03. Boss Baru

Belasan jam lalu pada hari yang sama di pabrik teh perkebunan..

Seorang lelaki berkacamata berusia hampir enam puluh tahun, sedang berkeringat di pelipis meski hawa di bukit perkebunan sangat sejuk saat itu. Menemui boss baru pengganti boss lama yang baru saja meninggal dunia karena sakit mendadak. Mereka tengah berada di ruang kerja milik almarhum boss besar di pabrik.

"Keuangan atas nama Yakub Achmad di Bank Central Asia, tidak bisa dikeluarkan untuk akhir bulan ini, Pak Syahdan," lapor lelaki berkacamata pada lelaki tampan dan tampak maih muda.

Lelaki itu berkerut dahi sejenak.

"Kenapa, bukankah pembayaran untuk seluruh karyawan pabrik biasanya dikeluarkan oleh bank itu? Sedang aku sudah bertanda tangan di peluncuran salary bulan ini," ucap lelaki bernama Syahdan dengan tenang.

"Pihak bank mengatakan, tanda tangan Anda belum sah. Untuk mendapat penjelasan, Anda harus bertemu dengan pengacara pribadi kakek Anda, Pak Syahdan," terang Pak Andi pada boss barunya.

"Tolong panggilkan pengacara pribadi kakekku secepatnya, Pak Andi," kata Syahdan pada Pak Andi yang berusia jauh lebih tua darinya.

"Anda ingin memanggilnya datang atau bertemu di kota,?" tanya Pak Andi memastikan. Mengamati calon boss muda yang juga sedang menatap lekat padanya.

"Minta datang ke pabrik, Pak Andiii," ulang Syahdan seolah sedang menyabarkan diri saat berkata pada asisten warisan sang kakek.

"Baik, Pak Syahdan. Akan segera saya kabari. Permisi." Pak Andi undur diri. Berbalik badan menuju pintu dan lenyap di sana.

Syahdan menatap pintu dengan ekspresi yang seolah bisa menembusi kayu itu dengan kedua bola matanya. Dengan tangan memegang pena yang diketuk-ketukkan ke meja.

Ingin segera menyelesaikan masalah pembayaran pekerja pabrik dan kebun bulan ini. Bulan pertama setelah sang kakek tiada, sebab stroke mendadak setelah terjatuh di kamar mandi.

Syahdan terpaksa datang ke tempat terpencil di area perhutani dengan paksaan dari ayahnya. Demi iming-iming jika kebun dan pabrik telah diberikan seluruhnya pada Syahdan oleh sang kakek. Yang jika diuangkan, tentu tidak akan habis di belanjakan hingga beberapa keturunan.

Namun, ternyata tanda tangan yang dibubuhkan di selembar kertas berisi instruksi kepada bank untuk penarikan dana pabrik sedang bermasalah. Dana yang seharusnya sudah masuk ke rekening tiap-tiap pegawai tengah hari ini sebagai gaji bulanan, terpaksa di pendingkan.

#

Kepala berambut tebal dengan potongan sangat pendek itu perlahan menoleh pada benda yang berbunyi dan menyala di ujung meja. Mengambil dan memegangnya sejenak. Lalu membawanya rapat ke telinga.

"Ya, halo. Assalamu'alaikum, Judith." Syahdan fokus pada suara di ponsel tanpa kedip sekali pun.

"Akan aku usahakan. Sedang ada masalah kecil di perusahaan kakek yang kudatangi ini." Syahdan berkata sambil menyandar. Meletak kepala di pucuk kursi. Kursi kerja kesayangan kakeknya semasa bertahta di perkebunan.

"Iya. Sekali lagi akan aku usahakan. Jika terpaksa tak bisa datang. Kamu harus tetap bersemangat, Judith," ucap Syahdan sambil menghela napas panjang.

"Apa ...? Hanya aku yang membuatmu bersemangat? Ha...ha.... Bukankah Khairy bilang juga datang?" Wajah lelaki dewasa itu tampak pias. Meski lawan bicaranya sedang di seberang, Syahdan terlihat tidak tenang. Lelaki itu berdiri sebentar lalu duduk kembali dan tersenyum.

