14. Malam di Vila

Sebab di kamar sudah terfasilitasi dan hampir semua ada, Ratria merasa tidak perlu lagi menjelajah isi vila. Bahkan lemari pendingin mini pun berisi sajian lengkap lima sempurna di dalam. Hanya nasi yang tak ada, tapi terganti dengan bakery tawar dan juga bakery yang berselai. Mbak Lusi lah yang kemarin meng up date isi dalam kulkas.

Mungkin sebelumnya, kamar itu juga diperuntukkan bagi tamu bisnis atau pun kolega jauh yang bermalam di pabrik. Mengingat Sirah Kencong juga dikomersilkan sebagai destinasi Wisata di Blitar, tentu daya tarik kebun teh yang menghampar serta beberapa titik objek kunjung yang menarik, adalah penawan bagi mitra pabrik untuk bermalam.

Apalagi almarhum kakek Yakub hanya sendiri tanpa keluarga di Vila. Pasti banyak kolega yang bersimpati dan tertarik untuk on stay barang semalam di Sirah Kencong.

🍃

Ratria terbangun sejak tadi dan belum bisa tidur lagi. Sedang waktu masih menunjuk di angka satu dini hari. Jika tidak menyambung tidur walau barang sebentar, rasanya rugi sekali. Mesin penghangat di kamar juga sudah dinyalakan, tapi merasa tidak puas serta tetap kurang nyaman.

Dan Ratria paham apa yang diinginkan dirinya jika terbangun kedinginan. Membuat susu putih hangat bertabur sedikit kopi, atau murni coklat hangat dengan bertabur sedikit gula. Bagi Ratria, pengganjal perut yang nikmat seperti itulah pengantar pasti agar matanya rapat kembali.

Ratria ingin mencari dapur sendiri. Pesan yang dikirim pada mbak Lusi belasan menit lalu, tidak juga dibaca. Mungkin wanita itu sedang tidur pulas sebab kelelahan berkemas. Juga tidak paham di kamar mana mbak Lusi bermalam.

Lampu yang menyala terang di tengah gelap vila, adalah tempat yang sedang dituju Ratria. Dan seperti yang disangka, kelancangannya tidaklah sia-sia. Dapur luas bernuansa modern telah berhasil dipijak.

Tidak susah mencari barang yang diinginkan. Sebab mbak Lusi juga menyukai minumam yang digemari Ratria, meski tidak doyan membuatnya malam-malam. Mbak Lusi merasa jika dirinya sangat gemuk. Jadi bahan minuman itu tersedia mudah di alamari.

Merasa was-was jika kedapatan tuan pemilik vila, Ratria begegas. Membawa cangkirnya menuju kamar dan ingin menikmatinya dengan nyaman. Bayang dingin Syahdan sangat membuatnya tidak tenang.

"Ratria,!"

Degh,,! Seperti beku saja jantung Ratria. Kaki yang akan membelok menuju pintu kamar, berhenti cepat sebab suara yang sangat ingin dihindari.

"Apa yang kamu bawa,?" tanya Syahdan mendekat. Lelaki itu lebih nampak sebagai bayang hitam dalam remang.

"Kopi," jawab Ratria tergesa.

"Kopi,? Ini bukan bau kopi," sahut Syahdan dalam remang.

"Kopi dengan susu," ralat Ratria cepat. Tidak ingin lagi berdebat. Ingin segera melesat dalam kamar.

"Lalu, kenapa tidak diminum,?" Syahdan terus bertanya.

"Ingin kubawa dalam kamar. Permisi," pamit Ratria bergegas melanjut langkah ke pintu.

"Ratria," Syahdan masih berniat menahan.

"Jangan bawa minuman bergula dalam kamar. Kembalilah ke dapur," larang Syahdan dengan tegas. Dan lelaki itu berjalan lurus melewati Ratria menuju lampu terang yang terdapat dapur di sana.

Gadis itu malas bersikeras. Damai dengan tuan vila saat malam senyap dan gelap ini adalah lebih baik. Cepat berbalik badan, laju melangkah kembali ke dapur. Duduk di meja makan dan meniupi isi cangkir. Ingin segera dihabiskan dan kembali ke kamar. Berdua dengan lelaki yang sama sekali tidak akrab, sangatlah merisaukan.

"Kenapa bajumu tidak tukar,?" tanya Syahdan mengamati. Ratria memakai baju panjang dan kerudung seperti yang dipakainya saat datang pagi kemarin ke vila.

