terus menekan mundur tubuh Ratria. Tangan kekar di pinggang masih terus melingkar.
"Untuk apa aku harus bilang padamu ? Lagipula aku tidak tahu jika pak Syahdan adalah orang Air Asia," Ratria menjawab apa adanya. Jantung di dada sambil terus berdetak melaju. Aroma tubuh Syahdan yang rapat itu sangat wangi.
"Besok, kamu ikut aku keluar sebentar," ucap Syahdan. Wajah tampan itu benar-benar mendekat di wajah Ratria. Ratria sangat gelisah dan cemas. Syahdan telah menekan dirinya hingga habis di dinding.
"Tidak, aku tidak mau. Sehabis seminar, aku akan keluar dengan teman-temanku," tolak Ratria. Tangannya mulai bisa bergerak. Menyelip ke perut Syahdan lalu didorongnya. Perut manager Air Asia itu ternyata sangat keras. Dan dorongan tangan Ratria hanya menggerakkan perut liat itu sedikit saja.
"Kau tidak mau? Apa teman lelakimu itu sangat penting bagimu,?" tanya Syahdan lirih dan tegang. Diam-diam menahan geli di perut. Ratria adalah perempuan asing pertama yang menyentuh perutnya. Meski tidak langsung, masih ada kemeja tipis yang dipakai.
Atau, Ratria adalah gadis pertama yang disentuhnya sangat intim seperti itu. Syahdan seketika sadar, tapi sudah terlanjur. Bukan lagi merasa memaksa, hanya sebab lebih ke rasa menyenangkan. Bahkan tangannya yang mencengkeram kulit pinggang halus dan lembut itu terasa lekat dan susah melepas.
"Tentu saja, bersama mereka aku ke sini. Sebab mereka percaya padaku, mereka mengajakku. Jadi, aku tak ingin mengecewakan temanku," terang Ratria tercekat. Kini tangannya justru terjepit di antara dua perut.
"Kamu tak ingin mengecewakan temanmu? Maka ikutlah aku sebentar saja," ujar Syahdan menekan.
"Apa maksudmu, pak,?" tanya Ratria lirih. Kerapatan tubuh mereka benar-benar tanpa celah. Bahkan dada Ratria juga terasa sesak dan mulai terasa sakit. Bercampur rasa antara cemas dan lemas.
"Telkom pusat Surabaya telah menetapkan, bahwa seluruh peserta perwakilan haruslah pegawai tetap dan berpengalaman. Bukan pegawai magang sepertimu. Bagaimana bisa kamu terpilih jadi anggota tim kamu? Apa tidak ada pegawai lain yang lebih berkompeten selain kamu,?" tanya Syahdan dingin dan tajam. Lebih terasa menusuk sebab bibir lelaki itu begitu mendekat ke telinga Ratria. Mata Ratria membesar menyimak ucapan lelaki itu.
"Bagaimana jika kubawa kasus pelanggaran tim kalian pada pengurus Telkom yang tadi duduk di sampingku itu,?" Syahdan kembali mendekat dan membisik dekat di telinga Ratria. Meski sudah bebas dari parfum apapun, rambut Ratria yang indah itu sangat harum.
"Pak Syahdan mengancamku,?!" Ratria merasa begitu kesal tiba-tiba. Menyadari bahwa Syahdan tidak hanya memaksa. Tapi akan bersikap licik lagi padanya.
"Anggap saja begitu. Dan aku tidak akan main-main," ucap Syahdan dengan muka yang serius.
"Pak Syahdan sangat egois! Aku pun bisa menyebarkan fakta jika kamu sangat tidak sopan. Kamu melecahkan aku seperti ini,!" seru Ratria sambil berusaha mendorongkan tangannya lagi pada Syahdan. Tetap saja tanpa hasil.
"Ha..ha..ha.. Melecehkan? Kamu lupa siapa aku ini denganmu,?" balas Syahdan. Lelaki itu bergerak pelan lebih merapati lagi Ratria. Dan tangan kecil itu semakin keras terjepit.
"Tangan dan dadaku sakit, pak Syahdan. Lepaskan aku. Menjauhlah," keluh Ratria dengan rasa putus asa. Sadar akan kebenaran kata-kata Syahdan barusan. Dan ada kecemasan hebat yang datang. Was-was jika Syahdan akan berbuat lebih jauh lagi padanya.
"Waktuku akan habis Ratria. Katakan jika besok kamu bersedia untuk ikut denganku," ucap Syahdan dengan lembut tiba-tiba. Lelaki itu mencoba merayu. Namun tetap dengan merapati tubuh Ratria.