"Baiklah, tunggu saja. Aku akan datang," tukas Syahdan dengan wajah kian cerah. Terdiam fokus dengan bayang senyum di bibir.

"Iya, Judith. Hati-hati. Wa'alaikumsalam." Syahdan memberi balas salam sebelum menjauhkan ponsel dari telinga. Duduk menyandar dengan memandangi layar ponsel. Ada wajah jelita yang tersenyum manis di layar ponsel. Wallpaper.

🍃🍃🍃🍃🍃

Pengacara pribadi yang masih muda. Bahkan lebih muda dari klien. Pengacara pengganti sang ayah yang sudah angkat tangan dari segala tugas di arsipnya. Kini tengah memandang lurus pada Pak Andi dan Pak Syahdan.

"Seperti itulah," kata pengacara muda itu setelah membunyikan wacana.

"Jadi untuk sementara, harus ada tanda tangan perempuan yang bernama Ratria?" tanya Syahdan pada pengacara muda di depannya.

"Seperti itulah," kata pengacara muda yang dingin dengan kalimat dan nada sama persis.

"Ratria adalah perempuan penting bagi Anda, Pak Syahdan," ucap Pak Andi meluruskan. Syahdan melirikkan mata sekilas.

"Jika aku tidak menikah kembali dengan perempuan itu, apa yang terjadi?" tanya Syahdan dengan ekspresi tidak puas.

"Tujuh puluh persen dari perkebunan serta aset pabrik yang harusnya jadi milik Anda, akan batal. Harus di bagi rata dengan ketiga saudara anda yang lainnya. Namun, selama Anda belum mengambil keputusan, segala hal yang berkaitan dengan dana di kebun dan pabrik, harus ada tanda tangan dari pemilik nama Ratria di bawah nama anda." Pengacara muda itu mengambil lembaran kertas berlaminating dari meja. Berisi mandat almarhum boss besar yang baru saja dibaca oleh Syahdan.

"Semua lembar dana apa pun, harus ada tanda tangan perempuan itu? Bukankah sangat merepotkan?" tanya Syahdan bergumam.

"Seperti itulah," sahut pengacara dingin, kembali dengan kalimat yang sama. Dua kata lempeng itu terdengar menyebalkan di telinga lebar Syahdan.

"Jadi, silahkan anda memilih bagaimana baiknya, Pak Syahdan," kali ini adalah suara pak Andi. Tapi tetap terdengar tidak nyaman bagi Syahdan.

"Tak ada kebaikan yang patut kupilih, Pak Andi," kata Syahdan dengan sinis.

"Jangan lupa. Ratria adalah anak gadis dari seseorang yang sangat berjasa untuk Anda. Jika bukan karena ayahnya Ratria, mungkin sekarang Anda tidak memiliki orang tua. Bahkan Ratria juga kehilangan ayah serta kakeknya setelah datang dan merawat keluarga anda waktu itu, Pak Syahdan. Selain sebab takdir dari yang di atas tentunya." ulas panjang sang pengacara dingin.

"Lalu, apa hak gadis itu setelah menikah denganku? Selain seluruh biaya hidup dan sekolah yang sudah ditanggung oleh kakekku?" tanya Syahdan dengan wajah yang masam.

"Akan memiliki hak penuh pada rumah dinas yang ditempatinya itu. Tentu anda wajib memberinya nafkah lahir dan batin." Pengacara berbicara dengan acuh sambil menunjuk lembar lainnya pada Syahdan.

Syahdan menyambar cepat dan laju membaca. Berisi kepemilikan rumah dinas yang ditempati Ratria. Berbunyi sama dengan yang baru dijelaskan oleh pengacara padanya.

"Bagaimana jika gadis itu menolak?" tanya Syahdan dengan wajah agak cerah. Berharap ada celah penyelamat agar terbebas dari syarat berat sang kakek.

"Seperti tadi, sama dengan jika Anda menolak. Hanya gadis itu masih berhak tinggal di rumah dinas hingga dia menikah dan ikut suaminya," jelas pengacara dingin.