"Baju yang disiapkan mbak Lusi semuanya pendek," terang Ratria. Memandang sekilas pada lelaki yang sedang duduk sambil meletak cangkir susu di meja. Syahdan cukup cekatan membuat sendiri susu berkopinya.

"Bukankah mbak Lusi menyiapkan sesuai kesukaanmu,?" sambung Syahdan. Lelaki itu sudah duduk berseberangan meja menghadap Ratria.

"Iya, tapi bukan untuk kupakai di rumah orang," Ratria cepat menyahut. Nadanya cukup ketus.

Wajah tampan yang seketika berkerut merut dengan alis tebal bertaut, sangat jelas di bawah lampu dapur yang terang. Tapi ekspresi itu kembali ke semula dengan cepat.

"Apa kerudungmu itu juga tidak akan kamu lepas jika di rumah orang,?" tanya Syahdan kemudian. Tidak lupa dengan penampilan Ratria saat tidak berkerudung di rumah dinas.

"Tidak selalu," sahut Ratria jujur.

"Lalu kenapa tidak kamu lepas saja,?" usik Syahdan pada Ratria yang tengah meneguk isi cangkirnya beberapa kali sambil meniup

"Hanya sedang tidak ingin." Ratria kembali meniup susu dalam cangkir dan meneguknya agak lama.

"Kenapa,?" Kejar Syahdan dengan nada ingin tahu.

"Tidak tenang." sahut Ratria sambil berdiri. Menuju wastafel dan mencuci gelas buru-buru. Susu bercampur kopi yang cepat dingin setelah ditiup itu telah habis diminumnya.

"Aku kembali ke kamar, pak," pamit Ratria sambil menyambar selembar tisu dari atas meja dapur.

"Ratria,!" Syahdan kembali berseru lirih memanggil gadis berkerudung yang belum telalu jauh berjalan.

Ratria berhenti tapi tidak menoleh.

"Ikutlah aku ke Surabaya pagi ini," kata Syahdan tiba-tiba.

Dan tentu saja Ratria merasa terkejut bukan main. Hal yang paling dikhawatirkannya baru saja terdengar. Dengan cepat berbalik badan memandang tajam pada Syahdan.

"Pagi ini adalah first dayku di Telkom. Hari pertamaku bekerja di tempat pilihanku. Bahkan aku tidak bisa tidur lagi sebab senang. Aku tidak akan ikut denganmu ke Surabaya," sahut Ratria terengah. Kembali merasa kesal yang memuncak.

Berbalik badan lagi dan melangkah cepat menuju ke arah kamarnya. Sangat cemas jika Syahdan mengejar kemudian memaksa dirinya untuk ikut ke kota Surabaya pagi ini. Lelaki pemaksa itu benar-benar membuat Ratria sangat resah.

Terpopuler

Comments

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

gerecep pisan eui

2023-01-10

0

Anna Kusbandiana

Anna Kusbandiana

syahdan 😡, cinta bilang bos!