"Tapi aku juga ingin keluar bersama teman-temanku, pak Syahdan," ucap Ratria yang tiba-tiba juga bernada tak kalah lembutnya. Dengan cepat meniru cara Syahdan yang berkata merayu begitu.
Wajah super tampan itu sedikit menjauh dengan mata meredup. Sepertinya ucapan lembut Ratria berpengaruh.
"Baiklah, akan kupersingkat saja seluruh jadwal di teori seminar. Akan kuselesaikan sebelum Ashar. Pukul berapa kamu jalan-jalan,?" tanya Syahdan dengan lembut. Matanya hangat menatap Ratria.
"Habis isya," jawab Ratria tercekat. Syahdan semakin menawan jika berbicara lembut dan hangat seperti itu padanya.
"Aku akan membawamu setelah seminar hingga isya," terang Syahdan dengan nada tetap lembut.
Dan Ratria mengangguk. Memandang Syahdan dengan tatapan damai dan hangat.
"Kita sudah saling bersepakat. Jadi sekarang sudah bisa melepaskan aku, kan. Menjauhlah dariku, pak Syahdan," pinta Ratria dengan pelan dan lembut. Tangannya mencoba bergerak dan mendorong perut liat Syahdan agar mundur menjauh.
Namun Syahdan hanya sedikit bergerak. Belum berniat menjauhi Ratria. Wajah cantik kemerahan itu seperti sihir yang memikat. Belum lagi tubuh depan mereka yang masih saling merapat.
"Jika ada lelaki mencarimu, lebih baik jangan memakai baju seperti ini," ucap Syahdan setelah mereka saling pandang dan bungkam.
"Aku tidak tahu jika yang mengetuk pintu adalah kamu, pak Syahdan," ucap Ratria sambil cepat mengangguk, menganggap bahwa Syahdan masih tetap memberi kebebasan baginya untuk bergaul dengan teman lelaki.
"Maksudku selain aku," ralat Syahdan dengan tegas.
Ratria memandang Syahdan dengan lekat, yang kemudian mengangguk dan paham. Pura-pura tunduk dan menurut adalah pilihan terbaik saat ini. Tangan Ratria kembali bergerak dan mendorong perut Syahdan.
Syahdan menahan sesaat, lalu menarik tangannya dari kulit halus di pinggang hingga ke perut Ratria dengan pelan. Gadis itu memakai stelan baju tidur dengan atasan pendek tanpa lengan, dan bawahan celana tidur yang panjang. Namun dengan model potong pendek dan menggantung di perut. Ratria begitu cantik dengan body berlekuk bak barbie.
Gadis itu tercekat dengan sejuta rasa di dada. Rasa meremang dan merinding dengan sentuhan Syahdan di kulit pinggang dan perutnya. Ini adalah sentuhan tangan lelaki yang pertama kali di sepanjang usianya yang sekarang.
"Waktuku sudah habis. Lima menit lagi cctv akan kembali on di lorong kamarmu. Jaga sikapmu, Ratria," ucap Syahdan membingungkan.
Namun Ratria cepat mengangguk meski merasa kesal dan tidak paham dengan maksud ucapan Syahdan barusan. Hanya ingin lelaki itu cepat keluar dan pergi dari kamarnya.
Merasa was-was jika kedatangan Syahdan di kamarnya akan terendus dan diketahui orang lain. Rasa peduli diam-diam dengan wibawa sang manager terhormat yang terancam.
"Assalamu'alaikum," pamit Syahdan sebelum menutup pintu dan menghilang di baliknya. Merasa aman dan menganggap Ratria telah berdamai padanya.
"Wa'alaikumsalam," sahut balas Ratria dengan lega luar biasa.
Namun tetap menyandar dinding dengan rasa raga yang lemas dan dada yang berdebar. Dipandanginya daun pintu yang merapat dan belum dikuncinya. Bertanya-tanya bagaimana harus bersikap pada lelaki pemaksa itu selanjutnya. Juga kelanjutan kehidupan masa depan bersama lelaki itu di waktu mendatang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Satia
aku jadi baper loh..
2023-01-13
0
M akhwan Firjatullah
aiyai ada yg cemburu tp ga mau ngaku
2023-01-11
0
As Lamiah
yg sabar ya ratria semoga semua akan tetap baik baik saja dan tidak membuat pikiran mu kacau dan untuk syahdan jadilah laki laki yg penyayang dan lebih lembut untuk meluluhkan hati Ratria 🤔🤔🤔
semangat tour semoga sehat selalu 💖😘 semangat
2022-12-21
1