"Kenapa kakek menyulitkanku?" tanya Syahdan nampak kesal.

"Bukan menyulitkan Anda. Tapi hanya mengajarkan Anda untuk lebih memahami balas budi," tegas pengacara.

"Kenapa aku, bukankah ada adik-adikku yang juga lelaki?" tanya Syahdan kurang puas.

"Apa anda tidak malu... sebagai anak lelaki tertua, membiarkan adik anda yang memikul beban keluarga?" tegas pengacara kembali.

"Apa ditulis di sana, jika yang menikah dengan gadis itu adalah salah satu dari adikku?" tanya Syahdan. Kembali mencari celah.

"Tidak. Tapi saya akan memberi solusi dengan sama jika anda menolaknya," sahut tegas pengacara.

Syahdan menghempas punggung di sandaran kursi kerja. Memandang tajam pengacara yang nampak acuh dan terus membuka lembar-lembar yang entah apa isinya. Lalu memandang asisten Andi cukup lama. Syahdan tengah berfikir dengan gundah gulana.

"Pak Andi, temui gadis itu di rumah dinas secepatnya. Aku akan ke Malang habis ini. Setelah itu ke Surabaya. Mungkin akan datang kembali besok dan paling lambat lusa." kata Syahdan dengan tegas.

"Tapi para pekerja harus segera mendapat gajinya, Pak Syahdan." Pak Andi keberatan.

"Akan kupercepat kedatanganku," kukuh Syahdan tak terpatahkan.

"Baiklah, Pak Syahdan. Akan kuberitahu gadis itu di rumahnya," sahut Pak Andi dengan pasrah. Berharap para pekerja kebun dan pabrik mau bersabar. Setidaknya mengundur pembayaran keringat mereka dua hari ke belakang. Dan siang ini akan ditemuinya Ratria.

Sedang gadis yang bernama Ratria dan akan ditemui pak Andi, tengah turun ke kota untuk melamar kerja di PT Telkom Wlingi..

Terpopuler

Comments

Bunda Nian

Bunda Nian

Ha ha ha... Aku suka gaya pengacara nya.

2023-02-02

3

aning purwasih

aning purwasih

eh,, pengacaranya keren ternyata

2023-01-06

2

Ety Destha

Ety Destha

duaaaa......dminta lanjutkan up kk kwkwkwkww...semangaaat

2022-12-06

1

lihat semua
Episodes
1 01. Tamu Asing
2 02. Telah Dikawin Gantung
3 03. Boss Baru
4 04. Ibu Kandung
5 05. Kakak Tiri
6 06. Menumpang
7 07. Bersua
8 08. Memastikan
9 09. Menuju Vila
10 10. Di Vila
11 11. Paksaan
12 12. Dibawa Ke Vila
13 13. Sah..!!!
14 14. Malam di Vila
15 8. First Day of Work
16 16. Surabaya
17 17. Otewe Dinas
18 18. Nampak Syahdan
19 19. Manager Pemaksa
20 20. Bersepakat
21 21. Terlambat Datang
22 22. Ikut Syahdan
23 23. Berjumpa Ibu Mertua
24 24. Di Tunjungan
25 25. Vario
26 26. Tamu Berlainan
27 27. Langsing dan Muda
28 28. Ditolak Bareng
29 29. Pilihlah
30 30. Perubahan Data
31 31. Dipecat
32 32. Bertemu Ratria.
33 33. Otewe Pulkam
34 34. Dibawa Syahdan
35 35. Sekamar Sementara
36 36. Saling Janji
37 37. Terancam Amputasi
38 38. Akur
39 39. Judith
40 40. Vario's Story
41 41. Serba Ungu
42 42. Gelap Nyaman
43 43. Hasrat Pagi
44 44. Kupu Malam
45 45. Pandang Saja
46 46. Begadang
47 47. Baju Tidak Sopan
48 48. Kedatangan Kahfi
49 49. Hadiah
50 50. Bermesra
51 51. Di Macau
52 52. Surabaya Zoo KBS
53 53. Izin Pulang
54 54. Panas dan Gelap
55 55. Bye...
56 56. Pulang
57 57. Masuk Angin
58 58. Guncang Pesawat
59 59. Guncangan Yang Lama
60 60. Buah Siwalan
61 61. Bertemu Di Vila
62 62. Saling Menerima
63 63. Senang-Senang 18+
64 64. Pagi di Vila
65 65. Nasi Goreng
66 66. PT Greenfields
67 67. Otewe
68 68. Singgah Di Kakung
69 69. Mengantar
70 70. Naik Jabatan
71 71. Menguati Benteng
72 72. Semeja Berempat
73 73. Ngeri-Ngeri Sedap
74 74. Tamu Mendadak
75 75. Hadiah Melimpah
76 76. Beristri Dua
77 77. Istri Pembawa Harta
78 78. Undur Diri
79 79. Bersama Berdua
80 80. Perjodohan
81 81. Kebohongan Bersama
82 82. Kalian Menikahlah
83 83. Ayo Menikah
84 84. Sah!!
85 85 Lelaki Patah Hati
86 86. Hidup Bersama
87 87. Orang Tua Pengganti
88 88. Berasyik Masyuk
89 89. Saling Ingin
90 90. Bahagia Bersama
Episodes