2022-12-15

0

Ety Destha

Ety Destha

duaaa....lanjuut kak😍

2022-12-15

0

lihat semua
Episodes
1 01. Tamu Asing
2 02. Telah Dikawin Gantung
3 03. Boss Baru
4 04. Ibu Kandung
5 05. Kakak Tiri
6 06. Menumpang
7 07. Bersua
8 08. Memastikan
9 09. Menuju Vila
10 10. Di Vila
11 11. Paksaan
12 12. Dibawa Ke Vila
13 13. Sah..!!!
14 14. Malam di Vila
15 8. First Day of Work
16 16. Surabaya
17 17. Otewe Dinas
18 18. Nampak Syahdan
19 19. Manager Pemaksa
20 20. Bersepakat
21 21. Terlambat Datang
22 22. Ikut Syahdan
23 23. Berjumpa Ibu Mertua
24 24. Di Tunjungan
25 25. Vario
26 26. Tamu Berlainan
27 27. Langsing dan Muda
28 28. Ditolak Bareng
29 29. Pilihlah
30 30. Perubahan Data
31 31. Dipecat
32 32. Bertemu Ratria.
33 33. Otewe Pulkam
34 34. Dibawa Syahdan
35 35. Sekamar Sementara
36 36. Saling Janji
37 37. Terancam Amputasi
38 38. Akur
39 39. Judith
40 40. Vario's Story
41 41. Serba Ungu
42 42. Gelap Nyaman
43 43. Hasrat Pagi
44 44. Kupu Malam
45 45. Pandang Saja
46 46. Begadang
47 47. Baju Tidak Sopan
48 48. Kedatangan Kahfi
49 49. Hadiah
50 50. Bermesra
51 51. Di Macau
52 52. Surabaya Zoo KBS
53 53. Izin Pulang
54 54. Panas dan Gelap
55 55. Bye...
56 56. Pulang
57 57. Masuk Angin
58 58. Guncang Pesawat
59 59. Guncangan Yang Lama
60 60. Buah Siwalan
61 61. Bertemu Di Vila
62 62. Saling Menerima
63 63. Senang-Senang 18+
64 64. Pagi di Vila
65 65. Nasi Goreng
66 66. PT Greenfields
67 67. Otewe
68 68. Singgah Di Kakung
69 69. Mengantar
70 70. Naik Jabatan
71 71. Menguati Benteng
72 72. Semeja Berempat
73 73. Ngeri-Ngeri Sedap
74 74. Tamu Mendadak
75 75. Hadiah Melimpah
76 76. Beristri Dua
77 77. Istri Pembawa Harta
78 78. Undur Diri
79 79. Bersama Berdua
80 80. Perjodohan
81 81. Kebohongan Bersama
82 82. Kalian Menikahlah
83 83. Ayo Menikah
84 84. Sah!!
85 85 Lelaki Patah Hati
86 86. Hidup Bersama
87 87. Orang Tua Pengganti
88 88. Berasyik Masyuk
89 89. Saling Ingin
90 90. Bahagia Bersama
Episodes

Updated 90 Episodes

1
01. Tamu Asing
2
02. Telah Dikawin Gantung
3
03. Boss Baru
4
04. Ibu Kandung
5
05. Kakak Tiri
6
06. Menumpang
7
07. Bersua
8
08. Memastikan
9
09. Menuju Vila
10
10. Di Vila
11
11. Paksaan
12
12. Dibawa Ke Vila
13
13. Sah..!!!
14
14. Malam di Vila
15
8. First Day of Work
16
16. Surabaya
17
17. Otewe Dinas
18
18. Nampak Syahdan
19
19. Manager Pemaksa
20
20. Bersepakat
21
21. Terlambat Datang
22
22. Ikut Syahdan
23
23. Berjumpa Ibu Mertua
24
24. Di Tunjungan
25
25. Vario
26
26. Tamu Berlainan
27
27. Langsing dan Muda
28
28. Ditolak Bareng
29
29. Pilihlah
30
30. Perubahan Data
31
31. Dipecat
32
32. Bertemu Ratria.
33
33. Otewe Pulkam
34
34. Dibawa Syahdan
35
35. Sekamar Sementara
36
36. Saling Janji
37
37. Terancam Amputasi
38
38. Akur
39
39. Judith
40
40. Vario's Story
41
41. Serba Ungu
42
42. Gelap Nyaman
43
43. Hasrat Pagi
44
44. Kupu Malam
45
45. Pandang Saja
46
46. Begadang
47
47. Baju Tidak Sopan
48
48. Kedatangan Kahfi
49
49. Hadiah
50
50. Bermesra
51
51. Di Macau
52
52. Surabaya Zoo KBS
53
53. Izin Pulang
54
54. Panas dan Gelap
55
55. Bye...
56
56. Pulang
57
57. Masuk Angin
58
58. Guncang Pesawat
59
59. Guncangan Yang Lama
60
60. Buah Siwalan
61
61. Bertemu Di Vila
62
62. Saling Menerima
63
63. Senang-Senang 18+
64
64. Pagi di Vila
65
65. Nasi Goreng
66
66. PT Greenfields
67
67. Otewe
68
68. Singgah Di Kakung
69
69. Mengantar
70
70. Naik Jabatan
71
71. Menguati Benteng
72
72. Semeja Berempat
73
73. Ngeri-Ngeri Sedap
74
74. Tamu Mendadak
75
75. Hadiah Melimpah
76
76. Beristri Dua
77
77. Istri Pembawa Harta
78
78. Undur Diri
79
79. Bersama Berdua
80
80. Perjodohan
81
81. Kebohongan Bersama
82
82. Kalian Menikahlah
83
83. Ayo Menikah
84
84. Sah!!
85
85 Lelaki Patah Hati
86
86. Hidup Bersama
87
87. Orang Tua Pengganti
88
88. Berasyik Masyuk
89
89. Saling Ingin
90
90. Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!