10. Di Vila

Vila besar beratap tinggi mengerucut di samping pabrik dengan paduan cat putih dan silver itu nampak megah dari kejauhan. Dan semakin terlihat indah saat didekati.

Ada beberapa set bangku taman di samping kanan kiri dan bagian depan vila. Terlihat sangat nyaman, sejuk dan menggoda untuk duduk santai barang sebentar.

Ratria sempat beberapa kali ikut almarhum nenek datang ke vila untuk beberapa urusan yang gadis itu tidak minat untuk tahu. Dirinya lebih memilih menunggu dengan bermain sendiri di luar vila yang asri. Hanya sekarang mulai paham dan menduga, apa saja urusan sang nenek hingga sering datang ke vila megah pabrik. Pasti sebab dirinya..

Ada tiga pintu besar yang terlihat di bagian sisi depan vila. Pak Andi membawa Rio dan Ratria menuju pintu yang bagian tengah. Lalu dibukanya dan mereka bertiga masuk beriringan. Hawa segar ruangan tidak kalah segar dengan hawa alami di luaran. Ruang dalam vila juga sangat terawat dan terjaga kebersihannya.

Dua orang lelaki berjas rapi nampak menyambut dengan tatapan menunggu. Mereka adalah pak Syahdan dan pengacara muda yang dingin. Duduk di set meja sofa dan ada meja serta kursi besar di belakangnya. Dan itu adalah meja kerja pak Syahdan, boss besar baru di pabrik.

"Silahkan duduk, mas Rio dan Ratria. Pak Syahdan, ini adalah kakak lelaki Ratria," ucap pak Andi mengenalkan.

Syahdan segera mengulur tangan kepada Rio yang disambut cepat oleh kakak lelaki Ratria. Mereka bersalam erat dengan menyebut nama masing-masing. Keduanya nampak saling hangat bersikap.

Pengacara dingin itu juga mengulurkan tangan pada Rio. Namun tidak menyertakan nama mereka. Pengacara itu sudah mendengar nama Rio, tapi tidak menyebutkan namanya. Dan tdak juga mengulur tangan pada Ratria. Mereka berlima duduk dalam hening sesaat.

"Maaf, pak Syahdan. Karena Ratria sudah datang, sebaiknya kita minta segera bertanda tangan di tumpukan kertas itu. Agar berkasnya bisa segera saya bawa ke kantor BCA. Dan gaji untuk karyawan segera bisa dikeluarkan." Pak Andi menyela cepat-cepat.

Bagaimana pun, dirinya sudah begitu paham dengan kemauan dan kegembiraan para pekerja pabrik dan perkebunan. Almarhum pak Yakub, akan merasa sangat tidak tenang jika tidak sengaja mengundur pembayaran sebab suatu masalah. Dan boss besar itu tidak akan bisa tidur dan makan kenyang sebelum menyelesaikannya hingga tuntas memuaskan.

"Serta penjelasan lain-lain akan di sampaikan oleh mas Haris pada Ratria," pungkas pak Andi memutuskan. Merasa tidak sabar dengan ketenangan Syahdan di saat genting seperti ini. Boss muda itu justru kedapatan sibuk mengamati Ratria.

Sebab pungkasan pak Andi, Syahdan pun terkesiap. Merasa lalai pada tanggung beban yang lazim ada di dua pundaknya sendiri.

Tanpa berkata, segera menarik tumpukan lembar-lembar kertas yang telah disiapkan dari kemarin. Menyerahkan pada Ratria dengan memandang lagi wajah anggun berkerudung yang duduk di seberang.

"Aku sudah menandatangani semuanya. Segera tanda tangani di bawah namamu sendiri," terang Syahdan saat mengesan ekspresi bingung di wajah cerah Ratria.

Mata bulat jernih itu menatap Syahdan sebentar lalu mengamati beberapa lembaran kertas di tumpukan yang teratas. Dan mendongak lagi pada pak Andi dan Syahdan.

"Jujur saya kurang paham dengan apa saja yang tertulis di tumpukan sebanyak ini. Hanya karena rasa terimakasih pada almarhum pak Yakub yang sangat baik serta menjamin pendidikan saya selama ini, saya berbaik sangka pada pak Syahdan. Saya akan menanda tangani semua lembar berkas ini sekarang juga. Dan semoga ini semua bermanfaat untuk para pegawai,,juga untuk saya sendiri.." ucap Ratria dengan memandang pak Syahdan serta pak Andi bergantian.

Ratria menyebut asmaNya dalam hati. Berharap dalam pasrah agar tidak dimanfaatkan atau dipermainkan oleh orang berkuasa seperti pak Syahdan di kemudian hari. Dan dicoretkan sign parafnya di lembar demi lembar pada tiap bawah namanya. Semua mata memandang gerak cepat dari tangan indah lentik itu dengan bermacam rasa dan pikiran.