Updated 90 Episodes

1
01. Tamu Asing
2
02. Telah Dikawin Gantung
3
03. Boss Baru
4
04. Ibu Kandung
5
05. Kakak Tiri
6
06. Menumpang
7
07. Bersua
8
08. Memastikan
9
09. Menuju Vila
10
10. Di Vila
11
11. Paksaan
12
12. Dibawa Ke Vila
13
13. Sah..!!!
14
14. Malam di Vila
15
8. First Day of Work
16
16. Surabaya
17
17. Otewe Dinas
18
18. Nampak Syahdan
19
19. Manager Pemaksa
20
20. Bersepakat
21
21. Terlambat Datang
22
22. Ikut Syahdan
23
23. Berjumpa Ibu Mertua
24
24. Di Tunjungan
25
25. Vario
26
26. Tamu Berlainan
27
27. Langsing dan Muda
28
28. Ditolak Bareng
29
29. Pilihlah
30
30. Perubahan Data
31
31. Dipecat
32
32. Bertemu Ratria.
33
33. Otewe Pulkam
34
34. Dibawa Syahdan
35
35. Sekamar Sementara
36
36. Saling Janji
37
37. Terancam Amputasi
38
38. Akur
39
39. Judith
40
40. Vario's Story
41
41. Serba Ungu
42
42. Gelap Nyaman
43
43. Hasrat Pagi
44
44. Kupu Malam
45
45. Pandang Saja
46
46. Begadang
47
47. Baju Tidak Sopan
48
48. Kedatangan Kahfi
49
49. Hadiah
50
50. Bermesra
51
51. Di Macau
52
52. Surabaya Zoo KBS
53
53. Izin Pulang
54
54. Panas dan Gelap
55
55. Bye...
56
56. Pulang
57
57. Masuk Angin
58
58. Guncang Pesawat
59
59. Guncangan Yang Lama
60
60. Buah Siwalan
61
61. Bertemu Di Vila
62
62. Saling Menerima
63
63. Senang-Senang 18+
64
64. Pagi di Vila
65
65. Nasi Goreng
66
66. PT Greenfields
67
67. Otewe
68
68. Singgah Di Kakung
69
69. Mengantar
70
70. Naik Jabatan
71
71. Menguati Benteng
72
72. Semeja Berempat
73
73. Ngeri-Ngeri Sedap
74
74. Tamu Mendadak
75
75. Hadiah Melimpah
76
76. Beristri Dua
77
77. Istri Pembawa Harta
78
78. Undur Diri
79
79. Bersama Berdua
80
80. Perjodohan
81
81. Kebohongan Bersama
82
82. Kalian Menikahlah
83
83. Ayo Menikah
84
84. Sah!!
85
85 Lelaki Patah Hati
86
86. Hidup Bersama
87
87. Orang Tua Pengganti
88
88. Berasyik Masyuk
89
89. Saling Ingin
90
90. Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!