Tiba-tiba kefokusan mereka terhenti saat terdengar dering ponsel yang entah milik siapa. Ternyata dari ponsel Rio di saku kemejanya. Lelaki itu bergegas keluar untuk mengangkat panggilan.

"Sudah selesai, pak Syahdan. Apa saya masih diperlukan? Saya boleh keluar,?" tanya Ratria sambil meletak pena di meja. Semua lembaran telah selesai di parafnya.

Ratria melirik ke arah teras vila. Rio nampak diam memandang Ratria dari sana. Panggilan ponsel baru saja diakhiri. Lelaki itu berjalan cepat memasuki ruangan namun tidak duduk.

"Permisi, apa Ratria masih lama dengan urusannya di sini,?" tanya Rio dengan mata lurus menatap pak Syahdan.

Syahdan memandang pak Andi sekilas dan kembali memandang Rio.

"Ada apa, Vario,?" tanya Syahdan yang sangat yakin jika kakak tiri Ratria masih lebih muda darinya.

"Saya harus cepat turun dari vila. Ada urusan mendadak. Apa bisa urusan Ratria dipercepat,?" tanya Rio tegas tanpa segan. Dan Syahdan merasa kurang suka.

"Tinggalkan saja Ratria di sini. Aku akan mengantarnya. Urus saja kepentinganmu itu, Vario," ucap Syahdan acuh dan tenang.

"Saya ingin turun dengan kakak saya. Bukankah semua sudah saya signkan,?" tanya Ratria pada Syahdan.

"Ada pengacara Haris di sini Ratria. Ada beberapa hal yang akan dia sampaikan sendiri padamu. Tinggallah sebentar, akan kuantar kamu pulang," Syahdan memandang lekat Ratria.

"Baiklah jika seperti itu, pak Syahdan. Tapi saya tidak perlu diantar, masih sangat pagi. Dan jarak vila ini dengan rumahku tidak terlalu jauh," pungkas Ratria. Kemudian menoleh sang kakak.

"Mas Rio, kamu pulung dulu saja, ya. Terimakasih sudah mengantar dan menemaniku," ucap Ratria dengan lembut pada kakaknya yang terus berdiri tegak menunggu. Rio mengangguk, kemudian menatap pak Syahdan.

"Selama Ratria di sini, tolong perlakukan dia dengan baik, pak Syahdan. Permisi." Ucap Rio terakhir kali dengan memandang Ratria serta Syahdan sekilas. Lelaki itu berbalik dan keluar dari vila dengan langkah yang cepat.

Tentu saja Syahdan merasa kembali kurang nyaman dengan ucapan kakak Ratria yang seperti itu. Merasa dianggap jika dirinya adalah lelaki yang terlihat kurang baik. Namun Syahdan mengabaikan sementara dan menyimpan hal itu di kepalanya.

"Pak Andi, sebaiknya segera mengirimkan berkas tertanda Ratria ini ke BCA kota Wlingi secepatnya. Agar upah gaji segera turun siang ini." tegas Syahdan pada asisten tua warisan sang kakek. Dan asisiten itu mengangguk sambil terus membereskan lembaran kertas di meja. Bersiap untuk turun langsung ke kota segera.

"Pengacara Haris, segera katakan apa pun yang seharusnya gadis ini tahu tentang pesan kakekku yang sudah kamu simpan. Jelaskan semua hal dengan sangat jelas pada gadis ini." tegas Syahdan pada pengacara dinginnya. Yang disambut dengan angguk samar dari pengacara bernama Haris itu.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

This on Monday...

Vote me, please...😘😘😘

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Terpopuler

Comments

Satia

Satia

tak kubaca novel ni cepat2..biar tak lelah pula tunggu updatetannya😄

2023-01-12

2

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

kayaknya semua laki" d novel othor baik semua eh tp Ben enggak Ding....ga papa yg penting happy ending itu yg ku suka dari cerita otor

2023-01-10

1

Novelable uwwu

Novelable uwwu

supportermu ter uwwu hadiiiir

2023-01-08

1

lihat semua
Episodes
1 01. Tamu Asing
2 02. Telah Dikawin Gantung
3 03. Boss Baru
4 04. Ibu Kandung
5 05. Kakak Tiri
6 06. Menumpang
7 07. Bersua
8 08. Memastikan
9 09. Menuju Vila
10 10. Di Vila
11 11. Paksaan
12 12. Dibawa Ke Vila
13 13. Sah..!!!
14 14. Malam di Vila
15 8. First Day of Work
16 16. Surabaya
17 17. Otewe Dinas
18 18. Nampak Syahdan
19 19. Manager Pemaksa
20 20. Bersepakat
21 21. Terlambat Datang
22 22. Ikut Syahdan
23 23. Berjumpa Ibu Mertua
24 24. Di Tunjungan
25 25. Vario
26 26. Tamu Berlainan
27 27. Langsing dan Muda
28 28. Ditolak Bareng
29 29. Pilihlah
30 30. Perubahan Data
31 31. Dipecat
32 32. Bertemu Ratria.
33 33. Otewe Pulkam
34 34. Dibawa Syahdan
35 35. Sekamar Sementara
36 36. Saling Janji
37 37. Terancam Amputasi
38 38. Akur
39 39. Judith
40 40. Vario's Story
41 41. Serba Ungu
42 42. Gelap Nyaman
43 43. Hasrat Pagi
44 44. Kupu Malam
45 45. Pandang Saja
46 46. Begadang
47 47. Baju Tidak Sopan
48 48. Kedatangan Kahfi
49 49. Hadiah
50 50. Bermesra
51 51. Di Macau
52 52. Surabaya Zoo KBS
53 53. Izin Pulang
54 54. Panas dan Gelap
55 55. Bye...
56 56. Pulang
57 57. Masuk Angin
58 58. Guncang Pesawat
59 59. Guncangan Yang Lama
60 60. Buah Siwalan
61 61. Bertemu Di Vila
62 62. Saling Menerima
63 63. Senang-Senang 18+
64 64. Pagi di Vila
65 65. Nasi Goreng
66 66. PT Greenfields
67 67. Otewe
68 68. Singgah Di Kakung
69 69. Mengantar
70 70. Naik Jabatan
71 71. Menguati Benteng
72 72. Semeja Berempat
73 73. Ngeri-Ngeri Sedap
74 74. Tamu Mendadak
75 75. Hadiah Melimpah
76 76. Beristri Dua
77 77. Istri Pembawa Harta
78 78. Undur Diri
79 79. Bersama Berdua
80 80. Perjodohan
81 81. Kebohongan Bersama
82 82. Kalian Menikahlah
83 83. Ayo Menikah
84 84. Sah!!
85 85 Lelaki Patah Hati
86 86. Hidup Bersama
87 87. Orang Tua Pengganti
88 88. Berasyik Masyuk
89 89. Saling Ingin
90 90. Bahagia Bersama
Episodes

Updated 90 Episodes

1
01. Tamu Asing
2
02. Telah Dikawin Gantung
3
03. Boss Baru
4
04. Ibu Kandung
5
05. Kakak Tiri
6
06. Menumpang
7
07. Bersua
8
08. Memastikan
9
09. Menuju Vila
10
10. Di Vila
11
11. Paksaan
12
12. Dibawa Ke Vila
13
13. Sah..!!!
14
14. Malam di Vila
15
8. First Day of Work
16
16. Surabaya
17
17. Otewe Dinas
18
18. Nampak Syahdan
19
19. Manager Pemaksa
20
20. Bersepakat
21
21. Terlambat Datang
22
22. Ikut Syahdan
23
23. Berjumpa Ibu Mertua
24
24. Di Tunjungan
25
25. Vario
26
26. Tamu Berlainan
27
27. Langsing dan Muda
28
28. Ditolak Bareng
29
29. Pilihlah
30
30. Perubahan Data
31
31. Dipecat
32
32. Bertemu Ratria.
33
33. Otewe Pulkam
34
34. Dibawa Syahdan
35
35. Sekamar Sementara
36
36. Saling Janji
37
37. Terancam Amputasi
38
38. Akur
39
39. Judith
40
40. Vario's Story
41
41. Serba Ungu
42
42. Gelap Nyaman
43
43. Hasrat Pagi
44
44. Kupu Malam
45
45. Pandang Saja
46
46. Begadang
47
47. Baju Tidak Sopan
48
48. Kedatangan Kahfi
49
49. Hadiah
50
50. Bermesra
51
51. Di Macau
52
52. Surabaya Zoo KBS
53
53. Izin Pulang
54
54. Panas dan Gelap
55
55. Bye...
56
56. Pulang
57
57. Masuk Angin
58
58. Guncang Pesawat
59
59. Guncangan Yang Lama
60
60. Buah Siwalan
61
61. Bertemu Di Vila
62
62. Saling Menerima
63
63. Senang-Senang 18+
64
64. Pagi di Vila
65
65. Nasi Goreng
66
66. PT Greenfields
67
67. Otewe
68
68. Singgah Di Kakung
69
69. Mengantar
70
70. Naik Jabatan
71
71. Menguati Benteng
72
72. Semeja Berempat
73
73. Ngeri-Ngeri Sedap
74
74. Tamu Mendadak
75
75. Hadiah Melimpah
76
76. Beristri Dua
77
77. Istri Pembawa Harta
78
78. Undur Diri
79
79. Bersama Berdua
80
80. Perjodohan
81
81. Kebohongan Bersama
82
82. Kalian Menikahlah
83
83. Ayo Menikah
84
84. Sah!!
85
85 Lelaki Patah Hati
86
86. Hidup Bersama
87
87. Orang Tua Pengganti
88
88. Berasyik Masyuk
89
89. Saling Ingin
90
90. Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!